Rabu, 07 Desember 2016

Twitter: Siapa Bilang Kami Ditinggalkan?


 
Pengguna aktif Twitter global pada pertengahan 2016 berkisar 313 jutaan atau hanya naik tiga persen dari tahun ke tahun. Sementara itu, industri jejaring sosial makin disesaki dengan layanan-layanan yang muncul belakangan seperti Snapchat, Path, dan Instagram.

Lantas, apakah Twitter mulai ditinggalkan? Pertanyaan itu buru-buru dijawab Country Head Twitter Indonesia Roy Simangunsong dalam acara #RameDiTwitter di Hook Cafe, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Sepanjang 2016, ia sesumbar ada 4,1 miliar kicauan yang dihimpun Twitter Indonesia. Bahkan, beberapa konsultan dan perusahaan pihak ketiga kerap menyebut Indonesia sebagai "Negara Twitter".

"Siapa bilang Twitter ditinggalkan? Pengguna Indonesia paling cerewet sedunia," ujarnya.

Roy mengatakan rata-rata kicauan per hari (tweet-per-day) pengguna Twitter di Indonesia naik 10 persen sejak Ramadhan tahun ini.
Ia juga mengklaim sebanyak 76 persen millenials (18-25 tahun) yang menggunakan Twitter aktif di layanan berlogo burung tersebut. Meski demikian, ia enggan mengumbar jumlah detil pengguna Twitter Indonesia.

"Yang terpenting bagi kami gaungnya, bukan sekadar jumlah," ia menuturkan.

Twitter tak punya kompetitor

Menurut dia, Twitter tak akan ditinggalkan karena layanan mikroblog tersebut tak punya pesaing. Ia pun mengklaim massa Twitter sudah solid dan memiliki jati diri yang mapan.

"Twitter nggak punya kompetitor karena Twitter bukan sekadar media sosial. Perannya lebih ke menghimpun perbincangan yang sedang ramai agar pengguna bisa bertukar informasi. Tiap peristiwa penting yang terjadi real-time bisa ditemukan pertama kali di Twitter," Roy menjelaskan.

Ia mengatakan media sosial yang ada saat ini punya peran dan fungsinya masing-masing. Misalnya Instagram untuk berbagi foto, Facebook untuk saling mengetahui update hidup teman-teman yang jauh, atau Snapchat untuk berbagi penggalan video kehidupan sehari-hari.

Roy pun memiliki akun di media sosial lain. Ia mengatakan ada konten-konten tertentu yang memang lebih cocok dibagi di Twitter, ada juga yang lebih cocok di Instagram dan Facebook.

"Tiap pesan yang ingin disampaikan akan berbeda resonansinya ketika dibagi di platform berbeda," kata dia.

Sinyal Wi-Fi Bisa Difoto, Ini Penampakannya ..


Digital Ethereal Sinyal WiFi
 
Ingin melihat seperti apa rupa sinyal Wi-Fi itu sebenarnya? Jika ya, sekelompok orang di Newcastle University berhasil memotret penampakan sinyal Wi-Fi dengan teknik fotografi.

Wi-Fi yang dimaksud di sini bukan perangkat untuk memancarkan sinyal, melainkan sinyal yang dipancarkan. Selama ini sinyal tersebut memang tak terlihat mata telanjang.

Para pembuat foto asal Newcastle University itu menamakan proyek yang dikerjakannya itu dengan Touch Research Project. Karya foto mereka diberi tajuk Lightpainting Wi-Fi.

Grup tersebut, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Pocket-Lint, Selasa (6/12/2016), menggunakan sensor pintar dan kamera untuk menangkap sinyal Wi-Fi. Touch Research Project menggunakan teknik fotografi long exposure dengan sensor RSSI untuk melihat sinyal Wi-Fi.

Dari foto terlihat, apabila seseorang sedang dikelilingi sinyal Wi-Fi, berarti ia sedang berselancar di dunia maya menggunakan jaringan tersebut.

Warna-warna dari sinyal Wi-Fi dibagi menjadi dua, yakni biru dan merah. Apabila sinyal menampilkan warna merah, berarti sinyal sedang kuat. Sebaliknya, jika sinyal berwarna biru, berarti sinyal sedang lemah.

Berikut beberapa foto karya Touch Research Project yang menangkap penampakan sinyal Wi-Fi di beberapa tempat.

Digital Ethereal Koleksi foto sinyal WiFi

10 Faktor yang Meningkatkan Risiko Pembekuan Darah ..


 
Pembekuan darah merupakan hal yang menakutkan dan bisa menyebabkan kematian. Tentu siapa pun tak ingin hal tersebut terjadi pada tubuhnya.  Namun, apa sebenarnya pembekuan darah ini dan siapa saja yang berisiko?

Darah merupakan cairan dan ketika ia membeku dan mengeras menjadi padat, itu dianggap sebagai bekuan darah.

Ada beberapa jenis pembekuan darah. Ada yang terbentuk di vena dalam bagian bawah tubuh, seperti bagian kaki yang memicu deep vein thrombosis (DVT). Ini adalah jenis bekuan darah yang dapat terlepas dan berjalan ke bagian paru serta menyebabkan embolisme paru (PE) dan memicu kematian.

"Risiko kematian adalah nyata, terutama jika pembekuan ini tidak segera diatasi," kata Nesochi Okeke-Igbokwe, MD, seorang dokter penyakit dalam di NYU Langone Medical Center.

Ketahui 10 faktor paling umum yang bisa meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah.

1. Duduk dalam waktu lama
Biasanya ini terjadi ketika kita berpergian dengan pesawat, mengemudi atau mengendarai mobil atau menghabiskan waktu yang lama di depan komputer ,di tempat kerja atau rumah.

"Berdirilah dan bergerak setiap 30 atau 40 menit waktu duduk Anda. Menggunakan otot-otot kaki dapat membantu menjaga darah vena Anda tetap mengalir. Meregangkan dan memanjangkan kaki dapat membantu dengan baik," kata dokter Glenn Harnett.

2. Kehamilan
Jumlah estrogen yang berlebihan dan bersirkulasi dalam tubuh selama kehamilan bisa meningkatkan sejumlah faktor pembekuan darah.

Selain itu, kehamilan meningkatkan tekanan di bagian vena panggul dan kaki. "Risiko pembekuan darah dari kehamilan dapat berlanjut hingga 6 minggu setelah melahirkan," kata Harnett.

Atasi dengan aktif bergerak - berjalan, prenatal yoga dan latihan fisik lainnya selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.

3. Tinggi dan berat badan
Obesitas membuat risiko terkena DVT meningkat akibat penurunan mobilitas yang disertai sirkulasi yang buruk. Selain itu, banyak orang yang tidak tahu bahwa tinggi badan juga memainkan peran.

"Perempuan yang tingginya lebih dari 170 cm dan laki-laki lebih dari 180 cm risikonya lebih tinggi karena makin tinggi, makin jauh bagi darah melakukan perjalanan melakukan grativasi. Penurunan sirkulasi darah dapat menyebabkan darah terkumpul sehingga memicu pembekuan," kata Harnett.

4. Memiliki irama jantung tak teratur
Irama jantung yang tidak teratur biasanya tidak menimbulkan gejala dan sering tak terdeteksi. Padahal, kondisi ini dapat meningkatkan risiko pembekuan darah.

Irama jantung tak teratur mungkin menghalangi darah yang dipompa ke ventrikel. Darah dapat menjadi lamban dan mulai menggenang di ruang atas, berpotensi menyebabkan pembentukan bekuan.

5. Pil KB
Estrogen dan progestin dalam kontrasepsi oral tertentu juga dapat meningkatkan faktor-faktor konsentrasi pembekuan darah. Demikian juga dengan beberapa terapi pengganti hormon yang dapat meningkatkan risiko penggumpalan.

6. Kanker
Beberapa jenis kanker meningkatkan jumlah zat tertentu di dalam darah yang menyebabkan pembekuan. Menurut penelitian, kanker otak, ovarium, pankreas, usus, perut, paru-paru dan ginjal memiliki risiko tertinggi untuk terkena DVT.

Selain itu, beberapa bentuk kemoterapi dan pengobatan
pencegahan kanker juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena DVT. Pembuluh darah yang rusak akibat kemoterapi akan melepaskan zat pro-penggumpalan yang bisa menyebabkan darah mengumpul dan membentuk gumpalan.

7. Merokok
Bahan kimia tertentu dalam asap rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang mengarah ke risiko peningkatan DVT.

8. Pasca operasi
Operasi besar, terutama untuk pinggul Anda, perut bagian bawah dan kaki, meningkatkan risiko DVT Anda, kata Harnett.

Operasi tersebut akan membuat Anda sementara waktu tidak bergerak. Selain itu, setiap trauma besar atau cedera kaki dapat meningkatkan risiko cedera pembuluh darah yang mengarah ke produksi darah beku.

9. Riwayat keluarga
Beberapa orang mewarisi gangguan yang membuat darah mereka mudah membeku. Menurut penelitian Mayo Clinic, kondisi ini mungkin tidak menyebabkan masalah kecuali dikombinasikan dengan satu atau lebih faktor risiko.

Kondisi lainnya yang mungkin dapat meningkatkan risiko pembekuan darah adalah penyakit ginjal tertentu, sindrom antifossolipid (kondisi autoimun) dan masalah dalam vena cava inferior (vena besar yang membawa darah dari tubuh bagian bawah ke jantung).

10. Usia
Meskipun DVT dapat terjadi pada semua usia, semakin tua Anda, risikonya semakin tinggi. (Gibran Linggau)

Mendadak Pingsan? Ini 5 Penyebabnya ..


 
Pingsan merupakan kehilangan kesadaran secara mendadak yang disebabkan oleh rendahnya aliran darah ke otak. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, dan secara umum tidak berbahaya.

Penelitian memperkirakan, sekitar 15-39 persen orang akan mengalami pingsan paling tidak sekali dalam hidupnya. Orang dengan kondisi medis tertentu lebih rentan mengalami kelemahan dan terkadang pingsan.

Berikut adalah 5 penyebab tersering pingsan.

1. Dehidrasi
Karena pingsan terjadi akibat kekurangan aliran darah ke otak, maka dehidrasi bisa meningkatkan risikonya. Saat dehidrasi, volume darah akan berkurang sehingga tekanan darah menjadi rendah. Untuk menghindari dehidrasi di cuaca panas, minumlah cukup air.

2. Berdiri terlalu lama
Hampir di setiap upacara sekolah sering ditemui murid yang pingsan. Kondisi ini terjadi karena ia dehidrasi atau berdiri terlalu lama. Berdiri terlalu lama akan menyebabkan aliran darah berkumpul di bagian kaki yang jauh dari otak. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan sering menggerakkan jari kaki, melemaskan otot-otot kaki dengan cara mengubah posisi berdiri.

3. Melihat darah atau faktor emosional
Bagi sebagian orang, melihat sesuatu yang memicu rasa kesal, fobia, atau memancing emosi, bisa menyebabkan ia jatuh pingsan. Dalam hal ini, pingsang terjadi ketika sesuatu yang mengejutkan memicu benturan antara sistem saraf simpatetik dan parasimpatik.

Benturan itu melambatkan detak jantung dan menyebabkan pembuluh darah melebar, mengurangi tekanan darah dan membuat otak kekurangan oksigen.

4. Kelelahan
Melakukan aktivitas fisik terlalu berat dan kurang tidur merupakan penyebab tubuh mengalami kelelahan sehingga gampang terjadi pingsan.

5. Ada gangguan penyakit
Pingsan juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, misalnya kejang, gula darah terlalu rendah, tekanan darah rendah, atau gangguan irama jantung.

Ada pula orang yang mengalami pusing dan pingsan setiap kali ia bangkit dari duduk untuk berdiri. Tekanan darah yang terlalu rendah, dipicu oleh berdiri, disebut juga dengan orthostatic hypotension, dan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

Yang harus dilakukan

Apa yang harus kita lakukan saat berada dekat dengan orang yang pingsan? Pertama bantu orang tersebut berbaring telentang di tempat yang teduh. Topang kakinya sedikit agar darah yang berkumpul di kakinya bisa kembali mengalir ke bagian jantung dan kepala.

Ketika pasien pingsan sudah sadar, beri ia air untuk minum, dan perhatikan apakah ia sudah bisa berdiri dan berjalan.

Bila orang tersebut terlihat baik-baik saja, tidak mengalami rasa pusing, nyeri dada, sakit pada perut, atau sakit kepala, maka pingsan yang dialaminya tidak perlu dikhawatirkan.

Deteksi Masalah Kesehatan dari Kaki ..



Dari seluruh bagian tubuh, kaki mungkin menjadi bagian yang paling diremehkan ketika berbicara masalah kesehatan. Tapi tahukah Anda kalau kaki bisa memberitahu kita tentang masalah kesehatan yang ada dalam tubuh?
Setiap kaki memiliki 33 sendi dan 100 otot. Banyak pula terdapat saraf dan pembuluh darah yang mengarah ke jantung, otak, dan tulang belakang. Sebaiknya jangan mengabaikan rasa sakit yang terjadi di kaki kita. Berikut tanda-tanda masalah kesehatan yang bisa dilihat dari kaki kita:

1.Kaki yang sangat kering
Hal ini biasa terjadi di musim dingin. Tapi, itu juga bisa tanda dari buruknya sirkulasi darah. Biasanya disebabkan oleh penyakit arteri perifer.

Penyakit ini juga menyerang delapan juta orang di Amerika Serikat. Tanda-tanda lainnya seperti bulu yang tumbuh dan kaki atau pergelangan kaki yang mengkilap.

2. Sering kram
Kram yang terjadi biasanya disebabkan karena dehidrasi. Tapi hal ini juga bisa disebabkan kurangnya magnesium pada tubuh. Magnesium penting setidaknya pada 300 fungsi tubuh.

Kram juga bisa terjadi karena kurangnya kalsium dan kalium. Oleh karena itu, pastikan kita untuk mendapatkan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh. Kita juga bisa mengonsumsi susu untuk meningkatkan asupan kalsium.

3. Kaki yang dingin
Jika kaki kita selalu terasa dingin sepanjang waktu, sebaiknya perlu waspada. Itu menjadi tanda dari thyroid (tiroid) yang tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, tiroid tidak menghasilkan hormon yang cukup untuk mengatur metabolisme.

4. Luka yang tidak bisa sembuh
Ini mungkin merupakan tanda dari diabetes. Luka yang tidak sembuh merupakan sinyal dari sirkulasi darah yang buruk.

Peningkatan kadar gula dalam darah dapat menyebabkan kerusakan saraf. Selain itu menyebabkan minimnya aliran darah pada kaki. Itu sebabnya mengapa luka tidak menyembuh.

5. Kuku kaki yang berwarna kuning
Perubahan warna ini biasanya disebabkan oleh jamur. Tapi bisa juga disebabkan oleh masalah pernapasan dan lymphedema, yang menyebabkan pembengkakan di lengan atau kaki.

6. Garis merah di bawah kuku kaki
Jika kita melihat garis merah pada kuku kaki, bisa jadi tanda dari penyakit jantung. Garis merah ini dapat menjadi tanda dari infeksi jantung.

Pembuluh darah rusak akibat gumpalan darah kecil yang merusak kapiler di bawah kuku. Mereka bisa menjadi indikasi dari endokarditis (infeksi pada lapisan dalam jantung).

Jangan Pernah Abaikan 5 Jenis Nyeri Ini ..



Nyeri yang merupakan sinyal tubuh ada kondisi yang mengancam nyawa biasanya bersifat intens, mendadak, dan diikuti dengan beberapa gejala lainnya.

Berikut adalah 5 gejala nyeri yang membutuhkan perhatian dan tindakan segera.

1. Sakit kepala mendadak
Jika sakit kepala terjadi mendadak dan gejalanya sangat berat, kemungkinan adalah pecahnya pembuluh darah di otak. Segera ke rumah sakit.

2. Nyeri yang menyebar di dada
Bila nyerinya berpindah ke bahu atau rahang, itu bisa jadi pertanda serangan jantung.

3. Nyeri di bagian perut bawah kanan
Bila rasa nyeri tersebut juga diikuti dengan demam, mual, atau muntah, kemungkinan merupakan gejala radang usus buntu. Segera periksakan ke dokter.

4. Nyeri atau kram di kaki
Jika rasa nyeri di kaki diikuti dengan kemerahan, bengkak dan hangat, itu merupakan gejala penyumbatan pembuluh darah yang disebut deep-vein thrombosis (DVT). Hindari memijat bagian yang nyeri itu karena bisa mengakibatkan darah yang tersumbat berpindah ke bagian jantung atau paru.

5. Nyeri konstan seperti ada jarum di kaki
Waspadai jika kaki Anda terasa kebas, terasa terbakar, atau seperti sensasi ada jarum, kemungkinan itu gejala kerusakan saraf akibat diabetes.

6 Tanda Terjadi Pembekuan Darah ..

Pembekuan darah menguntungkan jika terjadi saat cedera atau terluka untuk menghentikan pendarahan. Akan tetapi, pembekuan darah juga bisa terjadi di dalam pembuluh darah dalam dan dekat otot.
"Ketika pembekuan darah terjadi pada pembuluh darah yang lebih dalam, bisa sangat menyakitkan dan berbahaya," kata Pendiri Pusat Pengobatan Pembuluh Darah di New York City, Luis Navarro, M.D.

Dalam istilah medis, kondisi pembekuan darah itu dikenal dengan dengan deep vein thrombosis (DVT). DVT bisa menyebabkan kemacetan pada sirkulasi darah. Dalam kondisi yang lebih parah, pembekuan darah bisa berjalan ke daerah paru-paru dan terjadilah emboli paru.
Masalah yang terjadi berikutnya, yaitu organ-organ vital tak cukup mendapat oksigen dan darah yang dibutuhkan sehingga akan berakibat fatal.

Dokter Luis mengatakan, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda terjadinya pembekuan darah tersebut. Dengan begitu, pengobatan yang tepat bisa segera dilakukan dan mencegah terjadinya emboli paru. Setidaknya ada 6 tanda terjadinya pembekuan darah atau DVT.

1. Kaki bengkak
DVT umumnya bermula dari pembengkakkan di daerah kaki. Hal ini terjadi karena pembekuan darah atau darah yang menggumpal telah memblokir aliran darah di kaki. Akhirnya terjadi pembengkakkan. DVT bisa terjadi ketika Anda duduk terlalu lama tanpa melakukan peregangan.

2. Kaki atau lengan terasa nyeri
Rasa nyeri pada tungkai kaki dan lengan bisa jadi tanda DVT. Rasa nyeri yang muncul biasanya hanya dikira kram otot atau ketegangan.
Rasa nyeri memang bisa disebabkan oleh banyak hal. Akan tetapi, waspadai DVT jika disertai gejala lain seperti bengkak atau kemerahan. Terkadang rasa nyeri juga terjadi tanpa gejala lain. Biasanya, terasa nyeri saat mulai berjalan atau mengayunkan kaki ke atas.

3. Kulit memar
Memar atau muncul kemerahan pada kulit merupakan tanda adanya gumpalan darah. Memar umum terjadi pada semua orang.
Menurut National Blood Clot Alliance, pada kondisi DVT kemerahan biasanya terjadi di kaki atau lengan dan menyebabkan rasa hangat ketika disentuh.

4. Nyeri dada
Nyeri dada tak hanya gejala serangan jantung. Jika Anda mengalami DVT dan sudah terjadi emboli paru, nyeri dada pun tak dapat dihindari. Nyeri dada biasanya terasa sangat tajam dan menusuk. Dada semakin sakit ketika Anda mencoba menarik napas dalam-dalam.

5. Napas tersengal-sengal
Pembekuan darah di paru-paru tadi juga dapat memperlambat aliran oksigen. Ketika oksigen rendah, detak jantung akan meningkat. Napas pun akan menjadi tersengal-sengal.
Selain itu, lama-kelamaan mungkin tubuh menjadi lemas, bahkan pingsan. Jangan tunda melakukan pemeriksaan ke dokter jika sudah terjadi hal tersebut.

6. Batuk
Tiba-tiba terbatuk tanpa alasan yang jelas juga bisa jadi tanda DVT. Apalagi jika sebelumnya disertai sesak napas, detak jantung cepat, dan nyeri dada yang merupakan gejala sudah terjadinya emboli paru.
"Batuknya akan kering, tapi pada beberapa orang terkadang mengalami batuk berlendir, bahkan berdarah," kata dokter Luis.

The World Its Mine