Selasa, 18 Agustus 2015

Orang Terbodoh di Dunia ..

tangan bola dunia globe
TAHUKAH Anda bahwa ternyata di dunia ini ada orang yang termasuk ke dalam kategori terbodoh di dunia? Ialah orang yang diperbudak oleh harta. Ya, mereka adalah orang-orang yang hatinya telah tertutup. Mereka rela lakukan berbagai cara termasuk cara yang tidak halal untuk mendapatkan harta.

Biasanya orang yang telah diperbudak oleh harta, akan menumpukkan hartanya. Dia tak akan rela hartanya diambil atau bahkan diberikan pada orang lain walau seperak pun. Mereka pun tak ingin hartanya berkurang. Tapi, anehnya mereka selalu kurang, walau terlihat bahwa hartanya sudah lebih dari cukup.

Jika sudah demikian, maka hidupya tidak akan pernah tenang. Harta habis tidak karuan. Yang pasti sih biasanya orang yang mencintai hartanya alias diperbudak oleh harta, maka ia akan diikuti oleh hal-hal lainnya. Hal itu ialah suatu tahta atau jabatan dan wanita.

Harta, tahta dan wanita sudah taka sing lagi bagi kita sebagai tiga aspek pembuta mata hati manusia. Berawal ketertarikan terhadap harta, maka ketika ia merasa tidak puas dengan harta ia akan terus mencarinya. Dan salah satu jalan termudah untuk mendapatkan harta dengan cepat ialah suatu tahta atau jabatan tertinggi. Dengan begitu, ia akan melakukan segala cara untuk menggapai atau berada di posisi itu.

Jika tahta dan harta telah dimiliki, ia pastinya perlu orang yang mendampingi dong. Maka, ketika ada wanita yang menarik hatinya, ia akan tergoda. Setelah itu, jika wanita itu sama halnya seperti orang tersebut yang mencintai harta, maka ia akan terus membujuk suaminya untuk melakukan hal-hal tercela. Maka, demi mengikuti orang terkasih, ia akan rela melakukan hal tidak terpuji itu. Naudzubillah.

Sungguh ironis orang yang diperbudak oleh harta, tahta dan wanita. Karena orang-orang yang seperti itu memiliki tujuan hidupnya untuk ketiga hal tersebut. Tanpa ia memperdulikan norma-norma yang berlaku, baik di lingkungan masyarakat maupun norma agama. Ia merasa hidupnya di dunia ialah selamanya, ia takut jika menghadapi kematian.

Kita sebagai orang beriman, diberi kedudukan yang lebih tinggi derajatnya dibanding manusia lainnya. Kita adalah orang-orang pilihan yang dipercaya memberikan kebaikan bagi orang lain. Karena kita senantiasa mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Kita diwajibkan untuk mengingatkan saudara kita seiman yang masih tidak sadar akan kebutaannya terhadap harta.

Oleh karena itu, sebagai orang pilihan, kita bantu sahabat atau pun saudara kita untuk menuju pada kecerahan hidup. Maksudnya, kita bantu mereka untuk membukan mata hatinya. Jangan biarkan mereka diperbudak oleh harta, tahta dan wanita. Memang cukup sulit bagi kita untuk menyadarkan orang yang seperti itu, tapi tak ada salahnya kita mengingatkan sesama. Yang salah ialah ketika kita membiarkannya.

Tapi ingat, sebelum memberitahu orang lain maka bedahi dahulu diri sendiri. Artinya, lihatlah diri kita melakukan itu atau kah tidak. Ingat kembali apa tujuan hidup kita. Jangan jadikan harta sebagai tujuan hidup, karena orang hanya orang bodohlah yang akan berpikiran seperti itu. Kita tahu bahwa kita adalah calon mati. Cepat atau lambat kita pasi mati. Maka, apakah harta akan menemani kita ketika mati hingga di akhirat nanti? Tentu saja tidak!

Oleh sebab itu, boleh kita mencari dunia karena memang kita ini hidup di dunia, tapi ingat, ada hal lain juga yang samap pentingnya, ialah kehidupan di akhirat. Mencari kebutuhan dunia harus dibarengi dengan amal yang akan menjadi bekal untuk di akhirat kelak. Dengan begitu, pekerjaan di dunia yang sementara ini tidak akan sia-sia hanya untuk memenuhi dunia saja, tapi dengan dilakukan sesuai dengan kaidah Islam, yakni amal-amal shaleh dan meninggalkan hal tercela dalam mencari harta, insya Allah di akhirat kita akan selamat. Wallahu ‘alam.

[Disarikan dari salah satu situs media sosial yang tersebar luas]

Kisah Rumi dan Botol Minumannya ..

Pedagang yang Tidak Bahagia

ALKISAH Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang kekediaman Maulana.

Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi, “Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. (yang dimaksud : arak / khamr)
Maulana kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?”
“Iya”, jawab Syams.
Maulana masih terkejut, ”maaf, saya tidak mengetahui hal ini”.
“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah”.
“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”
“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya,”
“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang,”
“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”
“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”
“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur”
Karena kecintaan pada Syams, akhirnya Maulana memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman kaum Nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum Nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Maulana di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak, “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke perkampungan Nasrani dan membeli minuman!!!”
Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Maulana.
Khalayak melihat botol yang dipegang Maulana. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!!!”, orang itu menambahkan.
Orang-orang bergantian meludahi muka Maulana dan memukulinya hingga serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.
Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi, “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan.

Seseorang dari mereka masih mengelak, “Ini bukan cuka, ini arak”.
Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Maulana. Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Maulana hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini?”
“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata. Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi? Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kauperjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat. Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.

Sumber: Kumpulan kisah Maulana Jalaluddin Rumi/www.kisahinspirasi.com

Warna Kebenaran Orang Lain ..

pensil warna

ADA dua orang anak selalu berkelahi. Mereka selalu berselisih paham. Dalam banyak hal, mereka tak pernah akur. Saat yang satu berpendapat A, maka yang lainnya pasti punya pendapat yang berbeda. Mereka lakukan hal ini dimana saja. Di sekolah, di rumah, ataupun di tempat bermain. Tentu saja, hal itu sangat merepotkan guru mereka. Karena, mengganggu orang lain.

Suatu pagi ibu guru memanggil kedua anak itu. Ia meminta mereka masuk ke dua ruangan berbeda. Ruangan itu hanya dipisahkan sebuah tembok, namun ibu guru masih dapat melihat apa yang dilakukan mereka berdua dari kejauhan.

Di ruangan itu terdapat meja dengan selembar kertas yang terhampar di atasnya. Ibu guru meminta mereka menyebutkan apa warna kertas itu. Ah, lagi-lagi mereka berselisih paham. Anak yang pertama bilang, “Kertas itu putih!” Dari ruangan sebelahnya terdengar teriakan, “Bukan, bukan putih, kertas itu berwarna hitam.” Putih! Hitam! Putih!!! Hitam!!! Terdengar suara saling bersahutan.

Suara itu semakin riuh. Kedua anak itu makin sengit. “Hei, dasar buta warna, apa kamu tidak bisa melihat? Kertas itu putih, tau!” Anak kedua tak mau kalah. “Buta warna? Hei, apa kamu tidak bisa membedakan antara hitam dan putih? Jelas-jelas itu kertas hitam.”

Mendengar itu semua, ibu guru berkata, “Tenang, tenang, anak-anak.
 Sekarang, coba, kalian kemari.”
Ia mengajak kedua anak itu menghampirinya. “Nah, sekarang, coba kalian berpindah tempat dan katakan apa warna kertas yang ada di atas meja itu.”

Kedua anak itu menurut. Mereka berpindah ruangan. Anak yang pertama berkata.”hmm.hii.hii..hitam, Bu.” Di ruangan lain terdengar suara yang serupa. Anak yang kedua berkata, “Putih, Bu.”

Keduanya benar. Ternyata, ibu guru menyiapkan dua kertas yang berbeda buat mereka. Ia agaknya ingin memberikan hikmah bahwa saat mereka  berselisih paham bisa jadi sesungguhnya kedua anak itu benar. Tak ada yang salah dengan pendapat mereka, hanya mereka mungkin melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda saja.
Teman, begitulah kita. Kita seringkali seperti dua anak kecil yang sering berselisih paham. Kita kerap berseteru, bermusuhan, dan tak pernah akur dalam banyak hal, dalam banyak situasi. Sayangnya, kita kerap pula tak mau mengalah, tak mau memahami, tak mau mengerti, dan tak mau mendengarkan “suara” orang lain. Kita sering berpatokan pada diri sendiri dan menganggap semua pendapat kita adalah benar adanya.
Memang, ya, memang, tak pernah ada kata keliru untuk berbeda pendapat. Tak ada yang salah dengan keragaman. Namun, agaknya kita harus lebih sering untuk bersatu dalam beberapa saat. Kita harus lebih sering untuk mau mengerti, mau memahami, dan mau mendengarkan orang lain. Kita harus lebih sering untuk mau “mengintip” ruangan lain, sebelum kita mulai “menyebutkan warna”.

Kadang, kita terlalu tinggi hati untuk mengakui kebenaran orang lain. Kita enggan untuk menyetujui pendapat mereka. Bukan karena pendapat mereka salah, tetapi karena kita tak mau merasa dikalahkan. Kita sering terpesona dengan rasa picik dan tak suka jika ada orang yang lebih baik. Kita memilih untuk tetap berpatokan pada diri sendiri dan membenarkan semua langkah yang kita perbuat.

Saya yakin akan selalu ada kebenaran jika kita memandang dengan cara yang berbeda, persepsi yang berbeda, dan sudut pandang yang berbeda. Sebab, tak ada kebenaran yang hakiki, kecuali milik Ilahi Rabbi.

Teman, cobalah untuk memahami persepsi orang lain sebelum kita berselisiih paham.

Seorang Alim dan Sebuah Lampu ..


lampu

INI mungkin cerita rekaan. Seorang alim bangun pagi untuk shalat subuh di masjid. Ia berpakaian rapi, minyak wangi, wudhu kemudian berjalan menuju masjid.

Dalam perjalanan ke masjid, ia jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangun, membersihkan diri, kemudian kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti pakaian, berwudhu, pakai minyak wangi, kemudian kembali berjalan menuju masjid.

Dalam perjalanan ke masjid, ia jatuh lagi dan di tempat yang sama. Dia bangun membersihkan dirinya kemudian kembali ke rumah. Di rumah, sekali lagi ia mengganti pakaian, berwudhu, pakai minyak wangi dan kembali berjalan ke masjid.

Dalam perjalan ke masjid, ia bertemu dengan seorang pria yang memegang lampu. Orang itu berkata, “Saya melihat Anda jatuh dua kali dalam perjalanan Anda ke masjid, jadi aku membawa lampu sehingga aku bisa menerangi jalan Anda.”

Si alim mengucapkan terima kasih kemudian mereka berdua berjalan menuju masjid.

Setelah sampai di masjid, orang yang membawa lampu tidak mau masuk ke masjid untuk shalat. Si alim memaksa tapi orang itu tetap tidak mau masuk ke dalam masjid, si alim sangat heran. Kemudian bertanya, “Kamu ini kenapa? Dan sesungguhnya kamu ini siapa kok tidak mau masuk ke dalam masjid untuk shalat?”
Orang itu menjawab, “Sesungguhnya saya ini setan.” Si alim terkejut mendengar jawaban orang itu.
Kemudian setan menjelaskan, “Saya melihat Anda berjalan ke masjid, jatuh Anda yang pertama, Anda pulang dan kembali ke masjid, Allah mengampuni semua dosa Anda. Kemudian untuk yang ke dua kali saya membuat Anda jatuh lagi, tapi Anda tidak kembali ke rumah mengurungkan niat ke masjid, malah Anda semangat kembali ke masjid. Untuk itu, Allah mengampuni segala dosa orang-orang yang ada di rumah tangga Anda. Saya tidak berani lagi membuat Anda jatuh ke tiga kalinya, karena jika itu kulakukan, maka Allah akan mengampuni dosa orang-orang satu desa, jadi saya memastikan Anda mencapai masjid dengan aman, makanya saya bawakan lampu ini.”

[berbagai sumber]

JAM KERJA BIOLOGIS ORGAN TUBUH MANUSIA ..



1. Lambung
Jam 07:00 - 09:00
Daya kerja lambung sedang kuat2nya.
Dianjurkan utk sarapan yang bergizi tinggi pada jam ini.


2. JANTUNG
Jam 11:00 - 13:00
*Hindari panas berlebih dan olah fisik*, terutama bagian yg ada keluhan di pembuluh darah.

3. HATI / LIVER
Jam 13:00 - 15:00
Kondisi liver sedang lemah,
dgn istirahat sejenak akan terjadi proses regenerasi sel2 hati.

4. PARU-PARU
Jam 15:00 - 17:00
Paru paru sedang lemah,
istirahat dan nafas dgn teratur utk mengembalikan energi paru paru.

5. GINJAL
Jam 17:00 -19:00
Ginjal dalam kondisi kuat,
terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan sel otak.
Ini jam terbaik utk belajar.

6. LAMBUNG
Jam 19:00 - 21:00
Lambung sedang lemah.
Diusahakan jangan mengkonsumsi makanan padat yg sulit dicerna,
atau lebih baik berhenti makan.

7. LIMPA
Jam 21:00 23:00
Limpa dalam kondisi lemah,
terjadi proses pembuangan racun tubuh dan regenerasi sel limpa.
Jika wajah menjadi agak pucat dijam ini, artinya limpa ada gangguan.

8. JANTUNG
Jam 23:00 - 01:00
Jantung sedang dalam kondisi lemah.
Waktunya istirahat utk pemulihan energi tubuh.

9. HATI / LIVER
Jam 01:00 - 03:00
Liver dalam kondisi kuat,
terjadi proses pembuangan racun hasil metabolisme tubuh.
Ini saatnya terjadi regenerasi sel.

10. PARU-PARU
Jam 02.30 - 04:30
Kondisi paru paru sedang kuat,
terjadi pembersihan dan pembuangan racun atw kotoran diparu paru.
Akan terjadi batuk, bersin dan berkeringat bila paru2 kotor.
Ini jam terbaik utk “Qiyamul lail”. Saat sujud pd waktu inilah..mengalirnya darah yg kaya akan oksigen ke otak tertentu.. yg tdk bs di alirkan Darah pd saat sujud diwaktu siang.

11. USUS BESAR
Jam 05:00 - 07:00
Usus besar dalam kondisi kuat,
biasakan B.A.B di jam ini
agar kotoran, racun dan sisa sistem pencernaan dapat dikeluarkan semua.

Semoga bermanfaat .. Jagalah selalu kesehatan Anda ..

intermezzo ..

Daftar Lengkap Plat Nomor Kendaraan di Indonesia


1. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Pulau Jawa

A= Banten-Serang-Merak
B= DKI Jakarta-Depok-Tangerang-Bekasi
D= Bandung
E= Cirebon
F= Bogor
G= Pekalongan
H= Semarang
K= Pati
L= Surabaya
M= Madura
N= Malang
P= Besuki
R= Banyumas
S= Bojonegoro
T= Karawang-Cikampek
AA= Kedu
AB= DI Yogyakarta-Magelang
AD= Surakarta
AE= Madiun
AG= Kediri
W= Sidoarjo (Jawa Timur)
Z = Sumedang (Jawa Barat)


2. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Sumatera

BA = Sumatra Barat
BB = Sumatra Utara (Seluruh daerah kabupaten Tapanuli)
BD = Bengkulu
BE = Lampung
BG = Sumatra Selatan
BH = Jambi
BK = Medan
BL = DI Aceh
BM = Riau
BP = Kepulauan Riau
BN = Bangka

 

3. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Kalimantan

DA = Kalimantan Selatan
KB = Kalimantan Barat
KT = Kalimantan Timur
KH = Kalimantan Tengah

4. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Sulawesi

DB  = Minahasa
DD  = Sulawesi Selatan
DM = Sulawesi Utara
DN  = Sulawesi Tengah
DT  = Sulawesi Tenggara
DL  = Sangihe/Talaud


5. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Maluku

DE = Maluku Selatan
DG = Maluku Utara
DH = Maluku Timur


6. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Bali

DK  = Bali


7. Daftar Plat Nomor Kendaraan di NTB

DR= Pulau Lombok
DR= Kota Mataram
DR= Kab Lombok Barat
DR= Kab Lombok Timur
DR= Kab Lombok Tengah
EA= Pulau Sumbawa
EA= Kab Sumbawa Barat
EA= Kab Sumbawa
EA= Kab Dompu
EA= Kab/Kota Bima

.
8. Daftar Plat Nomor Kendaraan di NTT  

DH= Pulau Timor
DH= Kab/Kota Kupang
DH= Kab TTU, TTS
DH= Kab Rote Ndao
EB=  Flores
ED= Sumba


9. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Papua
DS= Papua


10.Korps Konsul dan Diplomatik

CC= Korps Konsul
CD= Korps Diplomatik

The World Its Mine