Pembekuan darah
merupakan hal yang menakutkan dan bisa menyebabkan kematian. Tentu siapa
pun tak ingin hal tersebut terjadi pada tubuhnya. Namun, apa
sebenarnya pembekuan darah ini dan siapa saja yang berisiko?
Darah merupakan cairan dan ketika ia membeku dan mengeras menjadi padat, itu dianggap sebagai bekuan darah.
Ada
beberapa jenis pembekuan darah. Ada yang terbentuk di vena dalam bagian
bawah tubuh, seperti bagian kaki yang memicu deep vein thrombosis
(DVT). Ini adalah jenis bekuan darah yang dapat terlepas dan berjalan ke
bagian paru serta menyebabkan embolisme paru (PE) dan memicu kematian.
"Risiko
kematian adalah nyata, terutama jika pembekuan ini tidak segera
diatasi," kata Nesochi Okeke-Igbokwe, MD, seorang dokter penyakit dalam
di NYU Langone Medical Center.
Ketahui 10 faktor paling umum yang bisa meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah.
1. Duduk dalam waktu lamaBiasanya
ini terjadi ketika kita berpergian dengan pesawat, mengemudi atau
mengendarai mobil atau menghabiskan waktu yang lama di depan komputer
,di tempat kerja atau rumah.
"Berdirilah dan bergerak setiap 30
atau 40 menit waktu duduk Anda. Menggunakan otot-otot kaki dapat
membantu menjaga darah vena Anda tetap mengalir. Meregangkan dan
memanjangkan kaki dapat membantu dengan baik," kata dokter Glenn
Harnett.
2. KehamilanJumlah estrogen yang
berlebihan dan bersirkulasi dalam tubuh selama kehamilan bisa
meningkatkan sejumlah faktor pembekuan darah.
Selain itu,
kehamilan meningkatkan tekanan di bagian vena panggul dan kaki. "Risiko
pembekuan darah dari kehamilan dapat berlanjut hingga 6 minggu setelah
melahirkan," kata Harnett.
Atasi dengan aktif bergerak - berjalan, prenatal yoga dan latihan fisik lainnya selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.
3. Tinggi dan berat badan
Obesitas
membuat risiko terkena DVT meningkat akibat penurunan mobilitas yang
disertai sirkulasi yang buruk. Selain itu, banyak orang yang tidak tahu
bahwa tinggi badan juga memainkan peran.
"Perempuan yang
tingginya lebih dari 170 cm dan laki-laki lebih dari 180 cm risikonya
lebih tinggi karena makin tinggi, makin jauh bagi darah melakukan
perjalanan melakukan grativasi. Penurunan sirkulasi darah dapat
menyebabkan darah terkumpul sehingga memicu pembekuan," kata Harnett.
4. Memiliki irama
jantung tak teratur
Irama
jantung
yang tidak teratur biasanya tidak menimbulkan gejala dan sering tak
terdeteksi. Padahal, kondisi ini dapat meningkatkan risiko pembekuan
darah.
Irama
jantung
tak teratur mungkin menghalangi darah yang dipompa ke ventrikel. Darah
dapat menjadi lamban dan mulai menggenang di ruang atas, berpotensi
menyebabkan pembentukan bekuan.
5. Pil KB
Estrogen dan
progestin dalam kontrasepsi oral tertentu juga dapat meningkatkan
faktor-faktor konsentrasi pembekuan darah. Demikian juga dengan beberapa
terapi pengganti hormon yang dapat meningkatkan risiko penggumpalan.
6. Kanker
Beberapa
jenis kanker meningkatkan jumlah zat tertentu di dalam darah yang
menyebabkan pembekuan. Menurut penelitian, kanker otak, ovarium,
pankreas, usus, perut, paru-paru dan ginjal memiliki risiko tertinggi
untuk terkena DVT.
Selain itu, beberapa bentuk kemoterapi dan pengobatan
pencegahan
kanker juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena DVT. Pembuluh darah
yang rusak akibat kemoterapi akan melepaskan zat pro-penggumpalan yang
bisa menyebabkan darah mengumpul dan membentuk gumpalan.
7. Merokok
Bahan kimia tertentu dalam asap rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang mengarah ke risiko peningkatan DVT.
8. Pasca operasi
Operasi besar, terutama untuk pinggul Anda, perut bagian bawah dan kaki, meningkatkan risiko DVT Anda, kata Harnett.
Operasi
tersebut akan membuat Anda sementara waktu tidak bergerak. Selain itu,
setiap trauma besar atau cedera kaki dapat meningkatkan risiko cedera
pembuluh darah yang mengarah ke produksi darah beku.
9. Riwayat keluarga
Beberapa
orang mewarisi gangguan yang membuat darah mereka mudah membeku.
Menurut penelitian Mayo Clinic, kondisi ini mungkin tidak menyebabkan
masalah kecuali dikombinasikan dengan satu atau lebih faktor risiko.
Kondisi
lainnya yang mungkin dapat meningkatkan risiko pembekuan darah adalah
penyakit ginjal tertentu, sindrom antifossolipid (kondisi autoimun) dan
masalah dalam vena cava inferior (vena besar yang membawa darah dari
tubuh bagian bawah ke
jantung).
10. Usia
Meskipun DVT dapat terjadi pada semua usia, semakin tua Anda, risikonya semakin tinggi. (Gibran Linggau)