Rabu, 22 November 2017

Dosa Jariyah ..

ilustrasi merenungi waktu dan dosa

Dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir pada diri seseorang sekalipun orang itu telah meninggal dunia. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada orang tersebut, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu.
Dosa jariyah ada dalam ajaran Islam. Hal ini dapat kita pahami dari hadis Nabi Muhammad SAW. Rasul bersabda, "Tidaklah setiap jiwa yang terbunuh secara zalim, kecuali putra Adam yang pertama (Qabil) mendapatkan bagian dari dosa penumpahan darah, karena dialah orang pertama yang melakukan pembunuhan." (Muttafaqun alaih).
Dalam hadis lain, "Barang siapa yang memprakarasai suatu keburukan dalam Islam maka ia mendapatkan dosa keburukan itu sendiri sekaligus dosa orang yang meniru perbuatannya itu, tanpa berkurang sedikit pun dosa-dosa mereka." (HR Muslim).
Dalam hadis lain, "Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Dari hadis-hadis di atas, dapat kita pahami bahwa seseorang mendapatkan dosa jariyah disebabkan; Pertama, menjadi pelopor atau inisiator suatu dosa. Dia merupakan orang yang pertama kali membuat suatu dosa atau memberikan inisiatif pada orang lain untuk melakukan suatu perbuatan dosa, walaupun ia tidak mengajak orang lain untuk berbuat dosa, akan tetapi apa yang dilakukannya menjadi sebab orang lain melakukan suatu perbuatan dosa. Tegasnya, perbuatan dosa yang dilakukannya menjadi panutan atau menginspirasi orang lain untuk mengikuti perbuatan dosa yang dilakukannya. Kedua, mengajak orang lain untuk melakukan dosa yang dilakukannya. Artinya, orang lain melakukan dosa karena ajakan atau pernah diajak olehnya untuk melakukan suatu perbuatan dosa.
Ketiga, menyediakan sarana bagi orang lain untuk melakukan suatu dosa atau membuat kebijakan dengan mengizinkan suatu tempat dipergunakan untuk melakukan kemaksiatan (lokalisasi). Tegasnya, tidaklah orang lain melakukan suatu perbuatan dosa di suatu tempat dikarenakan disediakan atau diizinkan untuk melakukan suatu perbuatan dosa di tempat tersebut. Demikianlah yang dimaksud dengan dosa jariyah.
Suatu dosa yang aka terus mengalirkan dosa terhadap seseorang, walaupun dia tidak lagi mengerjakannya ataupun dirinya sudah meninggal dunia. Selama orang lain melakukan suatu perbuatan dosa maka selama itu pula dosa-dosanya akan ikut mengalir kepada orang yang pernah memeloporinya, mengajaknya dan menyediakan tempat atau mengizinkan suatu tempat untuk melakukan suatu dosa.
Untuk itu, mari kita berupaya agar diri kita terhindar dari perbuatan dosa yang membuat orang lain mengikuti perbuatan dosa yang pernah kita lakukan karena hal ini akan merugikan dan mencelakakan diri kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Terakhir, mari kita renungi perkataan Imam al- Ghazali, dalam kitab Ihya' Ulumuddin sebagai bahan renungan bagi kita agar diri kita berupaya untuk tidak terjerumus pada dosa jariyah. Al-Ghazali menyatakan, "Sungguh beruntung orang yang meninggal dunia maka putuslah dosa-dosanya. Dan sungguh celaka seseorang yang meninggal dunia, tetapi dia meninggalkan dosa yang ganjaran kejahatan terus berjalan tiada hentinya." Alangkah bahagianya mereka yang memiliki amal jariyah dan alangkah sengsaranya seseorang yang menanam dosa jariyah. Wallahu a'lam. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Oleh: Moch Hisyam

Bahaya Kikir ..

Iri hati/ilustrasi

Kira-kira apa yang akan terjadi pada orang yang makan dan minum terus-menerus, tapi tidak pernah buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK)? Atau apa yang akan terjadi jika di depan rumah ada parit kecil, tapi airnya tergenang, tidak mengalir?
 
Bahaya serius akan menimpa orang yang makan dan minum terus, tapi tidak BAB dan BAK. Ia akan sakit, mulai sakit ringan sampai yang berat. Sedangkan air tergenang, ia akan menjadi sumber penyakit. Sejernih apa pun air, jika tergenang ia akan menjadi sumber penyakit.
 
Seperti sumber penyakit demam berdarah nyamuk Aedes Aegypti, ia tidak bisa hidup kecuali di air tergenang yang jernih.
 
Hal yang sama akan terjadi pada orang mencari harta terus-menerus dan mengumpulkannya, tapi tidak pernah dibagikan sebagiannya. Ia akan ditimpa penyakit berbahaya, yaitu "kikir" atau "bakhil". Penyakit ini tidak hanya berbahaya bagi akhirat, tapi juga bagi dunia. Tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tapi juga bagi keluarga dan masyarakat.
 
Allah SWT menegaskan, "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia- Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat" (QS Ali Imran: 180).
 
Dalam sebuah hadis Nabi SAW menjelaskan, "Dan jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena kikir telah mencelakakan umat sebelum kalian, yang mendorong mereka untuk menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan bagi mereka (HR Muslim).
 
Harta halal adalah salah satu alasan orang kikir enggan berbagi. Ia beranggapan bahwa harta halal yang dimilikinya sudah bersih sehingga tidak perlu lagi dikeluarkan infak atau zakatnya. Padahal, menurut Alquran, pada harta halal ada hak yang sudah ditentukan milik orang lain, yaitu orang-orang miskin yang memintaminta dan orang tidak berpunya, tapi tidak pernah meminta karena memelihara kehormatan dirinya (QS al-Ma'arij [70]: 24-25). Adapun pada harta haram, tidak ada kewajiban berinfak, tapi yang ada hanya kewajiban untuk mengembalikan kepada yang berhaknya.
 
Harta halal itu ibarat air sumur yang jernih. Walaupun kelihatan jernih, sebenarnya pada air sumur itu terdapat kotoran berupa lumut. Hal tersebut terlihat ketika air sumur sudah dimasukan ke dalam bak. Dalam rentang waktu tertentu lumut-lumut tersebut akan terlihat menempel di dinding bak.
 
Dan jika air yang berada di dalam sumur tidak ditimba, lumutnya akan mengendap dan pada gilirannya dapat menutup lubang air. Akibatnya air tidak bisa keluar dan sumur menjadi kering.
 
Demikian juga dengan harta halal yang kita miliki. Di dalamnya masih ada kotoran berupa hak orang lain. Jika kotoran ini ditahan, tidak disalurkan kepada yang berhak, ia akan menghalangi rahmat dan berkah Allah. Akibatnya harta yang dimiliki bukannya mendatangkan kemudahan, malah sebaliknya akan banyak mengundang kesusahan.
 
 Sebagaimana firmanNya, "Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, ma ka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar (QS al-Lail [92]: 8-10). Wallahu a'lam.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --Oleh: H Karman

Lebih Baik Membaca Alquran dengan Suara Keras atau Pelan?

 Seorang jamaah laki-laki sedang membaca ayat-ayat suci Alquran di Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (6/6).(Republika/Darmawan)

Dari Uqbah bin Amir ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca Alquran dengan suara keras adalah seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Alquran dengan suara perlahan adalah seperti orang yang bersedekah dengan sembunyi-bunyi.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i, dan Hakim).

Dikutip dari Buku yang berjudul “Himpunan Fadhilah Amal” karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah.a. bahwa kadangkala, bersedekah dengan terang-terangan itu lebih baik seandainya hal itu dapat menimbulkan semangat bersedekah kepada orang lain atau untuk suatu kebaikan. Namun pada kesempatan yang lain, bersedekah dengan sembunyi-sembunyi itu lebih baik jika dikhawatirkan akan menimbulkan riya atau dianggap merendahkan orang lain.

Demikian halnya dengan membaca Alquran. Kadangkala bersuara keras itu lebih baik daripada dengan suara pelan. Dengan maksud jika bacaan itu menyebabkan orang lain bergairah membaca Alquran dan menyebabkan pahala bagi orang yang mendengarnya.

Pada saat yang lain membaca Alquran dengan pelan itu lebih baik jika ternyata dapat mengganggu orang lain atau dikhawatirkan riya dan lainnya. Oleh karena itu, baik membaca dengan suara keras itu lebih sesuai, dan kadangkala membaca dengan suara pelan pun lebih sesuai.

Banyak dalil yang mengatakan membaca dengan suara pelan itu lebih baik, berdasarkan hadits yang disebutkan di atas. Imam Baihaqi menulis di dalam Asy-Syu’bu (sebagian ulama melemahkan hadits ini), dari Aisyah r.ha, “Amalan yang dikerjakan dengan sembunyi-sembunyi tujuh puluh kali lipat lebih baik daripada amalan dengan terang-terangan.” Jabir ra meriwayatkan, Nabi SAW bersabda, “Janganlah membaca terlalu keras sehingga tercampur suara yang satu dengan suara yang lain.”

Umar bin Abdul Aziz ra melihat seorang yang membaca Alquran dengan suara keras di dalam Masjid Nabawi, maka ia menghentikannya. Tetapi, orang yang membaca itu menentangnya. Kemudian Umar bin Abdul Aziz ra berkata, “Jika kamu membacanya untuk manusia, maka bacaanmu tidak ada gunanya.”

Selain itu, Nabi SAW juga memerintahkan agar membaca Alquran dengan suara keras. Di dalam Syarah Al-Ihya juga ditulis mengenai kedua cara tersebut baik dalam riwayat hadits ataupun atsar sahabat ra.

Intinya  semua kembali terhadap niatnya, baik itu membaca dengan suara keras atau dengan suara pelan. Dari Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Amal itu tergantng niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yanng hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah (HR. Bukhari, Muslim,).

Imam Bukhari menyebutkan hadis tersebut tersirat bahwa setiap amal yang tidak diniatkan karena mengaharap Wajah Allah adalah sia-sia, tidak ada hasil sama sekali baik di dunia maupun di akhirat. Wallahualam.

REPUBLIKA.CO.ID

Ini 9 Kebiasaan Sehat Nabi Muhammad yang Dapat Ditiru ..

Untuk menghormati ulang tahun Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi), ada beberapa kebiasaan nabi secara sehat dan halal. Bahkan, kebiasaan ini secara ilmiah membantu produktivitas dan kesehatan mental yang lebih baik.

Seperti dilansir dari laman, Muslim Village, ada sembilan kebiasaan Nabi Muhammad yang bisa ditiru oleh umat, meski ini sunnah dikerjakan. Berikut ini sembilan kebiasaan sehat yang dilakukan Nabi SAW:

1. Bangun pagi. Sejak matahari terbit mulailah untuk bangun pagi. Ini membantu memperbaiki kualitas hidup Anda.

2. Makan secukupnya. Menurut Nabi Muhammad SAW, makanlah secukuplah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyakit. Dalam konsep islam dan ilmiah, jangan makan terlalu kenyang. Cukup 80 persen kenyang untuk makan.

3. Makan secara perlahan. Dianjurkan Nabi Muhammad SAW, mengunyah makanan secara pelan. Sebab, dibutuhkan waktu 20 menit untuk mengirim sinyal ke otak kita sehingga penuh untuk berpikir. Makan lambat juga akan membantu Anda memperbaiki pencernaan dan ini adalah praktik yang dilakukan Muhammad dan sangat dianjurkan.

4. Makan bersama. Makan bersama dan tidak terpisah, bisa menjadi keberkahaan bagi siapapun. Nabi menekankan hal ini, bisa berbagi dan menikmati makanan. Terbukti makan bersama bisa mengurangi stres, memperbaiki hubungan keluarga dan romantis, dan membangun kebiasaan makan yang sehat di dalam anak-anak.

5. Jangan minum air satu napas. Jangan minum air dalam satu nafas, tapi minumlah dalam dua atau tiga kali nafas adalah cara Muhammad meminum air. Ilmu pengetahuan juga membuktikan bahwa ketika seseorang minum terlalu banyak air dalam waktu singkat mereka dapat mengalami sakit kepala, ketidakseimbangan kadar elektrolit darah dan kadang-kadang pusing juga. Minum perlahan membantu Anda menyerap cairan dan mendapatkan manfaat paling banyak darinya.

6. Makan buah delima. Buah delima dianggap buah favorit nabi, dan penelitian ilmiah modern telah membuktikan buah delima sebagai salah satu makanan paling sehat. Buah ini membantu pembentukan struktur tulang selama proses metabolisme, dan potasium, yang membantu mempertahankan fungsi seluler dan menjaga keseimbangan kadar cairan. Ampuh juga melindungi tubuh dari penyakit jantung.

7. Puasa. Bukti terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya makanan yang kita makan, tapi waktu makan dan pola makan kita juga memiliki dampak besar pada kesehatan kita. Puasa adalah praktik rutin kehidupan Muhammad, tidak hanya selama bulan Ramadhan. Dia akan berpuasa sampai Maghrib setiap hari Senin dan Kamis, dan juga pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulannya. Praktik puasa telah terbukti menyeimbangkan kadar hormon, mencegah stres oksidatif, dan mengurangi keseluruhan peradangan.

8. Makan kurma. Kurma adalah makanan yang sempurna untuk berbuka puasa saat mereka menstabilkan kadar gula darah Anda, menyeimbangkan kadar elektrolit darah, dan membantu memulai sistem pencernaan Anda dalam persiapan makanan. Nabi Muhammad SAW juga merekomendasikan makan kurma menjelang kelahiran. Kurma sekarang terbukti bisa meningkatkan produksi oksitosin di tubuh Anda dan mempercepat persalinan.

9. Olahraga. Memenuhi tiga dari lima rukun Islam mengharuskan kaum Muslim untuk kesehatan dan kebugaran yang sehat. Bentuk latihan yang membutuhkan pergerakan otot dan sendi tubuh Anda. Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan latihan fisik dan menyuruh orang tua untuk mendorong aktivitas fisik anak mereka juga dengan mengajar mereka berenang, menunggang kuda, dan memanah.

REPUBLIKA.CO.ID

Ekonomi Digital, Masa Depan Kewirausahaan Indonesia ..

Ilustasi e-commerce Alibaba

Anak muda Indonesia selayaknya mulai berani untuk keluar dari zona nyaman dan memulai usaha sendiri. Efek berganda akan terwujud tatkala banyak wirausaha baru.

Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia masih berkisar tiga persen dari jumlah penduduk. Angka tersebut masih lebih sedikit jika dibandingkan negara lain seperti Malaysia 5 persen, Singapura 7 persen, maupun Jepang 11 persen.

Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir muncul gairah baru untuk menggenjot wirausaha muda. Wabah usaha rintisan (start up) kian mencuat. Generasi muda berlomba-lomba menunjukkan keunggulan produk dan jasanya. Kondisi itu tentunya menimbulkan optimisme hadirnya lumbung pertumbuhan ekonomi baru.
Usaha rintisan tentunya menyerap semakin banyak tenaga kerja seiring pertumbuhan bisnis yang dialami. Suntikan modal pun mengalir deras sehingga menggairahkan roda ekonomi. Geliat ekonomi dapat dirayakan masyarakat luas.


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, perluasan kesempatan kerja yang berkualitas dan berwirausaha merupakan salah satu upaya menurunkan ketimpangan ekonomi.

Pemerintah, ia melanjutkan, menciptakan pekerjaan produktif dengan berupaya menarik investasi yang menyerap tenaga kerja besar. Kedua, meningkatkan keahlian pekerja melalui pendidikan dan pelatikan vokasi serta pemagangan.
"Selain itu, pemerintah mendorong kewirausahaan," katanya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di kantor Kementerian Kominfo, Jumat (8/9/2017).

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mencanangkan Gerakan Nasional 1.000 Usaha Rintisan. 
Program itu terus didorong untuk mendukung ekonomi kerakyatan yang juga sudah mengarah ke pembiayaan dan investasi teknologi finansial.

Seperti diwartakan harian Kompas, Jumat (3/3/2017), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berharap agar usaha rintisan tak hanya mengedepankan bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kemenkominfo memproyeksikan pada 2020, ekonomi digital di Indonesia bisa tumbuh mencapai 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.700 triliun.

Angka proyeksi ekonomi digital 2020 ini diperkirakan sebesar 20 persen dari total PDB (produk domestik bruto) Indonesia. Proyeksi ini naik dari realisasi 2017 sebesar 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.000 triliun.


Menurut Rudiantara, ada sejumlah syarat yang tengah diupayakan pemerintah untuk merengkuh gurihnya proyeksi ekonomi digital tersebut. “Utamanya, terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas SDM, syarat lainnya adalah infrastrukur logistik mesti terus digenjot.

“Aspek lainnya adalah proteksi konsumen, perpajakan, keamanan, dan infrastruktur pendukung teknologi,” ungkap Rudiantara.

Selamat datang di bisnis e-commerce!

Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (Idea) Aulia Marinto mengatakan, pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dalam negeri akan membuat perusahaan e-commerce dunia tergugah berbisnis di Indonesia.

"Dengan jumlah penduduk yang besar, sektor e-commerce Asia Tenggara memiliki potensi yang bagus. Perusahaan raksasa seperti e-Buy, Alibaba pun tertarik masuk ke Indonesia,” ujarnya seperti dikutip Kompas.com, Selasa (9/5/2017).

Menurut Aulia, perkembangan ekonomi digital di Indonesia memiliki peluang bagus di masa depan. Itu terlihat dari masifnya inovasi pelaku ekonomi digital dalam melebarkan bisnisnya.

Ilustrasi e-commerce

"Sekarang belanja online kian maju, juga transportasi dan sebagainya. Melihat prospek ini, keinginan dan harapan menjadikan Indonesia sebagai The Next China dalam teknologi digital bisa dilakukan," tuturnya.

Dengan optimisme akan geliat ekonomi digital dalam beberapa tahun mendatang, bukan mustahil wirausaha baru akan terus bermunculan dan menggairahkan roda ekonomi tanah air.
    

4 Hal Agar Bisnis Digital Anda Dilirik Investor Asing!

Nilai investasi yang masuk ke start up atau perusahaan-perusahaan rintisan baru di Indonesia tidak main-main. Nilainya mencapai triliunan rupiah.

Nilai investasi yang masuk ke start up atau perusahaan-perusahaan rintisan baru di Indonesia tidak main-main. Nilainya mencapai triliunan rupiah.

Alibaba, raksasa e-commerce Tiongkok, menyuntik dana ke Tokopedia, salah satu marketplace nomor satu di Indonesia senilai 1,1 miliar dolar AS atau Rp 14,7 triliun. Tencen, juga dari Tiongkok, menggelontorkan 1,2 miliar dolar AS, atau Rp 16 triliun, ke Gojek.

Traveloka, situs penyedia layanan pemesanan kamar hotel dan pesawat, juga mendapat kucuran dana 500 juta dolar AS dari perusahaan keuangan dan perjalanan daring dunia; Expedia Inc, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital.

Penelitian Google dan AT Kearney menyebutkan nilai investasi asing ke start-up Indonesia melonjak dari 44 juta dolar AS pada 2012 menjadi 1,4 miliar dolar AS akhir 2016, atau naik tiga kali lipat. Rentang Januari-Agustus, nilai investasi melonjak lagi menjadi 3 miliar dolar AS.

Muncul pertanyaan mengapa investor asing gencar menggelontorkan uangnya ke perusahaan start-up di Indonesia?

Jimmy Gani, pendiri Indonesian Competitiveness & Economic Development (ICED) Institute, mengatakan fenomena ini terjadi akibat ketiadaan venture capital, atau pemodal ventura, di Indonesia. Investor asing bisa mengukur besaran risiko setiap start-up, pemodal Indonesia masih meraba-raba.
"Investor asing tahu mana start up yang akan sukses," kata Gani.
Mifza Muzayan, Sales Operation and Strategy Lead Google Indonesia, punya pendapat lain. Menurutnya, investor asing tertarik mendanai start-up lokal karena dalam lima tahun ke depan makro ekonomi Indonesia bernilai signifikan.
"Gross domestic product per kapita Indonesia naik dari 2.600 pada tahun 2016 menjadi 6.000 tahun 2021," kata Muzayan.

Kendati banyak start-up lokal yang mendapat suntikan dana dan menjadi besar, perusahaan rintisan akan tumbuh lebih besar lagi jika terus berinovasi. Menurut Presiden Joko Widodo, inovasi bisa apa saja. Salah satunya, penggunaan bahasa lokal.

Selain inovasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membangun dan mengembangan bisnis digital. Berikut empat di antaranya;

1. Peran co-founder

Pada tahap awal, co-founder biasanya memainkan sejumlah peran, seperti sebagai inisiator ide, eksekutor bahkan operator. Agar berkembang, peran-peran ini harus diberikan kepada anggota tim yang lain. Dan peranan co-founder tidak lagi soal teknis, tapi sudah masuk ke ranah manajerial.

2. Pekerjakan bagian keuangan dan sumber daya manusia lebih dini

Dengan adanya anggota tim yang mengurusi bagian keuangan dan sumber daya manusia, co-founder bisa memfokuskan diri untuk melakukan hal lain, seperti mengoptimalkan pemasaran dan mencari pasar baru.

3. Pilih anggota tim terbaik

Mencari talenta terbaik sangatlah penting. Tim harus berisi orang-orang yang terbaik untuk mengoptimalkan perkembangan bisnis. Tidak hanya soal teknis atau yang berkaitan dengan keahlian masing-masing, tapi juga mengenai kemampuan berbagi dan berkembang bersama tim.

4. Kerjasama lintas bagian

Coba selaraskan kerjasama antarbagian, seperti tim pemasaran dengan tim IT. Dengan demikian, hal-hal teknis mengenai pemasaran bisa mulai dipetakan dan diselesaikan dengan pendekatan IT.
Ingin tahu lebih banyak soal investasi, infrastruktur dan e-coomerce, silakan klik  inspirasi.indonesiabaik.id.

Kamis, 02 November 2017

Haruskah Muslim Memiliki Teman Kristen dan Yahudi?

Umat Muslim, Kristen dan Yahudi berjalan bersama dalam diam memprotes pembunuhan di Toulose, kota simbol toleransi di Prancis. Toleransi adalah sikap yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad (Ilustrasi)

Islamfobia dalam menjatuhkan Islam sering menggunakan ayat-ayat terisolasi dari Alquran untuk menunjukkan betapa jahatnya Islam. Misalnya, mereka mengutip ayat Al-Ma’idah ayat 51: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai Auliya (pelindung, teman,) Mu; mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka Auliya, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Islamfobia juga sering menngunakan ayat ini dalam mengkucilkan Islam: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.” (Ali Imran 3:118)

Maka, apakah ini berarti umat Islam seharusnya tidak memiliki teman Kristen dan Yahudi? Haruskah umat Islam menghindari setiap orang yang bukan sesama Muslim?

Dilansir dari Islamicity, sebelum bangkitnya partai politik militan abad ke-20 dan pemerintah yang mengkambinghitamkan kaum minoritas agar tetap berkuasa, sebagian besar orang Kristen dan Yahudi melaporkan bahwa mereka berteman baik dengan banyak tetangga Muslim.

Persahabatan antaragama ini lebih sering terjadi di desa-desa Muslim daripada di perkotaan. Sebab di perkotaan banyak orang tidak berdaya karena adanya praktik politik yang kejam. Jadi, apakah orang-orang Muslim ini tidak mengetahui hukum-hukum yang telah disebutkan di atas terkait teman-teman Kristen dan Yahudi? Tidak semuanya.

Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Baqarah 2: 109)

Jadi Alquran memperingatkan mereka untuk menjauh hanya dari orang-orang yang berharap dapat mengubah seorang muslim menjadi kafir setelah mereka beriman. Ini tidak berbeda  dengan orang tua Yahudi yang memperingatkan anak-anak mereka untuk menjauh dari misionaris Kristen.

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu. Kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang memiliki pengetahuan jika kamu tidak tahu.” (An-Nahl 16:43)

Dan Alquran menyatakan lebih lanjut ketika bertanya kepada ilmuwan Yahudi dan Kristen; tetapi hanya jika mereka tidak berharap mereka bisa mengubah seorang muslim menjadi kafir setelah beriman. Ini adalah bukti bagaimana Alquran openminded.

Sayangnya, di abad-abad berikutnya polemik Gereja Ortodoks Timur cenderung menyerang dan mengabaikan ayat-ayat yang toleran dan memahami dua ayat pertama di atas tanpa konteks dan dengan cara berpikir sempit. Banyak cendekiawan Muslim tidak lagi menggunakan ayat berikut untuk memahami yang lain:

Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS. Al-Maidah 5: 48)

Pluralisme agama adalah kehendak Allah. Tidak ada satupun agama yang diminta untuk berteman dengan orang-orang yang tidak menghormati dan bahkan membenci agama yang mereka yakini. Dan tentunya tidak ada Muslim yang salah ketika menghindari kontak dengan Islamofobia.


REPUBLIKA.CO.ID

The World Its Mine