Senin, 09 November 2015

Shalat Sebuah ‘Lagu Terapi’ ..

shalat
SHALAT  ibarat sebuah lagu, yakni hasil kolaborasi antara music, lirik, dan penari. Musiknya adalah musick ilahiyyah dalam ritme alam semesta; liriknya adaah bacaan doa yang telah ditentukan; dan penarinya adalah seseorang yang mengerjakannya. Ibarat sebuah lagu, jika dinyanyikan dengan penghayatan, niscaya akan memperoleh ketenangan jiwa, apalagi diiringi dengan tarian, di samping indah, tarian juga akan memberikan kesehatan raga.
Shalat bahkan lebih dari sekadar lagu. Shalat menciptakan ketenangan batin, kesehatan lahir, dan media komunikasi efektif antara seorang makhluk dengan khaliknya. Karena Allah Maha Segalanya, apapun yang diminta, pasti akan diberikan-Nya. Tapi semuanya dengan satu syarat, shalat seseorang harus dilakukan dengan benar (khusyuk) sehingga shalatnya diizinkan dan diridhai oleh Allah.
Kalau boleh mengambil kembali analogi, shalat ibarat sebuah terapi bagi yang menjalankannya. Penyakit apapun dapat disembuhkan dengan shalat, baik fisik maupun psikis. Hanya saja, shalat ini harus dilakukan dengan benar, dan atas ridha serta ijin Allah.
Shalat yang benar berpeluang mendapatkan anugrah kekhusyukan. Shalat seperti inilah yang akan bermanfaat sebagai sarana terapi, karena di dalamnya terdapat komunikasi dan zikir serta doa.
Ada manfaat yang kita peroleh dari shalat yang kita lakukan dengan khusyuk, yakni sehat jasmani dan rohani atau dengan kata lain shalat pada dasarnya merupakan terapi paling ampuh dalam menangkal berbagai macam penyakit, terutama penyakit yang diakibatkan oleh fungsi otak, kerja saraf, aliran darah, ruas-ruas tulang dan otot-otot dalam tubuh manusia.
Namun jangan sekali-kali kita niatkan shalat untuk mencari kesehatan, tetapi niatkan untuk mencari ridha-Nya. Jika Dia meridhai kita maka insya Allah apa yang kita inginkan pasti Dia kabulkan.

Sumber: Terapi Hati/Amin Syukur dan Fathimah Usman/Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The World Its Mine