Kamis, 06 Februari 2014

Apa yang Bikin Orang Barat Menjadi Muslim?

Islam bukan lagi menjadi agama asing di dunia Barat. Usai peristiwa 9 September, berbondong-bondong warga Amerika Serikat dan Eropa bersyahadat memeluk Islam.
Dikutip dari Onislam, Pada tahun 2009, sekitar 40.000 orang Inggris , 70.000 warga negara Prancis dan 100.000 orang Amerika Serikat menjadi Muslim. Jutaan lainnya mengikuti bersyahadat dari beragam profesi. Mulai pesepakbola, hingga politikus.
Sebenarnya, apa alasan di balik membludaknya warga Barat yang notabene penuh dengan materialisme untuk tertarik kepada spiritualisme Islam? Apa yang mereka lihat di dalam Islam yang membuat mereka memutuskan untuk menjadi Muslim? Apakah perang di Afghanistan dan Irak atau dukungan Barat untuk Israel mendorong warga Eropa untuk mengucap syahadat?
Ditulis dari Onislam, Orang-orang di dunia Barat telah masuk Islam untuk beberapa waktu. Cassius Clay alias Muhammad Ali, juara tinju dunia untuk kelas barat  sebanyak tiga kali, memeluk Islam pada tahun 1965.
Dia melukiskan perasaannya saat berhaji.  "Perasaan aku sambil berdiri di Gunung Arafat pada hari haji adalah yang paling unik. Aku merasa ditinggikan oleh suasana spiritual yang tak terlukiskan. Di sana, lebih dari satu setengah juta jamaah dipanggil Tuhan untuk mengampuni dosa mereka. Itu adalah pengalaman yang menggembirakan untuk melihat orang-orang milik berbagai warna, ras dan kebangsaan, raja-raja , kepala negara dan orang-orang biasa dari negara-negara sangat miskin semua berpakaian dalam dua lembar putih sederhana berdoa kepada Tuhan tanpa rasa baik kesombongan atau rendah diri. Itu adalah manifestasi praktis dari konsep kesetaraan dalam Islam."
Sementara, Jemima Goldsmith, putri miliarder Inggris Sir James Goldsmith, memeluk Islam ketika baru berusia 21 tahun. Dia berkata, "Tampaknya bahwa kebahagiaan seorang wanita Barat yang sebagian besar bergantung pada klub malam, alkohol dan pakaian yang terbuka, dibandingkan dengan tidak adanya kebebasan dan kemewahan dalam masyarakat Islam yang  seperti dipandang sebagai pelanggaran hak-hak dasar nya. Namun, seperti yang kita semua tahu, fasilitas super (di barat) memiliki sangat sedikit hubungannya dengan kebahagiaan sejati."
Setelah pencarian yang lama untuk makna dan kehidupan ketenaran, obat-obatan , dan rock ' n' roll, Cat Stevens memeluk agama Islam.
Saat memeluk Islam, dia berkata, "Saya menyadari bahwa ini adalah agama yang benar. Agama dimana Barat tidak memahami itu. Bukan hanya terletak pada usia tua Anda. Kita harus mengikuti kehendak Tuhan (Allah ). Kemudian, kita bisa naik lebih tinggi dari malaikat.Hal pertama yang ingin saya lakukan sekarang adalah untuk menjadi seorang Muslim."

Adab Hidup Bertetangga .. .. ..

Pertanyaannya, bagaimana kalau tetangga kita yang kurang baik ahlaknya? Ini juga bisa jadi ladang amal. Kalau dalam satu RT ada tetangga yang ahlaknya kurang bagus, kita jangan meladeni dengan hal yang sama, sebab nanti di tempat itu jadi ada dua yang sama jeleknya: dia dan kita.
Tetangga yang kurang baik, yang kurang bijaksana, harus menjadi ladang amal bagi kita. Kita berkewajiban memberi contoh bagaimana sikap bertetangga yang baik. Sikap emosional, sikap membalas dendam, hanya akan membuat kehidupan bertetangga bagai api disiram bensin.
Bila kita sudah berusaha berbuat baik terhadap tetangga kita, namun ternyata tetangga kita berbuat sebaliknya, misalnya dia kurang mengetahui etika bertetangga, kita perlu pahami bahwa orang berbuat salah, berbuat jelek, belum tentu orang itu ingin berbuat zhalim. Ada orang berbuat salah karena dia merasa hal itu adalah benar menurut standar dia. Dia belum tahu, maka tugas kita adalah memberi tahu. Ada yang sudah tahu, tapi masih susah menghilangkan kesenangannya, maka kita bantu agar secara pelan tapi pasti dia bisa mengganti kesenangannya tanpa merugikan orang lain.
Sebagai pelajaran, hati-hati dalam berbuat. Jangan sampai tetangga merasa teraniaya. Yang paling penting adalah jangan hadapi tetangga dengan kebencian, karena kalau kita sudah benci kita akan cenderung menjatuhkan, menyakiti, membeberkan aib, dan semua ini tidak menjadi solusi.
Tetangga memang orang terdekat dengan kita. Menurut Imam Syafi'i, mereka adalah empat puluh rumah di samping kiri, kanan, depan, dan belakang. Mau tidak mau, setiap hari kita berjumpa dengan mereka. Baik hanya sekadar melempar senyum, lambaian tangan, salam, atau malah ngobrol di antara pagar rumah. Tetangga adalah orang terdekat dengan kita. Orang tua bilang, mereka adalah 'andalan' untuk segala suasana.
Rasanya, kita senantiasa harus melakukan instrospeksi terhadap diri pribadi. Apakah tetangga kita menyukai kehadiran kita atau jangan-jangan mereka malah terganggu dengan kehadiran kita. Maka sudah saatnya kita menebarkan salam, senyum, pada orang yang berada di sekitar tempat tinggal kita. Menjaga perasaan mereka, mengulurkan bantuan sekuat tenaga sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR Muslim). 

Adab Hidup Bertetangga .. ..

Tidak akan rugi berbuat baik pada tetangga. Makin tetangga merasa nikmat dengan kita, dengan sendirinya mereka akan ikut membela kita. Sehebat apapun kita, tetap butuh tetangga. Misalnya, kita punya saudara dokter, tapi saat anak sakit yang duluan menolong pasti tetangga. Punya saudara anggota pemadam kebakaran, jika kompor di rumah meletus, yang lebih dulu membantu memadamkan pasti tetangga. Punya saudara jendral atau polisi, datang maling ke rumah, lantas kita teriak, yang duluan ngejar juga tetangga.
Maka kalau punya tetangga, terus perhatikan. Setiap kebahagiaannya, kita ikut bahagia. Anaknya lulus, alhamdulillah. Anaknya dapat kerjaan, alhamdulillah. Anak tetangga dapat jodoh, alhamdulillah. Insya Allah, kita akan bahagia terus. Hidup penuh kesyukuran kepada Allah Yang Maha Pemurah.
Makin tetangga sayang kepada kita, makin berbahagia hidup kita. Karena itu, bersilaturahmi dengan tetangga itu jangan cuma sisa waktu. Maksudnya, luangkan waktu, tenaga, fikiran untuk terus bersilaturahmi memperhatikan tetangga. Kalau mereka ingin maju, majulah bersama-sama. Karena, kalau kita maju sendirian dan tetangga tidak ikut maju, bisa jadi muncul kecemburuan sosial. Hal ini tentu akan merusak iklim pergaulan sosial di sekitarnya.
Jika kita jadi orang kaya namun tinggal di lingkungan perumahan sederhana, kemudian bikin rumah lima lantai sendiri tapi di sekelilingnya gubuk, tentu bisa menimbulkan sakit hati. Usahakan kalau kita punya rumah jangan sampai terlalu menyolok, membuat orang lain dengki. Seperti kata Rasul, jangan sampai menutupi cahaya, kecuali kalau mereka ridha. Kalau tidak, berikan kompensasi yang memadai. Pokoknya jangan berbuat yang membuat tetanga tidak suka kepada kita. 

Adab Hidup Bertetangga ..

Memang sungguh nikmat jika kita memiliki tetangga-tetangga yang baik ahlak, ramah, dan penuh perhatian. Kendati demikian, kita tidak pernah bisa memaksa orang lain untuk selalu bersikap baik, kecuali kita paksa diri kita sendiri untuk bersikap baik terhadap siapapun.
Musik yang bagus berawal dari suara dan tangga nada yang berbeda-beda, namun kalau dipadukan akan menjadi indah. Artinya, kita tidak bisa mengharapkan tetangga-tetangga kita persis sama dengan kita. Bisa jadi perbedaan keadaan tetangga malah memperindah ahlak kita. Ada tetangga yang melimpah rizkinya, ada yang kurang rizkinya, ada yang berkedudukan tinggi, ada yang tidak berkedudukan, ada yang rumahnya di gang sempit (berdempet-dempet), ada yang bertipe menengah, perumnas, atau BTN, bahkan ada yang besar luas sampai tidak tahu tetangga kanan kiri. Ini adalah sebuah simponi yang kalau disikapi dengan niat yang indah, niscaya akan menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Hak tetangga ialah, bila dia sakit, kamu kunjungi. Bila wafat, kamu mengantarkan jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang, maka kamu pinjami. Dan bila mengalami kesukaran/kemiskinan, maka jangan dibeberkan, aib-aibnya kamu tutup-tutupi dan rahasiakan. Bila dia memperoleh kebaikan, maka kita turut bersuka cita dan mengucapkan selamat kepadanya. Dan bila menghadapi musibah, kamu datang untuk menyampaikan rasa duka. Jangan sengaja meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya, lalu menutup jalan udaranya (kelancaran angin baginya). Dan janganlah kamu mengganggunya dengan bau masakan, kecuali kamu menciduknya dan memberikan kepadanya."
Inilah keadaan rumah Rasul, ketika beliau memasak maka tetangga yang mencium bau masakan tersebut ikut mendapat makanan. Namun, yang paling penting, kita melihat bahwa kebahagiaan kita itu bukan soal kita mendapat sesuatu atau tidak dari tetangga. Yang harus kita latih, kenikmatan bertetangga bukan mengharapkan sesuatu dari tetangga, tapi berupaya agar kita bisa berbuat yang terbaik untuk tetangga.
Kita akan tertekan ketika kita berharap banyak. Sebab, yang namanya rizki tidak selalu bermakna apa yang telah kita dapatkan, melainkan apa yang bisa kita lakukan. Jangan sampai gorden rumah kita copot gara-gara terlalu sering melihat tetangga. Makin sering nengokin tetangga, bisa jadi akan semakin menderita, sebab kedengkian kita kepada tetangga tidak akan mempengaruhi rizki tetangga, sebab yang membagikan rizki adalah Allah.
Sialnya jika kita dengki sama tetangga namun tetangga tambah nikmat. Tentu kita tambah menderita. Tetangga makin pulas, kita nggak bisa tidur. Mau keluar rumah susah, mau masuk juga susah. Bagaimana tidak, sosok tetangga yang kita dengkikan itu terus muncul di depan kita.
Maka di sini kita harus mampu mengemas kehidupan bertetangga menjadi ladang amal kita. Kalau kita punya tetangga kaya, sukses, jangan iri hati dan jangan suka mengintip. Apabila tetangga memperoleh kesuksesan atau keluasan rizki, belajarlah senang dengan kesuksesan orang. "Alhamdulillah, dia ternyata sekarang dititipi rizki. Mudah-mudahan barokah, mudah-mudahan bisa banyak manfaat."
Kalau ada tetangga kita yang kekurangan, harus menjadi ladang amal bagi kita. Tidak termasuk orang yang beriman kalau kita kenyang dan pada saat yang sama tetangga kita lapar. Tidak akan miskin dengan menyantuni tetangga. Jika beras cukup, sisihkan sebagian untuk tetangga. Baju bekas anak-anak yang masih layak pakai, kalau belum sanggup memberikan baju bagus, berikan pada anak tetangga. Panci kita sudah agak penyok-penyok, berikan pada tetangga yang membutuhkan, kalau kita belum sanggup memberinya panci yang bagus. Tentu saja, jika mampu, berikanlah barang-barang yang berkualitas terbaik.
Di sinilah sebenarnya hasil ibadah kita akan terlihat, karena alat ukur ibadah kita bukan ketika sedang shalat saja, tapi bagaimana sesudahnya. Misalnya, shalat itu 5 x 10 menit atau 50 menit, dibulatkan menjadi sekitar 1 jam sehari, sedangkan 1 hari 24 jam. Bagaimana mungkin yang 1 jam baik, sedang yang 23 jam jelek semuanya?

Bercinta Bisa Jadi Obat Migren

Bercinta sepertinya bisa menjadi terapi untuk mengobati sakit kepala, terutama sakit kepala yang intens dan hanya terjadi di satu bagian kepala atau biasa disebut migren.

Hal tersebut diungkapkan hampir sepertiga pasien yang kerap menderita migren. "Ada sebagian pasien, sekitar satu dari tiga pasien yang mengatakan sakit kepalanya sembuh setelah melakukan aktivitas seksual," kata Stevan Evers, ahli neurologi dan spesialis sakit kepala dari Universitas Munster Jerman. 

Evers belum mengetahui mengapa hal itu terjadi, tetapi menurut hipotesanya, lonjakan hormon endorfin selama bercinta mungkin menghilangkan rasa sakit kepala. Hormon endorfin juga diketahui sebagai penghilang rasa sakit alami tubuh.

Migren sendiri dipicu oleh berbagai sebab, antara lain kilatan cahaya, makanan, dan seks. Kendati begitu menurut beberapa penelitian berskala kecil, hubungan intim diketahui lebih efektif ketimbang obat penghilang nyeri dalam mengatasi sakit kepala.

Dalam penelitian yang dilakukan Evers dan timnya, dilibatkan 800 pasien yang menderita migren dan 200 pasien dengan keluhan sakit kepala klaster. Mereka diminta mengisi kuesioner mengenai hubungan seksual ketika serangan sakit kepala datang, serta bagaimana seks berpengaruh pada intensitas sakit kepala.

Hasil penelitian menunjukkan, sepertiga pasien melakukan hubungan seksual ketika sedang menderita migren atau sakit kepala klaster. Pada penderita migren, sekitar 60 persen mengatakan sakit kepalanya sembuh, dengan mayoritas mengaku sakit kepalanya berkurang atau sembuh total. 

Namun pada 30 persen pasien diketahui berhubungan seks justru memperparah sakit kepala. 

Pada pasien dengan sakit kepala klaster, sepertiga mengatakan ada penurunan rasa nyeri kepala secara total atau seperuhnya. Hampir 50 persen responden dari kelompok ini menyebutkan sakit kepala mereka justru bertambah parah jika bercinta.

Evers mengatakan, pada mereka yang mengalami kesembuhan sakit kepala ada kemungkinan tubuhnya mengeluarkan endorfin lebih banyak ketika berhubungan seks.

"Pada umumnya juga terjadi pelepasan endorfsin saat melakukan aktivitas olahraga ekstrem seperti lari marathon atau triathlon. Kemungkinan pasien tersebut juga mengalaminya ketika berhubungan seks," kata Evers.

Meski begitu, menurut Alexander Mauskop, ahli saraf dan direktur New York Headache Center, sebagian besar pasien migren pada umumnya tidak suka disentuh atau berdekatan dengan orang lain ketika nyerinya datang.

"Pelepasan endorfin saat sedang orgasme akan membantu mengurangi bahkan menyembuhkan migren. Sehingga masturbasi mungkin membantu," kata Mauskop yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Sakit Kepala, Sinyal Perubahan Gaya Hidup Anda!

Saya sering  makan obat ini dokter, obat ini selalu ada dalam saku  saya, ke manapun saya pergi”, kata pasien sambil mengeluarkan beberapa obat dari kantongnya. “Sudah lama saya makan obat ini, mulanya satu tablet saja sakit kepala saya membaik dokter, sekarang tidak lagi. Hari ini saja saya sudah makan 6 tablet, sakit kepala saya tidak reda, makanya saya ke dokter”. Demikian celotehan seorang pasien yang datang ke tempat praktik saya dengan keluhan sakit kepala. Waktu saya tanya,” apa yang Anda lakukan selama ini kalau Anda terserang sakit kepala?” Maka, keluarlah jawaban pasien seperti di atas.

Menelan obat pereda nyeri tampaknya cara yang mudah dan sering dilakukan seseorang apabila terserang sakit kepala. Di pasaran obat pereda nyeri kepala ini sangat mudah didapatkan, bahkan ada iklan yang bombastis, bahwa bila anda sakit kepala, cukup dengan makan-makan obat itu, semua akan beres. Sakit kepala Anda akan reda. Barangkali ada pesan di situ, setiap sakit kepala makanlah obat itu, berapapun dan apapun penyebanya.  Maka, tidak heran pada beberapa pasien bermacam obat-obat terkait dengan sakit kepala ini selalu ada dalam kantongnya. Bila 1 atau 2 tablet tidak mempan, penderita akan berusaha meningkatkan sendiri dosisnya, sesuai dengan keinginannya. Bahkan tidak jarang, akibat penggunaan yang berlebihan, menimbulkan komplikasi yang sangat berbahaya seperti gangguan hati, ginjal, lambung.

Sakit kepala sering kita anggap sebagai hal yang sepele, sering kita abaikan, seperti pada pasien di atas. Ternyata pasien itu menderita tekanan darah tinggi yang dapat mengancam nyawanya. Makan obat penghilang rasa nyeri sebetulnya tidak memecahkan masalahnya, bahkan dapat menutupi penyakit dasarnya. Sakit kepala Anda barangkali hilang sementara, tetapi risiko Anda untuk mengalami stroke tetap saja ada, bahkan meningkat. Oleh karena itu,  sakit kepala sebenarnya adalah sinyal, pertanda bahwa ada sesuatu salah dalam tubuh anda.

Menurut  penulis buku Empowering Your Health, Dr Asa Andrew, sakit kepala adalah ibaratkan tanda merah yang menyala pada dashboard mobil anda. Bila anda biarkan, anda acuh tak acuh, mobil Anda akhirnya akan mengalami masalah, atau bahkan mungkin turun mesin. Jika Anda tidak peduli dengan penyebabnya,  Anda hanya lari ke obat-obatan yang banyak diiklankan itu, dan bisasanya semakin lama dosisnya kemudian Anda naikkan sesuai selera Anda, maka risiko penyakit yang lebih berbahaya dapat mengancam Anda.

Walaupun sakit kepala dapat disebabkan oleh penyakit dasar yang berat, tetapi sebagian besar sebenarnya juga berkaitan dengan gaya hidup Anda, termasuk pola makan, aktifitas dan bahkan cara berfikir anda. Kepala anda bisa saja berdenyut ketika selesai menyantap fastfood, makanan yang banyak mengandung penyedap (MSG), coklat atau ketika Anda terlambat makan— Anda mengalami hipoglikemi atau kadar gula darah yang rendah. 

Di tengah terik matahari, di ruang ber-AC, anda kurang minum, anda juga dapat mengalami sakit yang sama. Di persimpangan jalan yang kacau, di perjalanan yang macet sakit kepala anda juga dapat terpicu olehnya. Bahkan ketika Anda kurang tidur, banyak bermalas-malas di depan TV, Anda lebih banyak melamun daripada menggerakan tubuh Anda, kekakuan pada otot-otot Anda, aliran darah yang tidak begitu lancar, sehingga otak Anda seperti kekurangna oksigen, nutrisi, nyeri di kepala Anda juga bisa terasa.

Jadi, gaya hidup, aktifitas Anda, apa yang Anda makan, minum, stress baik fisik, maupun emosional dapat mencetuskan kepala Anda seperti mau pecah.

Oleh sebab  itu, bila sakit kepala menyerang, apalagi  Anda bukan dilahirkan dengan defisiensi aspirin, parasetamol, antalgin, asam mefenamat, ibuprofen atau obat yang banyak diiklan itu, menelannya begitu saja bukanlah cara yang terbaik. Sesekali dan tidak berlebihan mungkin masih bisa, tetapi yang paling penting carilah penyebabnya, pencetusnya.
Dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat saja, seperti  minum air putih yang cukup, mengurangi makanan yang mengandung MSG, coklat, minuman kaleng, fastfood, olahrara teratur, pijetan ditengkuk, kepala Anda, belajar rileks, mengontrol emosi, stres, InsyaAllah denyut di kepala Anda akan  mereda dan jarang kambuh.

Sakit Kepala Tak Selalu Butuh Obat

Sakit kepala termasuk dalam keluhan yang pernah dialami semua orang. Meskipun sakit kepala perlu diredakan, namun sebaiknya Anda tidak langsung meminum obat saat gejala ini menyerang.
Menurut Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reri Indriani, sakit kepala dapat disebabkan banyak hal dan tidak harus diatasi dengan obat. Ia mengatakan, lebih baik berfokus pada penyebabnya daripada menggunakan obat untuk sekedar meredakan rasa sakit.
"Obat merupakan bahan kimia yang berbahaya apabila sembarangan dikonsumsi," ungkap Reri dalam acara BPOM Sahabat Ibu yang bertajuk "STOP: Supaya Terhindar (dari) Obat Palsu" Kamis (28/3/2013) di Jakarta.
Obat pereda rasa sakit, termasuk obat sakit kepala, pada dasarnya hanya berfungsi untuk menghilangkan gejalanya saja, tanpa menyembuhkan penyebabnya. Reri mencontohkan, misalnya kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi jika diketahui penyebab dari sakit kepala adalah dari kurang tidur, maka tidur adalah obat terbaik untuk menghilangkan sakit kepala yang dirasakan.
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi obat pereda rasa sakit dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan berbagai kontraindikasi berbahaya. Seperti penyakit jantung, kanker, dan beberapa penyakit saraf.
Sebenarnya sebagian besar sakit kepala akan reda dengan beristirahat . Selain itu ada beberapa cara untuk meredakan gejala sakit kepala tanpa obat, antara lain dengan pijat, akupuntur, peregangan, aerobik, meditasi, yoga, latihan relaksasi, terapi panas dan dingin, membatasi makanan-makanan tertentu, hingga dengan bantuan aliran listrik.

Kenali 7 Imunisasi Tambahan

Selain imunisasi wajib (vaksin BCG, polio tetes minum (polio oral), DPT, hepatitis B dan campak) yang direkomendasi Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Bunda juga perlu tahu imunisasi yang dianjurkan.

Imunisasi yang dianjurkan ini diteliti bisa mencegah berbagai penyakit, antara lain: radang paru-paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), campak Jerman, Hepatitis A, dan kanker mulut rahim.


Vaksin tersebut belum masuk dalam daftar imunisasi PPI dan tidak disubsidi pemerintah –sehingga disebut tidak wajib atau ‘hanya’ dianjurkan saja. Jadi perbedaannya bukan masalah perlu atau tidak perlu, lho, Bun.

Jadi? Imunisasi wajib adalah vaksin minimal yang harus didapat anak dengan fasilitas disediakan pemerintah. Sedang tambahannya, bila mampu, baik sekali jika juga diberikan pada anak. Apa saja imunisasi yang dianjurkan?

- Hib
Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Haemophilus influenza type B, yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis (infeksi pada katup pita suara dan tabung suara).

Waktu pemberian: Umur 2, 4, 6, dan 15 bulan.
Catatan khusus: Bisa diberikan secara terpisah atau kombinasi.

- Pneumokokus (PCV)
Manfaat: Melindungi tubuh dari bakteri pnemukokus yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga.

Waktu pemberian: Umur 2, 4, 6 bulan, serta antara 12 - 15 bulan.
Catatan khusus: Kalau mama belum memberikannya hingga usia anak di atas 1 tahun, PCV hanya diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Jika usia anak sudah 2 - 5 tahun, PCV hanya diberikan 1 kali.

- Influenza
Manfaat: Melindungi tubuh dari beberapa jenis virus influenza.

Waktu pemberian: Setahun sekali sejak usia 6 bulan. Bisa terus diberikan hingga dewasa.

Catatan khusus: Untuk usia di atas 2 tahun, vaksin bisa diberikan dalam bentuk semprotan pada saluran pernapasan.

- MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Manfaat: Melindungi tubuh dari virus campak, gondok, dan rubella (campak Jerman).

Waktu pemberian: Usia 15 bulan, dan diulang saat anak berusia 6 tahun.

Catatan khusus: Bisa diberikan pada umur 12 bulan, jika belum mendapat campak di usia 9 bulan.

- Tifoid
Manfaat: Melindungi tubuh dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid (tifus).

Waktu pemberian: Pada umur di atas 2 tahun, dan diulang setiap 3 tahun.

Catatan khusus: Terdapat dua jenis, yaitu oral dan suntik. Tifoid oral diberikan pada anak di atas 6 tahun.

- Hepatitis A
Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Hepatitis A, yang menyebabkan penyakit hati.

Waktu pemberian: Pada umur di atas 2 tahun, dua kali dengan interval 6 - 12 bulan.

- Varisela
Manfaat: Melindungi tubuh dari cacar air

Waktu pemberian: Pada umur di atas 5 tahun.

- HPV (Humanpapilloma Virus)
Manfaat: Melindungi tubuh dari Humanpapilloma Virus yang menyebabkan kanker mulut rahim.

Waktu pemberian: Pada anak umur di atas 10 tahun, diberikan 3 kali dengan jadwal 0, 1-2 bulan kemudian, serta 6 bulan kemudian.

MEMAAFKAN ITU INDAH ..

Alkisah, dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena tampar, hatinya merasa sakit tapi tanpa berkata, lalu dia menulis diatas pasir : 
" Hari ini sahabat terbaikku menampar pipiku."

Mereka terus berjalan sampai akhirnya menemukan oasis. Mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang kena tampar itu berenang dan nyaris tenggelam, tapi berhasil diselamatkan sahabatnya. Setelah dia siuman dan rasa takutnya hilang,kembali dia menulis :
"Hari ini sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku."

Sahabatnya bertanya, "kenapa setelah saya melukai hatimu dengan tamparan, kau menulisnya diatas pasir,sekarang menuliskan ini di batu?"

Sambil tersenyum temannya menjawab :
"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas Pasir agar "angin Maaf" datang berhembus dan menghapusnya. Dan ketika sesuatu yang luar biasa baik terjadi, kita harus memahatnya diatas "Hati" kita, agar tak pernah bisa hilang tertiup angin, namun tersimpan selamanya."

Sahabat...
Adakalanya kita dan orang terdekat kita berada dalam situasi yang sulit, yang kadang menyebabkan kita mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti satu sama lain.
Juga terjadinya beda Pendapat dan Konflik karena Sudut Pandang yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum kita menyesal dikemudian hari, cobalah untuk saling meMAAFkan dan meLUPAkan masa lalu. Hiduplah saat ini...belajar dari masa lalu, sehinga menjadi semakin baik dan indah adanya.

The World Its Mine