Selasa, 10 Mei 2011

Kebahagian

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.
Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.
Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada,
manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai,
tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.
Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati.
Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan,
paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.
Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no.1 dalam satu hal,
belum tentu dalam hal lain,
dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati.
Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,
mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati,
Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.
Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

Note:

Kebahagiaan slalu ada disekitar kita, selama kita mau mebuka pintu hati kita lebar2 dan selalu berpikir positif dalam menjalani kehidupan.

Jembatan Maaf…

Alkisah ada dua orang kakak-beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian dan bahu-membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerja-sama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalah-pahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. “Maaf Tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan”, kata pria itu dengan ramah. “Barangkali Tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.”

“Oh ya!” jawab sang kakak. “Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku,…… ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.”

Kata tukang kayu, “Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat Tuan merasa senang.”

Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku.

Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.

“Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku”, kata sang adik pada kakaknya.

Dua bersaudara itupun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.

“Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,” pinta sang kakak.

“Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini”, kata tukang kayu, “tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.”

Note :

Kita harus bisa melihat sesuatu dengan bijak, dan bila terjadi perselisihan jangan pernah ragu untuk mengucapkan maaf terlebih dahulu. Karena dengan itu maka persahabatan akan semakin erat kembali.

Senyum dan Khasiatnya

Senyum yang tulus termasuk hal pokok dalam hubungan kemanusiaan, untuk mencipta persahabatan yang berhasil, dalam membangun hubungan keluarga, juga dalam segala hubungan dengan sesama manusia; antara saudara yang satu dengan yang lainnya; antar sesama sahabat; antar teman; atasan dan bawahan. Sebab senyuman melambangkan cinta dan kasih sayang. Senyum seolah-olah seperti kata-kata cinta yang disampaikan seorang sahabat kepada sahabatnya!

Rasulullah senantiasa memotivasi seorang muslim untuk menemui saudaranya dengan wajah yang ceria. Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, walaupun itu hanya sekadar untuk menemui saudaramu dengan wajah ceria”.(HR. Muslim).

Senyum juga diibaratkan harta karun yang berharga yang tidak membebani anda dengan satu dirham atau juga dollar pun. Senyum merupakan kunci dari segala kebaikan dan penutup dari segala kejahatan. Senyum mempunyai kekuatan sihir yang ajaib dan pengaruhnya sangat menakjubkan. Seseorang tidak mungin mengabaikannya senyuman, jika ingin mendapatkan cinta dari orang lain. Senyum adalah kuncinya.

Kebanyakan dari perusahaan-perusahaan sukses mengharuskan kepada pegawainya yang berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk selalu tersenyum, agar mendapatkan pelanggan dan memuaskan para klien dan konsumen.

Rasulullah saw. bersabda, “Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah”. (HR. Tirmidzy).

Pepatah China yang mengatakan, ‘Orang yang tidak bisa tersenyum dengan baik, tidak layak untuk berdagang’

Syawab, seorang direktur pada salah satu perusahaan baja di Amerika mengatakan bahwa dia dapat menghasilkan milyaran dolar per tahunnya dengan senyuman. Dia berkata, “Dengan senyumku, aku bisa mendapat milyaran dolar.”

Del Karangie juga menuturkan:

“Aku pernah bertemu dengan Mourits Chefalle, seorang aktris Prancis yang sangat terkenal. Dia terlihat berwajah cemberut dan dan tak menyenangkan dilihat. Akan tetapi ketika dia tersenyum, terlihatlah kesederhanaan serta kejernihan sehingga mampu menyihir film-filmnya. Akhirnya aku mengetahui, kalaulah tidak dikarenakan senyumannya, niscaya Maourits hanya akan tetap menjadi tukang kayu yang tidak terkenal di salah satu bengkel di kota Paris”.

Laki-laki dan wanita berbeda dalam hal senyum. Wanita lebih banyak tersenyum dibandingkan laki-laki, namun bukan berati bahwa wanita lebih bahagia daripada lelaki. Hal itu disebabkan, karena wanita akan kelihatan bertambah cantik dan bersinar dengan senyuman. Terkadang wanita akan tersenyum dalam kondisi cemas atau pun tidak tenang. Wanita yang banyak tersenyum menunjukkan bahwa dia mempunyai jiwa kewanitaan yang sempurna. Sementara seorang laki-laki yang banyak tersenyum menuNjukkan bahwa dia adalah orang yang familiar.

Oleh sebab itu senyum merupakan kunci bagi semua hati, bahkan hati yang terkunci rapat sekali pun. Jika anda melihat seseorang yang muram, wajahnya menggambarkan kekalutan serta kegelisahan, maka tidak ada hal lain yang lebih layak anda lakukan di depannya kecuali dengan memberikan senyuman. Kemudian anda pun akan melihatnya tersenyum tanpa dia menyadarinya, dan bisa jadi akan menjadi seorang teman yang tulus bagi anda.

Dikatakan juga bahwa ketika seseorang tersenyum, maka 13 syaraf wajah bekerja. Sementara ketika seseorang cemberut dia telah memperkerjakan 47 syaraf. Lalu, mengapa anda harus berbuat zhalim terhadap diri dan urat-urat anda dengan cemberut, bukan tersenyum?

Jadikanlah senyum sebagai tanda jati diri anda. Senyum yang cantik akan membuat wajah semakin tampak indah dan bersinar, mampu menitikkan kesan tersendiri di hati, serta dapat menebarkan kebahagiaan dan keceriaan di antara kawan-kawan. Untuk itu, cobalah untuk belajar meninggalkan kebiasaan bermuram durja dan bermuka masam. Karena dengan itu akan membuat wajah menjadi suram dan bibir juga terlihat kusam

Jika senyum dapat mencipta sebuah kesuksesan, maka cemberut juga menimbulkan kegagalan. Hal ini dikuatkan dengan kisah berikut ini:

“Para pekerja pada salah satu perusahaan perdagangan di Paris menuntut kenaikan gaji. Namun pemilik perusahaan menolak permintaan itu. Akhirnya para pekerja itu sepakat untuk melakukan mogok senyum kepada para pelanggan sebagai reaksi dari sikap pemilik perusahaan. Aksi ini telah menimbulkan turunnya pemasukan perusahaan pada minggu pertama sebesar 60% dari penghasilan minggu-minggu sebelumnya”

Karena itulah, seseorang yang tidak tahu cara bagaimana harus tersenyum, dia tidak akan pernah mampu untuk membuka hati seorang pun.

Senyum tulus, hangat, yang lahir dari hati merupakan salah satu rahasia kesuksesan. Senyuman adalah kunci hati juga merupakan simbol cinta dan kasih sayang.

Oleh sebab itu, saya katakan kepada anda, Tersenyumlah, dan anda akan tetap hidup!

Jumat, 15 April 2011

Facing Problems

I know that no one else in this world who would refuse if he was born without problems and always be happy without a little sadness. But is that possible? Even they, you and I am even willing to pay a few dollars even if if there are people who can make us born in this world and live in this world without any problems and sadness at all. Always happy and even cheerful. I have this little story of inspiration, which I quoted from a book I should deserve to write here. This book title is “If you think you can, you can surely carry out and achieve what you want”. Let’s look at excerpts from the stories this book together ..

“Dude Norman,” my friend said hello. “Please release me from the crushing problems of this life, then I’ll give you a thousand dollars in cash for the good of your service.” Of course I am not one who liked to slap down such a request. ” So I ponder and consider the suggestion of my friend’s and came up with a decent solution as well. At least a realistic character. But George seems a bit reluctant, apparently, because he had already promised in 1000 dollars as a gift ..

“Not what george,” Norman said. “I still want to help you. Therefore let us together solve the problem. If no one you want to be free from all your problems, right? Until exhausted and thoroughly? ..

“Yeah right,” said George. “I want to get rid of all the problems I face in life. I’m tired and sour in the face of temptations, trials and turmoil in life. I want to be free for ever. “ ..

“Well George, I’ve got the answer”, said norman. But I doubt whether you will accept my answer or not. Listen! Some time ago I was doing my professional duties, which I have to deal with the leader of a group of people who are more than tens of thousands of them. And none of them have problems of life. “ ..

George’s face immediately brightened, her eyes shining joy desires of curiosity. “Well that’s a good place for me. Antarkanlah my friends to that place. ” George said the jubilant ..

“Well,” replied the norman. “But the place I was referring to the graveyard.” ..

“And that was in fact George. That the burial ground was nobody who face problems in life. For people who have become residents in the cemetery will never feel anxious because life is full of problems that have been passed to them. They have a break from duty and his job every day. They do not care what we read in newspapers or newspapers or even what we see on television they do not care. They have no more problems with life, they turned the problem on their life in the grave. For though they are not alive and they are people who have died. “Decisive to George Norman ..

Quoted from the Book When You Can think You Can Surely you must undertake and can be Achieved What You Want ..

From the story above it’s obvious how that is logical that the difficulties faced by humans it is addresses from life. The logic is that for those of you that the more problems you are facing in this life then the more knowledgeable you also the opportunity to live that is open for you. Someone such as the thorny issues facing 10 would seem more alive than the one that being apathetic and having only five issues ..

Note:

The problem is not the reason we are to avoid it, but with the problems we become more mature and more open to face life.

Becoming Saviour For Ourselves ..

When we started running a design life. Sometimes there are things that are not possible and beyond our knowledge. All out of control, perhaps even beyond our power. And at this time that we will feel a condition called down zone, where the zone is formed from a condition which we are not expecting. The question is whether we will do when subjected to down zone? Dirikah silence? Merenungkah? Waiting for the miracle to come by itself? Rah-rah-down zone as he tried to forget? Or tell people around us about the suffering that we experience? ..

Actually, at a time when we experience the down zone no one can change the zone to be normal again, except ourselves. Of course, with the help of The Great One, the owner and the grappling world. The question Have we become saviors for ourselves? ..

It’s real to us in any circumstances be able to save ourselves. By not trapped in a soluble state named the feeling, in fact we can save ourselves as a downtime zones. Only the issue of whether we want to help themselves? Rather than want to maintain a sense of who is in the soul, we are trying to raise the region down our zone, in the final stages. It’s a dilemma there, because we cover all of the solution by maintaining a statement of feelings. Yet if our minds are willing to compromise with our feelings, down zone area could be diminished, perhaps even disappear. But because we are complacent with the name sense, everything seems to be a fairness that do not need to worry. Though this is a seriousness that we should look at when we go through life. Just imagine if the area continues to grow down zone, then it is certainly an improvement apathy will grow larger. And when it’s this way, it could be a will feel that life is not worth even a void, which ultimately makes the person committed suicide ..

Truly this is a serious problem when we go through life. Of this writing, I would like to invite buddies readers to see more in what sense and why we are conditioned by a sense? Are we not being perfect? So why we can not control what should be controlled? Do not we have reason to look at all the issues for consideration? Do not we have an informed conscience, the best thing for us? Are not we can be a savior for ourselves? ..

Your Future In Your Hand ..

The future is full of mystery, so for those who know it call it a prophecy. Even so forecasters sometimes right and sometimes wrong. But your fate depends on what you are doing today is not to forecasters. What have you done in the past will result in the future ..


That is the formula of life ..


Yes! The best forecaster is yourself, you can know whether tomorrow will be successful or not. If you start something now, the fate of the future will solve them. FAILED when you feel this, because in the past you do not start anything, or have not even changed ..


A wise proverb says: Who is he going to get planted rice paddy, Who plant the success he will have SUCCESS ..


So I was taught to read your fortune in the future. Check it out and look in the mirror, Who do you now …. if still lazy certainly do not expect to forecast your future bright. Different if you really like what is being dilakuukan this time, then half the success already in hand. Just waiting for fate to give success ..


So now announcing how your predictions in the future. If successful then stay continue and are just waiting for it, if it fails then there are two options, CONTINUE or REFORM ..


To make your changes, you yourself have to make predictions about what will become of me after about five years ahead, With so every second that your dream is to move forward, could become a weapon for MOTIVATING A GREAT INCREDIBLE brain and your heart was moved forward to success ..


Because all men are destined to have good fortune! If they want it ..


And if you want to have forecast the future of the GREAT and AMAZING. Was changed from right now, because whatever you are doing today … will be your fate in the Future.

Senin, 11 April 2011

.. Untuk Renungan Para Orang Tua ..

.. .. .. kegagalan pola asuh yang secara turun-temurun diterapkan tanpa penyesuaian zaman dan diperoleh dari generasi kakek-nenek bahkan nenek moyang. Banyak orang tua yang masih menerapkan pola asuh yang diadaptasi dari orang tua mereka dulu secara total atau 100% sama tanpa modifikasi atau adaptasi apapun.


Dengan perkataan lain, pola asuh yang diterapkan orang tua pada anak adalah cerminan pola asuh yang diterima oleh mereka dari oarng tua (kakek-nenek) terdahulu, dimana kekurangan/kelemahan metode pola asuh yang diterapkan oleh kakek-nenek dahulu tidak dipebaiki, namun justru diperparah dengan kondisi orang tua sekarang yang cenderung terjebak dalam berbagai fenomena kehidupan yang lebih berorientasi pada dunia pekerjaan, bukan keluarga. Misalnya : fenomena "orang tua bekerja", fenomena "mbak pengasuh sebagai teman anak", fenomena "anak semakin kritis, sementara orang tua tidak kreatif", fenomena "pemahaman komunikasi orang tua yang dangkal", serta fenomena "memanjakan anak sebagai kompensasi dari rasa bersalah orang tua bekerja".


Dengan demikian terciptalah kombinasi antara pola asuh konservatif yang cenderung otoriter, tidak empatis, kurang komunikatif, dengan pola asuh permisif tidak logis, irasional, dan berlebihan dalam mencurahkan "kasih sayang". Kombinasi ini muncul dalam sikap pengasuhan orang tua yang pada satu sisi menuntut kepatuhan tanpa disertai rasionalisasi dan cenderung memaksakan kehendak pada anak, sementara disisi lain orang tua membiarkan anak memiliki kebebasan tanpa adanya disiplin sama sekali. ( Hurlock, 1992 )


Tentunya semua itu menjadi bentuk pola asuh yang tidak konsisten dan sangat tidak kondusif .. .. ..


** disadur dari hal. x - xi sebagai Kata Pengantar dari Tika Bisono, MPsiT, Psi. untuk buku Karya Novita Tandry dengan judul .. "Bad Behaviour, Tantrums, and Tempers".


The World Its Mine