Jumat, 16 Desember 2011

10 Hukum Kehidupan Paling Populer

Berapa orang dari kita yang pernah memikirkan sungguh-sungguh arti kehidupan ini? Meskipun kita menjalani hidup kita masing-masing, banyak dari kita yang mempertanyakan apakah arti kehidupan ini. Kita perlu menyisihkan waktu untuk memikirkan hal ini dengan serius. Kecuali kita benar-benar memahami kehidupan kita saat ini dan bagaimana kita menjalaninya, kita tidak bisa merubahnya sesuai dengan keinginan kita. Terdapat pandangan-pandangan kehidupan yang berbeda dimana orang-orang akan melihat kehidupan berdasarkan pendidikan, pemahaman, dan pengalaman pribadi mereka.

Melalui artikel ini, Akuinginsukses.com berusaha menjabarkan 10 hukum kehidupan sebagai dasar pemikiran positif.

10. Pengambilan Keputusan

Ada saat tertentu dalam kehidupan dimana rasanya sulit untuk mengambil keputusan yang tepat. Hal ini mungkin terjadi karena kita tidak memiliki semua informasi yang kita butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat. Alasan lain ialah karena kita kurang berhati-hati dalam menghadapi situasi atau masalah tersebut. Faktor lain yang mungkin berujung pada kesalahan dalam pengambilan keputusan adalah kita merasa tidak sabaran sehingga kita membuat keputusan yang tergesa-gesa. Pada saat yang bersamaan, kita harus menganalisa dengan objektif penyebab kegagalan kita. Analisis objektif semacam ini akan membantu kita dalam usaha kita ke depan. Kita harus memastikan bahwa kesalahan yang kita lakukan tidak terulang kembali. Pengalaman masa lalu seharusnya menjadi bekal untuk kesuksesan kita di masa depan. Antusiasme dan minat yang lebih besar menjadikan kesalahan kita sebagai batu loncatan untuk kesuksesan di masa mendatang.

9. Seni Memberi

Dimanapun kita tinggal, kita mendapati bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang sangat miskin dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Sebagian dari mereka bahkan tidak bisa makan 2x sehari. Mereka tinggal di rumah yang lapuk. Mereka tidak memiliki pakaian yang layak untuk dikenakan. Anak-anak mereka terlihat di lingkungan sekitar kita dan tidak meneruskan pendidikan mereka. Ketika anda telah berada pada titik dimana anda merasa nyaman, pikirkanlah orang-orang tersebut yang berjuang susah payah untuk mencari uang demi bertahan hidup. Dalam hal ini, kita harus menyediakan bantuan bagi mereka dalam bentuk materi maupun bentuk lain. Beasiswa dapat ditawarkan kepada pelajar yang berasal dari keluarga miskin. Bantuan juga bisa diberikan untuk perawatan dan biaya rumah sakit bagi pasien yang miskin. Sebagian dari mereka tidak memiliki tempat berteduh dan terpaksa tidur di tempat terbuka. Singkat kata, kita bisa menemukan berbagai macam cara untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Dan kita harus membantu mereka tanpa pamrih. Mereka yang berkecukupan harus menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka untuk kegiatan semacam ini.

8. Harapan dan Iman

Nasib bukanlah soal kesempatan; nasib adalah perihal pilihan. Nasib bukanlah sesuatu yang harus kita tunggu, namun sesuatu yang harus kita capai. Manusia adalah arsitek dari nasibnya sendiri. Nasib atau takdir merupakan hasil dari tindakan dan usaha kita. Jika kita mengetahui kejadian-kejadian yang akan kita alami di tahun mendatang, apa reaksi kita? Kebanyakan dari kita berpikir: kita sudah mengetahui nasib kita, jadi mengapa kita harus bekerja? Apapun yang kita lakukan hasilnya akan tetap sama. Jika anda terus bersikap demikian, anda tidak pernah maju. Tidak akan pernah ada produk baru maupun penemuan baru. Hanya stagnasi lah yang akan terjadi. Nasib membuat orang menjadi pasif dan menumpulkan pertumbuhannya. Kita tidak boleh bergantung pada nasib. Kita harus memahami pentingnya kejujuran dan kerja keras. Seperti kata pepatah: kerja adalah bagian dari doa. Kerja keras yang disertai kecerdasan dan ketulusan akan menghasilkan sukses di berbagai bidang.

7. Hukum Karma

Poin ini khusus bagi mereka yang percaya akan adanya hukum karma. Berdasarkan hukum karma, setiap akibat pasti memiliki sebab. Semua terjadi karena ada yang memulainya terlebih dahulu. Beberapa orang hidup hingga usia 100 tahun bahkan lebih sementara yang lain meninggal pada usia muda. Beberapa orang meninggal dengan cara yang menyakitkan dengan terbaring di rumah sakit karena penyakit serius. Sebaliknya, ada orang-orang yang meninggal tanpa merasa sakit. Pertanyaan dasar yang muncul dalam benak seseorang adalah: mengapa terdapat begitu banyak perbedaan dalam kehidupan manusia? Jawabannya sangat sederhana: karena hukum karma. Orang memperoleh hasil dari pemikiran serta tindakan mereka di kehidupan terdahulu. Jika seseorang telah hidup denganjujur, membantu orang-orang di sekelilingnya; cepat atau lambat ia akan memperoleh imbalannya. Orang-orang yang memiliki kehidupan yang baik dan nyaman kemungkinan telah melakukan banyak perbuatan baik semasa hidupnya dulu; dan sebaliknya. Jiwa bersifat abadi dan selalu ada. Jiwa tidak pernah bisa ditenggelamkan ke dalam air atau dibakar dengan api. Tujuan utama dari jiwa adalah untuk mencapai tahap kesadaran diri dan kesempurnaan. Jiwa harus melalui beberapa tahap kelahiran dan kematian hingga akhirnya jiwa tersebut bisa mencapai tujuan akhirnya. Namun, jiwa bisa mencapai tujuan akhirnya jika jiwa tersebut tidak lagi memiliki hasrat, semua urusan-urusan telah dituntaskan dan tidak ada lagi beban yang ditanggungnya.

6. Manusia Harus Menghormati Sesamanya

Pada pandangan pertama, poin ini nampaknya berhubungan dengan aspek moral kehidupan. Tidak diragukan lagi, pertanyaan terhadap integritas moral cukup penting namun poin ini memiliki arti yang lebih mendalam. Seringkali, seseorang merasa dipermalukan oleh atasannya dan di hadapan rekan-rekan kerjanya. Jika dia terus dipermalukan di kantor atau di antara teman-temannya; ia akan kehilangan harga diri. Orang yang mengalami ini tidak saja akan merasa tidak berdaya dan terganggu, ia akan cenderung tidak menghargai atasannya dan bahkan menggunakan bahasa yang kasar. Dalam situasi semacam ini, sangat disarankan untuk mengundurkan diri dari tempat kerja maupun lingkungan meskipun dalam situasi tertentu hal ini tidak memungkinkan. Sebagai alternatif, ia seharusnya berterus terang kepada atasannya mengenai perasaan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi pekerjaannya. Atasannya seharusnya cukup dewasa untuk memahami bahwa ia harus menghargai bawahannya. Dengan melakukan ini, hubungan antara atasan dan bawahan akan membaik dan akan tercipta keharmonisan diantara mereka berdua.

5. Manusia Harus Memiliki Kepuasan atas Kebutuhan Sosialnya

Manusia harus memiliki kehidupan sosial karena ia tidak dapat hidup seorang diri. Kecuali bagi mereka yang menjauhkan diri dari kehidupan materi dan mencari pencerahan jiwa; manusia membutuhkan interaksi sosial. Pada jaman dahulu, dalam sistem keluarga, kebutuhan sosial dapat terpenuhi dengan interaksi antar anggota keluarga. Namun dengan meningkatnya jumlah keluarga inti, manusia nyaris putus hubungan dengan interaksi sosial. Di kota-kota besar di tengah padatnya penduduk, seseorang bisa merasa terisolasi. Ia hidup di tengah-tengah orang asing. Ia harus memenuhi kebutuhan sosialnya dan menemukan cara untuk bercengkrama dengan lingkungan sekitarnya. Ia bisa bergabung dengan klub sosial atau asosiasi dimana ia bisa menghabiskan waktu dan berinteraksi dengan sesama anggota yang memiliki kesamaan minat. Para orang tua sebaiknya tidak terlalu mengekang kehidupan sosial anak-anak mereka. Jika mereka melarang anak-anak untuk bergaul dengan kawan-kawannya, orang tua seharusnya sadar bahwa hal itu akan menghambat pertumbuhan mereka.

4. Manusia Harus Memperoleh Rasa Superioritas (Setidaknya) Dalam 1 Hal

Jadilah ahli dalam beberapa bidang. Manusia harus memilh pekerjaan sesuai dengan keahliannya, meskipun seringkali kebebasan untuk memilih pekerjaan tidaklah mungkin. Intinya adalah pekerjaan apapun yang ia lakukan, ia harus menjadi ahli dalam pekerjaannya, dan dari situlah ia akan mendapatkan rasa hormat dari kelompoknya. Keahlian ini harus terus ia miliki sepanjang hidupnya. Sebagai contoh, mari kita lihat dari bidang akademis. Seorang professor mengajar sebuah mata pelajaran dalam kelas-kelas tingkat lanjut di sebuah universitas. Ia tidak hanya harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap mata pelajaran yang ia ajarkan, ia juga harus mengajar dengan cara yang bisa dipahami murid-muridnya. Jika para murid menganggap ia bisa mengajar dengan baik, mereka akan bersemangat untuk hadir dalam mata kuliahnya dan memberikan rasa hormat baginya. Sang professor akan merasa sangat senang jika ia mengetahui bahwa mata pelajaran yang ia ajarkan dapat diterima dengan baik dan dihargai.

3. Energi Harus Disalurkan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan orang tua yang mencegah anak-anak mereka melakukan hal yang mereka minati. Jika si anak menentang keinginan orang tua nya , orang tua akan menegurnya dan meminta agar hal tersebut tidak mereka lakukan lagi. Hal ini mungkin akan berhasil untuk sementara waktu namun jika sering dilakukan, hal ini akan berdampak buruk bagi pertumbuhan anak. Jika si anak berada pada rentang usia 14-20 tahun, ia akan memberontak dan melawan ayahnya secara terbuka. Sebagai contoh, ketika air mendidih, uap dengan dorongan tenaga kuat akan dihasilkan. Nah, jika tidak ada pelepasan dan air terus mendidih, akan terjadi ledakan. Intinya adalah jika seseorang memiliki dorongan untuk melakukan sesuatu, tidak disarankan untuk menekan dorongan tersebut. Menekan “dorongan tersebut” akan berakibat pada kemunduran kehidupan orang yang bersangkutan. Hal itu akan merampas kepribadian unik dari orang tersebut.

2. Manusia Harus Mendengarkan Suara Hatinya

Untuk mencapai kehidupan yang terorganisir, manusia harus mematuhi suara hatinya. Bahkan, poin ini adalah hukum terpenting dari hukum-hukum yang sudah ada. Jika manusia tidak mampu mendengarkan suara hatinya, ia tidak akan mampu mengendalikan dan mengarahkan hidupnya. Perlu dicatat juga bahwa kita tidak pernah bisa memutuskan apa yang harus dilakukan orang lain. Namun kita bisa mendengar suara hati kita yang akan memberi tahu kita apa yang harus kita lakukan. Sekali lagi, orang tua memiliki peran besar untuk mendorong anak-anak mereka; semakin mereka dewasa mereka harus mengarahkan kehidupan mereka. Untuk hal ini, orang tua harus memberikan pengarahan sehingga mereka bisa mengetahui bagaimana intuisi mereka bisa menuntun kehidupan mereka. Jika seseorang telah mengembangkan kebiasaanbermeditasi, akan terasa lebih mudah untuk mendengarkan suara hati. Meditasi juga akan membawanya menuju kebangkitan spiritual.

1. Harus Mengatur dan Mengarahkan Hidupnya

Hukum fundamental ini mengatakan bahwa manusia harus menguasai kehidupannya. Ia harus mampu membentuk kehidupannya sesuai dengan keahlian dan minatnya. Namun, hal ini mungkin terjadi jika ia memeiliki kehidupan yang teratur. Ia harus memastikan bahwa seluruh kegiatannya memiliki waktu sehingga ia memiliki kehidupan yang seimbang. Kehidupan demikian akan membantu menghindari waktu terbuang sia-sia dan memungkinkan manusia untuk memberikan hasil yang maksimal dan di waktu yang bersamaan menyediakan relaksasi dan suka cita bagi dirinya sendiri. Saat ini, banyak hal yang berubah dengan cepat. Dunia telah menjadi pemukiman global. Perubahan teknologi berlangsung setiap harinya. Oleh sebab itu sangatlah penting bagi manusia untuk tetap mengikuti perubahan jaman. Hal ini mungkin terjadi jika anda memiliki rasa ingin tahu untuk terus mempelajari hal-hal baru. Anda tidak boleh menunda proses pembelajaran. Jika anda menunda proses tersebut, anda akan mendapatkan diri anda terjebak dalam bidang anda. Dalam dunia yang kompetitif, banyak orang yang akan mendahului anda. Hal ini akan meruntuhkan semangat anda dan membuat anda merasa frustasi.

Arti Kehidupan

Alkisah, seorang pemuda mendatangi orang tua bijak yang tinggal di sebuah desa yang begitu damai. Setelah menyapa dengan santun, si pemuda menyampaikan maksud dan tujuannya. "Saya menempuh perjalanan jauh ini untuk menemukan cara membuat diri sendiri selalu bahagia, sekaligus membuat orang lain selalu gembira."


Sambil tersenyum bijak, orang tua itu berkata, "Anak muda, orang seusiamu punya keinginan begitu, sungguh tidak biasa. Baiklah, untuk memenuhi keinginanmu, paman akan memberimu empat kalimat. Perhatikan baik-baik ya..."

"Pertama, anggap dirimu sendiri seperti orang lain!" Kemudian, orang tua itu bertanya, "Anak muda, apakah kamu mengerti kalimat pertama ini? Coba pikir baik-baik dan beri tahu paman apa pengertianmu tentang hal ini."

Si pemuda menjawab, "Jika bisa menganggap diri saya seperti orang lain, maka saat saya menderita, sakit dan sebagainya, dengan sendirinya perasaan sakit itu akan jauh berkurang. Begitu juga sebaliknya, jika saya mengalami kegembiraan yang luar biasa, dengan menganggap diri sendiri seperti orang lain, maka kegembiraan tidak akan membuatku lupa diri. Apakah betul, Paman?"

Dengan wajah senang, orang tua itu mengangguk-anggukkan kepala dan melanjutkan kata-katanya. "Kalimat kedua, anggap orang lain seperti dirimu sendiri!"

Pemuda itu berkata, " Dengan menganggap orang lain seperti diri kita, maka saat orang lain sedang tidak beruntung, kita bisa berempati, bahkan mengulurkan tangan untuk membantu. Kita juga bisa menyadari akan kebutuhan dan keinginan orang lain. Berjiwa besar serta penuh toleransi. Betul, Paman?"

Dengan raut wajah makin cerah, orang tua itu kembali mengangguk-anggukkan kepala. Ia berkata, "Lanjut ke kalimat ketiga. Perhatikan kalimat ini baik-baik, anggap orang lain seperti mereka sendiri!"

Si anak muda kembali mengutarakan pendapatnya, "Kalimat ketiga ini menunjukkan bahwa kita harus menghargai privasi orang lain, menjaga hak asasi setiap manusia dengan sama dan sejajar. Sehingga, kita tidak perlu saling menyerang wilayah dan menyakiti orang lain. Tidak saling mengganggu. Setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri. Bila terjadi ketidakcocokan atau perbedaan pendapat, masing-masing bisa saling menghargai."

Kata orang tua itu, "Bagus, bagus sekali! Nah, kalimat keempat: anggap dirimu sebagai dirimu sendiri! Paman telah menyelesaikan semua jawaban atas pertanyaanmu. Kalimat yang terakhir memang sesuatu yang sepertinya tidak biasa. Karena itu, renungkan baik-baik."

Pemuda itu tampak kebingungan. Katanya, "Paman, setelah memikirkan keempat kalimat tadi, saya merasa ada ketidakcocokan, bahkan ada yang kontradiktif. Bagaimana caranya saya bisa merangkum keempat kalimat tersebut menjadi satu? Dan, perlu waktu berapa lama untuk mengerti semua kalimat Paman sehingga aku bisa selalu gembira dan sekaligus bisa membuat orang lain juga gembira?"

Spontan, orang tua itu menjawab, "Gampang. Renungkan dan gunakan waktumu seumur hidup untuk belajar dan mengalaminya sendiri."

Begitulah, si pemuda melanjutkan kehidupannya dan akhirnya meninggal. Sepeninggalnya, orang-orang sering menyebut namanya dan membicarakannya. Dia mendapat julukan sebagai: "Orang bijak yang selalu gembira dan senantiasa menularkan kegembiraannya kepada setiap orang yang dikenal."


Pembaca yang luar biasa,

Sebagai makhluk sosial, kita dituntut untuk belajar mencintai kehidupan dan berinteraksi dengan manusia lain di muka bumi ini. Selama kita mampu menempatkan diri, tahu dan mampu menghargai hak-hak orang lain, serta mengerti keberadaan jati diri sendiri di setiap jenjang proses kehidupan, maka kita akan menjadi manusia yang lentur. Dengan begitu, di mana pun kita bergaul dengan manusia lain, akan selalu timbuk kehangatan, kedamaian, dan kegembiraan. Sehingga, kebahagiaan hidup akan muncul secara alami... luar biasa!

10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai

Tanpa disadari, banyak benda di sekitar kita yang berpotensi menjadi sarang
bakteri dan tempat berpindahnya virus, bakteri dan penyakit. Diantara semua
benda yang sering dipegang, ada 10 benda paling kotor yang cukup
membahayakan kesehatan meski sebenarnya tampak bersih.Seperti dikutip dari Health, berikut ini 10 benda paling
kotor yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Uang
04c4e  money koin1 Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
semua orang suka uang, tapi pastinya tidak akan ada yang suka dengan bakteri
di dalamnya.
Menurut Dr Darlington dari the Health Commissioner of New York, sekitar
135.000 bakteri ada pada uang, terutama uang kertas.

2. Tombol lampu
04c4e  aa2a2268bfickbox.jpg Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
Biasanya orang terakhir atau pertama masuk di ruangan adalah yang paling
sering bersentuhan dengan tombol lampu.
Bakteri sangat senang hidup di area yang banyak disentuh oleh banyak orang
itu.
Menurut ahli sanitasi, dalam setiap inci tombol lampu ada sekitar 217
bakteri yang bisa berpindah dari tangank e tangan.

3. Keyboard komputer
04c4e  combimouse Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
Sebuah studi di Inggris pernah menyebutkan bahwa bakteri yang ada di
keyboard komputer lebih banyak daripada bakteri yang ada di toilet.
Untuk itu sebaiknya bersihkan keyboard secara rutin dengan alat khusus
pembersih keyboard atau bisa juga dengan menggunakan lap basah.

4. Handphone/ponsel
0a4e5  hp Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
Ponsel adalah barang yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.
Akibat tidak lepas itu, maka ponsel dijadikan tempat favorit bagi ribuan
bakteri untuk menetap.
Bakteri suka menempel pada ponsel karena temperaturnya yang hangat dan cocok
untuk pertumbuhannya.
Untuk menghindarinya, saat ini sudah ada pelapis anti mikroba untuk ponsel
yang bisa melindungi ponsel dari bakteri dan mengurangi risiko bakteri
menempel di wajah dan tangan Anda.

5. Tempat duduk toilet
0a4e5  water closet Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
Meski terlihat bersih dan licin, tapi permukaan tempat duduk toilet yang
terbuat dari porselin sangat berpotensi sebagai tempat berpindahnya virus,
bakteri dan penyakit-penyakit tertentu.
Data statistik menunjukkan, terdapat 295 bakteri dalam setiap inci permukaan
tempat duduk toiletnya.

6. Kereta belanja
1ed75  shoppingcart Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
Berbelanja menggunakan kerete belanja memang lebih mudah dan mengasyikkan,
tapi menurut peneliti dari University of Arizona, kereta belanja mengandung
bakteri, air liur, dan bahan-bahan menjijikkan lainnya yang lebih banyak
daripada eskalator, telepon umum bahkan kamar mandi umum.

7. Remote control
1ed75  tivo remote Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
Seberapa sering Anda menumpahkan makanan pada remote control dan tidak
membersihkannya? Lewat remote control, bakteri MRSA, SARS dan bakteri
lainnya bisa masuk ke dalam tubuh.
Jangan biarkan remote control menjadi ancaman saat Anda sedang asyik
menonton TV.

8. Bak mandi
 Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
Bak mandi adalah bagian dalam rumah yang sering terlupakan.
Ketika ada seseorang dalam keluarga yang terkena penyakit infeksi
staphylococcus, infeksi saluran kemih, pneumonia, septicemia atau penyakit
kulit, baru disadari bahwa bak mandi adalah sarangnya bakteri.
Percaya atau tidak, bakteri yang tergenang di dalam bak mandi lebih
berbahaya daripada bakteri yang ada di dalam lubang toilet.
Membersihkan bak mandi seminggu sekali bisa mengurangi risko penyakit yang
tidak diinginkan.

9. Wastafel dapur
1ed75  09e731d845nk1Big.jpg Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
Dapur adalah tempat paling kotor diantara semua bagian rumah lainnya,
apalagi bagian wastafelnya. Ada sekitar 500.000 bakteri yang terdapat pada
setiap inci wastafel.
Untuk mengatasinya, cobalah membersihkan wastafel dengan setengah cangkir
baking soda dan setengah cangkir cuka.
Setelah itu, jangan lupa siram dengan air untuk mendapatkan wastafel yang
bersih dan higienis.

10. Spons untuk mencuci
1ed75  adved 1232525010 Ini Dia 10 Benda Kotor Yang Tanpa Kita Sadari Sering Kita Pakai
Alat untuk mencuci piring ini adalah barang yang sangat nyaman dijadikan
tempat berkembangnya bekteri karena memiliki kelembaban yang tinggi dan
pori-pori yang kecil.
Salah satu cara ampuh untuk menghilangkan bakteri dari barang ini adalah
dengan memanaskannya dalam microwave selama 60 detik.
Penemuan ini tentu saja bukan untuk menakut-nakuti orang, tapi sekedar
mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan termasuk benda-benda kecil yang
kerap kita anggap remeh.

Korek Api.

Barang yang kecil, sepele, tapi banyak manfaatnya. Bayangkan jika tidak ada korek api, betapa susahnya ibu-ibu rumah tangga jika ingin memasak(terutama beberapa tahun yang lalu sebelum adanya kebijakan gas 3kg). Betapa susahnya juga bagi perokok( kebetulan saya juga seorang perokok).

Namun bukan itu semua yang mengelitik pikiran saya, saya kebetulan juga memiliki kertetarikan dengan green living(mungkin saya belum dapat mengaplikasikan dari hal yang kecil, karena saya perokok). Terlepas dari itu semua, saya hanya ada sebuah pemikiran yang mungkin sepele tapi mungkin akan menjadi bahan yang menarik untuk disimak. Antara keekonomisan suatu barang dan green living, dua hal yang sangat bertolak belakang.

Dari banyaknya merk korek api gas, ada salah satu merk korek api(Cri***t) yang tidak dapat diisi ulang. 'Lalu apa yang meresahkan anda jika suatu korek api tidak bisa diisi ulang, toh harga korek api gas berapa sih? Sehingga hal tersebut memancing anda untuk membahasnya'Mungkin pertanyanyaan-pertanyaan ini yang akan muncul di benak pembaca.

Mari kita lihatdari segi ekonomi, secara bisnis perusahaan itu telah dengan baik menerapkan strategi bisnisnya, dimana orang diharuskan membeli korek api jika gasnya telah habis. Perlu juga untuk para pembaca ketahui, harga korek api merk Cri***t lebih mahal dari korek api merk lain yang dapat diisi ulang. Tapi coba pembaca bayangkan, berapa plastik yang digunakan pabrik tersebut untuk berproduksi selama sebulan, dan itu juga berarti sama dengan banyaknya limbah plastik yang dihasilkan oleh konsumen korek api tersebut. Kita juga tahu bahwa plastik adalah zat yang tidak mudah terurai dan tidak ramah lingkungan.

Ya begitulah sulitnya menerapkan green living, seperti halnya lampu LED ataupun solarcell, karena harganya masih mahal, maka masih sedikit sekali orang yang memanfaatkannya, dan karena alasan ekonomis inilah yang membuat orang tidak bisa menerapkan green living. Mungkin anda juga akan bertanya dengan kebiasaan saya merokok, sementara saya belum berkomitmen untuk berhenti, namun proses untuk pengurangan konsumsi sudah saya lakukan walaupun belum signifikan. Maka dari itu saya belum berani mengajak pembaca untuk berkomitmen dengan green living :)

RASAnya ..

Jika berhubungan dengan makanan, ada pedas, asin, manis, asam atau campuran dari beberapa rasa. Yang mana yang enak, suatu hal yang sangatlah subjektif. Namun yang paling menyiksa jika seseorang suka suatu rasa, semisal pedas, namun karena suatu dan lain hal, orang tersebut tidak dapat lagi mengonsumsi makanan pedas, bisa karena orang tersebut mempunyai penyakit maag(lambung)

Dan jika menyangkut hati atau perasaan orang, rasa adalah yang brhungan dengan hati. Senang, susah, jatuh cinta, marah, benci dan masih banyak poerasaan yang lain. Hal ini juga merupakan sesuatu yang subjektif, seperti rasa makanan. Yang dapat menilai adalah individu per individu. Dan yang lebih mencengangkan, rasa tidak ada takaran atau standarnya.

Lalu mengapa saya membahas sesuatu tentang rasa, suatu hal yuang tidak terukur dan subjektif? Karena saya merasa hal ini adalah kelebihan manusia. Segala kegiatan tentulah berhubungan dengan rasa. Dan itu berpengaruh kepada hasil akhir suatu kegiatan. Entah dari kualitas dari hasil maupun waktu yang dibutuhkan oleh individu untuk mencapai suatu tujuan.

Kadang kala saya merasa kasihan dimana ada orang yang takut atau khawatir jika pekerjaannya tergantikan oleh orang lain, yang lebih mengenaskan jika ada orang yang ketakutan jika profesinya tergantikan oleh mesin. Bukanlah robot atau mesin tidak mempunyai perasaan? Bukankah kita sebagai makhluk yang dikaruniai perasaan akan mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan robot ataupun mesin? Lalu akan muncul pertanyaan, mengapa diciptakan mesin? Orang menciptakan mesin karena kita butuh standarisasi produk, dan efisiensi. Namun kalau tidak ada manusia, apakah mesin atau robot akan 'ada' dan lebih jauh lagi dapat beroperasi? Bukankah mesin juga membutuhkan manusia. Dan yang lebih mendasar lagi, apakah anda percaya jika rejeki itu adalah karunia Yang DiAtas dan Dia tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan umat-Nya? Jika ya maka pergunakanlah hati sebaik-baiknya dan jagalah kondisinya. Dan pertanyaan terakhir setujukah anda dengan pandangan saya?

Senin, 05 Desember 2011

Tips Mempersiapkan diri Berinvestasi/Berbisnis di Bidang Properti

Di samping modal uang, sebenarnya tidak dibutuhkan banyak hal untuk memulai berinvestasi dan berbisnis di bidang properti. Hampir semua orang bisa melakukannya. Yang dibutuhkan hanyalah kesabaran, keuletan, kemampuan untuk bernegosiasi dan kemauan bekerja keras. Dalam bisnis properti, ada kalanya Anda bertindak sebagai penjual, namun di saat lain Anda bertindak sebagai pembeli. Sebagai pemilik aset properti, Anda tentunya harus pintar-pintar menawarkan ‘barang dagangan’. Belum tentu sekali menawarkan bisa laku. Kadang, hingga puluhan kali ditawarkan, hingga berbulan-bulan pasang iklan di Koran, baru bisa laku sesuai harga yang Anda kehendaki. Sementara sebagai pembeli juga harus pandai-pandai ‘membaca’ potensi aset properti baik dari sisi harga, lokasi, bentuk dan sebagainya. Untuk itu, sebagai investor properti Anda harus up to date dalam informasi seputar jual beli properti. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk mempersiapkan diri melakukan investasi/bisnis di bidang properti:

1. Pasang Iklan Baris. Anda bisa mengail informasi dengan memasang iklan baris di Koran. Di iklan tersebut bisa Anda katakana bahwa Anda adalah investor dengan dana unlimited yang bersedia membeli aset-aset properti berupa bangunan dan tanah dengan harga tinggi.

2. Cermati Iklan Penawaran Properti. Di samping memasang iklan baris sendiri, Anda juga harus mencermati iklan-iklan Koran yang berisi penawan properti yang dipasang oleh orang lain. Sebaiknya Anda mencermati iklan-iklan dari berbagai Koran. Sebab tiap Koran kan memiliki segmentasi yang berbeda.

3. Agen Properti (Broker prfesional). Anda bisa datang ke suatu agen properti dan menitipkan pesan kepada agen tersebut untuk memberitahu seandainya ada property yang hendak dijual dengan (misalnya) harga di bawah pasar, pemiliknya terdesak untuk segera menjual, dan ada return minimal 10%. Contoh dari broker professional ini adalah ERA, Century21, Ray White.

4. Survei Langsung Ke Daerah Tertentu. Dengan semangat dan keuletan Anda bisa menyisir suatu walyah untuk mendapatkan informasi perihal asset-aset yang hendak dijual. Misalnya, bisa dengan melihat lahan-lahan kosong kemudian menyanyakan statusnya atau menghubungi kepala desa (kades)/kepala dusun (kadus) guna menanyakan apakah ada tanah bengkok yang hendak dijual di wilayahnya.

5. Teman, Saudara, Relasi dan Kenalan. Mreka ini bisa menjadi mata-mata bagi Anda jika di sekitar lingkungan dan temapt tinggal mereka ada asset property yang henda dijual. Bahkan untuk kepentingan yang sebaliknya, yakni ketika Anda bermaksud menjual/menyewakan properti yang telah Anda miliki, mereka pun dapat berperan sebagai makelar (broker) Anda. Tapi ingat, jika berhasil melakukan transaksi berkat informasi dari mereka, Anda jangan pelit untuk member ‘honor’ yang pantas walaupun mereka tidak memintanya lho. Ini sepertinya sesuatu yang sepele, tetapi amat besar manfaatnya. Sebab jika mereka senang menerima honor dari Anda, kelak di kemudian hari mereka pasti akan dengan ringan hati membantu Anda lagi. Padahal honor yang mereka terima itu ‘kan sebenarnya hanya sebagaina kecil saja dari keuntungan investasi Anda.

6. Bank. Anda bisa mencari-cari informasi di bagian perkreditan atau bagian penyitaan aset nasabah yang tidak sanggup menutup pinjamannya. Biasanya informasi bisa Anda dapatkan dengan mudah dari para Account Officer atau Analis Kreditnya, dibandingkan dengan melalui unit kerja terkaitnya. Untuk itu, bangunlah hubungan baik dengan para personil bank di unit kerja tersebut.


Tips Mengenali 10 Alasan Anda Perlu Perencanaan Keuangan Matang

Jika kakek-Nenek dan oragn tua Anda tidak membutuhkan perencana keuangan, mengapa Adna harus? Pertanyaan di atas mungkin sempat terbersit di pikiran Anda. Jawabannya sudah jelas kok. Pada 20-30 tahun lalu, gaya hidup sangat berbeda dibandingkan sekarang. Dunia telah banyak berubah dengan perkembangan luar biasa. Begitu pula dengan gaya hidup Anda. Seiring waktu, tren berubah mengikuti perkembangan zaman. Dan, sudah pasti tren mempengaruhi hidup Anda. Untuk selalu menyelaraskan trend an gaya hidup, butuh dana tak sedikit. Di sinilah perencana keuangan diperlukan. Masih belum yakin? Berikut ini Tipsanda.com akan menyajikan 10 alasan mengapa Anda membutuhkan perencanaan keuangan yang matang agar hidup tetap nyaman:

1. Hidup Lebih Lama. Perekembangan teknologi kedokteran dan kesehatan membuat banyak obat ditemukan. Harapn hidup pun semakin meningkat. Bayi laki-laki yang lahir pada tahun 2004 diperkirakan akan memiliki harapan hidup hingga usia 74. Sementara bayi perempuan bisa hidup hingga 79 tahun. Hidup lebih lama, tentu membutuhkan biaya lebih pula. Jika tidak melakukan perencanaan keuangan sejak dini, hari tua Anda takkan senyamn saat ini.

2. Biaya Kesehatan Makin Mahal. Ketika Anda hidup lebih lama, total biaya perawatan kesehatan selama hidup juga akan lebih besar. Penyakit yang mungkin mematikan kini dapat diobati, tapi harga obatnya tentu lebih mahal. Ingat jaman penjahan Belanda dulu, belum ada penyakit Jantung koroner, kanker atau stroke, yang ada hanya penyakit masuk angin, pes, kolera atau TBC. Hal ini perlu masuk dalam pertimbangan saat merencanakan keuangan sebelum usia Anda mencapai masa pensiun.

3. Pensiun Nyaman. Cepat atau lambat Anda yang produktif akan memasuki masa pension. Kalau Anda tidak lagi bekerja, artinya tak ada lagi pendapatan tiap bulan. Kalaupun ada, jumlahnya jauh lebih kecil dibanding saat Anda produktif bekerja. Padahal, jika pensiun di usia 55 tahun dan hidup mencapai usia 79 tahun, berarti Anda masih harus makan sebanyak 26.280 kali. Ini belum termasuk inflasi. Jika biaya sekali makan Rp10.000, Anda akan menghabiskan Rp262.2800.000 hanya untuk makan pokok saja!

4. Godaan Teknologi Tak Henti. Beberapa decade lalu, tidak ada yang namanya bioskop, TV Kabel, perangkat home theater, telepon selular, PDA, Playstation, internet, pusat perbelanjaan dan sebagainya, yang bisa menguras penghasilan Anda. Teknologi yang maju telah melahirkan berbagai piranti dan fasilitas canggih yang pasti ingin Anda nikmati. Jika tak memiliki uang lebih, bagaimana Anda bisa mendapatkan dan menikmati semua kecanggihan itu?

5. Kebutuhan Terus Bergerak. Pernah menghitung ke mana sebagian besar uang Anda ‘pergi’? Memang uang Anda banyak terpakai untuk kegiatan umum seperti bekerja, belanja dan sekolah. Namun, untuk mencapai temapt kerja,mal dan sekolah. Anda tentu membutuhkan transportasi. Yang perlu Anda perhitungkan buknalah jarak tempuh tapi biya yang dikeluarjkan untuk kendaraan umum atau biaya bensin (jika membawa kendaraan pribadi). Jangan lupa kenaikannya setiap tahun.

6. Persiapan Masa Depan. Pada 10-15 tahun yang lalu, ijazah diploma sudah cukup untuk mencari kerja. Sekarang, Anda perlu mengejar gelar Master atau bahkan Phd. Bagi Anda yang menginginkan peningkatan karir, ijazah S1 saja sepertinya kurang cukup. Gelar berikutnya hanya bisa diraih jika ANda bisa merencanakan keuangan dengan baik. Karena ketika kuliah lagi, otomatis Anda membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

7. Menikah dan Punya Anak. Saat ini munkgin Anda belum berencana menikah dan punya anak. Namun, sebagai gambaran banyak perempuan yang memutuskan berhenti bekerja ketika memiliki anak. Bergantung pada pasangan? Sebaiknya tidak Anda jadikan jaminan. Jadi, untuk memenuhi dana pendidikan setelah Anda tidak lagi mendapatkan penghasilan, persiapkan sejak dini.

8. Biaya Hidup Makin Tinggi. Dari tahun ke tahun biaya hidup terus meningkat. Begitu pula ketika Anda memutuskan ingin punya anak. Tak hanya kebutuhan Anda yang bertambah mahal. Kebutuhan anak pun sama mahalnya. Anda tak hanya harus membiayai makanan, pakaian dan sekolahnya, tapi juga les music, es bahasa, bimibingan belajar, dan masih banyak lagi. Siap?

9. Inflasi. Jangan lupakan inflasi yang terus meningkat setiap tahun. Inflasi pasti memperngaruhi harga produk dan jasa. Hidup baru akan aman jika mulai saat ini Anda menginvestasikan uang di instrument yang bisa menyaingi angka inflasi.

10. Warisan. Mungkin ide ini jauh dari pikiran Anda saat ini. Namun, perlu juga Anda pertimbangakan bahwa hidup di masa depan akan lebih sulit dari sekarang, Anda tentu tidak ingin anak cucu kelak hidup susah karena Anda tak bisa mewariskan harta sedikit pun?

Jadi, mari mulai berpikir dan beraksi. Semakin awal memulai akan semakin mudah hidup Anda.

The World Its Mine