Senin, 06 Oktober 2014

Pelajaran Dari Seorang Nelayan ..

Pada suatu sore yang cerah,
seorang cendekiawan ingin
menikmati pemandangan laut
dengan menyewa sebuah perahu
nelayan dari tepi pantai.


Setelah harga sewa per jam disepakati,
keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai.

Melihat nelayan terus bekerja keras
mendayung perahu tanpa banyak bicara,
sang cendekiawan bertanya : “Apa bapak
pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin
dan matahari ?

” “Tidak” jawab nelayan itu singkat.

Cendekiawan melanjutkan ”Ah, jika demikian
bapak telah kehilangan SEPEREMPAT
peluang kehidupan Bapak”

Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar sejarah filsafat ?”
tanya cendikiawan. “Belum pernah”
jawab nelayan itu singkat sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya.

Cendekiawan melanjutkan ”Ah, jika demikian
bapak telah kehilangan SEPEREMPAT lagi peluang.
kehidupan Bapak”. Si Nelayan kembali
cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar dan bisa
berkomunikasi dengan bahasa asing ?
” tanya cendikiawan. “Tidak bisa”
jawab nelayan itu singkat.

“Aduh, jika demikian bapak total
telah kehilangan TIGA PEREMPAT
peluang kehidupan Bapak”

Tiba-tiba ..
Angin kencang bertiup keras dari tengah laut.
Perahu yang mereka tumpangi pun oleng
hampir terguling. Dengan tenang Nelayan
bertanya kepada cendekiawan :
”Apa bapak pernah belajar berenang ?

” Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan,
orang itu menjawab “Tidak pernah” Nelayan pun
memberi komentar dengan percaya diri
“Ah, jika demikian, bapak telah kehilangan
SEMUA peluang hidup bapak”

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas :
• Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain.
• Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan.
• Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain.

Sahabat ..

Jangan pernah sombong, egois dan merasa
lebih tinggi dari orang lain
Segala upaya untuk bertahan hidup
harus dilakukan dengan kerja keras,
pantang menyerah, disiplin, ikhlas, peduli/empati, menghormati dan menghargai orang lain.

Begitu pula saat kita mengalami kegagalan,
Lebih baik instropeksi diri daripada
menyalahkan takdir.

Siapa tahu, kita memang belum siap jadi pemenang!
Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat kita
menjadi sombong, dan karena saking sayangnya
Tuhan kepada kita, Ia tidak mau hamba-Nya berbuat dosa.

Sahabat..

Yang terpenting mari sama-sama
kita hilangkan kesombongan dalam diri kita ini,
siapa pun kita jangan pernah sedikitpun
mengharap pujian serta penghormatan dari orang lain
agar kita bisa berjalan dimuka bumi ini
dengan penuh katawadhuan..

Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita
hati yang lembut yang penuh dengan kasih dan cinta

Wallahu A'lam Bishawab.

Renungan .. (5)

Renungan .. (4)

Siapa Laki Laki Itu.

Apa kabarmu disana nak?

Dikota yang berjarak dua jam perjalanan dari sini, apa kau masih mengingat orang tua renta ini? Yang setiap saat tak henti mendoakan segala yang terbaik untukmu.

Ah.. ayah ingat ketika siang itu, sebelum berangkat kekota, dengan wajah malu-malu kau bercerita tentang niat seorang laki-laki untuk meminangmu. Kau tahu nak_ sudah lama ayah bersiap untuk menanti kabar ini, kabar tentang seorang yang akan membawamu pergi jauh dari ayah. Kabar tentang laki-laki yang meminta pengalihan tanggung jawab dari ayah.. sungguh sudah lama ayah mempersiapkan diri. Tapi tetap saja siang itu ayah terkejut, meski mungkin tidak begitu terlihat diwajah ayah.

Siapa dia nak? Siapa laki-laki yang berani memintamu dari ayah? Bawa dia kesini .. biar ayah lihat dulu, seberapa mampu dia meyakinkan ayah bahwa dia akan memperlakukan dan menjagamu tidak kurang dari ayah. Bawa dia kesini nak .. biar ayah nilai dulu, seberapa tulus dia menyayangi dan membimbingmu tidak kurang dari ayah. Ayo bawa dia kesini .. biar ayah pertimbangkan dulu, seberapa baik agamanya, seberapa besar tanggung jawabnya, dan seberapa sabar dia menghadapi putri kecil ayah.

Nak_ ayah tahu siang itu akan datang, siang yang mengharuskan ayah untuk menyadari bahwa putri kecil ayah akan segera menggenapkan setengah agamanya, dengan bakti pada dia yang belum ayah kenali. Padahal dimata ayah, kamu masih gadis kecil yang beberapa waktu lalu merengek minta dibelikan benang untuk layangan, sebab teman-teman seusiamu yang rata-rata laki-laki sudah punya benang yang panjang untuk layangan mereka. Rasanya kamu masih gadis kecil ayah yang mengadu dengan mata berkaca-kaca bahwa benang layangannya telah kusut, yang terkantuk-kantuk menunggui ayah memperbaikinya agar bisa bermain lagi esok paginya. Yang dulu melempar sepatunya kelaut sebagai alasan meminta ayah mengizinkanmu bermain air. Yang dulu membongkar tas ayah, mencari receh untuk celengan ayammu diatas lemari.

Dan kemarin, ketika dengan izin ayah, kau pergi berkenalan dengan keluarga besarnya. Kembali ayah harus segera menyadari bahwa binar yang kau bawa pulang itu tidak biasa, binar yang belum pernah ayah lihat ketika dengan antusias kau bercerita. Sebenarnya nak, ayah cemburu. ayah mencemburui dia yang tiba-tiba datang tapi sudah mampu menghadirkan getar-getar rasa yang terlihat dirona wajahmu. Tapi percayalah nak, kecemburuan itu segera ayah tepis, ayah usir dengan keyakinan bahwa posisi ayah dan posisinya itu tidak disatu tempat. Bahwa warna cinta untuk ayah tidak sama dengan warna cinta untuknya. Ayah tidak salah, bukan?

Sedikit pesan ayah .. setelah nanti kau ayah serahkan dengan disaksikan oleh para malaikat. Jadilah pendamping yang patuh nak, yang senantiasa bersyukur dan berterimakasih, yang menjaga diri dan hartanya, yang tidak mudah menuduh dan menyakiti hatinya, yang menyimpan rahasia dan menutupi aibnya. sebab tidak mudah untuk menjadi seorang suami, tidak mudah untuk menjadi orang yang bertanggung jawab penuh terhadap orang lain, yang harus menjaga dirinya dan ahlinya dari api neraka. Jadi sekali lagi nak .. jangan bebani dia, tapi bantulah dia sesuai peran yang kau punya.

Wallahu A'lam Bishawab.

Renungan .. (3)

A story of a pencil & an eraser.

Pensil : "Maafkan aku Penghapus..."
Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."
Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada di sana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat .."
Penghapus : "Hal itu memang benar.. Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.
Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih .."

Tahukah kamu ???
Si Penghapus adalah Orang Tua kita ..
Si Pensil adalah diri kita sendiri ..
Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya ..
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya ..
Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu ..
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil ..
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
"Hingga saat ini ..

Saya masih menjadi Si Pensil ..
Hal itu sangat menyakitkan diri saya ..

Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.
Kelak suatu hari ..
Yang tertinggal hanyalah "Serutan" Si Penghapus.
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka .."
Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua dan seluruh orang tua di dunia termasuk orang tua yang membaca postingan ini.

I LOVE U MOM .. I LOVE U DAD ..

Wallahu A'lam Bishawab.

Renungan .. (2)

Ayah merupakan orang terdekat kedua kita selain Ibu.

1. Ayah itu ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan.

2. Ayah akan mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu).

3. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

4. Ayah mungkin tampak galak dimatamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

5. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

6. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat
sedikitpun bagian dari makanan itu.

7. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.

8. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkat mu dibahunya, ketika melihat di keramaian.

9. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

10. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

11. Ayah akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.

12. Ayah selalu berfikir dan bekerja keras, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya.

13. Ayah akan mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.

14. Ayah akan berkata "tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata "tidak".

15. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap dirumah teman tanpa izin.

16. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.

17. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik untukmu.

18. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.

Wallahu A'lam Bishawab.

Renungan ..

Al Kisah..
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan seorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.

Begitulah yang kurasakan, karena selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.
Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh aku harus menyediakan makan untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.

Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan di sanalah sumber masalahnya..sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Oh..Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat :
Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mienya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku, aku minta maaf,ayah..

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun, belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, aku minta maaf, ayah..

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara pertunjukan yang diadakan oleh sekolah, karena yang diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu.

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : Maaf, ayah. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : Surat-surat itu untuk ibu. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yang sama? Jawaban anakku itu : Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan.

Aku bilang pada anakku, Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi aku jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.
Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur ibu sayang, Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara Pertunjukan di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku

Note : Untuk para suami dan laki-laki, yang telah dianugerahi seorang istri/pasangan yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari pada istrimu. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa menggantikannya.

Wallahu A'lam Bishawab.

Ayo Berlibur Ke Raja Ampat

RAJA Ampat menjadi tujuan wisata populer bagi seluruh wisatawan dunia. Tak ayal, karena sudah terkenal di mata dunia, harga penginapan melambung tinggi.
Namun, tak perlu khawatir, ada beberapa cara menarik bisa mendapatkan penginapan murah ketika pelesiran ke kawasan tersebut. Dilansir situs perjalanan online Pegi-pegi, berikut beberapa langkahnya:

Nikmati Dengan Cara Backpacker
Salah satu cara termurah menikmati Raja Ampat adalah dengan backpacker. Anda hanya perlu mencari penginapan di malam hari sebagai tempat beristirahat dan mandi. Sementara siang harinya bebas mengeksplorasi kawasan ini.

Cari Hotel Murah
Carilah penginapan yang murah melalui internet atau booking secara online. Anda harus melakukannya jauh hari agar bisa mendapatkan tempat yang tepat. Jangan pernah merencanakan liburan ke kawasan ini pada waktu musim liburan. Karena akan menghadapi kenyataan lonjakan harga yang cukup mahal.

Kunjungi Desa Wisata
Salah satu alternatif lainnya adalah dengan mengunjungi desa wisata. Karena di dalamnya pasti disediakan beberapa homestay bagi Anda mengeksplore kawasan ini lebih dalam. Beberapa desa wisata tersebut antara lain Desa Sawinggrai, Yenwaupnor, Arborek, dan Yenbuba. Desa wisata ini mendukung perkembangan pariwisata daerah agar lebih ramai dan dikenal wisatawan.

Homestay
Jika tidak ingin berada di dalam homestay di desa wisata, Anda bisa memilih homestay di sekitar Pantai Saleo dengan tarif Rp 250 ribu per malam. Bahkan di Waisai bisa menemukan penginapan bertarif Rp150 ribu per malam. Penginapan yang paling lengkap ada di Pulau Misool. Tipe apa saja bisa ditemukan, seperti kelas melati, resort mewah, atau homestay milik para penduduk.

The World Its Mine