Rabu, 03 Oktober 2012

Menghipnosis Diri Sendiri, Mudah, Kok!

Hipnosis bisa Anda lakukan sendiri. Sebelumnya Anda harus memastikan rumusan program yang ingin Anda tanamkan dalam alam bawah sadar Anda. 

Ada banyak program yang bisa dibuat, seperti "Aku makin hari makin sehat", "Hari demi hari rasa sakit yang kualami makin ringan", "Hasrat seksual saya makin kuat dan mudah mencapai orgasme," dan masih banyak lagi.

Untuk menghipnosis diri sendiri, coba lakukan tahapan berikut ini:

1. Rileksasi
Kendurkan seluruh otot yang tegang. Untuk mengetahui perbedaan bahwa otot mengendur, tegangkan otot-otot mulai dari telapak kaki sampai kepala selama beberapa detik lalu kendurkan. Kontrol napas dan kosongkan pikiran.

Hirup napas dalam-dalam secara perlahan, tahan beberapa saat, lalu embuskan perlahan.  Tiap kali mengembuskan napas, bayangkan seolah membersihkan tekanan dari tubuh.

2. Pendalaman rileksasi
Pada tahap ini kita bisa sangat rileks sampai hampir seperti tidur meski tetap sadar dan terjaga. Tanda-tanda rileks bisa dirasa dari semua organ tubuh, mata, mulut, otot lengan, sampai kaki serta napas. Patokannya otak mulai santai.

Salah satu cara memperdalam rileksasi adalah dengan menghitung mundur dalam hati, misalnya mulai dari 100. Jangan menghitung maju karena justru membuat pikiran berjalan terus. Bila ada gambaran dan pikiran menyelinap saat menghitung, biarlah. Itu hal yang wajar. Teruslah menghitung.

Penghitungan dilakukan dengan kecepatan yang membuat kita nyaman dan rileks, kira-kira 2-3 detik setiap hitungan. Beberapa orang suka menghubungkan hitungan dengan napas mereka. Saat kondisi sudah lebih dalam, napas melambat sehingga hitungan juga melambat.

3. Begitu mencapai akhir pendalaman, masukkan rekaman-rekaman positif (program).
Hindari kata ganti orang kedua. Gunakan kata ganti saya. Sugesti harus spesifik, secara teknis benar dan ditanamkan secara teratur di bawah kondisi yang benar. Rumusan sugesti musti singkat. 

Perlu eksperimen untuk menemukan metode paling efektif dalam menanamkan sugesti bagi diri sendiri. Ada yang bisa langsung merasakan hasilnya. Ada juga yang butuh waktu lama. Jika dalam waktu lama Anda merasa tak ada perubahan, perlu ada perubahan sugesti.

4. Begitu selesai memberi program, hipnosis selesai.
Anda harus memberi batasan yang jelas antara keadaan hipnotik dan sadar. Ini mencegah kita supaya tidak tertidur. Untuk mengakhiri hipnosis diri, pikirkan bahwa Anda akan bangun. Siap-siaplah untuk itu, misalnya dengan menghitung sampai tiga.

Hipnosis diri relatif mudah dipelajari dan dilakukan. Ini adalah bentuk keterampilan. Jadi, selain pengetahuan, diperlukan latihan terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan.

Tip-tip Tidur Lelap untuk Si Kecil

Kualitas tidur yang kurang akan menghambat aktivitas anak hingga pada akhirnya berpengaruh terhadap proses kreativitas, sosialisasi, dan kemampuan fisiknya. Karena itulah tidur yang berkualitas sangat penting untuk proses tumbuh kembang anak. Untuk mendapatkan manfaat tidur yang optimal, simak tip-tip berikut ini:

Tip Makanan:
- Anak dapat tidur dengan nyenyak bila dalam keadaan kenyang. Karena itu usahakan 1 atau 2 jam sebelum tidur anak sudah dapat makan malam. Rentang waktu tersebut juga membuat pencernaan tidak bekerja terlalu berat.

- Hindari konsumsi yang dapat merangsang kerja otak dan membuat anak sulit tidur, semisal kopi, cokelat, teh, dan soda.

- Minum air putih atau segelas susu hangat sebelum tidur.

Tip Lingkungan:
- Gunakan baju tidur yang nyaman. Kalau perlu pakai selimut supaya hangat.

- Sebaiknya warna dinding kamar tidak terlalu terang. Warna cerah menstimulasi panca indra sehingga anak tidak mudah beristirahat.

- Redupkan lampu kamar agar tercipta suasana relaks yang membantu anak tidur.

- Hentikan aktivitas yang menimbulkan suara dan matikan teve.

Tip Ritual:
- Atur jadwal dan kebiasaan tidur anak sejak usianya 3 bulan.

- Seka tubuh anak yang berkeringat dengan tisu basah atau waslap sebelum tidur. Gunakan bedak jika perlu.

- Meski belum mengantuk, ajak anak naik ke tempat tidur di waktu yang telah disepakati.

- Perdengarkan musik yang tenang agar anak merasa relaks dan cepat tidur.

- Pijat atau usap tubuh anak di bagian yang membuatnya relaks.

Manfaat Tidur Nyenyak untuk Balita

Lebih jelasnya, meski terlihat sederhana, selain mencegah obesitas di usia dewasa, tidur lelap sangat banyak manfaatnya. Di antaranya:

1. Produksi hormon pertumbuhan
Pada saat tidur terjadi peningkatan produksi hormon pertumbuhan yang berguna untuk menyimpan dan memperbaiki struktur protein. Sintetis protein dibutuhkan saat penggantian jaringan. Pelepasan hormon untuk mengganti protein berlangsung efektif saat tidur malam.

Hormon pertumbuhan juga berfungsi memengaruhi metabolisme tubuh dan menyebabkan dikeluarkannya hormon lain yang berfungsi untuk mempertahankan tulang.  Hormon pertumbuhan meningkat saat anak tidur lelap menjelang larut malam, sekitar pukul 22.00 - 24.00. Lewat tengah malam, produksi hormon itu menurun dan sedikit naik lagi pada pukul 3 dini hari.

2. Kecerdasan
Perkembangan otak anak membutuhkan beberapa zat penting seperti tyrosine, yaitu sejenis asam amino yang membentu neurotransmitter cathecolamine, yang berfungsi untuk menimbulkan keadaan terjaga, sementara tryptopthan merupakan senyawa yang kemudian terbentuk menjadi serotonin dan melatonin yang berfungsi meningkatkan kualitas tidur.

Saat terjaga terjadi perkembangan otak melalui stimulasi exogenous (dari luar tubuh), sedangkan waktu tidur yang cukup akan meningkatkan perkembangan otak melalui stimulasi endogenous dan konsolidasi memori.

3. Regenerasi sel
Saat tidur, sel-sel yang rusak akan tergantikan oleh yang baru dengan meregenerasi dan membentuk sel baru. Setiap hari ada sel-sel mati, jumlahnya tertentu dan diregenerasi dengan sel-sel baru. Keseimbangan antara sel-sel mati dan sel-sel tumbuh perlu dijaga. Tanpa regenerasi sel dan jaringan, 

Ingin Tidur Lelap? Redupkan Lampunya


Dr. Andreas Prasadja, ahli tidur dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta, memberi trik supaya bisa tidur nyenyak dan berkualitas.

1. Siap untuk tidur. Persiapan ini bukan sebatas mengantuk saja, tapi mengantuk dan rileks. Jadi, 15 menit sebelum tidur, lakukan aktivitas yang santai dan menyenangkan.
2. Redupkan lampu.
Lampu harus diredupkan, mengingat jam biologis sangat peka terhadap cahaya. Begitu hendak tidur, lampu kamar harus dimatikan. Melatonin diproduksi secara alami oleh tubuh saat suasana gelap. Kenapa harus gelap? Karena melatonin adalah sistem pengatur yang berada di tengah otak, di atas saraf mata.

3. Jangan menonton televisi. 
Cahaya terang dari televisi akan mengganggu persiapan tidur Anda. Belum lagi kalau acara yang ditonton malah membuat Anda stres atau meluapkan emosi. Tidur tak bakal bisa tenang, malah bisa timbul rasa gelisah.

4. Meditasi atau beryoga. 
Bagi yang terbiasa, melakukan meditasi sebelum tidur juga sangat membantu.

5. Minum teh camomile. Jika terbiasa menyeruput teh sebelum tidur, pilih camomile saja. Hindari teh earl grey atau english breakfast. Hindari pula kopi karena bersifat stimulan yang malah akan membuat Anda melek sepanjang malam.

6. Nyalakan terapi aroma. 
Harum lavender dapat membantu Anda menjadi lebih rileks dan siap terlelap.

7. Pakai krim malam. Mengoleskan krim malam atau menyemprotkan sedikit parfum sebelum tidur bisa menenangkan sekaligus menyenangkan.

Tidur dan Imunitas Tubuh

Mengonsumsi vitamin C dosis tinggi merupakan cara populer untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus menghindari penyakit flu. Padahal, memiliki waktu tidur yang cukup jauh lebih efektif. 

Sebuah studi teranyar yang dimuat dalam jurnalThe Archives of Internal Medicine, menunjukkan kurang tidur dan rentan terjangkit flu berjalan beriringan. Para ahli bahkan berpendapat tidur cukup merupakan cara paling ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

Dalam studi tersebut para peneliti mengamati 153 pria dan wanita selama dua minggu untuk mengetahui kualitas dan durasi tidur mereka. Lalu, selama 5 hari para responden tersebut dikarantina dan dipapar dengan virus flu. 

Ternyata mereka yang tidur kurang dari 7 jam setiap malam 3 kali lebih rentan sakit dibanding dengan mereka yang jam tidurnya rata-rata 8 jam. 

Tidur dan imunitas tubuh memang berkait erat. Penelitian menunjukkan mamalia membutuhkan waktu tidur lebih banyak untuk memproduksi sel darah putih pelawan penyakit. 

Peneliti dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology juga menunjukkan, spesies yang tidur lebih banyak memiliki daya tahan lebih tinggi melawan patogen penyebab penyakit. "Spesies yang durasi tidurnya lebih  banyak menunjukkan peningkatan sistem imun dan lebih terlindung dari penyakit," kata peneliti.

Berapa Kebutuhan Tidur Kita?

Lebih dari beberapa dekade orang terbiasa untuk tidur selama delapan sampai sembilan jam di malam hari. Namun, di dunia BlackBerry, internet, deadline yang ketat, dan meningkatnya stres, seperti sekarang ini sudah jelas bahwa kebutuhan tidur kita pun ikut tereduksi. 

Bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, kini rata-rata orang hanya tidur sekitar enam jam setiap hari. Menilik data dari National Sleep Foundation, dilaporkan di tahun 2009 hanya 28 persen orang Amerika yang tidur delapan jam sehari. Jumlah ini berkurang dari tahun 2001 yang mencapai 38 persen.

Padahal, berbagai penelitian telah menunjukkan pentingnya tidur untuk menunjang kesehatan. Kekurangan waktu tidur diketahui menyebabkan kegemukan, risiko penyakit diabetes dan penyakit jantung, meningkatkan gangguan mental, seperti depresi, serta berkurangnya konsentrasi. 

Meski kurang tidur merugikan kesehatan, ternyata kelebihan waktu tidur juga tak disarankan karena durasi tidur yang terlalu panjang juga meningkatkan risiko penyakit. 

Meski tidak ada angka ajaib yang direkomendasikan para ahli untuk jam tidur yang tepat, namun orang dewasa disarankan untuk tidur 7-8 jam setiap hari. Hal ini pun tidak mutlak, karena ternyata kualitas tidur lebih bermakna dibanding lamanya tidur. 

Kebutuhan tidur setiap orang juga diduga terkait dengan faktor genetik dan lingkungan. Yang terpenting adalah esok harinya kita tetap segar dan dapat beraktivitas optimal. Dengan bertambahnya usia, kebutuhan tidur pun berubah. Pada para lanjut usia misalnya, kemampuan untuk tidur menurun dan kualitas tidur juga menurun secara normal.

Masa Pensiun = Tidur Nyenyak

Masa pensiun bagi kebanyakan orang  mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan karena beban pekerjaan menjadi jauh berkurang. 

Hal itu dibuktikan oleh suatu riset di Finlandia yang menghubungkan masa pensiun dengan kualitas tidur seseorang.  Menurut riset, sebagian besar orang tidur lebih baik setelah memasuki masa pensiun terutama mereka yang mendapatkan jaminan.

Para ahli di Universitas Turku, Finlandia, dalam risetnya menyebutkan kejadian gangguan tidur selama kurun waktu tujuh tahun pascapensiun menurun hingga 26 persen ketimbang satu dekade sebelumnya. 

Perbaikan ini lebih banyak dialami mereka yang menduduki posisi manajerial yang dilaporkan memiliki tuntutan psikologis tinggi dan mereka yang bekerja di malam hari, baik paruh waktu atau permanen.

Rata-rata gangguan tidur di antara sekitar 15.000 partisipan menurun hingga 24,2 persen pada setahun terakhir sebelum masa pensiun  dan  17,8 persen pada tahun pertama pascapensiun.

Peneliti memperkirakan, perbaikan kualitas ini terjadi karena berkurangnya tuntutan berkaitan dengan pekerjaan dan stres. Penurunan terbesar pada kasus gangguan tidur dilaporkan dialami oleh partisipan yang mengalam depresi atau demam mental menjelang pensiun.

Professor Jussi Vahtera, yang memimpin riset ini mengatakan para partisipan menikmati jerih payahnya sebagai karyawan yang baik, termasuk stabilitas jaminan kerja, peraturan usia masa pensiun antara 55 hingga 60 tahun dan  dan dana pensiun memadai yang diberikan perusahaan.

Riset yang dipublikasikan journal Sleep ini melibatkan karyawan yang bekerja di perusahaan energi Prancis, Electricite de France-Gaz de France, yang pensiun  antara 1990- 2006 dengan usia rata-rata 55 tahun. Sebanyak 11.581 pria dan  3.133 wanita pekerja dilibatkan dengan cara mengisi kuisioner tujuh tahun sebelum pensiun dan tujuh tahun setelahnya.

Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pertumbuhan yang lambat dari gangguan tidur seiring bertambahnya usia, baik sebelum maupun pascapensiun. Dari tahun pertama hingga ketujuh setelah masa pensiun, prevalensi gangguan tidur meningkat 17.8 persen hingga 19.7 persen - tetapi masih rendah ketimbang sebelum memasuki masa pensiun.

The World Its Mine