Jumat, 02 Oktober 2015

Hiduplah dengan Mulai Berpikir Sederhana ..

pemburu
HIDUP ini akan terasa indah bila dijalani dengan pola pikir yang berawal dari kesederhanaan. Tidak perlu kita memikirkan hal yang tinggi-tinggi dengan mengabaikan yang sederhana. Karena kebahagiaan yang sesungguhnya bukan dinilai dari tinggi atau rendahnya seseorang. Bila ada kesempatan yang terlihat sederhana, janganlah dulu kita menolaknya, dengan alasan ingin mendapatkan yang lebih tinggi. Karena boleh jadi nasib kita akan sama seperti seorang pemburu berikut ini.
Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan
tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar,
yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak memakai anjing pelacak atau jaring penyerat,
tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang
buruan.
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas
pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang
tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, “untuk apa
merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor
rusa besar yang saya incar?”
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya
bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, “Ah, hanya seekor kancil, nanti
malah tidak ada yang makan, sia-sia.”
Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburu pun mulai siaga penuh, tetapi ternyata, seekor kijang. Ia pun membiarkannya berlalu.
Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur. Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, “Rusa!” sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang
diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami.
Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir
bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

Hidup yang Singkat ..


rosadi alibasa
“Tidaklah dunia ini seluruhnya dari awal hingga akhirnya kecuali ibarat seseorang yang tertidur sejenak, kemudian bermimpi melihat sesuatu yang disenanginya, kemudian terbangun,” Syeikh (Hasan Al-Bashri).
PERNAHKAH kita bertanya pada diri sendiri, berapa tahun telah kita lalui? Berapa windu? Berapa dasawarsa? Ketika kita melalui kehidupan kita apakah kita merasa lama? Atau hanya sejenakkah? Seberapa tua kita saat ini, seberapa tua orang tua kita saat ini? Sejenak semua terlalui, secepat matahari terbit dan tenggelam.
Tapi kita masih di sini berdiri dan berjalan melintasi sisa waktu. Berusaha mendapatkan hal-hal yang disukai. Bermain dengan mainanan yang disukai. Menikmati apa yang tersedia di dunia. Barang-barang baru, gadget keren, liburan dan bertamasya.
Membesarkan anak yang tumbuh dengan lucunya. Mengumpulkan harta seakan selalu kurang dan kurang, karena keinginan yang tidak ada habisnya.
Dan kita juga tak pernah berhenti membuat kalkulasi; mudah-mudahan anak-anak kita jadi anak sholeh. Mudah-mudahan harta kita terpakai untuk kebaikan. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang selalu bertaubat meski kita berulang-ulang melakukan kesalahan.
Di zaman putih abu-abu hitam seperti sekarang ini, kita sering berapologi, hiduplah memang seperti itu. Padahal, kita tak pernah paham dari mana mati menjumpai kita. Kematian tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tapi kitalah yang menunggu kematian dengan bertaubat.

Silaturahim itu Benar Membuat Kaya ..

muslim senyum jabat tangan
Oleh: Fadly Mudaz Zen
SAYA mendengar banyak prihal cara mencari rezeki, strategi mengundang rezeki, bahasa populernya adalah cara menjadi “kaya”. Bahkan ditambahkan dengan kata “berkah”.
Saya ingat sebuah hadits yang intinya adalah,” barang siapa yang mau panjang umurnya dan luas rezekinya maka sambunglah silaturrahmi”.
Barangkali maksudnya rezeki itu datang dari sebuah “Relationship” yang mutual dan bermutu pastinya.
Coba test dulu, “siapa punya uang?”
Pasti setiap orang punya. Yang membedakan adalah nominalnya.
“Dari mana didapat uang itu?” jawabannya berbeda-beda.
Yang pasti semuanya didapat melalui tangan atau wasilah orang lain. Baik itu dagang, service fee, gaji, komisi atau pemberian langsung.
Kecuali “Nemu di jalan” ini tak masuk itungan karena “Nemu” tidak bisa dijadikan profesi, sama seperti tak ada profesi “Manager Penemuan”.
Maka semua pastinya didapat melalui orang lain. Artinya di sini rezeki datang karena kita “kenal” atau “kenalan”.
Intinya perihal datangnya rezeki karena sebuah “relationship”.
Bukankah rezeki kita yang pertama seringkali datangnya dari orang tua, paman, kakak, adik, teman dekat?
Nah di sini sambungannya antara “rezeki” dan “kenal”.
Maka bagaimana kita bisa dapat rezeki kalau kita tak mau kenal, tak mau membangun perkenalan dan kedekatan.
Bagaimana mungkin rezeki datang kalau kita tidak mau membangun “relationship” yang bahasa populernya sekarang adalah “jaringan” atau “link”?
So, membangun jaringan sebenarnya adalah membangun silaturrahmi. Orang yang kaya pasti karena silaturahminya hebat, jaringannya luas, dan dia pandai membangun silaturahmi itu sendiri menjadi silaturahmi yang bermutu sehingga akhirnya menjadi hubungan yang “mutual”.
Bagaimana dengan silaturahim Anda?

Hidup Adalah Masalah ..

rosadi alibasa

HIDUP tanpa masalah? Hal yang mustahal. Masalah adalah bumbu kehidupan. Apa jadinya masakan tanpa bumbu? Dia akan hambar. Pun dengan kehidupan yang tanpa masalah. Semenjak kita dilahirkan kita sudah dikelilingi oleh masalah yang akan dihadapi dalam hidup.
Jangan khawatir kita tidak punya masalah, sebab masalah pasti akan datang. Kita harus sabar menantinya. Meski kita tidak mencari masalah, masalah akan menemukan kita meski kita bersembunyi.
Jangan khawatir ketika masalah itu datang. Sebab masalah sudah pasti akan datang. Kita harus bersabar menyelesaikannya. Tapi ingat, jangan mencari masalah. Sebisa mungkin, hindarilah masalah.
Sebuah gembok tidak pernah diproduksi tanpa anak kunci yang sama dan Allah tidak pernah memberikan permasalahan tanpa penyelesaiaan. Kita hanya perlu berdoa, berusaha dan bersabar untuk membukanya.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS.2:286).
Masalah akan mendewasakan kita dan membuat kita lebih tajam. Bukankan pisau yang tajam diasah berpuluh, ratus, atau ribuan kali untuk menemukan kesempurnaan ketajamannya? Bukankah kenaikan kelas derajat manusia juga harus diuji dengan masalah?
Yang patut kita perhatikan adalah justru ketika kita merasa tidak punya masalah dalam hidup ini. Mungkin itu saatnya kita sudah mulai harus menyiapkan tanah berukuran 1 x 1 meter, dengan arti kita sudah berhenti bernafas.

4 Alasan Mengapa Anda Harus Berpikir Positif ..

muslim senyum jabat tangan
ISLAM memfasilitasi umat manusia agar dapat menikmati hidup ini dengan tenang, damai dan tanpa beban. Menikmati hidup dengan selalu tersenyum, ringan dalam melangkah, serta memandang dunia dengan berseri-seri. Inilah implementasi dari ajaran Islam yang memang dirancang untuk selalu memudahkan dan menjadi rahmat bagi sekalian alam.
Untuk mewujudkan hidup yang sealu tersenyum, ringan dan tanpa beban tersebut; Islam memberikan beberapa tuntunan. Yaitu di antaranya: menjaga keseimbangan, selalu berbaik sangka (Khusnudzdzan), juga dengan berpikir positif. Namun karena keterbatasan ruang dan waktu, saya akan membatasi pembahasan kali ini hanya tentang khusnudzdzan dan berpikir positif.
Pertanyaan yang sangat mendasar adalah: mengapa Islam sampai menekankan pentingnya khusnudzdzan dan berpikir positif? Paling tidak, ada empat alasan yang bisa dikemukakan di sini.
Pertama, kita harus khusnudzdzan dan berpikir positif karena ternyata orang lain seringkali tidak seburuk yang kita kira. Contoh terbaik mengenai hal ini ialah kisah Nabi Khidhir dan Nabi Musa Alaihima As-Salam.
Suatu kali, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Nabi Musa untuk menambah ilmu dari seseorang yang sedang berdiri di tepi pantai yang mempertemukan dua arus laut. Setelah mencari tempat yang dimaksud, di situ beliau menemukan Nabi Khidhir, dan kemudian mengutarakan maksudnya. Nabi Khidhir mau menerima dengan satu syarat; Nabi Musa tidak boleh grasa-grusu bertanya sampai Nabi Khidhir menjelaskan.
“Tapi aku yakin, kamu tidak akan bisa bersabar,” tambah Nabi Khidhir lagi. Namun karena Nabi Musa bersikeras, akhirnya dimulailah perjalanan beliau berdua berdasarkan syarat tadi. Ternyata benar!! Ketika dalam perjalanan itu Nabi Khidhir melakonkan hikmah demi hikmah yang telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, tak sekalipun Nabi Musa mampu bersabar untuk tidak grasa-grusu menafsirkan yang bukan-bukan. (Qs. Al-Kahfi: 60-82).
Dalam kisah Qur’ani ini, poin penting yang dapat dipetik: kita harus selalu berbaik sangka dan berpikir positif terhadap orang lain.Karena, bisa jadi, orang lain tidaklah seburuk yang kita kira. Sebab kita hanya bisa melihat apa yang tampak, namun tidak tahu niat baik apa yang ada di hatinya dan seterusnya.
Kedua, berbaik sangka dan berpikir positif dapat mengubah suatu keburukan menjadi kebaikan. Kita dapat menemukan pembuktiannya dalam teladan Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, ketika seluruh kafilah-kafilah Arab berkumpul di Makkah pada tahun-tahun pertama turunnya wahyu. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Rasulullah untuk menyampaikan risalah Islam kepada semua kafilah itu. Namun yang terjadi, mereka justru mencaci dan menyakiti Rasulullah, serta melumuri wajah beliau dengan pasir.
Saat itu, datanglah malaikat ke hadapan Rasulullah, “Wahai Muhammad, (dengan perlakuan mereka ini) sudah sepantasnya jika kamu berdoa kepada Allah agar membinasakan mereka seperti doa Nuh –`Alaihi As-
Salam—atas kaumnya.” Rasulullah segera mengangkat tangan beliau. Tetapi yang terucap dalam doa beliau bukanlah doa kutukan, melainkan untaian maaf dan harapan bagi orang-orang yang telah menyakitinya, “Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku. Sesungguhnya (mereka melakukan semua ini terhadapku) hanya karena mereka tidak tahu. Ya Allah, tolonglah aku agar mereka bias menyambut ajakan untuk taat kepada-Mu,” (“Al-Ahadits Al-Mukhtarah, karya Abu `Abdillah Al-Maqdasi, 10/14).
Pilihan beliau ternyata tidak salah. Tak lama setelah peristiwa tersebut, mereka yang pernah menyakiti beliau berangsur-angsur memeluk Islam dan menjadi Sahabat yang paling setia. Ini sesuai dengan ajaran Al-Qur’an, “Tanggapilah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dengan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat akrab.” (Qs.Al-Fushilat: 34)
Ketiga, berbaik sangka dan berpikir positif dapat menyelamatkan hati dan hidup kita. Sebab hati yang bersih adalah hati yang tidak menyimpan kebencian. Hati yang tenteram adalah hati yang tidak memendam syakwasangka dan apriori terhadap orang lain. Dan hati yang berseri-seri hanyalah hati yang selalu berpikir positif bagi dirinya maupun orang lain.
Kebencian, berburuk sangka dan berpikir negatif hanya akan meracuni hati kita. Sebab itulah, ketika Orang-orang Yahudi mengumpat Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam yang sedang duduk santai
bersama Aisyah Radhiyallahu `Anha, dan Aisyah terpancing dengan balas menyumpahi mereka; Rasulullah segera mengingatkan Aisyah, “Kamu tidak perlu begitu, karena sesungguhnya Allah menyukai
kesantunan dan kelemah-lembutan dalam segala hal.” (Riwayat Al- Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Ra.).
Subhanallah! Beliau yang seorang utusan Allah dan pemimpin masyarakat muslim, yang sebenarnya bisa dengan mudah membalas perlakuan Orang-orang Yahudi itu, ternyata memilih untuk tetap santun dan berpikir positif –agar menjadi teladan bagi seluruh umat manusia.
Senada dengan hadits di atas, ada ungkapan yang sangat menggugah dari seorang sufi: “Yang paling penting adalah bagaimana kita selalu baik kepada semua orang. Kalau kemudian ada orang yang tidak baik
kepada kita, itu bukan urusan kita, tapi urusan orang itu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Keempat, berpikir positif bisa membuat hidup kita lebih legowo, karena toh Allah Subhanahu wa Ta’ala seringkali menyiapkan rencana-rencana yang mengejutkan bagi hambaNya. Suatu saat, Umar bin
Khaththab Radhiyallahu `Anhu dirundung kegalauan yang menyesakkan. Salah seorang puteri beliau, Hafshah Radhiyallahu `Anha, baru saja menjanda. Maka Umar datang menemui Abu Bakar Radhiyallahu `Anhu menawarinya agar mau menikahi Hafshah. Ternyata Abu Bakar menolak. Kemudian Umar menawari Utsman bin Affan Radhiyallahu `Anhu untuk menikahi Hafshah, namun Utsman pun menolaknya. (Shahih Al-Bukhari, 4/1471. Versi penjelasnya juga dapat dibaca dalam Tafsir Al- Qurthubi, 13/271).
Dalam kegalauan itu, Umar mengadu kepada Rasulullah Shallalla hu `Alaihi wa Sallam tentang sikap kedua Sahabat tersebut. Maka Rasulullah menuntun Umar agar selalu berpikir positif sehingga bisa menjalani hidup dengan legowo. Rasulullah bahkan berdoa, “Semoga Allah akan menentukan pasangan bagi Hafshah, yang jauh lebih dari Utsman; serta menentukan pasangan bagi Utsman, yang jauh lebih baik dari Hafshah.”
Ternyata, tak lama setelah itu, Rasulllah menikahkan Utsman dengan puteri beliau sendiri. Dan setelah itu, beliau pun menikahi Hafshah. Allahumma Innî qad ballaghtu!

Jujur Itu Lebih Baik ..

bersikap jujur
SETIAP orang pasti ingin sekali bersikap jujur. Tapi, banyak sekali alasan-alasan yang melunturkan keinginannya itu. Padahal bila kita bersikap untuk jujur maka hati pun akan lega. Dalam artian, dalam pikiran kita tidak mempunyai beban. Beban itulah yang terkadang muncul bila kita tidak berlaku jujur.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan pada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berkata jujur hingga dia disebut sebagai “shiddiq” dan sesungguhnya dusta itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berdusta dia akan dituliskan di sisi Allah SWT sebagai “kadzdzab” (sang pendusta),” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadis tentang kejujuran yang tertera di atas dapat disimpulkan bahwa kejujuran itu sangatlah istimewa, bahkan Nabi SAW sendiri menyampaikanya hampir di setiap khutbahnya.
Untuk itu janganlah takut untuk berkata jujur, karena kejujuran itu sendiri mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga.
Sungguh ini perbuatan yang amat sederhana tapi dapat membawa kita ke tempat yang sangat istimewa dan yang selalu diinginkan oleh hampir semua orang yaitu surga.
Kejujuran memang bisa sangat menyakitkan. Tetapi itu lebih baik daripada berbahagia karena kebohongan.
Kejujuran memang menyakitkan, tetapi tidak mematikan. Kebohongan memang terkadang menyenangkan, tetapi tidak menyembuhkan.
Konsep tentang kejujuran bisa membingungkan dan mudah dimanipulasi karena sifatnya yang lebih interior. Perilaku jujur mengukur kualitas moral seseorang di mana segala pola perilaku dan motivasi tergantung pada pengaturan diri (self-regulation) seorang individu. Meskipun tergantung pada proses penentuan diri, kita tidak bisa mengklaim bahwa pendapat diri kita sematalah yang benar. Seandainya kita telah meyakini bahwa pendapat kita merupakan pendapat yang menurut kita paling baik, perlulah tetap mendengarkan pendapat orang lain. Sikap jujur dengan demikian bisa dikatakan sebagai sebuah usaha untuk senantiasa bersikap selaras dengan nilai-nilai kebenaran (to be thrutful), sebuah usaha hidup secara bermoral dalam kebersamaan dengan orang lain.
Kejujuran memiliki kaitan yang erat dengan kebenaran dan moralitas. Bersikap jujur merupakan salah satu tanda kualitas moral seseorang. Dengan menjadi seorang pribadi yang berkualitas, kita mampu membangun sebuah masyarakat ideal yang lebih otentik dan khas manusiawi. Jika seseorang sungguh-sungguh mengerti bahwa perilaku mereka itu keliru, mereka tidak akan memilihnya. Seseorang itu akan semakin jauh dari kebenaran dan karena itu dishonest jika ia tidak menyadari bahwa perilakunya itu sesungguhnya keliru. Kesadaran diri bahwa setiap manusia bisa salah dan mengakuinya merupakan langkah awal bertumbuhnya nilai kejujuran dalam diri seseorang.

Mengubah Diri Sendiri Sebelum Mengubah Orang Lain ..

merubah diri
MENGUBAH diri sendiri merupakan hal utama yang harus kita lakukan. Kita tak akan mungkin dapat mengubah orang lain, bila diri kita sendiri belum tentu baik. Terkadang, orang lain akan mengikuti apa yang kita anjurkan bila kita pun melakukannya. Bukan hanya sekadar memberi peringatan kepada orang lain, tapi peringatilah diri sendiri dahulu dan ubahlah diri kita.
Kita sering amat berharap dan menuntut orang lain berubah, namun apakah kita telah sungguh-sungguh menuntut diri kita sendiri untuk berubah?
Kita sering berpikir dan berupaya keras untuk mengubah orang lain, namun apakah kita telah habis-habisan berupaya merubah diri?
Kita sering jengkel dan kecewa melihat yang lain kurang berubah, namun pernahkah kita amat kecewa dan sedih melihat diri sendiri tak kunjung berubah?
Ketahuilah kita tak akan kuasa mengubah hati orang lain, karena setiap hati ada dalam genggamanNya. Karena hanya Allah yang kuasa membolak balik hati. Kewajiban ber-amar ma’ruf nahi mungkar adalah dengan memberi tauladan dan mengingatkan dengan cara yang hikmah.
Tugas terpenting kita adalah menjaga amanah tentang diri kita sendiri, siapa lagi yang bertanggung jawab mengubah diri kita selain diri sendiri?
Kita harus berupaya membantu orang berubah, namun jangan mengabaikan tugas utama kita yaitu memperbaiki diri sendiri.
Percayalah siapapun yang gigih memperbaiki diri karena Allah, pada saat yang sama dia sudah berbuat sesuatu untuk memperbaiki yang lain.
Mudah bagi Allah memilih diri kita jadi jalan perubahan bagi yang lain, sebagai karunia bagi hamba-Nya yang bisa memperbaiki dirinya sendiri.

Saat Kegagalan Menghampiri Anda ..

gagal
SETIAP orang pasti pernah gagal. Baik dalam karir, bisnis, keluarga, akademik, dan hal lain yang berkaitan dengan harapan besar. Kegagalan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menempuh jalan yang mulus tanpa hambatan.
Kegagalan terasa seperti menjauhkan kita dari kata bahagia. Orang-orang yang gagal akan merasa dunia mereka semakin sempit hingga sesak mengungkung mereka. Bukan hanya itu, kegagalan juga akan memaksa mereka menggunakan kacamata kuda, seolah hanya ada satu hal di depan mata – hal yang tak mungkin bisa diraih.
Mereka yang memiliki jiwa positif tidak akan menyerah begitu saja saat menemui kegagalan. Hidup tak hanya punya satu sisi. Selalu ada sisi lain yang bisa dilirik ketika kegagalan datang. Berikut yang seharusnya dilakukan saat mengalami kegagalan.
1. Lihatlah ke belakang dan bersyukurlah!
Lihat ke belakang!!! Bukan menoleh ke belakang. Begitu banyak orang yang berjalan pada lintasan yang sama. Ibarat sedang menempuh sebuah perjalanan, tentu kita tak akan sendiri di jalanan. Selalu ada seseorang di belakang kita. Hal ini patut kita syukuri karena setidaknya kita beberapa langkah lebih maju dibanding mereka. Sama halnya dengan harta yang kita miliki. Jika ada hanya beberapa helai puluhan ribu di kantong, maka bersyukurlah!!! Karena di luar sana banyak yang tidak punya sepeser pun dan harus berutang sana-sini demi memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. Lihatlah ke depan dan berjuanglah!
Tak jauh beda dengan perumpamaan sebelumnya, jika ada barisan belakang tentu ada pula barisan depan. Kebanyakan orang akan merasa iri pada orang lain yang setingkat lebih maju. Umumnya, mereka akan melakukan upaya untuk membuat orang tersebut mundur. Jika itu yang kalian lakukan, maka kalian termasuk orang-orang yang terkena penyakit hati. Seorang yang memiliki jiwa positif tidak akan berpikir untuk mengalahkan orang lain yang berada setingkat lebih maju. Upaya yang akan dilakukannya lebih kepada bagaimana agar ia juga dapat mengukir prestasi seperti orang lain. Sama halnya dengan seorang pengusaha yang berupaya untuk memajukan usahanya tanpa merugikan usaha orang lain.
3. Percaya
Satu yang selalu terlewatkan adalah kepercayaan. Percaya pada diri sendiri, juga pada Allah SWT. Kegagalan seringkali membuat kepercayaan hilang. Menguap entah kemana. Merenung berhari-hari memikirkan penyebab kegagalan. Pun seseorang akan lupa pada sang pencipta. Dunianya seolah gelap, pekat, dan penuh sekat. Mereka yang berjiwa positif mungkin juga akan meluapkan emosinya saat kegagalan melanda, itu hal yang manusiawi. Namun, mereka tak akan berlarut-larut untuk merenung dan meratapi kegagalan. Dengan segera, kepercayaan dalam diri muncul. Percaya bahwa kita dapat menyelesaikan masalah, juga percaya bahwa Allah akan selalu menuntun kita.
Kegagalan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Seseorang yang berharap meraih kesuksesan, ia akan berhadapan dulu dengan dinding bernama kegagalan. Ternyata dalam kegagalan tersimpan begitu banyak rahasia. Dalam kegagalan ada pembelajaran. Allah menciptakan kegagalan bukan karena benci. Namun Allah sedang menyiapkan bahan pelajaran yang harus kita kuasai sebelum mencapai kesuksesan.

Rejeki Tak Kemana ..

rosadi alibasa
REJEKI tak kemana, rejeki tak pernah salah dan rejeki selalu datang di saat yang tepat.  Ya, itulah ungkapan yang umum sering kita dengar.  Sebab semua makhluk dibumi ini sudah diatur rejekinya. Jangan khawatir kita kelaparan tak bisa makan, jangan khawatir banyak anak tak bisa kita kasih makan, sebab Allah pasti memberikan kita rejeki.
Saya merasakan betapa Allah S.W.T berulang ulang kali memberikan rejeki itu secara tiba-tiba dan diluar dugaan kita.  Malah saya memasang kata-kata syaikh Hasan Al-Basri di setiap cabang perusahan kita untuk mengingatkan bahwa Allah senantiasa akan memberi rejeki pada kita.
Aku tahu, jatah rejekiku tidak akan diambil orang lain, sehingga aku bisa tenang mengarungi hidup ini
Aku tahu, pekerjaan ini tida dapat diwakilkan kepada oaring lain, sehingga aku bersungguh-sungguh mengerjakannya
Aku tahu, kematian itu selalu mengintip setiap saat, sehingga aku bersiap-siap menghadapinya
Aku tahu, Allah S.W.T Maha Melihat, sehingga aku malu jika Dia melihatku dalam keadaan bermaksiat
(Syaikh Hasan Al-Basri)
Tidaklah pencapaian perusahaan kita sejauh ini karena saya, mitra saya, teman saya dan karyawan saya. Tetapi semuanya karena pemberian dan titipan yang Allah S.W.T  percayakan. Mudah-mudahan kita semua diberi kepercayaan oleh Allah S.W.T  untuk membuat semua lebih baik. Bukankah manusia sudah diberikan kepercayaan untuk menjadi kholifah dimuka bumi ini?
Kita sudah diberi Allah S.W.T  jatah rejeki tiap harinya. Karena begitu luas dan banyak yang Allah S.W.T persilahkan ambil di bumi ini (tentunya yang halal dan dengan cara halal) . Terus kita mau ambil berapa jatah kita perhari? 1 juta? 2 juta? 100 juta?
Kalau emang rejeki, ga kemana. Tapi kalo ga kemana-mana gimana mau dapat rejeki? Sehingga aku bersungguh-sungguh mencari RahmatMU

Hadapi Cobaan, Jadilah Diri Sendiri ..

bunga
SETIAP manusia pasti akan bertemu dengan suatu ujian atau permasalahan kehidupan. Dan terkadang, kita tidak siap untuk menerima keadaan itu. Kita belum mampu untuk menghadapi ujian tersebut. Sehingga, arasa putus asalah yang sering menghampiri diri pikiran kita. Bahkan mungkin, menghadapi cobaan dalam hidup, kita lakukan dengan menjadi diri orang lain.
Seharusnya, Anda tidak perlu mengenakan kepribadian orang lain untuk menghadapi cobaan dalam hidup. Jadilah diri sendiri dan kuatkan kepribadian Anda!
Setiap orang mempunyai potensi, kemampuan, bakat dan kreativitas sendiri. Di antara kehebatan Rasulullah SAW dalam manajemen, beliau mampu memberi tugas kepada para sahabatnya sesuai dengan kemampuan dan potensi mereka.
‘Ali ditugaskan dalam bidang kehakiman, Muadz dalam bidang ilmu pengetahuan, Ubay dalam bidang al-Quran, Zaid dalam bidang faraidh (pembagian harta waris), Khalid dalam bidang jihad, Hassan dalam bidang sastra, dan Qais bin Tsabit dalam bidang khithabah (retorik).
Meleburkan diri pada kepribadian orang lain merupakan tindakan bunuh diri. Sedangkan mengenakan karakter orang lain merupakan tindakan membunuh potensi dan kreativitas diri.
Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah yang tampak di dunia ini adalah perbedaan sifat, kapasitas diri, bahasa, warna kulit dan potensi setiap manusia. Abu Bakar dengan karakter yang penuh kelembutan dan kasih sayang telah banyak memberi manfaat bagi umat dan agama. Umar dengan ketegasan dan kekakuannya membawa kemenangan Islam dan para pemeluknya.
Artinya, dengan menerima anugerah Allah berupa kepribadian yang melekat dalam diri Anda, Anda memiliki kesempatan luas untuk menggali, mengembangkan dan memanfaatkannya secara maksimal.
Sikap taklid buta (mengikuti tanpa tahu dasar/ alasannya) dan melaburkan diri secara berlebihan dalam kepribadian orang lain hanya akan mengubur potensi yang Anda miliki, membunuh keinginan, serta mengingkari keistimewaan dan keunikan yang telah dirancang oleh Allah SWT bagi diri Anda.

Tangisan dan Kedewasaan ..

bayi menangis
Oleh:Alwi Alatas, Penulis Buku Motivasi
TANGISAN itu bermacam-macam. Ada tangisan sedih dan marah karena apa yang dialami. Ada juga tangisan karena kekuatan cinta dan kelembutan hati.

“Huuu … huuuu …,” suara tangisan itu terdengar menyayat hati.
Ah, saya tak pandai mengekspresikan tangisan dalam tulisan. Sebenarnya, saya hanya hendak menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu, saat hendak tidur, di tengah malam yang sunyi, tiba-tiba terdengar suara tangisan di belakang rumah.
Ish …, ini bukan cerita hantu, jangan pikir macam-macam. Yang menangis ini memang manusia. Suaranya tak berapa jauh, hanya beberapa rumah saja dari tempat kami. Rasanya itu bukan suara tangisan anak kecil, tetapi tangisan seorang perempuan dewasa. Ia menangis sesenggukan dengan suara yang cukup kuat dan dalam waktu yang cukup lama. Makin lama suara tangisannya semakin keras. Ia menangis seperti menangisnya seorang anak kecil yang baru kena hukuman dari ibunya, atau baru berkelahi (bergaduh) dengan temannya.
Ketika itu saya baru saja masuk kamar dan bersiap untuk tidur. Suara tangisan itu memecah rasa kantuk saya untuk beberapa saat lamanya. Entah kapan terakhir kali saya mendengar seorang dewasa menangis cukup keras seperti itu. Sedih juga rasanya mengetahui ada orang lain yang sedang bersedih tanpa tahu apa yang dapat dilakukan untuk membantunya.
Suara tangisan itu akhirnya berkurang dan menghilang … atau mungkin saja tangisan itu tenggelam bersama hilangnya kesadaran saya yang kemudian terlelap dalam tidur. Yang jelas, saya tidak mendengarnya lagi setelah malam itu.
Apakah Anda pernah menghadapi masalah serius dan kemudian menangis sesenggukan seperti seorang anak kecil? Mudah-mudahan tidak. Tentu kurang pantas bagi seorang dewasa menangis seperti itu, walaupun ia sedang menghadapi musibah yang sangat berat dalam hidupnya.
Saya jadi teringat kisah Nelson Mandela saat ia akan menjalani sebuah ritual penting di usia enam belas tahun. Itu merupakan ritual pengangkatan anak-anak seusianya menjadi pria dewasa. Pada puncaknya, Mandela dan rekan-rekannya menjalani upacara penyunatan. Mereka disunat dengan sebuah pisau yang sangat tajam, tanpa anastesi (anaesthetize) sama sekali. Dapatkah Anda membayangkannya, disunat tanpa dibius. Seperti apa rasanya? Tentu sangat menyakitkan.
Tapi justru di sanalah inti dari ritual tersebut. Sebelum menjalani prosesi yang menyakitkan itu, Mandela mendapat sebuah nasihat yang sangat bermakna dan juga heroik: anak-anak merespons rasa sakit dengan menangis, orang dewasa tidak! Mandela dan kawan-kawannya sama sekali tidak menangis saat kulit kemaluannya dipotong dan rasa sakitnya seketika menyerang syaraf-syaraf otak mereka. Mereka menahan rasa sakit dan menolak untuk menangis, karena mereka kini sudah menjadi manusia yang dewasa.
Hidup ini seringkali menyakitkan, bahkan lebih menyakitkan daripada disunat tanpa anastesi. Tapi setiap kali merasakan sakitnya kehidupan, tahanlah tangisan atau setidaknya menangislah yang wajar dan tidak berlebihan. Terimalah apa yang sudah terjadi. Ingatlah nasihat di atas: anak-anak merespons rasa sakit dengan menangis, orang dewasa tidak!

Pentingnya Punya Impian! Kamu?

childhood_dreams_-wallpaper-1366x768
MIMPI adalah hal yang harus dimiliki setiap orang, karena dari mimpilah kita bertahan hidup. Buat apa kita hidup kalo gak punya mimpi? Bener gak? He.he
Ga semua orang bisa punya MIMPI, bisa punya IMPIAN. So… Jadilah orang yang punya MIMPI, punya IMPIAN. Dream, Pray, and Action…
#Impian Bawa MIMPI kawan-kawan, bawa IMPIAN kawan-kawan, ke atas sajaddah. Ceritain sama Allah. Allah Sangat Kuasa Mewujudkannya.
#Impian Di antara MIMPI saya, kawan-kawan buruh, pekerja, orang-orang kecil dan masyarakat banyak ga makin terpinggir. Ikutan menikmati pertumbuhan ekonomi.
#Impian Ada peluang beli tanah 6 ha. Biasa apa orang-orang kecil? Ga ada uang cash sebanyak itu, juga ga ada akses ke bank.
#Impian Beda dengan pengusaha, apalagi pengusaha tertentu yang punya akses mudah ke bank. Lewat tangan bank, dia bukan hanya beli tanah 6 ha  itu.
#Impian Tapi juga mengembangkannya menjadi properti besar. Jangan 6 ha… 600 ha aja dimakan… Bahkan ratusan ribu hektar.
#Impian Padahal, ketika dia mendapatkan kredit, kucuran dana, sesungguhnya itu duit wong cilik juga, yang dikumpulkan lewat lembaga keuangan.
#Impian Jadilah orang kecil membiayai orang besar. Jadilah orang miskin membiayai orang kaya.
#Impian Salahkah seorang Yusuf Mansur bermimpi kita berjamaah? Bergandengan tangan? Dimulai dari hal-hal yang kecil, yang terjangkau, lalu kita PERBESAR…
#Impian 6 ha itu juga banyak buat kita. Ga besar buat kita kalau BERJAMAAH. “Cuma” 60 ribu meter. Kalau seorang semeter, 60 ribu orang “saja.”
#Impian Kita selama ini udah kumpul dan dikumpulkan… Juga duit-duit kita, kumpul dan dikumpulkan. Tapi yang make… siapa???
#Impian 60 ribu orang itu ga banyak juga. Sebab kita Indonesia. GEDE banget, BANYAK banget.
#Impian 6 ha = 60 ribu meter = 60 ribu orang, jika 1 orang 1 meter. Yah, minimal “mencuri” sedikit dah dari lahan di kota-kota besar, supaya bisa dimiliki masyarakat kecil.
#Impian Believe me… Jika 1 lidi kurus bersatu dengan lidi-lidi yang lan, walau sama-sama kurusnya, he he, maka dia bisa mukul mundur investor asing

Hal yang Menjadi Ketergantungan Manusia ..

doa
BERDOA merupakan kebutuhan setiap jiwa manusia, karena doa mengisi seluruh aktivitas lubuk hati manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak membutuhkan doa kepada Tuhannya. Karena pada hakikatnya manusia akan selalu mencari sesuatu yang lebih kuat darinya.
Secara umum, manusia akan terus mencari sesuatu yang dianggap lebih sempurna daripada dirinya. Baik kelebihan dari segi kekuatan, keagungan, maupunkelebihan-kelebihan lainnya. Karena itu, manusia tidak dapat beridiri sendiri dalam mengarungi kehidupan ini.
Manusia diciptakan untuk membutuhkan yang lain. Dan bisa dikatakan pula sebagai makhluk sosial. Tak terkcuali dalam urusan jiwa, manusia selalu mencari Zat yang “lebih” bagi dirinya. Ketika manusia diterpa oleh suatu masalah dan ingin diberikan jalan keluar, pastilah ia mencari sesuatu yang dapat menyelesaikan masalahnya tersebut.
Nyatalah bahwa sehebat apapun manusia pasti akan kembali ke Zat-Nya. Lihatlah bagaimana Firaun mengakui kebenaran Allah di ujung kemantiannya tatkala akan ditenggelamkan di laut merah.
Agar bisa dekat dengan Sang Maha Pencipta sekaligus mendapatkan bimbingan-Nya, tiada lain dengan cara terus beribadah dan memohon kepada-Nya. Permohonan tidak selalu berupa jalan keluar kala mendapat masalah hidup. Memohon kepada-Nya tidak dibatasi oleh jenis dan ukuran serta waktu permohonan.
Sesungguhnya Allah senantiasa terjaga dan akan selalu mengabulkan setiap permohonan yang ditunjukan kepada-Nya. Sebagaimana Firman-Nya,
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahi apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabeessar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 255)
Ayat ini denga tegas menyatakan bahwa Allah sama sekali tidak tidur dan tidak lalai seperti halnya manusia yang banyak lalai dan tidur. Seluruh makhluk tergantung kepada-Nya, termasuk manusia.

Negara Punya Siapa? Yang Terbunuh (1)

berdoa sambil menangis
SESUATU yang menyedihkan sedang terhidang di depan mata, bahwa terkoyak-koyaknya persatuan dan kesatuan kaum muslimin.
#Terbunuh Qadafy wafat. Betapapun beliau muslim. Ga ada yang tau sebenarnya apa yang terjadi. Mari doakan beliau.
#Terbunuh “Yang menang siapa,” dari pertikaian Libya, masih membuat kita ngelus dada. Siapa yang menang, yang rugi adalah seluruh rakyat Libya dan dunia muslim.
#Terbunuh Tugas kita berdoa buat negeri kita dan negara-negara dunia. Sebab akan saling kait mengait. Doa untuk kedamaian dunia, dan berjuang keras mewujudkan perdamaian.
#Terbunuh Dan itu bisa kita mulai dulu dari keluarga kita, antar kawan kita, antar tetangga kita,antar suku, antar agama, dan sungguh-sungguh berdoa kepada Allah.
#Terbunuh Sesuatu yang menyedihkan sedang terhidang di depan mata, bahwa terkoyak-koyaknya persatuan dan kesatuan muslimin. Islam yang rahmatallil’aalamiin, ternoda.
#Terbunuh Namun InsyaAllah kemuliaan Islam akan terus dijaga oleh Allah. Mudah-mudahan Islam di Indonesia, dan musliminnya ga rusak sebab dunia.
#Terbunuh Kita sendiri di tanah air, udah hampir ga memiliki apa-apa lagi. Kedaulatan negara, kekayaan negara, kekuasaan negara, punya siapa? Kendali siapa?
#Terbunuh Perusahaan telkom atau seluler yang pelanggannya di atas 40 juta, malah bisa dibeli sama Qatar yang penduduknya 6 juta. Penduduk aslinya malahan 2 juta.
#Terbunuh Kok ya bisa? Padahal kalau saja kita-kita ditawarkan sebagai pelanggannya, kan ga perlu juga dijual. Sekarang, kalau Indonesia mau beli lagi, berkali-kali lipat.
#Terbunuh Bank-bank, punya asing. Asuransi terbesar, punya asing. Kue-kue ekonomi, punya asing.
#Terbunuh Saya pernah ceramah di perusahaan tambang raksasa. Punya asing. Kontraktornya membahagiakan. Kontraktor Indonesia. Memperkerjakan 17 ribu orang di 1 lokasi.
#Terbunuh Eh eh eh… Ternyata hanya “buruh” nya, hanya “tenaga kerjanya yang Indonesia, kontraktor yang namanya nama Indonesia, ternyata milik asing juga!! Kapan milik Indonesianya? He,,, he…
#Terbunuh Sekian waktu ke depan, anak-anak kita akan diwariskan tambang-tambang kosong dan beracun. Perbaikan ekonomi terasa jadi omong kosong semua.
#Terbunuh Pemerintahnya tau, bahwa 1-2 daerah akan begini begitu, ke depannya. Eh, bukannya dijagain tuh masyarakat yang bodoh. Diberitahu, jangan dijual yaa…
#Terbunuh Ini malah dia yang jual ke broker-broker… []
BERSAMBUNG

Mendoakan dari Kejauhan ..

laki-laki shalat berdoa
ISLAM sangat memperhatikan bagaimana seharusnya kita berhubungan dengan orang lain. Allah telah mengatur hubungan sosial dengan sangat baik. Dan bagi siapa saja yang mampu melaksanakan segala aturan Allah dengan baik, maka telah Allah siapkan pahala yang sangat besar.
Diantara sekian banyak aturan Allah mengenai bersosialisasi dengan orang lain, salah satunya adalah mendoakan saudara kita dari kejauhan. Alla SWT befirman,
“Dan orang-orang yang datang setelah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa:
“Ya Rabb kami, berikanlah ampunan kepada kami dan saudara kami yang telah beriman terlebih dahulu, dan janganlah engkau jadikan di dalam hati kami dengki terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr : 10)
Demikian juga dengan firman-Nya:
“Dan mohonkanlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan peremuan.” (Muhammad : 19)
Selain itu, Allah juga berfirman, yang mengisahkan mengenai Nabi Ibrahim:
“Ya Rabb kami, berikanlah ampunan kepadaku dan kedua ibu bapakku serta sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari kiamat).” (Ibrahim : 41)
Dari Abu Darda bahwa dia pernah mendnegar Rasulullah bersabda,
“Tidaklah seorang hamba muslim yang berdoa untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat itu berucap, dan bagimu seperti itu.” (HR. Muslim)
Masih dari Abu Darda, Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya doa seorang muslim bagi saudaranya di tempat yang berjauhan dikabulkan. Pada kepalanya terdapat malaikat yang diutus, setiap kali dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat berucap ‘Amin’, dan bagimu seperti itu.” (HR. Muslim)
MasyaAllah… bagaimana Allah merangkai segala aktivitas manusia di muka bumi ini dengan begitu indah. Allah ajarkan kita untuk selalu mendoakan saudara kita agar kita mendapatkan kebaikan pula. Tak ada satu pun yang luput dari penglihatan Allah SWT. Allah mengetahui siapa saja yang mendoakan saudaranya yang lain.

Terima Kasih, Lupa, Maaf ..

terima kasih pena kertas
DALAM pergaulan sesama manusia, kita ini punya dua kecenderungan:
1. Kalau orang berbuat baik, ya memang sudah seharusnya begitu. Kita sering lupa (atau sengaja, atau malas) mengucapkan terima kasih. Lebih parahnya lagi, terkadang perbuatan baik itu terlupakan seiring berjalannya waktu.
2. Kalau orang berbuat salah, sedikit saja, kita mudah meradang dan susah memaafkan. Atau kalaupun memaafkan, ada embel-embelnya: “aku maafkan, tapi aku tak akan melupakan”. Forgiven not forgotten.
Bukankah seharusnya dibalik?
Banyak-banyaklah berbuat baik pada siapa saja, lalu lupakan. Namun jangan pernah lupa berterima kasih apalagi melupakan kebaikan orang, sekecil apapun, pada kita.
Sebaliknya, ketika kita berbuat salah pada siapa saja, segeralah meminta maaf, lalu catat kesalahan itu di diri sendiri agar kita tak mengulanginya lagi.
Berbuat baik dan berbuat salah itu sudah sifat manusia.
Berterima kasih, mengingat, melupakan, atau memaafkan itu adalah pilihan manusia.
Tinggal kita mau pilih yang mana.

Jangan Patah Semangat untuk Terus Berdoa ..

dokter Ishan
KISAH nyata, terjadi di Pakistan. Seorang dokter ahli bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran. Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata, “Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?” Pegawai menjawab, “Wahai dokter, jika Anda terburu-buru Anda bisa menyewa mobil, tujuan Anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.”
Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.
Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya.
Terdengar suara seorang wanita tua, “Silahkan masuk, siapa ya?” Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telefonnya. Ibu itu tersenyum dan berkata, “Telefon apa Nak? Apa Anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telefon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan untuk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan Anda.”
Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara
ibu itu shalat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak di atas kasur di sisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap shalat. Ibu tersebut melanjutkan shalatnya dengan doa yang panjang.
Dokter mendatanginya dan berkata, “Demi Allah, Anda telah membuat saya kagum dengan keramahan Anda dan kemuliaan akhlak Anda, semoga Allah menjawab doa-doa Anda.”
Berkata ibu itu, “Nak, Anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan doa-doa saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.” Bertanya Dr. Ishan, “Apa itu doanya?” Ibu itu berkata, “Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya, katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdoa kepada Allah agar memudahkannya.”
Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak, “Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh doa ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Sayalah Dr. Ishan bu, sungguh Allah SWT telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mukmin dengan doa. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.
Dalam kisah tersebut mencerminkan begitu besarnya kekuatan doa. Apalagi bila kita memintanya dengan sungguh-sungguh hanya kepada Allah SWT. Dan kita harus selalu yakin bahwa Allah itu telah merencanakan yang baik. Allah akan menunjukkan jalanNya dari arah yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya. Maka dari itu, teruslah berdoa kepada Allah, hingga Allah menjawab doa kita.

Hadapi Masalah dengan Bersabar ..

sabar
SETIAP manusia pasti akan selalu merasakan masalah. Dalam hidup ini, bila kita tidak merasakan masalah tentu tidak akan terasa apa-apa. Maksudnya, hidup tanpa liku-liku kehidupan akan terasa hambar. Apabila hidup kita tanpa masalah tentu akan terasa lurus-lurus saja. Kita tidak akan menjadi orang yang berguna bila tanpa di timpa suatu masalah. Orang yang mengaku beriman sekalipun, Allah pasti mengujinya dengan suatu masalah.
Saat ditimpa suatu masalah, disitulah besar keimanan kita di uji. Seberapa kuat kah kita menghadapi masalah itu? Serta bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi masalah?
Agar kita tidak merasa menyesal karena mengambil suatu tindakan yang salah dalam suatu masalah, seperti halnya berputus asa, maka kita harus bersabar dalam menghadapinya. Tuhan membenci bahkan mengusir orang yang berputus asa. Berputus asa artinya tidak lagi memiliki kesabaran. Jadi kalo berperinsip sabar ada batasnya, berati kemurahan Allah pun akan ada batasnya.
Ketika masalah dan cobaan dirasa berat, dan dirasa logika tak mampu lagi memberi solusi, maka tetaplah bertahan dengan terus bersabar. Dengan terus bersabar akan mempercepat datangnya pertolongan Allah.
Bersabar itu mampu bertahan dalam keadaan yang sulit. Namun bukan berarti menerima kesulitan itu begitu saja. Tapi bersabar untuk terus mencari solusi agar terlepas dari kesulitan.
Biasanya orang yang sabar dalam menghadapi suatu masalah tentu akan bijak dalam menyikapi semuanya. Mulai dari penuh pertimbangan dan difikir secara matang dalam menghadapi suatu masalah yang datang. Kita semua tak tahu takdir kita kapan dalam menerima suatu cobaan, cepat atau lambat itu pasti akan terjadi. Jadi mulai dari sekarang siapkan hati dan pikiran kita agar dapat menghadapinya dengan kesabaran hati. [rika/islampos/thetumlisonian/gerobak-artikel

Inilah Do’a Mustajab di Waktu Sujud ..

sujud-wisnu-hesnandar1

DALAM islam berdo’a memiliki waktu-waktu mustajab, salah satunya berdo’a di waktu sujud terakhir sebelum salam.  Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48)
Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan. Karena di waktu itulah seorang hamba akan merasa dekat dengan Rabb-Nya, karena penghambaan seorang hamba merendahkan dirinya di hadapan sang Khalik.
Dan di kitab shahih dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam Beliau bersabda, hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat Muslim.
“Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : Hamba yang paling dekat kepada Tuhannya adalah hamba yang sedang sujud, maka perbanyaklah do’a oleh kamu sekalian pada waktu sujud,” (HR. Muslim)
Namun demikian memperbanyak do’a pada waktu sujud atau ruku’ tidak berarti menambah dengan do’a yang tidak diterima dari Rasulullah saw. Memperbanyak do’a dalam hadis di atas antara lain mengandung arti mengulang-ngulang suatu do’a dalam sujud atau ruku’. Pengertian ini ditunjuki oleh hadis Nabi saw antara lain yang diriwayatkan Muslim dari Aisyah bahwa Aisyah berkata :
Bahwasanya Rasulullah saw memperbanyak do‘a pada waktu ruku’ dan sujudnya dengan membaca : “Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika Allahummagfirli,” (HR. Muslim)
Bisa juga memperbanyak doa ini :
“Diriwayatkan dari Hudaifah ra ia berkata : Aku pernah salat bersama Nabi saw, di dalam rukuknya beliau membaca : Subhaana rabbiyal-‘adziim dan dalam sujudnya: Subhana rabbiyal-a’la,” (HR. Muslim)
Adapun diriwayatkan dari Aisyah ia berkata : Bahwasanya Rasulullah saw dalam rukuk dan sujudnya beliau membaca : Subbuhun Quddusun Rabbul Malaikati war-Ruuh,”(HR. Muslim)
Pada hadits di atas, sudah jelas bahwa jika kita ingin do’a kita dapat cepat terkabulkan, maka dapat memakai amalan yang sesuai dengan hadits di atas. Dan memaksimalkan diri untuk berdo’a dalam kesungguhan dan kekhidmatan.

Perubahan itu Berasal dari Diri Sendiri ..

batu bertumpuk
KITA terkadang berpikir bahwa nasib yang telah diterima itu merupakan suatu takdir yang ditentukan oleh Allah SWT. Hingga tak ada keinginan untuk merubah itu. Dengan alasan bahwa percuma saja, toh itu sudah menjadi takdirnya. Padahal, tidak demikian. Allah SWT akan memberikan sesuatu sesuai dengan perasangka hambanya. Ya, bisa saja kita sebut itu takdir, tapi tak selamanya takdir akan membiarkan kita tetap berada dalam kesusahan bila kita sendiri mau merubahnya.
Apakah Anda pernah berpikir suatu ketika untuk mengubah hidup Anda? Mengapa kita semua memimpikan perubahan tapi tidak berhasil? Dan mengapa situasi tetap seperti itu? Semua peneliti menekankan adanya kekuatan yang tersembunyi dalam diri kita untuk suatu perubahan, tetapi kebanyakan dari kita tidak mengetahuinya.
Kekuatan ini terdapat dalam setiap diri kita. Anda harus benar-benar yakin bahwa Anda akan memperoleh kekuatan ini. Jika Anda telah memiliki keyakinan yang sangat kuat bahwa Anda akan memperoleh kekuatan ini, maka Anda telah menempuh separuh perjalanan menuju perubahan. Anda bisa mendapatkan kepercayaan diri untuk meyakinkan diri sendiri bahwa Anda akan berubah karena Allah meminta Anda melakukan hal itu, demikian juga keluarga Anda dan kehidupan yang mengharuskan Anda untuk melakukan hal itu. Allah Ta`ala berfirman:
(إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ) [الرعد: 11]
“Allah tidak mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubahnya sendiri,” (QS. Al-Ra`d 11).
Jadi, berusahalah membuat keputusan yang tepat dengan bertawakal kepada Allah dan bacalah ayat ini tujuh kali setiap hari:
(فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ) [آل عمران: 159]
“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya,” (QS. Ali Imran: 159).
Dengan bertawakal ini tidak akan ada satu keputusan pun yang salah ambil. Anda akan menemukan semua keputusan Anda benar, dan membawa Anda sukses, karena Allah Maha Kuasa adalah satu-satunya yang mengatakan hal itu. Maka orang yang bergantung pada Allah dan bertawakal padanya, Dia akan memberinya keputusan yang benar. Firman-Nya:
(وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ) [الطلاق: 3]
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya,” (QS. Al-Talaq: 3).
Maka dari itu, ubahlah nasib kita saat ini dengan keyakinan bahwa kita dapat merubahnya. Dan lakukanlah hal-hal yang berbeda yang akan menjadi jalan perubahan itu. Teruslah berusaha dan berdoa, niscaya Allah SWT akan mengabulkannya, insya Allah.

Tidak Ada yang Dapat Menolak Takdir Kecuali Doa ..

doa
TAKDIR merupakan segala sesuatu yang pasti akan terjadi pada diri kita. setiap orang memiliki takdirnya masing-masing. Entah itu takdir persoalan rizki, kedudukan atau apapun.
Allah telah mengatur kehidupan setiap manusia dengan baik. Dialah Sang Penulis Skenario terbaik di dunia ini. Allah lebih mengetahui apa yang lebih baik untuk manusia daripada manusia itu sendiri.
Namun terkadang, setiap takdir yang Allah berikan tidak sesuai menurut pemikiran manusia. Padahal sesungguhnya tidak ada yang lebih mengetahui persoalan di dunia ini selain Allah Swt. takdir ini ada takdir yang memang menyenangkan dan ada takdir yang bisa membuat kita merasa sedih. Misalnya takdir seseorang akan mengalami kecelakaan. Nah takdir-takdir yang kita hindari inilah bisa kita tolak dengan cara berdoa.
Hendaklah setiap Muslim mengetahui bahwasanya tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali kesungguhan doa kepada Allah. Dalil yang menjadi landasan hal itu adalah hadits dari Abu Usamah An-Nahdi, dari Salman, dia menceritakan, Rasulullah Saw bersabda,
“Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikan.” (HR. At-Tirmidzi)
Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa status hadits ini adalah hasan gharib.
Doa merupakan suatu kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Karena tanpa doa, hidup kita tidak akan berjalan dengan semestinya. Kita harus meminta kepada Dia yang Maha Mengatur kehidupan ini agar kita hidup lebih baik dan terhindak dari takdir yang tidak kita inginkan. Berdoalah, karena Allah sungguh malu apabila tidak mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

REJEKI BANYAK BENTUKNYA ..

Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang
berteduh di teras ruko sepatu.
Masih penuh gerobaknya, buah- buah tertata rapi. Terlihat Dia mengeluarkan buku kecil dari sakunya, ternyata itu adalah Al Quran, kitab suci agama islam. Beliau tekun membacanya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti.
Tetapi tak ada seorang pembeli pun yg datang.
Pemilik ruko pun keluar memberikan air
minum.
“Kalau musim hujan jualannya
repot juga ya, Pak… ” .. "Mana masih banyak banget.” Tanya Pemilik Ruko itu.
Sambil tersenyum bapak itu berkata, “Iya bu..
Mudah-mudahan ada rejekinya..
.” jawabnya.
“Aamiin,” jawab Si Pemilik Ruko.
“Kalau gak abis gimana, Pak?”.
“Kalau gak abis ya risiko, Bu..,
kayak semangka, melon yang
udah kebuka ya kasih ke
tetangga, mereka juga seneng
daripada kebuang. kayak
bengkoang, jambu, mangga yang
masih bagus bisa disimpan.
Mudah-mudahan aja dapet nilai
sedekah,” katanya tersenyum.
“Kalau hujan terus sampai sore
gimana, Pak?” tanya Pemilik Ruko lagi.
“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki
saya hari ini diizinkan banyak
berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…”
Katanya sambil tersenyum.
“Dikasih kesempatan berdoa
juga rejeki, Bu…"
“kalau gak dapet uang gimana,
Pak?" tanya Pemilik Ruko lagi.
“Berarti rejeki saya bersabar, Bu...
Allah yang ngatur rejeki, Bu…
Saya bergantung sama Allah SWT.. Apa
aja bentuk rejeki yang Allah SWT kasih
ya saya syukuri aja. Tapi
Alhamdulillah, saya jualan rujak
belum pernah kelaparan.
“Pernah gak dapat uang sama
sekali, tau tau tetangga ngirimin
makanan. Kita hidup cari apa Bu,
yang penting bisa makan biar
ada tenaga buat ibadah dan
usaha,” katanya.
“Mumpung hujannya rintik, Bu…
Saya bisa jalan ..Makasih yaa
,Bu…”
Sahabat
Begitu banyak orang yang merasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan
nikmat yang ada di depan mata.
Kita mengerti bahwa rizki
hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah
jauh jauh lebih berharga
daripada uang, harta dan
jabatan...
Karena begitu banyak manusia yang memiliki harta berlimpah tapi hasratnya dalam korupsi dan menambah harta dengan kecurangan tidak pernah pudar.
***
MANUSIA dan BOTOL
1. Kalau diisi air mineral,
harganya 3ribu…
2. Kalau diisi jus buah, harganya
10ribu…
3. Kalau diisi Madu Yaman,
harganya Ratusanribu…
4. Kalau diisi minyak wangi
chanel harganya bisa jutaan.
5. Kalau diisi air got, hanya akan
dibuang dalam tong sampah
karena langsung tiada harganya
dan tidak ada siapa yg suka.
Botol yg sama tetapi harganya
berbeda sebab apa yang terisi di
dalamnya adalah berbeda
Begitu juga kita manusia
yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. RASA TAKUT KEPADA ALLAH SWT,IMAN & AMAL yang ada dalam diri
kita…
yang akan menyebabkan
kita berharga di sisi ALLAH SWT atau kita dipandang hina oleh ALLAH SWTlalu dibuang ke dalam neraka…
Jangan pernah sombong dengan amal kita, merasa paling baik amalnya, merasa paling beriman dan tidak berdosa adalah wujud kesombongan yg mengikis keikhlasan ibadah kita kepada Allah SWT.
SEMOGA TERINSPIRASI ..

Hapunten kanu janten kasuhun.
Wallahu'alam Bishawab.

#intermezzo.

Ketika Keyakinan Menjadi Kekuatan ..


Satu hal yang harus kita miliki agar harapan dan cita-cita kita terwujud adalah keyakinan .
Tanpa keyakinan semudah apa pun urusan pasti akan selesai
dengan cara asal-asalan.


Lain halnya jika keyakinan menjadi
kekuatan. Serumit apa pun persoalan akan sesuai dengan harapan.

Terkadang kita manusia kalah dengan iblis. Jika harus adu keyakinan. Coba kita bayangkan,
Iblis yang jelas-jelas tidak patuh dengan printah Allah SWT memiliki keyakinan yang kuat.
Contohnya, Iblis yakin bahwa surga dan neraka itu ada. Dia juga pernah tinggal di surga
sebelum membantah perintah Tuhannya, maka akhirnya Iblis
pun akan menjadi penghuni
neraka setelah kiamat tiba nantinya.

Adapun wujud dari
keyakinannya adalah dia sangat yakin bisa menyesatkan banyak
dari umat manusia yang kelak menemaninya di neraka. Maka jangan pernah kita terperdaya
oleh bujuk rayunya agar kita tidak sengsasra nantinya.

Kita adalah manusia yang diberi anugrah akal dan pikiran serta hasrat dari Allah SWT, yang bisa
membedakan apa yang baik dan apa yang buruk. Jika dibanding
iblis tentu kita jauh lebih mulia darinya.
Begitu pula malaikat yang diciptakan Allah SWT hanya untuk
beribadah kepadanya dan patuh atas segala perintah-Nya. Kita
manusia bisa lebih baik dari malaikat jika kita bisa membebaskan diri dari belenggu nafsu duniawi yang tidak akan
pernah berhenti.

Maksudnya, kita
tidak harus meninggalkan dunia untuk lepas dari belenggu
keinginan-keinginan duniawi.
Akan tetapi yang harus kita miliki
adalah melakukan yang terbaik
dalam mencari rezeki dengan
tetap mengamalkan sikap
sederhana, jujur dan tulus.
Walaupun manusia secara pengetahuan lebih mulia dibanding ciptaan Allah SWT lainnya, tapi kita juga bisa
menjadi makhluk yang rendah.
Sangat rendah derajatnya. Ini
akan terjadi jika kita tidak
pernah menggunakan hati untuk
memahami segala potensi diri,
tidak menggunakan mata untuk
melihat anugerah yang Allah SWT beri,
tidak menggunakan
pendengaran untuk
mendengarkan kalimat-kalimat suci, tidak percaya keagungan
Allah SWT yang kekuasaannya
meliputi segala yang ada di langit dan di bumi.

Hapunten kanu janten kasuhun.
Wallahu'alam Bishawab.

The World Its Mine