Senin, 09 November 2015

Kebenaran Al-Qur’an Tentang Bumi Palestina ..

palestina
MENGENAI permasalahan yang kini berada di bumi Palestina, merupakan suatu perkara yang telah ada di dalam kitab suci Al-Quran. Allah telah mengatur sedemikian rupa bahwa turunan dari Bani Israil akan melakukan kerusakan untuk kedua kalinya di bumi tersebut. Sehingga, apa yang sedang terjadi sekarang ini merupakan bukti nyata kebenaran dari firman Allah SWT itu.
Allah SWT berfirman, “Dan Kami tetapkan Bani Israil dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar,” (QS. al-Isra’: 4).
Sungguh hal tersebut telah terjadi. Israel yang merupakan keturunan dari Bani Israil telah berada pada tingkat kesombongan yang besar. Mereka bangga dengan apa yang mereka lakukan. Ditambah lagi dengan dukungan dari negara-negara besar seperti Amerika dan Inggris yang terus membuat mereka merasa di atas. Namun, Allah telah menjanjikan kepada mereka bahwa akan adanya hamba-hamba Allah yang perkasa yang dapat mengalahkan mereka.
Allah SWT berfirman, “Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana,” (QS. al-Isra’: 5).
Oleh karena itu, saudara-saudaraku janganlah kalian panik, karena Allah pasti akan mendatangkan orang-orang yang akan menolong kalian dikemudian hari. Sehingga, melalui mereka, kehidupan kalian akan kembali merasakan kedamaian. Tapi, Allah telah menjanjikan juga kepada Bani Israil, bahwa mereka akan mengalami kemenangan kembali.
Allah SWT berfirman, “Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang besar,” (QS. al-Isra’: 6).
Namun, hal itu janganlah membuat kalian merasa bahwa Allah itu tidak adil. Karena sesungguhnya dibalik itu semua Allah telah menyiapkan sesuatu bagi mereka. Allah akan membangkitkan semangat kita untuk kembali berjihad. Sehingga, Masjid Al-Aqsa dapat kembali ke tangan umat Islam.
Allah SWT berfirman, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa) sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai,” (QS. al-Isra’: 7).
Itulah kebenaran dari apa yang telah Allah sampaikan kepada kita. Untuk itu janganlah kalian ragu akan kebenaran firman Allah SWT. Karena, segala apa yang telah dan yang akan terjadi telah Allah tulis di Lauf Mahfudz. Kalaupun, Bani Israil itu kembali melakukan kejahatan, Allah pasti akan tempatkan mereka ke tempat yang serendah-rendahnya. Yakni neraka Jahannam, yang merupakan penjara bagi orang-orang kafir.
Allah SWT berfirman, “Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang kafir,” (QS. al-Isra’: 8).

Pensiun atau Tetap Bekerja, Mana yang Lebih Sehat?


Ketika kita masih dalam usia produktif dan aktif bekerja, kita sering mengeluh dan berharap memiliki waktu santai lebih banyak. Tetapi saat memasuki usia pensiun, sebenarnya yang lebih berdampak bagi kesehatan tubuh adalah tetap aktif bekerja.

Warga senior yang tetap bekerja ternyata lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang memilih untuk pensiun. Demikian menurut kesimpulan studi yang melibaktan 83.000 orang Amerika berusia 65 tahun ke atas.

Tidak bekerja dianggap berdampak buruk bagi kesehatan, jauh lebih buruk dibandingkan faktor negatif lain seperti merokok atau obesitas. Tapi, memang tidak bisa dianggap juga orang yang bekerja sudah pasti sehat.

"Tentu saja orang yang tidak sehat akan memilih pensiun. Tapi jika kita masih sanggup bekerja, lebih baik bekerja karena bisa membuat tubuh dalam kondisi sehat," kata Jay Olshansky, profesor dan juru bicara American Federation of Aging Research.

Dalam penelitian itu terungkap, pekerjaan yang lebih banyak membutuhkan pekerjaan fisik, seperti dalam bidang jasa, ternyata lebih menyehatkan. Biasanya mereka akan terhindar dari kondisi yang menyebabkan batasan pada fungsi gerak.

Dengan bekerja warga senior juga akan memiliki penghasilan untuk membiayai kesehatan. Mereka juga memiliki kehidupan sosial yang lebih aktif dibandingkan rekannya yang sudah pensiun.

Tindak Pidana Korupsi Jangan Dimasukkan dalam KUHP ..

Menghilangkan penekanan bahwa tindak pidana korupsi adalah tindak kejahatan luar biasa.

Lembaga swadaya masyarakat Indonesia Corruption Watch (ICW) menyarankan agar pemerintah tidak memasukkan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang ke dalam KUHP.

"Jika pada revisi UU KUHP diatur tentang tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang maka UU Tipikor dan UU Pencucian Uang tidak akan berlaku," kata Koordinator Divisi Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho di Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Menurut dia hal tersebut akan membatasi gerak Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, dan PPATK yang bergerak berdasarkan UU Tipikor dan UU Pencucian Uang.

Dia mengatakan jika tindak pidana korupsi dimasukkan dalam revisi UU KUHP, maka akan menghilangkan penekanan bahwa tindak pidana korupsi adalah tindak kejahatan luar biasa.

"Jika RUU KUHP ini berlaku dan disahkan maka yang punya kewenangan dalam penyidikan tindak pidana korupsi hanyalah polisi, maka KPK akan menjadi Komisi Pencegahan Korupsi," kata dia.

Hal ini, menurut dia, sama saja Indonesia mengalami kemunduran. Dia mengatakan KPK sudah menolak masuknya pasal-pasal yang mengatur mengenai tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang di KUHP.

Dalam waktu yang sama, pemerintah juga mengusulkan untuk merevisi UU Tipikor, hal ini menjadi kontrakdisi dengan dimasukkannya tindak pidana korupsi dalam RUU KUHP.

Inilah Modus Korupsi yang Paling Sering Dilakukan


 
 
Indonesia Corruption Watch (ICW) melalui hasil risetnya menemukan 11 modus tindak pidana korupsi yang paling kerap dilakukan dalam semester 1 tahun 2015.

"Kita lakukan kodifikasi atas modus-modus yang sering digunakan, di semester pertama 2015 ada 11 modus yang dilakukan tersangka korupsi," kata peneliti Divisi Investigasi ICW Wana Alamsyah di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, modus yang paling banyak ialah berupa penggelapan dan dinilai menjadi cara yang paling sering digunakan oleh pelaku korupsi, dengan 82 kasus dan kerugian negara mencapai Rp227,3 miliar.


"Hal ini terbukti jika dibandingkan dengan semester 1 tahun lalu. Modus penggelapan sampai 99 kasus, ternyata juga menjadi modus yang paling banyak dilakukan," tukasnya menambahkan.

Untuk modus terbanyak selanjutnya selain penggelapan, ujar Wana, ialah penyalahgunaan anggaran yang mencapai 64 kasus.

Diikuti dengan modus penyalahgunaan wewenang sebanyak 60 kasus, "mark up" 58 kasus, laporan fiktif 12 kasus, suap atau gratifikasi 11 kasus, kegiatan fiktif sembilan kasus, pemotongan enam kasus, "mark down" tiga kasus.

Modus selanjutnya ialah pemerasan dua kasus dan pungutan liar satu kasus. Apabila melihat pemaparan tersebut maka bisa diketahui bahwa penggelapan menjadi modus yang paling sering digunakan, ujar Wana.

Selain itu, ICW juga memaparkan bahwa kinerja penyidikan kasus tindak pidana korupsi oleh aparat penegak hukum pada semester pertama 2015 mengalami penurunan.

"Sampai awal tahun ini hanya mampu menaikkan 50,6 persen dari total 2.447 kasus korupsi dari penyidikan ke penuntutan," kata Wana.

Kasus korupsi yang telah masuk tahap penyidikan pada periode 2010-2015 tersebut apabila dinominalkan mencapai Rp29,3 triliun, tukasnya menambahkan.

Hasil pemantauan membuktikan bahwa aparat hanya mampu menaikkan 1.254 (50,6 persen) kasus dari tingkat penyidikan ke penuntutan, dengan nilai kerugian negara mencapai Rp18,3 triliun.

Sedangkan sisanya, atau 1.223 kasus (49,4 persen) tidak mengalami perkembangan positif atau dengan kata lain masih dalam tahap penyidikan, dengan nilai Rp11,04 triliun.

"Jadi aparat penegak hukum hanya mampu menaikkan setengah dari kasus korupsi berstatus penyidikan ke penuntutan atau P21," ujarnya menjelaskan.

Kekayaan yang Tidak Pernah Habis

rosadi alibasaSEBERAPA kaya Hartono bersaudara, yang katanya memiliki kekayaan Rp 96,6 Triliun (pemilik Djarum, Bank BCA dll). Seberapa kaya Bill Gates yang notabene orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencarpai Rp 685 Triliun (Pendiri dan pemilik Microsoft). Dan masih banyak orang kaya yang lainnya. Dengan kekayaan mereka ditaksir tidak akan habis selama tujuh turunan.
Tapi bagaimana kalau terjadi gempa bumi yang maha dahsyat yang menelan pabrik-pabrik mereka? Atau terjadi kerusuhan yang memicu perang dunia ketiga? Apa mereka masih bisa mempertahankan kekayaan mereka?
Sementara saat ini benih-benih bencana sering terjadi dimana-mana. Benih-benih perang sudah meletup disana sini. Kita butuh instrument yang tepat untuk investasi. Investasi dengan polis asuransi bencana dan perang. Investasi yang tidak pernah habis adalah kalau kita menginvestasikan dana kita pada instrument yang pas. Instrumen invesatasi ini membuka lebar investor. Kapanpun dan dengan nominal berapapun. Jadi kita akan punya kekayaan yang tidak pernah  habis.
Permisalan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Dan Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 261.) –
Dalam Al-Quran dikatakan Allah S.W.T akan melipatgandakan 7 kali dan akan dikalikan lagi 100 kali lipat.  Bahkan Allah S.W.T akan melipatkan lebih lagi bagi yang Allah S.W.T kehendaki. Apa Al-Quran berbohong? Tentu tidak. Kalau kita yakin mengapa ragu?
Nilai Investasi Rp 10.000.000,-
Investasikan Rp. 10.000.000 x 7 x 100 = Rp. 7.000.000.000,- ( tujuh milyar)
Dan Allah S.W.T akan melipatkan lagi sesuai yang Dia kehendaki. Kalau Allah kehendaki bisa mencapai Rp 700 Triliun. Tidakkah kita lebih kaya dari Bill Gates? Dana yang kita investasikan dijamin tidak akan hilang oleh gempa bumi, tidak akan hilang oleh pecahnya perang dunia ke 3. Mereka hanya berinvestasi di bumi saja, sedangkan Asset kita ada di langit dan di bumi.
Tiga hal yang tidak pernah terputus meski kita meninggal, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh,” (HR. Muslim no. 1631).

Muhasabah Diri, Menatap Hidup Penuh Kepercayaan


muhasabah
KITA hidup di dunia ini seperti layaknya pengembara. Yang sedang mencari bekal demi menggapai sebuah tujuan kehidupan. Tujuan itu yang sangat dinantikan, demi merubah nasib di masa mendatang. Apakah tujuan hidup kita itu? Tentunya setiap manusia pasti memiliki pandangan tersendiri dalam menjawab pertanyaan tersebut.
Sebagian manusia hanya menjadikan hidup sebagai sarana untuk membanggakan diri mereka sendiri. Sebagai contoh kita lihat di sekitar kita, betapa banyak orang-orang yang begitu kekurangan secara finansial dan mengais rezeki yang sejatinya jauh dari cukup untuk menghidupi anak istrinya.
Akan tetapi di lain pihak banyak dari kalangan konglomerat yang menghabiskan hidupnya untuk mencari uang dan uang belaka. Seakan-akan mereka menilai hidup hanya bermuara pada kepuasan materi saja. Sehingga tidak heran jika orang-orang tersebut tidak ambil berat dalam menggentaskan kemiskinan. Perlu kita ketahui bersama bahwa manusia harus senantiasa bermuhasabah diri tanpa mengenal ruang dan waktu, tua mau pun muda muhasabah diri harus senantiasa di lakukan dalam hidup.
Kata urgensi berarti penting di atas penting. Muhasabah diri banyak di lupakan oleh kaula muda dan sebagian umat manusia. Adapun muhasabah diri ini sangat penting karena menjadikan kita orang yang mengingat akan hari akhir.
Hari akhir adalah hari di mana manusia tiada daya upaya selain mendapatkan pertolongan dari setiap amal baiknya dan keimanan yang utuh yang pada saat itu ia hadapkan kepada Allah SWT. Allah maha mengetahui segala yang tersirat di relung hati kita, niat jahat, niat buruk dan prasangka baik serta prasangka buruk Allah maha tahu semua itu. Karena itu semua hanya dengan bermuhasabah diri di setiap saatlah akan mampu menolong kita untuk senantiasa mengingat akan hari akhir dimana setiap diri menghadap sang kuasa melalui bekal amal yang ada.
Iman adalah sumber kekuatan bagi orang-orang yang menjadikan Allah SWT sebagai tujuan hidupnya. Semakin banyak kita bermuhasabah diri semakin bertambahlah kualitas iman seorang hamba. Tatkala kita bermuhasabah diri kita merasakan bahwa sebenarnya manusia tidak mempunyai apa-apa dalam hidup ini jika Allah SWT tidak memberikan cahaya rahmatnya kepada kita, dan secepat mungkin kita akan mengetahui betapa Allah yang maha agung melihat gerak hidup kita di setiap waktu sehingga tiada celah bagi setiap hamba untuk melepaskan diri dari pantauan sang pencipta. Orang yang mempunyai iman akan merasakan hal seperti ini. Sedangkan orang yang enggan bermuhasabah diri akan dengan mudah larut dalam kelamnya nafsu dunia yang datang tanpa batas masa jika kita tidak membendungnya dengan keimanan dan ketakwaan.
Menatap masa depan dengan penuh rasa percaya diri akan memberikan kita semangat untuk hidup di dunia ini. Muhasabah diri adalah sarana untuk meyakinkan setiap manusia menatap hidup mereka dengan penuh kepercayaan. Coba bayangkan disaat kita menyadari akan kuasa Allah SWT yang tanpa batas. Rasa optimis dalam hidup akan mengalir di setiap sel-sel darah kita seakan-akan memicu hasrat dan gelora kita demi menghapus segala hala dan rintangan yang senantiasa dengan sengit menghujam langkah hidup yang kita tempuh yang pada akhirnya akan menistakan kita jika iman dan ketakwaan pupus dari sanubari kita.

Belajar dari Kesalahan

Oleh: Alwi Alatas, Penulis Buku Motivasi

TIDAK ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, sehebat apa pun manusia itu. Manusia itu selalu berbuat salah dan lupa. Tentu saja manusia harus berusaha untuk menghindari kesalahan. Walaupun begitu, tetap saja ia akan berbuat salah juga, terlebih lagi dalam hal yang ia belum memiliki pengalaman. Orang yang sudah berpengalaman saja masih bisa berbuat salah, apalagi yang masih baru dan belum ada pengalaman.

Sikap manusia terhadap kesalahan bermacam-macam. Tidak sedikit manusia yang tidak bisa menerima adanya kesalahan, baik yang ia lakukan sendiri ataupun yang dilakukan orang lain. Ada sebagian orang yang menyesal berlebihan dan berputus asa ketika dirinya melakukan suatu kesalahan yang serius. Ia akan terus menerus menyalahkan dirinya serta memutuskan untuk mundur dan tidak mau mencoba lagi.
Begitu juga terhadap kesalahan orang lain, tidak sedikit yang menyikapinya dengan marah dan sikap tidak dapat menerima. Kita menjumpai hal semacam ini di banyak tempat: di rumah, di sekolah, di kantor (office), atau di tempat-tempat lainnya. Di sekolah kita menjumpai guru-guru yang tak dapat menerima kesalahan yang dilakukan oleh muridnya. Mereka akan terus marah-marah atau memberikan hukuman pada para pelajar yang berbuat salah. Tentu saja tidak ada yang menginginkan atau membenarkan adanya kesalahan. Tetapi apakah kemarahan dan hukuman yang berlebihan lantas membuat para pelajar itu berubah?
Di kantor kita juga menjumpai atasan yang sering marah-marah. Ia tak mau mendengar adanya suatu kesalahan walaupun kecil. Padahal ini mustahil. Para pekerja memang harus berusaha bekerja dengan sempurna. Tetapi bekerja tanpa kesalahan sama sekali sepanjang tahun jelas tidak mungkin. Ditegur karena kesalahan memang sudah sepatutnya. Tapi yang terpenting adalah, apakah ada proses pembelajaran dari kesalahan itu.
Ada kalimat menarik dalam buku The Monk Who Sold His Ferrari. Biksu dalam cerita itu mendapat nasihat dari gurunya: “There are no mistakes in life, only lessons. There is no such thing as a negative experience, only opportunities to grow.” Tidak ada kesalahan dalam hidup, yang ada hanya pelajaran. Tidak ada yang namanya pengalaman negatif, yang ada hanya peluang untuk berkembang.
Kalimat ini berlebihan. Kesalahan dalam hidup tentu saja ada. Salah adalah salah dan benar adalah benar. Tetapi kesalahan akan menjadi sesuatu yang berharga dan bermanfaat ketika disadari, diperbaiki, dan diambil sebagai pelajaran. Demikian juga dengan pengalaman negatif. Ketika pengalaman yang buruk ini dijadikan sebagai guru, maka ia akan membantu seseorang untuk berkembang. Tapi kesalahan yang tidak disadari dan tidak diperbaiki, maka ia akan membawa pada kejatuhan seseorang.
Kesalahan terbesar itu adalah ketika seseorang melakukan kesalahan dan ia tidak belajar apa-apa darinya.
Kesalahan dalam hidup memiliki fungsi yang penting, yaitu fungsi pembelajaran. Ia bukannya sesuatu yang sia-sia. Demikian juga dengan pengalaman yang buruk. Ia berfungsi untuk membantu seorang tumbuh dan menjadi kuat. Seorang tidak mungkin belajar dalam hidup ini melainkan ia akan mengalami kesalahan. Kesalahan itulah yang akan membuat seseorang semakin matang dan mampu melakukan sesuatu semakin baik dan semakin sempurna. Beda orang yang sukses dengan orang yang gagal adalah orang sukses menjadikan kesalahan dan pengalaman buruk sebagai gurunya, sementara orang yang gagal tidak.

Pentingnya hal ini mengingatkan kita pada dialog antara seseorang dengan seorang pengusaha yang sangat berhasil.
“Apa yang membuat anda sangat berhasil?” orang itu bertanya pada si pengusaha.
“Dua kata,” jawab si pengusaha.
“Apa itu?”
“Keputusan yang tepat.”
“Apa yang membuat anda mampu membuat keputusan yang tepat?” tanya orang itu lagi.
“Satu kata,” jawab si pengusaha.
“Apa itu?”
“Pengalaman.”
“Bagaimana caranya untuk memiliki pengalaman semacam itu?” tanyanya lagi.
“Dua kata,” jawab si pengusaha.
“Apakah itu?”
“Keputusan yang salah.”
Jadi itulah awalnya: kesalahan. Semua bermula dari ketidaktahuan, kesalahan, dan minimnya pengalaman. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan belajarnya seseorang dari kesalahan-kesalahan yang telah dibuatnya, maka ia pun muncul sebagai pribadi yang hebat dan tangguh.
Jadi silahkan menyesali kesalahan yang telah dibuat, silahkan juga menasihati orang lain yang telah melakukan kesalahan, tapi jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan terbesar yang disediakan oleh kesalahan, yaitu kesempatan untuk mengambil pelajaran darinya.

The World Its Mine