MENEPIS teori lama, kornea mata dari mereka yang berusia lanjut saat ditransplantasi ternyata mempunyai daya tahan yang sama apabila dibandingkan dengan kornea yang berasal dari pendonor berusia muda. Hasil riset terbaru dari Amerika Serikat ini cukup mengejutkan di saat sebagian besar pencangkokan organ mata selama ini lebih tertuju perhatiannya pada pemakaian kornea yang berasal dari pendonor usia muda.
"Saat ini kami mempunyai bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kornea yang berasal dari pendonor berusia lanjut dapat digunakan untuk pencangkokkan," kata Dr. Edward Holland dari Universitas Cincinnati dan salah seorang periset terkemuka dalam studi tersebut.
Kornea merupakan selaput bening pelindung bagian depan mata yang berfungsi dalam pemfokusan cahaya. Menurut Asosiasi Bank Mata Amerika, lebih dari 39.000 pencangkokkan kornea dilaksanakan tahun lalu.
Suplai kornea mata yang ada di AS selama ini masih memadai. Namun, suplai kornea mengalami defisit di tingkat internasional. Bank Mata Amerika khawatir terjadi pengetatan suplai kornea di AS pada saat Badan Pengawas Obat dan Makanan di AS FDA memperketat standar keamanan terhadap pendonor. Kekhawatiran tersebut dapat meningkatkan minat terhadap pendonor kornea usia lanjut.
Dokter bedah mata telah memutuskan cara mencangkokkan kornea yang berasal dari pendonor usia lanjut. Beberapa dokter bedah, termasuk di Belanda, telah bekerjasama dengan bank mata yang menerima kornea dari pendonor yang berusia di atas 65 tahun.
Beberapa bank mata lainnya menetapkan pendonor dengan usia yang lebih muda walaupun usia tidak menjadi faktor terpenting. Pendonor kornea mata wajib berkondisi sehat, bebas dari berbagai infeksi, dan kornea harus mengandung cukup tipe sel seperti endothelial yang menyeimbangkan cairan untuk menjaga kejernihan kornea.
Untuk meninjau apakah usia berpengaruh dalam transplantasi kornea, National Eye Institute di AS mendanai jaringan yang terdiri dari 80 pusat medis. Para periset merekrut 1.000 peserta studi yang memerlukan kornea baru karena 2 kondisi - radang yang dikenal dengan distrofi Fuch dan komplikasi bedah katarak. Dua kondisi tersebut terhitung mencapai hampir separuh dari penyebab diadakannya pencangkokkan kornea.
Sebagian besar yang menerima kornea baru berusia 60an hingga 70an tahun, walaupun 12 persen diantaranya berusia 50an tahun dan 3 persen diantaranya berusia 40an tahun. Peserta studi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok pertama yang mendapatkan kornea dari pendonor usia 12 hingga 65 tahun dan kelompok kedua menerima kornea dari pendonor usia 66 hingga 75 tahun.
Kemudian, para periset mempelajari seberapa sering transplantasi itu mengalami kegagalan karena kornea tidak dapat berfungsi di mata penerima donor atau kornea memasuki kondisi berawan atau terdapat bagian keputihan yang menghalangi masuknya cahaya ke mata. Lima tahun setelah penerima studi menerima kornea tersebut, 86 persen dari kedua kelompok masih tidak mengalami masalah dengan kornea baru yang mereka terima.
"Teori lama tentang syaraf pada kornea mata pendonor usia lanjut menjadi bias karena hasil riset terbaru ini," kata periset lainnya, Dr. Jonathan Lass dari University Hospitals Case Medical Center di Cleveland. "Riset terbaru tersebut akan mengubah pandangan kami terhadap teori lama," ujarnya.
Kamis, 05 September 2013
Olahraga di Usia Lanjut, Mana yang Sesuai?
Saya bekerja pada perusahaan asing dan pensiun pada umur 56 tahun. Sekarang saya mempunyai waktu banyak untuk membaca, menulis, dan mulai berolahraga. Sejak dua tahun lalu saya diketahui menderita diabetes melitus. Gula darah saya meningkat 200 mg lebih. Memang, berat badan saya lebih dan saya kurang berolahraga. Saya berhasil menurunkan berat badan dua kilogram, namun kegiatan olahraga belum dapat saya laksanakan. Pada waktu itu sekaligus saya menjalani pemeriksaan mata, jantung, dan ginjal. Hasilnya ternyata masih baik, kecuali mata saya memerlukan kacamata baca. Tekanan darah saya sedikit tinggi dan untuk menurunkannya saya mengurangi konsumsi garam dan minum tablet penurun tekanan darah pada pagi hari.
Karena saya sudah pensiun, maka saya berniat untuk berolahraga lebih sering. Kebetulan saya tinggal dekat rumah kakak saya. Kakak saya sudah berumur 62 tahun, namun beliau berolahraga secara teratur. Setiap pagi beliau berjalan kaki sedikitnya 30 menit mengelilingi kompleks perumahan. Dia menderita penyakit jantung koroner dan darah tinggi, namun tetap rajin berolahraga. Bersama kami juga ikut jalan pagi beberapa teman yang sudah lanjut usia. Mereka pada umumnya memilih olahraga jalan kaki karena khawatir olahraga lain akan berakibat kurang baik pada orang yang sudah lanjut usia. Pertanyaan saya adalah olahraga apa yang boleh dilakukan oleh orang yang berusia lanjut? Apakah kalau sudah lanjut usia olahraga harus dikurangi? Penyakit apa saja yang tak memungkinkan orang berusia lanjut berolahraga? Terima kasih atas penjelasan dokter.
(M di J)
Jawaban:
Olahraga bermanfaat untuk kesehatan jasmani maupun rohani.Manfaat olahraga di antaranya melancarkan sirkulasi darah, memperkuat otot, mencegah pengeroposan tulang, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat, dan menaikkan kolesterol baik. Olahraga juga bermanfaat untuk membakar kalori, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi otot, bahkan olahraga juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Sedangkan manfaat lain olahraga adalah biasanya dapat menghilangkan sembelit, membuat tidur lebih nyenyak, serta mengurangi depresi.
Setiap orang hendaknya berusaha untuk menyempatkan diri berolahraga tidak hanya di usia muda, namun perlu pula diteruskan pada usia lanjut. Olahraga perlu dijalankan secara teratur. Pemilihan jenis olahraga yang akan dijalankan tentu disesuaikan dengan kegemaran, biaya, serta kemampuan fisik seseorang. Olahraga dapat dilaksanakan sendiri, misalnya jalan kaki, naik sepeda, atau berenang. Namun, olahraga dapat juga dilakukan bersama, misalnya tenis, badminton, dan golf. Olahraga sendiri memungkinkan kita melaksanakan olahraga tanpa bergantung pada orang lain. Namun, olahraga bersama juga menyenangkan karena kita dapat bergaul dengan peserta lain.
Adakalanya pada usia lanjut seseorang menderita penyakit tertentu. Ini tak berarti dia tidak boleh berolahraga. Pada umumnya dia dapat melanjutkan kebiasaan berolahraga, hanya dia perlu membicarakan dengan dokternya apakah olahraga yang dipilihnya cocok dan tidak memengaruhi penyakitnya. Sering juga terjadi, semasa muda tak sempat berolahraga, barulah setelah pensiun dia mempunyai waktu luang. Sudah tentu akan lebih baik bila kebiasaan berolahraga dimulai secara teratur sejak kecil. Namun, memulai olahraga pada usia lanjut juga tetap bermanfaat.Mulailah berolahraga secara bertahap. Mulai dengan olahraga ringan dan sedikit demi sedikit intensitas serta lamanya berolahraga ditingkatkan. Setiap berolahraga jangan lupa mulai dengan masa pemanasan dan ditutup dengan masa pendinginan.-
Pada beberapa penyakit, pemilihan olahraga disesuaikan dengan penyakitnya. Pada radang sendi, misalnya, olahraga yang terlalu banyak mengerakkan sendi mungkin akan menimbulkan rasa nyeri. Namun, sendi yang meradang juga tak boleh dibiarkan tak bergerak karena dapat menimbulkan sendi menjadi kaku. Salah satu pilihan yang cukup
baik untuk penderita radang sendi kronik adalah berenang.
Pada penyakit jantung koroner, dokter akan menganjurkan olahraga sesuai dengan keadaan pasien. Biasanya olahraga yang dianjurkan adalah olahraga bersifat aerobik. Jenis olahraga aerobik di antaranya adalah jalan kaki, bersepeda, dansa, berenang, dan golf.Pada penderita penyakit paru obstruktif menahun, olahraga juga bermanfaat. Pada umumnya penyakit ini berkaitan dengan kebiasaan merokok. Karena itu, merokok harus dihentikan. Olahraga pada penderita penyakit paru obstruktif menahun dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.
Karena saya sudah pensiun, maka saya berniat untuk berolahraga lebih sering. Kebetulan saya tinggal dekat rumah kakak saya. Kakak saya sudah berumur 62 tahun, namun beliau berolahraga secara teratur. Setiap pagi beliau berjalan kaki sedikitnya 30 menit mengelilingi kompleks perumahan. Dia menderita penyakit jantung koroner dan darah tinggi, namun tetap rajin berolahraga. Bersama kami juga ikut jalan pagi beberapa teman yang sudah lanjut usia. Mereka pada umumnya memilih olahraga jalan kaki karena khawatir olahraga lain akan berakibat kurang baik pada orang yang sudah lanjut usia. Pertanyaan saya adalah olahraga apa yang boleh dilakukan oleh orang yang berusia lanjut? Apakah kalau sudah lanjut usia olahraga harus dikurangi? Penyakit apa saja yang tak memungkinkan orang berusia lanjut berolahraga? Terima kasih atas penjelasan dokter.
(M di J)
Jawaban:
Olahraga bermanfaat untuk kesehatan jasmani maupun rohani.Manfaat olahraga di antaranya melancarkan sirkulasi darah, memperkuat otot, mencegah pengeroposan tulang, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat, dan menaikkan kolesterol baik. Olahraga juga bermanfaat untuk membakar kalori, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi otot, bahkan olahraga juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Sedangkan manfaat lain olahraga adalah biasanya dapat menghilangkan sembelit, membuat tidur lebih nyenyak, serta mengurangi depresi.
Setiap orang hendaknya berusaha untuk menyempatkan diri berolahraga tidak hanya di usia muda, namun perlu pula diteruskan pada usia lanjut. Olahraga perlu dijalankan secara teratur. Pemilihan jenis olahraga yang akan dijalankan tentu disesuaikan dengan kegemaran, biaya, serta kemampuan fisik seseorang. Olahraga dapat dilaksanakan sendiri, misalnya jalan kaki, naik sepeda, atau berenang. Namun, olahraga dapat juga dilakukan bersama, misalnya tenis, badminton, dan golf. Olahraga sendiri memungkinkan kita melaksanakan olahraga tanpa bergantung pada orang lain. Namun, olahraga bersama juga menyenangkan karena kita dapat bergaul dengan peserta lain.
Adakalanya pada usia lanjut seseorang menderita penyakit tertentu. Ini tak berarti dia tidak boleh berolahraga. Pada umumnya dia dapat melanjutkan kebiasaan berolahraga, hanya dia perlu membicarakan dengan dokternya apakah olahraga yang dipilihnya cocok dan tidak memengaruhi penyakitnya. Sering juga terjadi, semasa muda tak sempat berolahraga, barulah setelah pensiun dia mempunyai waktu luang. Sudah tentu akan lebih baik bila kebiasaan berolahraga dimulai secara teratur sejak kecil. Namun, memulai olahraga pada usia lanjut juga tetap bermanfaat.Mulailah berolahraga secara bertahap. Mulai dengan olahraga ringan dan sedikit demi sedikit intensitas serta lamanya berolahraga ditingkatkan. Setiap berolahraga jangan lupa mulai dengan masa pemanasan dan ditutup dengan masa pendinginan.-
Pada beberapa penyakit, pemilihan olahraga disesuaikan dengan penyakitnya. Pada radang sendi, misalnya, olahraga yang terlalu banyak mengerakkan sendi mungkin akan menimbulkan rasa nyeri. Namun, sendi yang meradang juga tak boleh dibiarkan tak bergerak karena dapat menimbulkan sendi menjadi kaku. Salah satu pilihan yang cukup
baik untuk penderita radang sendi kronik adalah berenang.
Pada penyakit jantung koroner, dokter akan menganjurkan olahraga sesuai dengan keadaan pasien. Biasanya olahraga yang dianjurkan adalah olahraga bersifat aerobik. Jenis olahraga aerobik di antaranya adalah jalan kaki, bersepeda, dansa, berenang, dan golf.Pada penderita penyakit paru obstruktif menahun, olahraga juga bermanfaat. Pada umumnya penyakit ini berkaitan dengan kebiasaan merokok. Karena itu, merokok harus dihentikan. Olahraga pada penderita penyakit paru obstruktif menahun dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.
Pada tahap awal, penderita mungkin memerlukan pendamping fisioterapi untuk latihan bernapas secara efisien. Selanjutnya, penderita dapat mulai berlatih sendiri dan jika keadaan memungkinkan dapat berolahraga, misalnya olahraga jalan kaki.Pada usia lanjut olahraga perlu tetap diteruskan. Pada umumnya orang lanjut usia dapat tetap berolahraga. Memang ada beberapa penyakit yang mengharuskan penderita istirahat total di tempat tidur, misalnya penyakit infark jantung akut. Namun, biasanya masa istirahat total ini hanya beberapa hari. Secara bertahap penderita akan dilatih mobilisasi dan kemudian akan dianjurkan untuk berolahraga ringan.
Pada usia lanjut dapat terjadi penurunan fungsi pendengaran, penglihatan, dan koordinasi gerak. Karena itu, dalam melaksanakan olahraga perlu dihindari terjadinya kecelakaan. Kecelakaan dapat terjadi terutama jika berolahraga di jalan umum. Jika berjalan kaki pagi hari, hendaknya jangan berjalan di jalan raya. Gunakan pakaian yang mudah terlihat. Hati-hati dengan lubang di jalan atau kendaraan yang mungkin muncul secara mendadak.
Sebaiknya orang yang berusia lanjut berolahraga bersama agar memungkinkan untuk saling menolong dan mengingatkan agar tak terjadi kecelakaan. Anda mendapat pensiun pada usia yang relatif muda. Anda dapat menikmati masa pensiun Anda dengan memanfaatkan waktu yang ada untuk kegemaran Anda serta berolahraga. Anda juga punya kesempatan untuk menolong orang lain, misalnya dengan melatih remaja, menulis buku, atau mengajar. Pengalaman Anda akan menjadi bekal yang berharga bagi orang lain. Namun, jangan lupa memelihara kesehatan Anda dengan menjalankan olahraga secara teratur.
Pada usia lanjut dapat terjadi penurunan fungsi pendengaran, penglihatan, dan koordinasi gerak. Karena itu, dalam melaksanakan olahraga perlu dihindari terjadinya kecelakaan. Kecelakaan dapat terjadi terutama jika berolahraga di jalan umum. Jika berjalan kaki pagi hari, hendaknya jangan berjalan di jalan raya. Gunakan pakaian yang mudah terlihat. Hati-hati dengan lubang di jalan atau kendaraan yang mungkin muncul secara mendadak.
Sebaiknya orang yang berusia lanjut berolahraga bersama agar memungkinkan untuk saling menolong dan mengingatkan agar tak terjadi kecelakaan. Anda mendapat pensiun pada usia yang relatif muda. Anda dapat menikmati masa pensiun Anda dengan memanfaatkan waktu yang ada untuk kegemaran Anda serta berolahraga. Anda juga punya kesempatan untuk menolong orang lain, misalnya dengan melatih remaja, menulis buku, atau mengajar. Pengalaman Anda akan menjadi bekal yang berharga bagi orang lain. Namun, jangan lupa memelihara kesehatan Anda dengan menjalankan olahraga secara teratur.
Wanita Tidak Pedulikan Ukuran "Mr.P"
Ukuran penis merupakan salah satu hal yang paling diperhatikan oleh kebanyakan kaum pria di muka bumi ini. Entah itu ukurannya yang besar atau kecil. Namun, kebanyakan pria berpikir ukuran penis mereka di bawah rata-rata.
Setiap pria itu unik dengan caranya sendiri, termasuk untuk ukuran penis mereka. Beberapa pria memiliki ukuran yang panjang dan kurus, sementara yang lainnya bisa saja lebar dan pendek. Bahkan, bagi kaum pria yang beruntung, mereka bisa memiliki ukuran yang panjang dan besar, yang mana memberikan keuntungan bagi kaum perempuan. Tetapi, bagaimana ya kira-kira para pria tahu, ada di ukuran mana penis mereka ?
Ukuran rata-rata
Coba sarankan kepada pasangan Anda atau mengajaknya untuk mengukur ukuran penis miliknya yang sebenarnya. Apakah lebar, panjang, atau pendek? Dan katakan kepadanya untuk tidak membandingkan milik mereka dengan pria lain yang kerap mereka temui di toilet pria.
Sarankan kepada pasangan Anda mengenai cara mengukur yang tepat dan mengetahui jawabannya untuk ukuran penis mereka, sebagaimana yang diteliti oleh penelitian baru-baru ini di Amerika Serikat.
The Erectus Lengthus: Panjang maksimal penis dicapai melalui keadaan gairah dan kegembiraan. Ukuran rata-rata diukur dari pangkal batang ke ujung, yaitu 14,73 sentimeter.
The Maximus Girthus: Sementara masih dalam keadaan ereksi, bungkus pita pengukur sekitar pangkal penis. Rata-rata ukurannya ialah sekitar 12,7 sentimeter atau dengan diameter 4,06 sentimeter.
The Erectus Angle: Sementara masih dalam keadaan ereksi, berdiri dengan punggung bersandar di dinding dan perkirakan sudut Anda. Sudut 180 derajat menunjuk langsung muncul di dagu, sudut 90 derajat akan menunjuk langsung di depan Anda, dan sudut nol derajat akan menunjuk langsung turun ke kaki Anda. Rata-rata memperoleh sudut sebesar 106,8 derajat.
The Flacidus Lengthus: Ukur segera setelah menanggalkan pakaian karena Anda tidak ingin udara dingin atau hangat dari ruangan mengubah pengukuran penis Anda. Sebab, penyusutan atau perluasan mungkin terjadi disebabkan oleh suhu ruangan. Pada saat mengukur ini, rata-rata ukuran penis menjadi 8,71 sentimeter.
Apakah ukuran penis begitu penting?
Ini pastinya merupakan pertanyaan yang sering kali diajukan oleh banyak orang, baik pria maupun wanita, dan sayangnya hal itu buruk. Sebab, hal tersebut menjadi pertanyaan yang tidak ada artinya.
Ukuran penis sangat penting jika Anda dan pasangan berpikir demikian. Jika wanita menginginkan ukuran penis yang besar, ukuran penis sangat penting bagi seorang wanita, dan hanya untuknya, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, ukuran hanya salah satu bagian terpenting dari hubungan seksual untuk wanita saat berstimulasi.
Kaum wanita juga banyak melaporkan bahwa pria terlalu memikirkan ukuran penis mereka. Padahal, vagina sendiri memiliki panjang sekitar 12,7 sentimeter, bahkan penis yang berukuran kecil pun masih bisa menyentuh seluruh bagian di vagina. Rahasia untuk menyenangkan dan mengesankan seorang wanita secara seksual tidak ada hubungannya dengan ukuran penis.
Sebaliknya, berkonsentrasi pada gerakan dan irama pemanasan justru mampu menggairahkan kaum wanita. Kebanyakan wanita akan setuju bahwa ukuran penis tidak cukup untuk menyenangkan mereka. Jadi, katakan pada pasangan Anda, berhentilah untuk khawatir mengenai ukuran penis mereka dan berkonsentrasi pada teknik seksual saja.
Menurut Kinsey Institute, ukuran penis saat ereksi mencapai sebesar 33 sentimeter, dan untuk ukuran terkecil saat ereksi bisa sampai 2,54 hingga 1,91 sentimeter.
5 Kebiasaan untuk Meningkatkan Daya Ingat
alam buku The New IQ, terungkap bahwa yang utama ternyata bukan ingatan jangka pendek tapi bagaimana kita bisa memulai memiliki daya ingat dalam durasi yang lama. Ini akan membantu dalam menjalani hidup lebih baik. Dan ternyata daya ingat ini bisa ditingkatkan, asal tahu bagaimana caranya.
1. Corat-coret. Hadir dalam rapat atau perkuliahan yang berdurasi lama kadang membuat konsentrasi dan ingatan membuyar. Otak tidak tahan dalam waktu yang lama dan seketika akan berhenti. Cobalah mencorat coret kertas atau apa saja, untuk memberi jeda. Bisa dimulai dengan mencoret apa saja, bisa juga dengan materi yang lagi disampaikan atau lainnya.
2. Membaca. Latihan terbaik untuk otak dan daya ingat adalah membaca. Setiap halaman dan chapter yang biasa dibaca akan mengendap dalam ingatan. Setiap kata, kalimat serta gagasan akan sangat berguna bagi otak, dan ada baiknya menantang diri selalu dengan buku, pengarang dan gaya penulisanbaru.
3. Masak tanpa lihat resep. Ketika memasak, cobalah lihat resep sekali dan tutup bukunya. Dan dengan ingatan yang ada cobalah memasak dengan menghapal apa saja bahan dan cara memasaknya. Ketika dibiasakan maka daya ingat akan bekerja lebih baik.
4 Menghirup aroma herbal rosemary. Tanaman satu ini sangat berkhasiat untuk daya ingat. Dengan menghirup baunya atau membiarkan baunya menyebar di ruangan. Tanaman herbal ini mengandung acetylcholie yang baik untuk daya ingat.
5. Cek facebook. Sebagai salah satu sosial media yang populer ternyata ada hal positif yang bisa diperoleh. Bayangkan setiap orang kerap menuliskan beragam status dan selalu mengganti datanya dengan yang baru. Melihat status ataupun informasi baru di facebook ini juga akan melatih daya ingat bila dilakukan terus menerus.
Influenza Bikin Asma Kambuh
SERANGAN asma kerapkali merepotkan dan bahkan dapat membuat kondisi penderitanya kritis. Serangan ini dapat timbul akibat berbagai faktor berupa kontak dengan alergen (bahan yang menimbulkan alergi), infeksi (terutama infeksi virus pada saluran napas), dan kegiatan jasmani berlebihan
Apakah influenza dapat menyebabkan serangan asma atau kambuhnya asma? Perlukan penderita asma menghindar dari penularan influenza? Berikut pertanyaan serta penjelasan dr Samsuridjal Djauzi dalam rubrik konsultasi kesehatan yang dimuatHarian Kompas, Minggu (15/6).
SAYA berumur 45 tahun, bekerja sebagai dosen di sebuah universitas. Sudah sejak kecil saya menderita asma, tetapi sejak menggunakan obat semprot asma sekitar empat tahun ini serangan asma saya jarang datang.
Sebulan lalu suami saya mendapat serangan influenza. Badannya panas, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Rupanya tidak hanya suami saya yang terkena, tetapi juga anak saya yang berumur 19 dan 16 tahun juga terkena.
Terakhir, meski sudah berupaya menghindar, saya ternyata kebagian juga serangan asma. Suami dan anak-anak sembuh dengan baik setelah beristirahat 3-4 hari, tetapi saya mengalami hal berbeda.
Akibat influenza, serangan asma saya timbul dan serangan tersebut berat sehingga saya harus masuk rumah sakit. Kata dokter yang merawat, di samping serangan asma berat, saya juga mengalami komplikasi pneumonia.
Saya dirawat lima hari dan masih dilanjutkan dengan perawatan rawat jalan. Untunglah saya sekarang sudah pulih dan bekerja kembali. Saya perhatikan bahwa dulu saya juga pernah mendapat serangan asma setelah mengalami influenza, tetapi pada saat itu serangan asma saya dapat diatasi tanpa perawatan di rumah sakit.
Apakah influenza dapat menyebabkan serangan asma atau kambuhnya asma? Benarkan sudah ada vaksin influenza?
Menurut informasi yang saya peroleh, vaksin tersebut bermanfaat bagi orang berusia lanjut. Bagaimana dengan penderita asma, apakah juga ada manfaatnya? Terima kasih atas jawaban dokter.
M di B
Saya mengucapkan selamat karena Anda telah berhasil mengendalikan asma Anda. Dengan menggunakan obat semprot asma secara teratur memang keberhasilan pengendalian asma lebih besar.
Bahkan, penderita asma yang berhasil mengendalikan asmanya dapat menikmati kualitas hidup yang baik. Mereka dapat melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk kegiatan olahraga, seperti mendaki gunung dan bermain bola basket. Keadaan ini disebut pengendalian total. Jadi, asma tidak perlu lagi dianggap sebagai kecacatan sehingga penderita asma dibatasi kegiatannya.
Faktor pencetus serangan asma dapat berupa kontak dengan alergen (bahan yang menimbulkan alergi), infeksi (terutama infeksi virus pada saluran napas), dan kegiatan jasmani berlebihan. Keadaan psikis juga dapat mencetuskan atau memperberat serangan asma.
Nah, influenza adalah infeksi virus influenza pada saluran napas. Jadi, influenza memang merupakan faktor pencetus asma. Dengan demikian penderita asma perlu menghindar dari penularan influenza. Caranya tentu dengan menghindari kontak dengan penderita influenza.
Seperti mungkin Anda ketahui, virus influenza ditularkan melalui udara. Penderita influenza yang batuk diharapkan menutup mulutnya agar virus influenza tidak tersebar di udara. Jika pilek, dihapus dengan tisu dan tisunya harus dibuang di tempat sampah sehingga virus yang mungkin ada di tisu tersebut tak terpapar kepada orang lain.
Meski tindakan tersebut mengurangi penularan, cara yang efektif untuk menghindar dari influenza adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi influenza dilakukan setahun sekali.
Mereka yang dianjurkan untuk menjalani vaksinasi influenza adalah orang berusia lanjut (di atas 60 tahun) dan mereka yang berpenyakit kronik, seperti penyakit saluran napas kronik, penyakit jantung kronik, dan penyakit hati.
Vaksinasi ini juga akan bermanfaat bagi mereka yang mengalami penurunan kekebalan tubuh, seperti orang dengan HIV.
Vaksinasi influenza belum menjadi program pemerintah sehingga biaya masih harus ditanggung masyarakat. Di Indonesia vaksinasi influenza belum populer karena banyak orang beranggapan influenza adalah penyakit ringan yang akan sembuh sendiri.
Sebenarnya anggapan tersebut tidaklah salah. Sebagian besar penderita influenza akan mengalami sakit beberapa hari, tetapi dengan istirahat yang baik pada umumnya akan sembuh kembali.
Namun, pada sekelompok orang influenza dapat berakibat serius, seperti masuk rumah sakit, bahkan kematian. Keadaan serius ini biasanya disebabkan oleh penyulit yang timbul pada orang yang kekebalan tubuhnya menurun.
Di Korea sekitar 4 juta orang menjalani vaksinasi influenza setiap tahun tetapi di Indonesia yang penduduknya jauh lebih banyak hanya sekitar 300.000 orang yang mendapat vaksinasi influenza.
Dengan demikian kesadaran untuk menghindari influenza, termasuk vaksinasi influenza, perlu digalakkan. Sayang, harga vaksin influenza masih mahal, tetapi jika kita memprioritaskan kesehatan, vaksinasi perlu diutamakan. Pada hakikatnya vaksinasi adalah investasi dalam bidang kesehatan, jadi vaksinasi influenza juga akan dapat mengurangi pengeluaran karena biaya pengobatan sekarang ini meningkat tajam.
Nah, saya berharap asma Anda tetap terkendali dan Anda sekarang memahami vaksinasi influenza pada penderita asma dapat mengurangi risiko serangan asma. (dr Samsuridjal Djauzi)
SAYA berumur 45 tahun, bekerja sebagai dosen di sebuah universitas. Sudah sejak kecil saya menderita asma, tetapi sejak menggunakan obat semprot asma sekitar empat tahun ini serangan asma saya jarang datang.
Sebulan lalu suami saya mendapat serangan influenza. Badannya panas, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Rupanya tidak hanya suami saya yang terkena, tetapi juga anak saya yang berumur 19 dan 16 tahun juga terkena.
Terakhir, meski sudah berupaya menghindar, saya ternyata kebagian juga serangan asma. Suami dan anak-anak sembuh dengan baik setelah beristirahat 3-4 hari, tetapi saya mengalami hal berbeda.
Akibat influenza, serangan asma saya timbul dan serangan tersebut berat sehingga saya harus masuk rumah sakit. Kata dokter yang merawat, di samping serangan asma berat, saya juga mengalami komplikasi pneumonia.
Saya dirawat lima hari dan masih dilanjutkan dengan perawatan rawat jalan. Untunglah saya sekarang sudah pulih dan bekerja kembali. Saya perhatikan bahwa dulu saya juga pernah mendapat serangan asma setelah mengalami influenza, tetapi pada saat itu serangan asma saya dapat diatasi tanpa perawatan di rumah sakit.
Apakah influenza dapat menyebabkan serangan asma atau kambuhnya asma? Benarkan sudah ada vaksin influenza?
Menurut informasi yang saya peroleh, vaksin tersebut bermanfaat bagi orang berusia lanjut. Bagaimana dengan penderita asma, apakah juga ada manfaatnya? Terima kasih atas jawaban dokter.
M di B
Saya mengucapkan selamat karena Anda telah berhasil mengendalikan asma Anda. Dengan menggunakan obat semprot asma secara teratur memang keberhasilan pengendalian asma lebih besar.
Bahkan, penderita asma yang berhasil mengendalikan asmanya dapat menikmati kualitas hidup yang baik. Mereka dapat melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk kegiatan olahraga, seperti mendaki gunung dan bermain bola basket. Keadaan ini disebut pengendalian total. Jadi, asma tidak perlu lagi dianggap sebagai kecacatan sehingga penderita asma dibatasi kegiatannya.
Faktor pencetus serangan asma dapat berupa kontak dengan alergen (bahan yang menimbulkan alergi), infeksi (terutama infeksi virus pada saluran napas), dan kegiatan jasmani berlebihan. Keadaan psikis juga dapat mencetuskan atau memperberat serangan asma.
Nah, influenza adalah infeksi virus influenza pada saluran napas. Jadi, influenza memang merupakan faktor pencetus asma. Dengan demikian penderita asma perlu menghindar dari penularan influenza. Caranya tentu dengan menghindari kontak dengan penderita influenza.
Seperti mungkin Anda ketahui, virus influenza ditularkan melalui udara. Penderita influenza yang batuk diharapkan menutup mulutnya agar virus influenza tidak tersebar di udara. Jika pilek, dihapus dengan tisu dan tisunya harus dibuang di tempat sampah sehingga virus yang mungkin ada di tisu tersebut tak terpapar kepada orang lain.
Meski tindakan tersebut mengurangi penularan, cara yang efektif untuk menghindar dari influenza adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi influenza dilakukan setahun sekali.
Mereka yang dianjurkan untuk menjalani vaksinasi influenza adalah orang berusia lanjut (di atas 60 tahun) dan mereka yang berpenyakit kronik, seperti penyakit saluran napas kronik, penyakit jantung kronik, dan penyakit hati.
Vaksinasi ini juga akan bermanfaat bagi mereka yang mengalami penurunan kekebalan tubuh, seperti orang dengan HIV.
Vaksinasi influenza belum menjadi program pemerintah sehingga biaya masih harus ditanggung masyarakat. Di Indonesia vaksinasi influenza belum populer karena banyak orang beranggapan influenza adalah penyakit ringan yang akan sembuh sendiri.
Sebenarnya anggapan tersebut tidaklah salah. Sebagian besar penderita influenza akan mengalami sakit beberapa hari, tetapi dengan istirahat yang baik pada umumnya akan sembuh kembali.
Namun, pada sekelompok orang influenza dapat berakibat serius, seperti masuk rumah sakit, bahkan kematian. Keadaan serius ini biasanya disebabkan oleh penyulit yang timbul pada orang yang kekebalan tubuhnya menurun.
Di Korea sekitar 4 juta orang menjalani vaksinasi influenza setiap tahun tetapi di Indonesia yang penduduknya jauh lebih banyak hanya sekitar 300.000 orang yang mendapat vaksinasi influenza.
Dengan demikian kesadaran untuk menghindari influenza, termasuk vaksinasi influenza, perlu digalakkan. Sayang, harga vaksin influenza masih mahal, tetapi jika kita memprioritaskan kesehatan, vaksinasi perlu diutamakan. Pada hakikatnya vaksinasi adalah investasi dalam bidang kesehatan, jadi vaksinasi influenza juga akan dapat mengurangi pengeluaran karena biaya pengobatan sekarang ini meningkat tajam.
Nah, saya berharap asma Anda tetap terkendali dan Anda sekarang memahami vaksinasi influenza pada penderita asma dapat mengurangi risiko serangan asma. (dr Samsuridjal Djauzi)
Vitamin C dan Asma
Punya anak atau keponakan yang menderita asma? Cobalah beri mereka vitamin C secara teratur. Bisa dari buah-buahan atau suplemen vitamin. Menurut penelitian Third National Health and Nutrition Examination tahun 1988-1994, diketahui adanya hubungan antara penyakit asma dan rendahnya kadar aktiosidan vitamin C, alfa karoten, beta karoten, dan beta kriptoxantin.
Umumnya, kandungan unsur-unsur itu dalam serum darah para penderita asma rendah. Itu sebabnya, disarankan memberikan vitamin C dan alfa karoten yang memiliki pengaruh paling signifikan untuk menambah daya tahan tubuh penderita asma.
Musim Peralihan, Penderita Asma Meningkat
Peralihan musim hujan ke kemarau membuat penderita asma meningkat, khususnya pada kelompok lanjut usia. Saat peralihan, udara di malam hari sangat dingin sehingga faktor pencetus asma berubah menjadi manifes.
"Penyakit asma adalah penyakit keturunan. Penyakit akan muncul jika penderita berdekatan dengan faktor manifes seperti udara dingin dan debu. Saat musim peralihan cuaca siang dan malam hari sangat kontras, sehingga faktor pencetus dengan mudah menjadi manifes," kata Koordinator Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru unit pelayanan Bantul, dr Bagus Sugiharto, Selasa (3/6).
Menurut Bagus, rata-rata jumlah pasien per hari berkisar 25 orang. Sebagian besar adalah kelompok lanjut usia. "Sebelumnya jumlah pasien selalu kurang dari 25 orang per hari. Sudah sebulan ini ada lonjakan," katanya.
Selain asma, penyakit lain yang juga dikeluhkan pasien adalah TBC. Penyakit ini seperti fenomena gunung es, karena masih sulit ditemukan. Warga masih malu untuk berobat, padahal penyakit ini bisa disembuhkan dengan terapi rutin sekitar 6 bulan.
Langganan:
Postingan (Atom)