Jumat, 01 Juli 2016

15 Hikmah Sakit ..


Sakit

Oleh: Salim A. Fillah

1. Sakit itu dzikrullah
Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma ALLAH di banding ketika dalam sehatnya.

2. Sakit itu istighfar
Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit, sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.

3. Sakit itu tauhid
Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar?

4. Sakit itu muhasabah
Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.

5. Sakit itu jihad
Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah, di wajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya.

6. Bahkan Sakit itu ilmu
Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

7. Sakit itu nasihat
Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri, yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar, ALLAH cinta dan sayang keduanya.

8. Sakit itu silaturrahim
Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

9. Sakit itu gugur dosa
Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan di cuci-Nya.

10. Sakit itu mustajab do’a
Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta dido’akan oleh yang sakit.

11. Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan, di ajak maksiat tak mampu tak mau, dosa lalu malah disesali kemudian diampuni.

12. Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis, satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

13. Sakit meningkatkan kualitas ibadah, rukuk-sujud lebih khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-do’a jadi lebih lama.

14. Sakit itu memperbaiki akhlak, kesombongan terkikis, sifat tamak di paksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu.

15. Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati, mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan.

Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa memberi kesembuhan atas penyakit yang saat ini sahabatku derita dan Allah berikan kemudahan untuk mengambil hikmahnya.

Yuk, Bermuhasabah ..

zikir

Ustaz Mufti Syafii yang akan menjadi Imam Qiyamul Lail di Masjid At Tin, Jakarta, nanti malam akan mengangkat tema sakaratul maut. Biasanya muhasabah dilakukan selesai shalat baru muhasabah atau sebaliknya.

Biasanya Ustaz Mufti selalau memulai dengan mengajak berzikir dan beristighfar. Kemudian bercerita mengenai proses kematian dan sakartul maut sesuai dengan Alquran dan hadist.

“Mengajak jamah untuk membayangkan apa yang telah diperbuat selama hidup dan membayangkan saat mengalami sakaratul maut,” jelas dia. Sehingga hati para jamaah menangis dan semakin takut kepada Allah SWT.

Setelah muhasabah ustaz Mufti berharap jamaah dapat selalu mengingat kematian. Mereka juga sudah sejak dini mulai mempersiapkan amal untuk meninggalkan dunia kapanpun dan dimanapun.

Menurut Ketua Pemuda dan Remaja Islam Masjid Agung At Tiin Bagus Herdian mengatakan biasanya muhasabah dilakukan di antara shalat setelah salam menggunakan bahasa arab dan bahasa Indonesia. Tahun ini hanya lima imam Qiyamul Lail yang bertugas dalam I’tikaf di Masjid Agung At Tiin.

“Dari lima ustaz, hanya dua ustaz yang memberikan muhasabah Ustaz Ibnu Jarir dan Ustaz Mufti Syafii, sedangkan ustaz lainnya hanya menambahkan doa qunut saja dalam shalat malam,” jelas dia

Hikmah Sakit di Bulan Puasa ..


Ramadhan

Tidak ada manusia yang menginginkan atau mengharapkan sakit. Namun, setiap manusia pasti mengalami sakit.

Dokter Ahli Bedah Tulang, Briliantono M Soewarno menjelaskan sakit merupakan suatu keadaan di mana tubuh menjadi abnormal dan tidak seperti biasanya. Sakit, kata dia, timbul karena adanya penyimpangan fungsi dari organ tubuh.

"Sehingga mekanisme kerja organ tubuh tersebut terganggu dan tidak harmonis," kata Briliantono dalam bukunya Panduan Sehat Selama Ramadhan, Senin (27/6).

Namun, Briliantono menilai sebenarnya ada hikmah di balik sakit, terutama pada bulan suci Ramadhan. Menurut dia, sakit dapat memberikan waktu bagi manusia khususnya umat Muslim untuk beristirahat.
"Keasyikan bekerja membuat manusia lalai merawat tubuh. Karena sakit itulah tubuh menjadi dapat beristirahat," ujar Briliantono.

Selain mengistirahatkan tubuh, kata dia, sakit juga dapat menyambung silaturahim antar manusia. Umat Muslim yang jarang berkumpul bersama keluarga, lanjut dia, mendapatkan perhatian dan kehangatan keluarga di saat sakit.

"Banyak saudara atau kerabat yang menjenguk, jadinya kita bisa menjalin silaturahim," katanya.
Briliantono melanjutkan, sakit juga menjadi pelajaran bagi manusia untuk senantiasa memperhatikan kesehatan tubuh mereka. "Betapa indahnya hidup kalau kita sehat," ujarnya.

Hikmah lainnya di balik sakit, kata dia, yakni doa orang yang sakit insya Allah di mustajab. Menurut dia, kondisi spiritual orang yang sedang sakit berada pada titik tertinggi, sedangkan kondisi psikologinya berada pada titik terendah.

"Dia tidak punya sandaran kecuali kepada Allah," tutur Briliantono.
Pasalnya, kata dia, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasullulah SAW menyuruh kita meminta doa kepada orang sakit yang kita jenguk, karena doa orang yang sedang sakit seperti doanya para malaikat.

Terakhir, hikmah sakit, lanjut dia, dapat menghapus dosa manusia. Briliantono mengatakan Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa sakit yang diderita seorang Muslim bisa menghapus atau merontokan dosa-dosanya.

"Inilah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa," kata Briliantono.


Oleh : Wisnu Aji Prasetiyo

Madrasah Istimewa ..

Ilustrasi Ramadhan
Oleh: Moch Hisyam

Ramadhan adalah madrasah istimewa bagi kaum Muslimin. Di madrasah ini umat Islam ditempa, dididik, dilatih, dan dibimbing untuk menjadi insan mulia. Tidak ada madrasah yang terbaik dan teristimewa yang disediakan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya kecuali madrasah Ramadhan.

Keistimewaan madrasah Ramadhan ini terlihat dari beberapa hal, antara lain ; pertama, tutor ataupun pengajar di madrasah Ramadhan ini adalah Allah SWT, Rasulullah SAW dan orang-orang yang telah ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT, yaitu orang-orang yang berilmu. “Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS al-Alaq [96] : 4-5)

Dalam ayat yang lain, “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui." (QS al-Baqarah [2]: 151).

Kedua, yang menjadi peserta didik di madrasah Ramadhan ini bukan orang sembarang. Mereka adalah orang-orang yang beriman. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. “(QS al-Baqarah (2) : 183).

Ketiga, Pendidikan di madrasah Ramadhan ini berlangsung sebulan penuh dan dilaksanakan di bulan yang istimewa, yaitu bulan Ramadhan. “Seandainya umatku tahu apa-apa yang ada di bulan Ramdhan niscaya mereka akan menginginkan seluruh bulan itu adalah Ramadhan.”

Keempat, Madrasah Ramadhan dilaksanakan di masjid, mushala, langgar dan di ruang-ruang kehidupan orang-orang yang beriman. Kelima, materi yang diberikan di madrasah ini meliputi tiga hal, yaitu pendidikan rohani, pendidikan hati, dan pendidikan fisik.

Dengan ketiga pendidikan itu akan menjadikan rohani orang-orang yang beriman menjadi suci atau fitrah, memiliki kesabaran, mampu mengendalikan diri dan menjadikan tubuhnya sehat.

Keenam, buku panduannya pun istimewa yaitu Alquran dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya Alquran itu adalah kitab yang mulia.” (QS Fushshilat [41]: 41).

Ketujuh, gelar yang diberikan kepada orang yang mampu menyelesaikan pendidikan di Madrasah Ramadan ini adalah al-Muttaqin, dan akan dianugerahi kebahagiaan dunia dan kebahagiaan di akhirat, serta mendapat ridha Allah SWT dan surga-Nya.

Kita sedang berada di hari-hari akhir madrasah istimewa ini. Mari kita pergunakan kesempatan ini untuk menjadi peserta didik yang baik yang bisa menangkap, memahami, menghayati, dan merealisasikan berbagai pelajaran yang diberikan di madrasah Ramadhan.

Sehingga setelah kita keluar dari Madrasah Ramadhan ini menjadi insan bertakwa yang mampu menebarkan kebaikan dan kemanfaatan bagi diri, keluarga, dan masyarakatnya yang dibarengi dengan kekuatan fisik, kefirahan ruh dan hati yang bersih. Semoga. Wallahu a'lam.

Survei: Saat Puasa Orang Indonesia Lebih Susah Menahan Marah daripada Lapar ..


-

Apa yang harus dilakukan umat Islam saat bulan puasa? Menahan lapar dan haus selama sekitar 13 jam sudah pasti. Namun yang utama, bulan suci Ramadan menjadi momen untuk meningkatkan disiplin dalam beribadah serta mengontrol diri.

Ada banyak tantangan yang mesti dihadapi umat Islam di Indonesia. Cuaca tropis yang panas dan terik, perjalanan macet di kota-kota besar, berdesak-desakan di transportasi umum, bagaikan cobaan untuk ibadah puasa umat Islam di Indonesia.

Atas segala tantangan di atas, ternyata sebagian orang Indonesia mengaku, lebih sulit menahan marah daripada lapar dan haus saat menjalankan ibadah puasa. Fakta ini diketahui berdasarkan hasil survei 9APPS, sebuah toko aplikasi dan game gratis di Android, kepada 8.084 pengguna mobile internet di Indonesia.

Sebanyak 35 persen dari 8.084 responden menyebut tantangan terbesar adalah menahan diri agar tetap tenang dan tidak terpancing amarahnya saat berhadapan dengan orang yang menjengkelkan. Tantangan terbesar kedua bagi 34 persen dari responden adalah untuk beraktivitas penuh di siang hari saat tubuh terasa lemah dan ngantuk karena tak makan dan minum. Sementara menahan makan dan minum menjadi tantangan terbesar bagi 11 persen responden.

Mengapa menahan amarah jadi tantangan terberat bagi sebagian besar responden? Rupanya, jalanan yang macet adalah penyebabnya. Ini dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di kota besar, khususnya Jakarta. Sebanyak 56 persen responden mengaku, terjebak dalam kemacetan saat menuju rumah untuk berbuka puasa adalah momen di mana responden mesti mengontrol diri untuk tetap tenang dan tidak terpancing untuk marah.

Bila berhasil melalui tantangan terberat ini, orang Indonesia bisa dinobatkan sebagai Ramadan Champion (Juara Ramadan). Ya, survei dari 9APPS tersebut dilakukan sekaligus untuk mencari Ramadan Champion.
Gelar Ramadan Champion.bisa diperoleh oleh umat Islam yang mampu menahan berbagai bentuk godaan sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Untuk memberi bonus kepada mereka yang lancar beribadah di bulan Ramadan, 9APPS juga menggelar kontes Ramadan Champion berhadiah total ratusan juta yang terdiri diri motor, smartphone, voucher belanja, dan lainnya.

Pengguna 9APPS dapat mengikuti kontes Ramadan Champion dengan cara klik banner Ramadan Champion. yang ada di dalam aplikasi 9APPS. Selanjutnya, pengguna mengumpulkan satu seri kartu yang berhubungan dengan lima jenis godaan. Kartu tersebut bisa diperoleh jika mengunduh aplikasi menggunakan 9APPS.

Saat mengikuti kontes, pengguna 9APPS dapat mengunduh berbagai aplikasi dan game yang sanggup menemani pengguna di bulan Ramadan. Ada aplikasi jadwal salat, Al-Quran, dan lainnya. Adanya aplikasi dan game yang sesuai dengan kebutuhan di bulan Ramadan merupakan bentuk pelayanan 9APPS untuk menyediakan konten lokal yang cocok buat pengguna di Indonesia.

Ingin segera ikutan kontes Ramadan Champion dari 9APPS? Cek dulu video yang langsung jadi Top 20 Trending di YouTube sejak pertama kali diunggah ini dan kunjungi Facebook 9 APPS Indonesia serta Twitter @9Apps_ID.

Ikuti juga kontes membuat meme di Twitter @9Apps_ID yang berhubungan dengan menahan godaan puasa dengan tagar #9APPSRamadanMeme seperti para seleb berikut:

Selamat berjuang menjadi Ramadan Champion!

Mudik, Usahakan tetap Jaga Puasa dan Shalat ..


Mudik

Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU KH Cholil Nafis mengatakan bagi musafir yang jarak bepergiannya jauh dibolehkan untuk tidak berpuasa. Tetapi dia mengingatkan alangkah lebih baiknya jika berpuasa.

“Untuk shalat lima waktu bisa dijama (dikumpulkan) juga bisa di qashar (perpendek) yang empat rakaat menjadi dua rakaat,” kata dia, Kamis (30/6).

Seorang musafir yang menempuh jarak jauh yang diperbolehkan dapat menjama dan men qadarnya. Beberapa ulama berbeda pendapat mengenai jarak yang diperbolehkan melakukan qashar atau jama. 
Tetapi mayoritas ulama menggunakan patokan 120 kilometer. Sedangkan sebagian ulama yang lain menyebut batas minimal musafir melakukan perjalaan jauh adalah 80 hingag 90 kilometer. 

Dari jarak tersebut maka selain boleh menjama atau qashar shalatnya juga boleh memilih berpuasa atau berbuka. Kyai Cholil juga mengingatkan agar ketika dalam satu perjalanan muslim yang satu tidak boleh mencela muslim lainnya ketika tidak berpuasa begitu juga sebaliknya.

“Orang yang berpuasa jangan mencela orang yang berbuka dan orang yang berbuka jangan mencela orang yang berpuasa ketika dalam perjalanan,” jelas dia.  

Rasulullah pernah mengatakan kepada Hamzah bin Amr al aslami, saat bertanya berpuasa ketika bepergian. Rasulullah menjawab siapa pun yang ingin berpuasa maka berpuasalah dan siapa yang ingin berbuka, berbukalah. 

Rasulullah juga pernah melakukan perjalanan, kemudian melihat banyak orang berdesak-desakan dan yang dipayungi. Ternyata orang tersebut sedang berpuasa, Rasulullah pun mengatakan berpuasa dalam perjalnan yang sangat memberatkan itu bukanlah kebaikan.

Kamis, 30 Juni 2016

Tips Atasi Mabuk Perjalanan dan Diare pada Anak Saat Mudik ..


Perjalanan Mudik yang seharusnya menyenangkan bisa terasa menyiksa pada anak jika sampai mereka menderita mabuk perjalanan atau diare, dua penyakit yang umum diderita anak saat perjalanan jauh.

Mabuk perjalanan menjadi penyakit yang sering dialami anak. Penyakit ini disebabkan oleh konflik antara mata dan telinga. Telinga bagian dalam mendeteksi gerakan namun mata tidak mendeteksi hal tersebut.

Sinyal-sinyal yang bercampur masuk ke otak akan mengakibatkan mual, pusing, muntah, puncat dan keringat dingin. Kondisi ini bisa saja terjadi pada perjalanan darat, udara hingga laut. Jika anak memang mudah mabuk, ada baiknya ia mengonsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks. Orangtua juga harus menghindari makanan berlemak.

Ada baiknya anak mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit namun berkali-kali dan tetap bergizi. Dorong anak untuk melihat ke luar mobil dan mendapatkan udara segar. Sesekali orangtua harus membuka jendela mobil untuk mendapatkan udara segar.

Gunakan bantal agar menimalkan gerakan kepala. Jika perjalanan sangat jauh ada baiknya sering berhenti. Berjalan kaki sebentar akan membantu mengurangi rasa mabuk perjalanan pada anak.

Selain mabuk perjalanan, masalah pencernaan seperti diare menjadi penyakit langganan anak saat mudik. Bakteri dan kuman sangat mudah masuk ke dalam saluran pencernaan mengingat saat Mudik anak cenderung makan sembarangan.

Cara paling mudah untuk mencegah terjadinya masalah pencernaan adalah hanya mengonsumsi air putih saja. Gunakan air putih untuk aktivitas selama Mudik seperti menyikat gigi dan mencampur makanan bayi. Orangtua tidak mengetahui kualitas air yang ditemukan di jalan.

Saat anak diare, orangtua harus memastikan si kecil tetap dehidrasi. Air minum dan ASI bagi bayi harus terus anak konsumsi. Siapkan tisu basah atau hand sanitizer untuk memastikan tangan tetap bersih saat makan.

Buah dan sayuran yang orangtua bawa dari rumah juga perlu dimasak dengan matang atau dicuci dengan baik. Ada baiknya membawa bekal lauk pauk dari rumah seperti daging dan ikan. Pastikan alat makan hingga makanan yang dimakan tetap bersih.

Mengatasi penyakit langganan anak saat Mudik harus dimulai dari persiapan yang matang. Pastikan orangtua mengetahui alergi dan membawa obat-obatan yang memang ia miliki.
Orangtua juga perlu membawa atau mencatat riwayat kesehatan anak seperti imunisasi yang ia terima atau kondisi-kondisi tertentu seperti alergi. Hal ini akan membantu dokter setempat mengetahui obat dan penanganan yang coock untuk si kecil.

The World Its Mine