Jumat, 12 September 2014

Tjerita Tempoh Doeloe: Moeasal Balai Kota (Raadhuis) atawa Balai Udang Tjirebon

Lambang Kota Tjirebon vertie Hindia Belanda

Peta Tjirebon Tjitakan Tempo Doeloe

Balai Kota (Raadhuis), atawa Balai Oedang sebageimana diseboetnja oleh masjarakat Tjirebon tempoh doeloe, dibangoen jaar 1927 dalam gaija architectuur Art Deco meroepaken karja cipta architectuur beken J.J. Jiskoot , jaang joega pada waktoe itoe dianja merangkap dinas sebagai Hoofdkantoor atawa Kepala Dinas Pekerdjaan Oemoem Tjirebon pada jaar 1927. Delapan ekor oedang jaang merajap di kedoea "menara" nja menegasken riwajat Tjirebon sebagai "kota oedang". Alamatnja sekarang ini Jl. Siliwangi No.84 Tjirebon, saat ini gedoeng terseboet diambil foengsi sebagei Mayors Office atawa Kantor Walikota en Poesat Pemerintahan Kota Tjirebon.

Landscaape ini meroepaken area sebeloem dibangoen Gedoeng Raadhuis Balai Oedang Tjirebon, tengoklah Goenoeng Tjiremai berdiri dengan gagah poen di achtergrond/latar belakang fotograaf

Procede perataan tanah en awal pembangoenan Gedoeng Raadhuis Balai Oedang Tjirebon

Seloeroeh tanah digali dalam dengan maksoed pembuatan stichting/pondasi secara merata di semoea dasar gedoeng

Pengetjoran stichting/pondasi jaang berlapijs2 (over layer ground) memboeat gedoeng ini loear biasa kokohnja

Pemboeatan stichting/pondasi bahagian sisi sekeliling gedoeng

Pondasi bahagian sisi gedoeng jaang moelai ditinggikan

Kontruktie moelai berdiri, perhatiken bageimana para ahli dahoeloe memboeat detijl

Procede garapan halaman moeka gedoeng, esthetiek jaang tinggi moelai ditrapken pada bahagian perbahagian gedoeng

Tengok bahagian belakang gedoeng dengan djalan masoek gedoeng jaang beloem digarap betoel

Dibelakangnja gedoeng ini sekitar jaar 50-60an dibangoen wooncomplex atawa komplek Pemerintah Daerah Kota oentoek kantoor aan huis atawa roemah Dinas anggota Brandweer atawa Pemadam Kebakaran Kota Tjirebon. Kakek saja adalah bertoegas sebagei Kepala Brandweer/Pemadam Kebakaran jaang pertama di Tjirebon, Keloearga saja joega tinggal disini semoea, Oewa dan Paman saja joega Pemadam Kebakaran en jaang tak terloepaken adalah saja joega dibesarken dilingkoengan ini.

Saja bangga adanja mendjadi keloearga "Fire Fighter" alias Brandweer, sehingga saja paham betoel bageimana soeka doeka dalam itoe menjandang pekerdjaan en toegas jaang poenja een hoog risico atawa resiko tinggi terseboet, dimana beliaoe2 adalah orang jaang berani menjaboeng njawa melawan si djago merah demi selamatken djiwa orang2 lain, tiada keloeh kesah dan soesah pajah walaoepoen dioepah oleh negorij ala kadarnja. Bahkan mereka tiadalah mengharap balas tanda djasa apapoen joea.

Tengok tampak bahagian samping kanan dengan djalan masoek soedah diaspalt

Djaranga ada pintoe seindah ini aesthetieknja, tampak seperti wadjah orang

Tampak bahagian depan secara keseloeroehan soedoet pandang

Inilah wadjah Balai Kota Tjirebon atawa Balai Oedang tempo kini

Lambang Kota Tjirebon Tempo Kini

LakukanLah Dengan Cara Terbaik ..

Suatu ketika di sore hari, tampak seorang pemuda
sedang bermain gitar di bawah pohon yang rindang,
tidak jauh dari tepi sungai.

Ketika sedang asyik melantunkan sebuh lagu
tiba-tiba perhatiannya terarah saat mendengarkan
gemericik air yang terdengar tidak beraturan.

Sang pemuda pun segera melihat ke arah tepi sungai
di mana sumber suara tadi berasal.

Ternyata, di sana tampak seekor kepiting
yang sedang berusaha keras mengerahkan
seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai
sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang sangat deras.

Melihat hal itu, Si pemuda merasa kasihan.
Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya
ke arah kepiting untuk membantunya.

Melihat tangan terjulur,
dengan sigap kepiting
menjepit jari si pemuda.

Meskipun jarinya terluka
karena jepitan capit kepiting,
tetapi hati Pemuda itu puas
karena bisa menyelamatkan si kepiting.
dari kejadian yang bisa membahayakan dirinya

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali petikan gitarnya.
Belum lama Dia melantunkan sebuah melodi terdengar lagi
bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai.

Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama.
Maka, si pemuda kembali mengulurkan tangannya
dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.

Selesai membantu untuk kali kedua,
ternyata kepiting terseret arus lagi.

Maka, si pemuda pun menolongnya kembali
sehingga jari tangannya makin membengkak
karena jepitan capit kepiting.

Ada seorang tua yang melihat kejadian itu
kemudian Pak tua pun datang menghampiri
dan menegur si pemuda, "Anak muda,
perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik.

Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting
engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?"

"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda.
Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih.

Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka
asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain,
walaupun itu hanya seekor kepiting,"

jawab si pemuda dengan kepuasan hati
karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.
Mendengar jawaban si pertapa muda,

Sambil tersenyum paktua itu memungut sebuah ranting.
Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting
yang terlihat kembali melawan arus sungai.

Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya.

"Lihat Anak Muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik,
tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan.

Maksudnya, Ada cara terbaik untuk berbuat baik
karena jika cara kita salah, perbuatan baik pun
akan terlihat sangat menyakitkan

Seketika itu, si pemuda tersadar.
"Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu.

Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan.

"Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman ajarkan."

Sahabat...
pergunakanlah sisa waktu untuk berbuat baik
agar Tuhan selalu memberi kita yang terbaik.

Bila tujuan kamu benar-benar baik,
yakni untuk menolong makhluk lain,

kamu tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri.
Ranting pun bisa kamu manfaatkan, betul kan ?"

mari kita petik pelajaran berharga dari cerita singkat diatas

Mempunyai sifat belas kasih,
mau memerhatikan dan menolong orang lain
adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu

kita berikan kepada anak kita, orangtua,
sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun.
Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian

atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah,
namun justru menjadi bumerang.

Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa
dan hanya sekadar berniat membantu,
malah harus menanggung beban
dan kerugian yang tidak perlu.

Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik,
seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak.
Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif
bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan
dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.

Wallahu A'lam Bishawab.

N O T E ..

See the positive in negative events .. It’s important to remember that things are not always as they seem.
Take away : whenever you experience something negative in your life, how you react is the most important thing.

Renungan ..

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.Ibu menjawab: “Mengapa?Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.

Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?

Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

Wallahu A'lam Bishawab.

Tentang Seorang Ayah ..

Olimpiade Barcelona 1992
Suara pistol menanda dimulainya perlombaan.
Latihan keras yang dijalani Derek Redmond,
membuatnya segera unggul melampaui lawan-
lawannya.

Dengan cepat ia sudah memimpin
hingga meter ke 225. Berarti kurang 175 meter
lagi. Ya, kurang sebentar lagi ia kan
mendapatkan medali yang diimpikannya
selama ini.

Namun tak ada yang menyangka ketika justru
di performa puncaknya, ketika ia sedang
memimpin perlombaan tersembut, tiba-tiba ia
didera cedera. Secara tiba-tiba di meter ke
225 tersebut, timbul rasa sakit luar biasa di
kaki kanannya.

Derek Redmond pun menjadi pincang.
Yang ia lakukan hanya melompat-lompat kecil
bertumpu pada kaki kirinya, melambat, lalu
rebah di tanah.

Derek sadar, impiannya memperoleh medali di
Olimpiade ini pupus sudah.
Melihat anaknya dalam masalah,
Ayahnya yang berada di atas tribun, tanpa berpikir
panjang ia segera berlari ke bawah tribun. Tak
peduli ia menabrak dan menginjak sekian
banyak orang.

Baginya yang terpenting adalah
ia harus segera menolong anaknya.

Di tanah, Derek Redmond menyadari bahwa
impiannya memenangkan olimpiade pupus
sudah.

Namun jiwanya bukan jiwa
yang mudah menyerah. Ketika tim medis
mendatanginya dengan membawa tandu, ia
berkata,

“Aku tak akan naik tandu itu,
bagaimanapun juga aku harus menyelesaikan
perlombaan ini”, katanya.

Maka Derek pun dengan perlahan mengangkat
kakinya sendiri. Dengan sangat perlahan pula,
sambil menahan rasa sakit dikakinya, ia
berjalan tertatih dengan sangat lambat.

Di saat yang sama pula Jim, Ayah Derek sudah
sampai di tribun bawah. Ia segera melompati
pagar lalu berlari melewati para penjaga
menuju Anaknya yang berjalan menyelesaikan
perlombaan dengan tertatih kesakitan. Kepada
para penjaga ia hanya berkata, “Itu anakku,
dan aku akan menolongnya!”

Akhirnya, kurang 120 meter dari garis finish,
sang Ayah pun sampai juga di Derek yang
menolak menyerah. Derek masih berjalan
pincang tertatih dengan sangat yakin.

Sang Ayah pun merangkul dan memapah Derek. Ia
kalungkan lengan anaknya tersebut ke
bahunya.

“Aku disini Nak”, katanya lembut sambil
memeluk Anaknya, “dan kita akan
menyelesaikan perlombaan ini bersama-sama.

Ayah dan anak tersebut, dengan saling
berangkulan, akhirnya sampai di garis finish.

Beberapa langkah dari garis finish, Sang Ayah,
Jim, melepaskan rangkulannya dari anaknya
agar Derek dapat melewati garis finish tersebut
seorang diri. Lalu kemudian, barulah ia
merangkul anaknya lagi.

Enam puluh lima ribu pasang mata
menyaksikan mereka, menyemangati mereka,
bersorak bertepuktangan, dan sebagian
menangis.

Scene Ayah dan anak itu kini seolah
lebih penting daripada siapa pemenang lomba
lari.

Derek Redmond tak mendapat medali, bahkan
ia didiskualifikasi dari perlombaan. Namun
lihatlah komentar Ayahnya.

“Aku adalah ayah yang paling bangga
sedunia!, Aku lebih bangga kepadanya
sekarang daripada jika ia mendapatkan
medali emas.”

Dua tahun paska perlombaan lari tersebut,
dokter bedah mengatakan kepada Derek bahwa
Derek tak akan lagi dapat mewakili negaranya
dalam perlombaan olahraga.

Lagi-lagi, dengan dorongan dari Ayahnya,
Derek pun akhirnya mengalihkan perhatiannya.
Dia pun menekuni dunia basket, dan akhirnya
menjadi bagian dari timnas basket Inggris
Raya.

Sahabat ..

Jika kasih ibu, adalah melindungi kita dari
kelamnya dunia, maka kasih sayang seorang
Ayah adalah mendorong kita untuk menguasai
dunia itu.

Seorang Ayah akan senantiasa
mendukung, memotivasi, men-support, selalu ada bersama kita dalam kondisi apapun.

Ayah
pulalah yang akan meneriakkan kita untuk
bangkit, lalu memapah kita hingga ke garis
finish.

Karena Seorang ayah tak ingin Anaknya menyerah pada keadaan. yang dia inginkan adalah semangat kita untuk menghadapi setiap rintangan dalam hidup ini.

Dia juga tidak ingin melihat anaknya berputus asa dan kehilangan harapan.

" Seorang ayah tidak akan pernah sempurna dimata anak2nya. Tapi percayalah bahwa dia sudah berusaha untuk menjadi sosok yang bisa dibanggakan anak2 nya"

Semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan kepada setiap Ayah didunia. Agar mereka selalu ada ketika sang anak menginginkan bimbingan ayahnya.

Wallahu A'lam Bishawab.

Jangan Berhenti Berdoa ..

Alkisah ..
Seorang dokter Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan)
tergesa-gesa menuju airport. Beliau
berencana akan menghadiri Seminar Dunia
dalam bidang
kedokteran, yang akan membahas
penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam,
tiba- tiba diumumkan bahwa pesawat
mengalami
gangguan dan harus mendarat di
airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan penerangan
dan berkata: Saya ini dokter special, tiap
menit nyawa manusia bergantung kepada saya,
dan sekarang kalian meminta saya
menunggu pesawat diperbaiki dalam 16
jam? Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika
anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil,
tujuanm anda tidak jauh lagi dari sini, kira-
kira dengan mobil 3 jam tiba.

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai
tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5
menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul
dengan hujan besar disertai petir yang
mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.
Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka
tersadar mereka tersesat dan terasa
kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak
jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah
tersebut dan mengetuk pintunya.
Terdengar suara seorang wanita tua:

Silahkan masuk, siapa ya?
Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta
kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan
mau meminjam telponnya.
Ibu itu tersenyum dan berkata: "Telpon apa
Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana?
Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun
demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu
istirahat, sebentar saya buatkan teh dan
sedikit makanan untuk menyegarkan dan
mengembalikan kekuatan anda."

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih
kepada ibu itu, lalu memakan hidangan.
Sementara
ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan- lahan
mendekati seorang anak kecil yang
terbaring tak bergerak diatas kasur disisi
ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara
tiap
sholat. Ibu tersebut melanjutkan
sholatnya dengan do'a yang panjang.
Dokter mendatanginya dan berkata:
Demi Allah, anda telah membuat saya
kagum dengan keramahan anda dan
kemuliaan akhlak anda, semoga Allah SWT
menjawab do'a-do'a anda.

Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah
ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah SWT
untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya
sudah dijawab Allah SWT semuanya, kecuali
satu. Bertanya Dr. Ishan: Apa itu
do'anya? Ibu itu berkata: Anak ini adalah
cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit
yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-
dokter yang ada disini. Mereka berkata
kepada saya ada seorang dokter ahli bedah
yang akan mampu menyembuhkannya; katanya
namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal
jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya
membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir
terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya
berdo'a kepada Allah SWT agar memudahkannya.

Menangislah Dr. Ishan dan berkata
sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala
quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a
ibu telah membuat pesawat rusak dan harus
diperbaiki lama serta membuat hujan petir
dan menyesatkan kami, Hanya untuk
mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan
tepat.

Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah SWT
telah menciptakan sebab seperti ini
kepada hamba-Nya yang mukmin dengan
do'a. Ini adalah perintah Allah SWT kepada saya
untuk mengobati anak ini.

Kesimpulan: Jangan pernah berhenti berdo'a
sampai Allah SWT menjawabnya.

Wallahu A'lam Bishawab.

Selalu ada kata Maaf ..

Sahabatku ..

Kita semua pasti pernah memiliki masa lalu yang kelam yang menyayat hati terkadang kita muak dan sangat membenci seseorang yang selalu melukai hati

Mungkin kamu pernah merasa bahwa menjadi diri sendiri cukup susah, sehingga kamu menjadi orang lain agar tidak banyak orang tau tentang dirimu

Sakit hati yang begitu dalam sungguh begitu menyakitkan terbukti saat kamu menatapnya dadamu terasa sesak karena meredam amarah

bukankah kita semua pernah merasakan yang seperti itu Kadang kamu ingin menghapus segala jejak tentang masa lalu karena memori kelam selalu membuat hidupmu tidak pernah tenang mungkin karena pengkhianatan dan kekecewaanmu yang begitu dalam ..

Sahabatku tidak ada gunanya hidup penuh dendam dan sakit hati yang tidak ada habis2nya ..

bukalah pintu maafmu kepada mereka yang menyakitimu ..

Bukankah selalu ada kata maaf, yang aku atau dirimu terima untuk semua itu.

Bukankah selalu ada perbaikan yang mengganti semua keburukan itu...

Bukankah selalu ada senyum dan bahagia yang menutupi semua rasa sakit hati dan kecewa, amarah dan benci, muak dan menyesal...

BUKANKAH SELALU ADA KEBAHAGIAAN YANG ADA DI DALAM SETIAP CERITA YANG AKU ATAU KAMU LALUI ..

Bukankah 2 tangan lebih baik daripada 1 Atau mungkin, perdamaian daripada tengkar tak ada ujung ..

Atau mungkin, penyesalan digantikan oleh penebusan ..

Atau mungkin yang lainnya ..

SEE THE PROBLEM FROM THE OTHER SIDE AND YOU’LL LEARNING THE BEST GIFT FROM IT ..

Selama ada maaf, cinta, dan kasih, Bukankah itu lebih dari cukup untuk mengubur rasa terburuk yang ada ..

Yang harus kau lihat bukanlah apa yang telah mereka lakukan, tapi apa yang telah kau lakukan sehingga dia menyakitimu ..

Terkecuali, dia memang tak pantas bagimu ..

Aku, ya, aku, aku percaya ..

Semua badai akan berlalu, terganti dengan cuaca musim semi ..

Setiap ulat butuh waktu untuk menjadi kupu-kupu yang cantik ..

Setiap manusia butuh proses untuk mendapatkan kebahagiaannya, entah itu dia harus menangis, terluka, bahkan dia harus merelakan rasa sakit yang pernah ada ..

KARENA SEGALA SESUATU PASTI INDAH KALA WAKTUNYA ..

Wallahu A'lam Bishawab.

The World Its Mine