Senin, 04 Juni 2012

Mengapa Bank Menyetujui KPR Anda?


R) kini bisa dimiliki oleh siapa saja, asalkan pemohon memenuhi syarat yang diajukan oleh perbankan. Mutlak dicamkam, ketika seseorang memilih KPR, ia harus mempertimbangkan segala sesuatunya terkait keuntungan dan kenyamanan.
Pertimbangan tersebut meliputi keamanan dalam semua aktivitas KPR, keunggulan fasilitas tersebut, reputasi dan kredibilitas bank pemberi KPR, jangka waktu kredit, jaringan pelayanan yang luas, pelayanan prima, serta fleksibilitas dalam pembayaran angsuran. Selain itu, pemohon KPR juga harus mengerti cara bank menganalisis kemampuan pemohon mencicil atau membeli.
Supriyadi Amir dalam bukunya 'Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal' mengatakan, sebelum memilih rumah dengan KPR, ada baiknya calon pemohon mempersiapkan hitung-hitungan dari bank. Misalnya, Anda dan isteri adalah pasangan muda dengan penghasilan yang digabungkan mencapai Rp 6 juta per bulan. Anda adalah pekerja tetap dan menginginkan rumah kecil, sehat, di lingkungan permukiman layak.
Bank biasanya mengizinkan atau menyetujui cicilan bila tidak lebih dari sepertiga gaji per bulan. Maka, misalnya, gaji Anda berdua Rp 6 juta, cicilan akan disetujui bank jika tak lebih dari Rp 2 juta per bulan.
Untuk mengetahui kemampuan membeli rumah, bank biasanya hanya mendanai 80 % dari nilai rumah. Misalnya, Anda akan membeli rumah seharga Rp 100 juta, maka bank hanya mau mendanai Rp 80 juta. Untuk itu, Anda harus menyiapkan Rp 20 juta.
Di samping itu, Anda perlu mempersiapkan 10 % biaya administrasi dan pajak. Jadi, total dana awal yang perlu Anda siapkan sebelum KPR rumah harga Rp 100 juta itu adalah Rp 30 juta. Rinciannya,Rp 20 juta untuk yang tidak didanai bank, dan Rp 10 juta untuk kepentingan lain-lain.
Selanjutnya, setelah Anda mengetahui kisaran harga rumah yang bakal disetujui oleh bank, barulah Anda mencari rumah idaman sesuai kemampuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The World Its Mine