Jumat, 03 Februari 2017

Mashrabiya adalah Pesona ..

Bentuk mashrabiya.
Bentuk mashrabiya.
 
Mata dunia Barat tertuju padanya. Terbuat dari kayu dengan pahatan sempurna, mashrabiya tak ubahnya cadar sutera. Keberadaannya seolah simbol legenda misteri dunia Timur Tengah. Benda ini ada hampir di seluruh Arab bagian timur, menutupi eksterior rumah-rumah penduduk. Mashrabiya membungkus gawang jendela, menciptakan tirai antara interior rumah dan dunia luar.

Kata ‘mashrabiya’ berasal dari akar bahasa Arab yang berarti tempat untuk minum. Kata ini beradaptasi untuk mengakomodasi fungsi pertama dari layar tersebut, yaitu untuk mendinginkan air minum.

Pot tanah liat berisi air yang disimpan dalam mashrabiya akan menjadi dingin. Pada permukaan pot ada titik-titik air.
Hal ini disebabkan oleh kisi mashrabiya yang tertutup dan terbuka menyediakan aliran udara yang cenderung tetap. Layar berukuran kecil menyediakan tempat yang cukup luas untuk dua atau tiga pot air.

Didesain secara cerdas, alat ini tidak hanya meredam cahaya matahari padang pasir yang cukup kuat, tapi juga mendinginkan rumah, air, dan juga para penghuni rumah di tanah India sampai Spanyol. Di negara-negara tersebut, pada waktu-waktu tertentu masyarakat berlindung dari matahari seperti orang berlindung dari hujan.

Selanjutnya, mashrabiya berkembang menjadi fitur arsitektur yang praktis dan cukup disukai. Hal ini dibuktikan dengan digunakannya mashrabiya selama berabad-abad sebagai jendela, gorden, pendingin udara atau kulkas, atau sekadar layar pem batas ruangan untuk memisahkan ruang privat dan publik atau ruangan khusus pria dan wanita.

Keberadaan mashrabiya tidak bisa lepas dari privasi, hal yang sangat pen ting, terutama bagi perempuan Timur Tengah. Hal ini semakin menaikkan nilai ke eksotis an mashrabiya. Sehingga, pemba tas kayu ini juga sering dihubungkan dengan adanya ha rem tersembunyi.

“Memisahkan dunia luar dan da lam rumah, ruang publik dan ruang privat, bermain dengan cahaya, menciptakan bayangan yang elok, bermain dengan suasana yang memungkinkan penghuni rumah melihat dunia luar tanpa terlihat dari luar, sehingga menciptakan suasana keintiman,” tutur seniman perempuan Aljazair Samta Benyahia kepada majalah arsitektur Universe in Universe. 


Rep: c11/ Red: Agung Sasongko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The World Its Mine