Selasa, 06 September 2016

Ancaman Pidana Pencemaran Nama Baik Diturunkan, RUU ITE Rampung Dibahas DPR ..

 
 Ilustrasi

Revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah rampung dibahas di Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Draf akan disinkronisasi oleh tim perumus untuk kemudian disepakati di tingkat komisi dan diajukan ke paripurna DPR.

Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari menuturkan, pihaknya sudah berusaha mengakomodasi seluruh pemangku kepentingan terkait dalam pembahasan RUU. Menurut dia, adalah hal wajar jika ada pihak yang puas dan tidak puas terhadap hasil pembahasan RUU yang disepakati.

"Kami menganut kebebasan yang bertanggun gjawab agar tidak atas nama kebebasan lalu melanggar hak orang lain. Tidak semaunya sendiri," ujar Abdul Kharis saat dihubungi, Kamis (1/9/2016).
(Baca: LBH Pers: Draf Revisi UU ITE Bungkam Kritik Publik)

"Itu hasil maksimal yang sudah kami bahas. Kalau untuk memuaskan semua pihak enggak mungkin. Pasti ada dua sisi," sambungnya.

Revisi tersebut rampung pada Selasa (30/8/2016) usai melalui dua kali rapat kerja dan lima kali rapat panitia kerja.

Beberapa substansi mendasar yang disepakati bersama Pemerintah dan DPR RI adalah terkait RUU ITE adalah sebagai berikut:

1. Menurunkan ancaman pidana pencemaran nama baik dari 6 tahun menjadi 4 tahun, sehingga tidak ada potensi untuk dilakukan penahanan.

2. Menegaskan bahwa pidana pencemaran nama baik adalah delik aduan.

3. Menegaskan bahwa ketentuan pidana pencemaran nama baik pada UU ITE adalah merujuk pada Pasal 310 & 311 KUHP.

4. Menegaskan bahwa pidana pengancaman/pemerasan merujuk pada Pasal 368 & 369 KUHP.

5. Menurunkan ancaman pidana ancaman kekerasan dan menakut-nakuti secara pribadi pada Pasal 29, dari 12 tahun menjadi 4 tahun.

6. Mengharmoniskan ketentuan penangkapan-penahanan, penggeledahan-penyitaan dengan KUHAP.

7. Memasukkan ketentuan cyber bullying (perundungan di dunia siber) sebagai pidana Pasal 29.

Revisi UU ITE dan Nasib Anak-anak Kita ..

 
"cyber bullying"

Oleh: Wicak Hidayat

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah lama dianggap sebagai momok, terutama bagi kalangan penggiat kebebasan berpendapat. Sebabnya, banyak sekali kasus UU ITE digunakan untuk memenjarakan seseorang karena mengemukakan sesuatu melalui internet.

Situs Southeast Asia Freedom of Expression Network (safenetvoice.org) mencantumkan 152 kasus terkait UU ITE. Mulai dari Narliswandi Piliang dan Prita Mulyasari di 2008 hingga Haris Azhar dan beberapa kasus lain di Agustus 2016.

Di sisi lain, saat ini sedang berlangsung proses revisi UU ITE. Salah satunya konon bisa membuat undang-undang itu tak lagi menyeramkan seperti sebelumnya. Ancaman hukuman yang diajukan lebih rendah (4 tahun) membuat tidak ada perlunya penahanan langsung, seperti yang dialami oleh Prita Mulyasari.

Apa hubungannya? Ini karena Pasal 21 ayat 4 huruf a, Kitab Undang-undang Hukum Pidana, menyebutkan bahwa penahanan dilakukan pada tersangka yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih.

Lalu, apakah sudah boleh bersorak-sorai atas revisi yang sedang dalam proses ini?

Di satu sisi, arahnya mungkin sudah benar. Penahanan pada tersangka adalah hal yang sangat memberatkan secara psikologis. Pengurangan ancaman hukuman mungkin bisa mengurangi hal ini.

Namun tetap saja ada ancamannya. Tidak ada yang bisa menghentikan UU ITE tetap digunakan dalam berbagai kasus seperti yang terdaftar di SAFEnet itu. Hanya penanganan status tersangkanya saja yang mungkin berbeda.

Perundungan Siber

Pasal yang kerap digunakan dalam kasus-kasus itu adalah Pasal 27, mengenai pencemaran nama baik. Namun itu bukan satu-satunya, ada juga Pasal 28 (kebencian) dan Pasal 29 (kekerasan).

Nah, bersamaan dengan revisi yang sedang dalam proses dan dikabarkan sudah menjelang tuntas itu, ternyata ada pula perubahan di Pasal 29. Selain diturunkan ancamannya, ada istilah “baru” yang masuk ke pasal tersebut.

Istilah itu adalah cyberbullying atau bisa juga disebut perundungan siber.

Ist Ilustrasi cyber bullying
Sulit untuk menebak bagaimana ceritanya istilah cyberbullying bisa masuk ke dalam percakapan (dan kemudian draft) revisi UU ITE. Soal ini pun baru diketahui belakangan, di akhir Agustus 2016, saat pembahasannya dianggap sudah mau selesai.

Mau misuh-misuh pun rasanya seperti tidak akan mencapai apa-apa. Jadi, apa dong yang bisa dilakukan?

Pertama-tama, mungkin, adalah kita sama-sama berusaha memahami apa yang dimaksud dengan cyberbullying itu. Pemahaman dimulai dari kata tersebut, yang merupakan “perkawinan” dua kata: cyber dan bullying.

Bullying (atau kerap disebut perundungan) dijelaskan oleh Dan Olweus dalam bukunya di tahun 1993, Bullying at School: What We Know and What We Can Do. Menurut Olweus, seseorang telah menjadi korban perundungan jika “ia terpapar, berulang-kali dan selama kurun waktu tertentu, pada tindakan negatif yang dilakukan satu atau lebih orang, dan dia mengalami kesulitan membela dirinya.”

Tiga hal yang digarisbawahi:
  • Perundungan itu merupakan perilaku agresif, yang melibatkan tindakan yang tidak dikehendaki dan negatif.
  • Perundungan menyangkut sebuah pola, yang berulang dan bukan hanya sesaat (diulangi lagi dan lagi, selama kurun waktu tertentu).
  • Perundungan melibatkan sebuah ketidakseimbangan kekuasaan, dalam hal ini korbannya pada kondisi tidak sanggup melawan.

Nah, coba tambahkan hal di atas dengan pemahaman soal kata cyber, yang boleh dibilang merujuk pada “perbuatan yang dilakukan secara online alias di dunia maya atau dengan perantara internet”. Jadilah cyberbullying, perundungan yang dilakukan online.

Makna "bullying" yang kabur

Tapi kalau melihat pada percakapan sehari-hari, baik yang terjadi online atau tidak, istilah bullying kerap digunakan dalam kosa kata seperti: mem-bully atau di-bully. Konteksnya, ini menjadi semacam ameliorasi makna (yang buruk dibuat lebih baik).

Karena, dalam konteks percakapan sehari-hari, kata di-bully merujuk pada aksi yang dilakukan terhadap seseorang dengan maksud bersenda-gurau. Perbedaan signifikannya ada pada ketidakseimbangan kekuasaan.

Misalnya, ketika ada yang berkata “Wah, Jokowi lagi di-bully netizen!” itu tidak serta-merta bermakna Presiden Joko Widodo sedang jadi korban perundungan. Di sini ada ketidakseimbangan kekuasaan yang mungkin bisa dibilang terbalik. Justru kekuasaan Presiden terhadap para netizen lebih besar, sehingga bukan dalam kondisi tidak sanggup melawan.

Atau, ketika ada yang bilang “Wah, gue di-bully deh!” dalam percakapan di social media. Hal yang dimaksud bisa jadi sekadar, bahwa ia menjadi bahan olok-olok sementara teman-temannya. Kekuasaan bukan tidak seimbang, karena antara “dia” dan “temannya” sama-sama bisa melawan.

Canda Kanak-kanak

Satu hal yang, entah luput atau memang sudah diketahui, kata-kata bullying lebih banyak mengacu pada kanak-kanak sampai remaja. Ini karena, setelah dewasa tindakan seperti itu sudah tidak lagi bullying, karena orang dewasa harusnya sudah paham baik-buruk dan semacam itu.

Bagi remaja, seperti dituturkan peneliti Shaheen Shariff dari McGil University, ada kebutuhan besar untuk bisa diterima di teman sebayanya. “Hormon yang bergejolak, kesadaran sosial dan seksual, membuat reputasi mereka di antara teman sebaya sebagai hal paling penting bagi harga diri dan rasa percaya diri remaja,” sebut Shariff dalam sebuah artikel.

Masalahnya, para muda-mudi tersebut, internet adalah tempat yang sangat bising. Salah satu cara mereka untuk menonjol di antara kebisingan itu, untuk memancing tawa dan perhatian rekannya, adalah dengan melakukan kegiatan online yang ekstrim.

Ya, dalam kasus-kasus tertentu ini bisa berarti mengunggah atau berbagi foto yang tidak senonoh atau menjelek-jelekkan orang lain. Dan, parahnya, ini bisa juga berarti tindakan yang mereka ambil masuk dalam kategori cyberbullying.

Jadi, mana yang dimaksud cyberbullying dalam revisi UU ITE tersebut? Istilah dalam percakapn sehari-hari? Atau yang merujuk pada tindakan anak-anak? Atau, ada yang lain?

Lalu, apakah anak-anak kemudian harus dipenjara? Empat tahun lamanya, jika mengikuti ancaman pada rancangan revisi Pasal 29 UU ITE.

Ruang ketiga

Orang tua memang akan sangat mudah mengambil jalan pintas dengan melarang. Harus diakui, saya pun merasakan hal yang sama. Reaksi pertama akan bahaya adalah menjauhkan sejauh-jauhnya. Tapi, melarang anak dari akses internet bukanlah solusi jangka panjang yang efektif.

Konon, anak butuh “ruang ketiga” dalam proses menuju kedewasaan. Konsep “ruang ketiga” ini merujuk pada wilayah tempat anak bisa berkumpul di luar pengawasan pihak berwenang (orangtua dan guru). Disebut ruang ketiga karena ruang pertama adalah rumah dan ruang kedua adalah sekolah.

Di ruang ketiga, anak-anak (dan remaja) mengatur dirinya sendiri. Mereka mendapatkan “kebebasan” dan (harapannya) belajar bagaimana bertindak di lingkungan sosial, seperti saling menghargai.

Seiring perkembangan teknologi, banyak media sosial dan jejaring sosial yang kemudian menjadi ruang ketiga bagi mereka. Terutama, layanan media sosial atau jejaring sosial yang tidak digemari generasi orangtua mereka. Misalnya saja Snapchat atau Line. 

Selain media sosial, ruang ketiga lain yang juga bisa dimanfaatkan adalah permainan. Contohnya adalah Minecraft, sebuah game yang kini dimiliki Microsoft yang banyak dijadikan contoh penerapan ruang ketiga yang relatif aman.

Tentu, tidak ada yang sepenuhnya aman. Namun pondasi dasar dari Minecraft adalah kebebasan pemain untuk membuat berbagai hal, potensi kreativitas yang sangat luas ditambah aturan yang relatif minim membuat game itu menarik untuk dijelajahi.

Selanjutnya Bagaimana?

Adanya soal cyberbullying dalam draft revisi UU ITE yang sedang dalam proses itu seharusnya membuat kita berpikir. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi masalah cyberbullying tersebut.

Ya, pertama kita harus mengakui bahwa memang ada masalah. Terutama bagi anak-anak dan remaja. Kedua, kita harus mau mencari solusi yang tidak instan. Ini soal masa depan lho! Seperti kata iklan jaman dahulu: "buat anak kok coba-coba?"

Pikirkan hal-hal seperti “ruang ketiga” yang aman dan nyaman. Pikirkan bahwa anak butuh untuk bermain, sebagai bagian dari proses memahami posisinya dalam dunia. Mengikat anak pada meja belajar dan membatasi kegiatannya jangan-jangan malah berdampak negatif pada masa depannya.

Tulisan ini tidak menawarkan solusi. Saya pun sedang mencari cara paling baik untuk membantu anak-anak saya tumbuh. Psikolog Alison Gopnik mengatakan, orang tua lebih mirip tukang kebun daripada tukang kayu.

Tukang kebun merawat tanaman agar tumbuh baik, dengan memberikan apa yang dibutuhkan tanaman itu. Hasil tukang kebun, biasanya, akan lebih besar dari aslinya.

Tukang kayu memahat kayu sesuai keinginannya, dengan membuang bagian yang tidak sesuai. Hasil tukang kayu, biasanya, akan berkurang dari aslinya.

Bagaimana Membedakan Cemas Biasa dan Gangguan Cemas?

 
Ilustrasi

Setiap orang barangkali pernah merasa cemas. Namun, jika kecemasan terjadi secara berlebihan, bisa jadi merupakan gangguan cemas, yaitu salah satu masalah kesehatan jiwa.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Suryo Dharmono mengungkapkan rasa cemas biasa dengan orang yang menderita gangguan cemas tentunya berbeda.

“Kalau cemas biasa, biasanya stresornya (pemicunya) jelas, misalnya mau ujian, cemas, dipanggil atasan karena kesalahan, cemas. Kalau gangguan kecemasan panik stresornya enggak jelas,” ujar Suryo saat ditemui di sela-sela acara Pekan Proyeksi Jiwa di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, Senin (5/10/2015).

Gangguan panik merupakan salah satu jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan jantung berdebar-debar, sesak napas, hingga ingin pingsan. Tidak jelas apa yang memicu munculnya gangguan panik karena terjadi secara tiba-tiba. Pemeriksaan secara fisik pun ternyata normal.

 “Tiba-tiba saja perasaan kayak mau pingsan sampai beberapa kali mengakses UGD, tapi pas diperiksa normal. Kalau cemas biasa kita dihadapi pada situasi yang real (nyata),” lanjut Suryo.
Perasaan cemas bisa akan hilang ketika masalah selesai. Namun, pada orang yang memiliki gangguan panik, gejala muncul tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas.

Orang yang memiliki gangguan panik bisa diatasi dengan minum obat. Gangguan panik bisa dinyatakan sembuh ketika gejalanya tak lagi muncul. Namun, bisa muncul kembali jika terdapat pemicu seperti keluarga meninggal dunia. Untuk jenis gangguan kecemasan lainnya, seperti fobia, bisa diatasi dengan terapi psikologi.
“Cara mengobatinya tergantung dari situasi. Kalau gangguan panik, obat penting karena seranganya membuat orang tidak bisa mengatasi dirinya,” kata Suryo.

Suryo mengatatakan, gangguan cemas biasanya terjadi pada usia 18-25 tahun dan sangat jarang ditemui pada orangtua. Jika orangtua sering merasa cemas karena ada pemicu yang jelas, maka tidak termasuk gangguan kecemasan.

Kenali 8 Gejala Gangguan Cemas yang Sering Tak Disadari ..

 
Ilustrasi

Semua orang pasti cemas ketika menghadapi suatu situasi sulit seperti ketika harus melakukan presentasi di hadapan atasan atau ketika mengalami kesulitan keuangan. Ini hal yang normal. Tapi, pada sebagian orang, kecemasan ini sampai begitu mendalamnya sehingga membuat mereka tidak lagi merasa mampu menjalankan kehidupan mereka sehari-hari.
Tidak mudah membedakan mana kecemasan yang masih tergolong normal dan mana yang sudah merupakan gangguan mental (anxiety disorder atau gangguan kecemasan).
Gangguan kecemasan muncul dengan berbagai bentuk seperti serangan panik, fobia, kecemasan sosial dan lain sebagainya seperti beberapa contoh di bawah ini.
Satu kesamaan, pada penderita gangguan kecemasan, gejala-gejala ini datang terus-menerus dan berulang, sehingga mengganggu fungsi dan kualitas hidup penderitanya.

Khawatir berlebihan
Ciri khas dari gangguan kecemasan adalah terlalu banyak khawatir tentang hal-hal sehari-hari. Apa yang dimaksud "terlalu banyak"?
Dalam kasus gangguan kecemasan, itu berarti memiliki pikiran negatif terus-menerus setiap hari dalam seminggu, selama enam bulan. Kekhawatirannya begitu buruk, sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan disertai dengan gejala seperti kelelahan.
"Perbedaan antara gangguan kecemasan dengan kecemasan yang yang normal adalah, pada gangguan kecemasan, emosi Anda yang menyebabkan banyak penderitaan dan disfungsi," kata Sally Winston, PsyD, direktur Anxiety and Stress Disorder Institute of Maryland di Towson.

Masalah tidur
Sulit tidur adalah gejala umum berbagai gangguan kesehatan, baik fisik dan psikologis. Tentu saja, sulit tidur yang dimaksud di sini berbeda dengan sulit tidur, karena misalnya besok Anda ada rapat penting dengan petinggi-petinggi di kantor.
Sulit tidur yang dimaksud adalah Anda menemukan diri Anda tetap terjaga, hingga jauh lewat tengah malam dan terjadi hampir setiap malam atau bahkan setiap malam. Anda terus terjaga karena memikirkan masalah spesifik yang itu-itu saja, misalnya masalah keuangan. Separuh orang dengan gangguan kecemasan diketahui mengalami masalah sulit tidur.

Ketakutan irasional
Beberapa gangguan kecemasan terkait dengan hal yang spesifik tapi tidak umum misalnya, takut pesawat terbang, hewan tertentu yang banyak orang lain tidak takut, dan lain sebagainya.
Ketakutan ini bisa sampai membuat penderitanya seperti lumpuh. Ketakutan irasional muncul biasanya hanya saat penderita berhadapan dengan apa yang ditakutinya.

Ketegangan otot
Ketegangan otot yang konstan, entah itu karena Anda sering mengatupkan rahang dengan keras atau mengepalkan tinju atau otot seluruh tubuh terasa kaku, adalah gejala yang biasanya menyertai gangguan kecemasan.
Olahraga teratur dapat membantu meredakan ketegangan otot. Namun, ketegangan mungkin akan muncul lagi jika terjadi peristiwa kecelakaan atau cedera, kata Winston. Misalnya, penderita tidak dapat menangani kecemasan mereka, sehingga mereka menjadi tidak awas dengan gerakannya saat berolahraga.

Kilas balik
Menghidupkan kembali peristiwa-pertemuan kekerasan yang mengganggu atau traumatis, kematian mendadak orang yang dicintai-adalah ciri dari gangguan stres pasca-trauma (PTSD). PTSD adalah salah satu jenis gangguan kecemasan.
Studi dalam Journal of Anxiety Disorder menunjukkan, bahwa beberapa orang dengan gangguan kecemasan memiliki kilas balik pengalaman-pengalaman traumatis khas gangguan PTSD.

Perfeksionis
Rewel dan obsesif bahwa segala sesuatu harus berjalan sempurna sesuai standar yang diinginkan diri sendiri, atau dikenal sebagai perfeksionisme, erat hubungannya dengan gangguan kecemasan," kata Winston.
"Jika Anda terus-menerus menilai diri sendiri atau Anda hampir selalu cemas mengenai standar segala sesuatu, maka Anda mungkin memiliki gangguan kecemasan.”

Perilaku kompulsif
Perilaku obsesif kompulsif seperti terus dan berulang-ulang meyakinkan diri sendiri, bahwa sesuatu akan berjalan baik-baik saja atau terus menerus mencuci tangan dan membetulkan letak suatu barang adalah bagian dari gangguan kecemasan.

Keraguan
Keraguan yang persisten dan terus mengganggu pikiran seperti i "Bagaimana jika aku gay?" atau "Apakah saya mencintai suami saya sebanyak dia mencintaiku?", juga merupakan bagian dari gejala gangguan kecemasan.
Winston mengatakan, serangan keraguan ini terutama muncul ketika pertanyaan tidak terjawab dan akhirnya pertanyaan-pertanyaan ini menjadi obsesi bagi mereka.

4 Gangguan Tiroid yang Sering Terjadi ..

 
Ilustrasi.

Tiroid adalah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu di dalam leher Anda, tepat di atas tulang selangka. Tiroid adalah salah satu kelenjar endokrin, yang bertugas memroduksi hormon.

Hormon tiroid mengontrol banyak aktivitas tubuh seperti seberapa cepat Anda membakar kalori atau seberapa cepat detak jantung Anda. Semua itu adalah bagian dari metabolisme tubuh.
Seperti bagian tubuh lainnya, tiroid pun bisa bermasalah. Beberapa masalah yang biasanya terjadi pada tiroid adalah:
1. Hipotiroid, kelenjar tiroid kurang aktif sehingga menghasilkan hormon yang jumlahnya kurang dari yang dibutuhkan tubuh
2. Hipertiroid, kelenjar tiroid terlalu aktif sehingga menghasilkan hormon yang jumlahnya melebihi yang dibutuhkan tubuh.
3. Nodul tiroid, gumpalan yang terbentuk di dalam kelenjar tiroid dan belum diketahui penyebabnya secara pasti. Gumpalan ini bisa memicu hipertiroidisme.
4. Goiter, pembesaran yang terjadi pada kelenjar tiroid.

Gejala-gejala
Gejala hipotiroid antara lain adalah mudah lelah, tidak tahan dingin, konstipasi, capal tunnel syndrome, kurang nafsu makan, berat badan bertambah tanpa sebab yang jelas, kulit kering, rambut rontok, sulit konsentrasi, mata bengkak, suara parau, depresi, siklus mens tidak teratur.
Gejala hipertiroid antara lain adalah insomnia, tangan tremor, mudah grogi, kepanasan di temperatur dingin, sering BAB, kehilangan berat badan tanpa sebab yang jelas, keringat berlebihan, periode menstruasi menjadi jarang, sakit sendi, sulit konsentrasi, pupil mata membesar.
Gejala goiter dan nodul tiroid adalah pembesaran di leher depan bagian bawah. Pembesaran ini sering tidak menyakitkan tapi berpotensi menekan atau mengganggu struktur di sekitarnya seperti esofagus, trakea dan pembuluh darah. Tekanan pada trakea dapat menyebabkan batuk konstan, tekanan pada kerongkongan dapat menyebabkan kesulitan menelan.

Penyebab
Hipertiroid bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya obat tertentu seperti Amioradon, kelebihan konsumsi yodium, penyakit autoimun Graves, nodul tiroid, dan kanker tirod.
Hipotiroid umumnya disebabkan oleh kurangnya asupan yodium. Faktor lain yang dapat menjadi pencetusnya adalah obat-obatan hipertiroid yang tidak tepat dosis, radiasi yang digunakan untuk menangani kanker dan mutasi gen. Tiroidiatis atau radang tiroid seperti pada penyakit Hashimoto juga bisa menjadi penyebab.
Nodul tiroud juga bisa disebabkan beberapa faktor, misalnya keturunan, adenoma atau tiroid tumbuh abnormal, dan terlalu sering kena paparan radiasi.
Goiter atau gondok, umumnya disebabkan karena defisiensi yodium. Namun ada juga yang disebabkan oleh hipertiroid atau hipotiroid dan zat tiosianat di dalam rokok.

Pengobatan
Pengobatan gangguan tiroid tergantung pada penyebab dan gejalanya. Secara umum, untuk hipertiroid dan hipotiroid, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk menekan produksi hormon tiroid yang berlebihan. Atau sebaliknya, untuk mendorong produksi hormon yang kurang menjadi normal misalnya dengan penggunaan synthetic thyroid hormone levothyroxine.
Untuk goiter, bisa dengan menambah asupan yodium, jika penyebabnya karena defisiensi yodium disertai anjuran untuk berhenti merokok.
Sedangkan untuk nodul tiroid, jika jinak mungkin Anda hanya dianjurkan melakukan pemeriksaan berkala disertai pemberian obat yang disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, yodium adioaktif, antitiroid, evothyroxine.

Selain obat, bisa juga pasien dianjurkan operasi karena alasan tertentu, misalnya karena obat tidak memberi kemajuan yang bermakna.

Cara Alami Menjaga Fungsi Tiroid ..

 
 Ilustrasi.

Gangguan tiroid dapat mengacaukan berat badan, suhu tubuh, emosi dan energi Anda. Hipertiroid misalnya, bisa menyebabkan berat badan terus turun dan jantung berdebar-debar. Atau sebaliknya, hipotiroid alias kelenjar tiroid kurang aktif, mampu memicu berat badan terus naik dan lelah otot.
Gangguan tiroid sebaiknya diatasi oleh dokter. Namun, Anda bisa membantu dokter mempercepat pemulihan dengan lima cara natural ini.

1. Stop makan kale berlebihan
Tak ada yang bisa menyangkal bahwa kale adalah termasuk superfood yang sangat padat nutrisi. Tapi, Anda harus tahu bahwa kale mengandung goitrogen yang dapat menekan fungsi tiroid, kata Gabrielle Francis, ND, ahli gizi dari The Herban Alchemist.
Tak hanya kale, saudara-saudara sejenisnya seperti brokoli, kol, kembang kol juga memiliki efek yang sama jika dikonsumsi berlebihan atau dikonsumsi setiap hari.
Goitrogen tertinggi ada ketika Anda memakan sayur-sayuran itu dalam bentuk mentah. Merebus atau mengukusnya akan mengurangi kadar goitrogen. Atau, makan sayur-sayuran itu bersama dengan rumput laut.
Goitrogen dapat meningkatkan kemampuan tubuh menyerap yodium. Sementara rumput laut dapat menurunkannya.

2. Konsumsi dalam jumlah moderat
Gula, alkohol dan kafein, banyak orang menyukai ketiganya. Namun, ketiganya dapat mencederai tiroid. Kopi, gula dan alkohol menaikkan kadar Kolesterol. Saat Kolesterol naik, konversi tiroid terganggu sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya, jelas Francis. Karena itu, jangan berlebihan mengonsumsi ketiganya.
Rekomendasi terbaru dari FDA menyebutkan konsumsi gula yang dianjurkan adalah tidak lebih dari lima sendok teh perhari. Untuk kopi, maksimal dua cangkir perhari dan alkohol dua sajian setiap kali minum (bukan setiap hari, hanya jika ada acara khusus).
Makan makanan yang kaya selenium seperti kacang-kacangan juga bisa membantu mengaktifkan fungsi tiroid.

3. Gunakan penyaring air
Terkadang, air yang kita minum mengandung fluorida dan klorine berlebihan. Dua zat ini bisa ada di dalam air minum, mungkin karena proses pemurnian atau berasal dari keran di rumah Anda. Penggunaan penyaring khusus untuk air minum dapat mengurangi kadar keduanya. Fluorida dan klorine diketahui dapat menganggu produksi hormin tiroid.

4. Berlatih yoga
Menurut Francis, ada pose-pose yoga yang bisa menstimulasi tiroid, contohnya adalah pose cat cow. Gerakan-gerakan yang menuntut peregangan otot leher, itukah kunci mengaktifkan fungsi tiroid. Ini karena kelenjar tiroid terletak di dalam leher Anda.

5. Coba akupunktur
Jika Anda khawatir tiroid Anda tidak berfungsi baik, tak ada salahnya mencoba terapi akupunktur. Akupunktur dapat memperlancar aliran darah dan sirkulasi nutrisi di area tempat jarum ditusukkan. Jadi, jika terapis menusukkan jarum akupunktur di area tempat tiroid berada, berarti daerah itu akan terstimulasi, kata Francis.
Karena bagian-bagian tubuh Anda saling terkoneksi satu sama lain, stimulasi tak hanya bisa dilakukan di area leher. Daerah pergelangan tangan di bawah ibu jari dan area lunak antara ibu jari dan telunjuk, juga berhubungan dengan kelenjar tiroid Anda.

Efeknya pada Tubuh jika Kekurangan Hormon Tiroid ..

 
Ilustrasi.

Kelenjar tiroid yang kurang aktif, akan menyebabkan tubuh kita kekurangan hormon tiroid. Kondisi ini disebut hipotiroid, di mana bisa memperlambat metabolisme tubuh, demikian menurut American Thyroid Association. Salah satu gejala utama hipotiroid adalah tingkat energi yang rendah.

"Penderitanya mungkin akan mengeluh sangat sulit untuk bangun pagi," kata Dr Bianco. Mereka juga cepat lelah dan sering mengantuk sepanjang hari.

Perlambatan metabolisme, juga dapat menyebabkan sensitivitas terhadap dingin serta berat badan melonjak tanpa sebab yang jelas.

Namun, beberapa orang dengan hipotiroidisme mungkin tidak mengalami penambahan berat badan. Ada juga yang bertambah berat badannya, tapi sebenarnya yang bertambah adalah kadar air bukan berat badan yang sesungguhnya.

Selain gejala-gejala di atas, hipotiroid juga bisa menyebabkan berbagai efek tak terduga. Misalnya:

1.Depresi. Hipotiroid menyebabkan perlambatan kerja otak. Walhasil, penderita hipotiroid sulit untuk fokus, yang pada gilirannya dapat menyebabkan depresi klinis.

2. Masalah memori. Meskipun hipotiroidisme dapat menyebabkan masalah memori, ada berita menggembirakan datang dari jurnal JAMA Neurology 2014. Di situ disebutkan bahwa masalah memori yang muncul karena hipotiroid, tidak bersifat permanen.

3. Sembelit. Hipotiroid juga dapat memperlambat sistem pencernaan yang akhirnya dapat menyebabkan sembelit kronis.

4. Kulit kering. Hormon tiroid memainkan peran kunci dalam kulit yang sehat. Bianco mengatakan, bahwa kulit kering adalah keluhan umum di antara orang-orang dengan hipotiroidisme.

5. Rambut rontok. Orang-orang dengan hipotiroid yang parah, mungkin juga akan mengalami kerontokan rambut yang bisa menyebabkan kebotakan.

6. Perubahan siklus menstruasi. Bagi wanita dengan hipotiroidisme, periode menstruasi mungkin akan menjadi lebih lama atau lebih pendek, atau volume darah dapat meningkat.

7. Infertilitas. Hipotiroid juga bisa memunculkan masalah kesuburan. Jika hipotiroid menjadi penyebab infertilitas, terapi khusus akan dapat memerbaiki kondisi sehingga kesempatan hamil menjadi lebih besar.

8. Kolesterol tinggi. Kadar hhormon tiroid yang terlalu rendah atau tinggi akan memicu tingginya kadar thyroid-stimulating hormone (TSH).
Di dalam tubuh, TSH akan merangsang kelenjar tiroid untuk mengeluarkan lebih banyak hormon tiroid. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan kenaikan kadar Kolesterol.

The World Its Mine