Rabu, 03 April 2013

Tips Memilih Furnitur Kamar Anak



Memilih furnitur untuk kamar tidur anak, bisa jadi hal yang menyenangkan tapi sekaligus membingungkan. Rasa senang dan antusias pasti muncul karena kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Tapi di sisi lain, belanja furnitur anak bisa menghabiskan budget cukup besar karena biasanya mereka ingin sesuatu yang unik dan berbentuk lucu. Anda juga harus memikirkan keamanan untuk sang anak.

Terkadang, perdebatan dalam memilih furnitur yang sesuai juga bisa terjadi antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, Anda sebaiknya meluangkan satu hari penuh untuk membelinya, agar mendapatkan item yang disepakati Anda maupun anak, tapi juga berkualitas. Ada hal-hal yang harus diperhatikan saat membeli furnitur untuk anak, seperti yang dikutip dari Helium.

1. Jangan Beli Furnitur Bertema Fancy
Tempat tidur atau kursi bertema fancy seperti bentuk mobil atau beruang, memang membuat kamar anak lebih semarak dan ceria. Tapi coba Anda perhitungkan, sampai usia berapa anak akan menyukai tempat tidur, lemari atau kursi dengan warna-warna mencolok dan bentuk seperti mainan? Mungkin di usia 5-8 tahun, mereka suka dengan segala bentuk bertema fantasi seperti dinosaurus atau robot. Tapi ketika menginjak usia 10 tahun ke atas, belum tentu mereka masih menyukainya.

Agar furnitur bisa dipakai hingga anak beranjak remaja, pilihlah yang modelnya klasik atau basic dengan warna netral. Misalnya warna coklat, hitam atau putih. Tempat tidur model klasik lebih fleksibel dihias dengan bermacam-macam ornamen sesuai usianya. Anda bisa menambahkan bantal berbentuk binatang, bunga dan mobil atau memasang sprei bermotif lucu.

Anda juga bisa menghias tempat tidur dengan stiker-stiker atau melukis gambar kesukaannya. Nah, ketika usia anak sudah lebih besar, Anda tinggal menyesuaikan penataannya dengan ornamen yang lebih simpel. Anda pun tidak perlu membeli tempat tidur baru saat anak sudah tidak mau tidur di situ lagi.

2. Pilih Tempat Tidur yang Bisa 'Tumbuh' Bersama Anak
Mungkin Anda akan tertarik membelikan tempat tidur berukuran mini, karena akan terlihat sangat manis ketika ditempatkan di kamar anak. Jika anak Anda masih berusia 5-8 tahun, mungkin tidak jadi masalah. Tapi bayangkan saat usianya 10 tahun ke atas. Dia pasti akan bertambah tinggi dan tempat tidurnya tidak muat lagi.

Belilah tempat tidur ukuran reguler agar bisa digunakan dalam waktu lama. Untuk menjaga agar anak tidak jatuh dari tempat tidur, pasanglah palang kayu di setiap sisi tempat tidur, atau senderan tangga untuk memudahkannya memanjat dan turun dari tempat tidur. Saat anak sudah lebih dewasa, Anda bisa melepas palang kayu tersebut.

3. Perhatikan Keamanan
Tentu saja, hal yang paling penting diperhatikan saat memilih furnitur untuk anak adalah keamanan. Jangan pilih furnitur dengan sudut-sudut tajam, tapi membulat. Periksa setiap bagian pada furnitur sebelum membeli. Misalnya, saat lemari, pintu dan lacinya harus bisa tertutup sempurna tapi tidak menyulitkan anak saat membukanya. Guncang-guncangkan furnitur yang tinggi (lemari, meja belajar, rak buku) untuk mengecek kekokohan barang yang akan Anda beli. Hindari pinggiran yang terbuat dari metal.

4. Diskusikan Bersama Anak
Anda bisa mengajak Anak berdiskusi soal kamar seperti apa yang diinginkannya. Minta beberapa brosur dan katalog, lalu perlihatkan pada anak. Untuk menghindari permintaan yang terlalu bermacam-macam, batasi pilihan pada 4 sampai 5 item saja, terutama yang sesuai dengan budget Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The World Its Mine