Senin, 04 Juni 2012

Mengapa Anda Harus Selektif Memilih KPR?


Keinginan memiliki rumah pribadi kerap terkendala dana tunai yang belum juga berhasil terkumpulkan. Di satu sisi, harga jual tanah dan rumah juga semakin mahal.
Namun, kekhawatiran itu kini dapat teratasi dengan bermacam tawaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari perbankan. Mengambil KPR artinya berpartner bersama bank terkait masalah pembiayaan. Bank dapat menjadi salah satu alternatif investor sehingga setiap orang berpeluang mendapatkan rumah meski dengan cara kredit.
Namun demikian, karena KPR merupakan produk bank, maka dari KPR inilah bank mencari keuntungan. Setiap bank yang menawarkan KPR pasti memiliki aturan sendiri, karena itu Anda harus selektif saat memilihnya.
Sebagai bentuk pelunasan pinjaman, terdapat dua jenis KPR bisa dipilih, yaitu KPR umum yang dicairkan saat bangunan sudah 100 % selesai dan KPR inden yang dicairkan secara bertahap. Untuk memilih produk KPR, konsumen atau pemohon harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti bisa disimak berikut ini:
- Pertama, pilihlah bank dengan reputasi kinerja yang baik sembari Anda membandingkan batas kredit dari bank untuk kelancaran proses KPR.
- Kedua, pilihlah bank dengan jaringan layanan luas sehingga memudahkan dan melancarkan hubungan dengan perbankan.
- Ketiga, memenuhi dan memahami aturan main, mulai seleksi awal pengajuan sampai pembayaran cicilan tiap bulan.
- Keempat, memastikan dana yang ada sudah melebihi batas minimum untuk pengajuan sebuah KPR. Setelah mempertimbangkan dengan seksama, Anda perlu pula memahami mekanisme dan prosedur yang dikeluarkan oleh bank.
Secara sederhana, mekanisme tersebut meliputi:
- Bank akan menjawab permohonan Anda dengan memberikan persyaratan yang harus dipenuhi sekaligus memberi formulir isian KPR.
- Bank akan melakukan wawancara menyangkut latar belakang pemohon KPR serta kesanggupannya membayar sesuai tenggang waktu.
- Apabila lulus seleksi, Anda akan menemui notaris untuk menandatangani akta kredit sekaligus mengurus sertifikat.
- Penyerahan kunci sekaligus memberikan sertifikat kepada bank yang kemudian dikembalikan setelah semua cicilan kredit lunas.
Lalu, dokumen apa saja yang kira-kira perlu Anda siapkan? 
Selain mengisi formulir isian dari bank, Anda wajib melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat nikah atau surat cerai, fotokopi kartu keluarga (KK), surat keterangan WNI, rekening tabungan tiga bulan terakhir atau rekening koran, slip gaji atau surat keterangan gaji bagi karyawan, surat keterangan jabatan, dokumen kepemilikan agunan berupa surat hak milik (SHM), hak guna bangunan (HGB), Izin Mendirikan bangunan (IMB), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), juga nomor pokok wajib pajak (NPWP) pribadi atau SPT PPH 21 untuk kredit lebih dari Rp 100 Juta.

Tiga Faktor Paling Mempengaruhi Kredit Properti


Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap menjadi metode utama pemilikan rumah oleh sejumlah masyarakat Indonesia. Sistem pembayaran atau pembelian rumah sebesar 77 % dibiayai oleh kredit, selebihnya adalah tunai bertahap dan tunai.
Peneliti eksekutif Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, Yunita R Sari, mengatakan dari nilai 77% tersebut, sebanyak 75 % adalah kredit untuk komersil dan sekitar 1,66 % kredit yang bersubsidi atau dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Berdasarkan survei pada 2006, BI menemukan semakin besar tipe rumah maka ketergantungan kepada kredit semakin kecil.
"Tiga faktor paling mempengaruhi masyarakat dalam mengajukan kredit properti adalah tingkat suku bunga yang mempengaruhi jumlah angsuran, kemudian pendapatan masyarakat, dan ketiga besarnya uang muka," tambah Yunita di Jakarta, Kamis (3/5/2012).
Terkait ketentuan Surat Edaran Bank Indonesia No.14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor, Yunita mengatakan hal itu bertujuan untuk memberikan hal positif baik kepada bank maupun masyarakat.
"Tujuan ketentuan ini adalah mencegah tumbuhya KPR yang berlebihan sehingga dapat menekan pertumbuhan harga properti yang berlebihan," katanya.
Seperti diberitakan di Kompas.com, Rabu (2/5/2012), peraturan baru Bank Indonesia (BI) terkait besaran uang muka atau down payment (DP) sebesar 30 % untuk kepemilikan rumah berdampak pada penundaan pembelian rumah dengan tipe minimal 70 meter persegi. Penundaan ini akan berlangsung 7 - 8 bulan.
"Dengan berlakunya aturan yang mengatur besaran uang muka atau Loan to Value (LTV) akan berdampak pada penundaan pembelian rumah, sementara risiko pembatalan pembelian rumah sangat kecil kemungkinannya," kata Directorate of Banking Research and Regulation Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari, di acara talkshow Siasat Bank dan Pengembang untuk Menopang Daya Beli Konsumen di Jakarta,

Trik Mengantisipasi Naik Turunnya Suku Bunga KPR


Salah satu alasan orang menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai pembiayaan rumah adalah tawaran suku bunganya cukup menarik. Namun, suku bunga bank ini sangat tergantung kondisi perekonomian suatu negara, sehingga besar kemungkinan ikut naik dan turun.
Namun demikian, pengguna KPR tetap dapat mengantisipasi kondisi tidak stabilnya suku bunga ini dengan memilih KPR yang tidak mengenal sistem bunga. KPR bank syariah, misalnya, tidak mengenal bunga sehingga tetap memakai harga penjualan rumah berdasarkan kesepakatan dengan keuntungan untuk bank 15 % - 20 %.
Pengguna KPR juga dapat memilih dan menggunakan bank dengan komitmen tinggi terhadap pembiayaan KPR. Karena itu, pengguna perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya, baik dari bank dengan tawaran menarik atau para pengguna jasa KPR, seperti teman atau kerabat dekat.
Berbicara soal bunga KPR, pengguna KPR perlu memahami sistem dua sistem pemberian bunga, bunga fixed dan bunga float. Supriyadi Amir dalam bukunya 'Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal' mengatakan, bunga fixed adalah bunga yang dibayar selalu tetap, meskipun suku bunga selalu fluktuatif.
Sistem bunga fixed sangat cocok untuk kredit jangka waktu lama seperti 10 tahun. Biasanya, bank yang memberlakukan bunga ini adalah bank syariah.
Sementara itu, bunga float adalah sistem bunga yang dibayar setiap bulan dan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga pasar. Besarnya suku bunga biasanya dievaluasi oleh bank satu tahun sekali.
Namun, jika pengguna KPR menginginkan ketenangan dan kepastian dalam mencicil, lebih baik memilih bunga fixed. Alasannya, karena cicilan sama dari bulan ke bulan atau dari tahun ke tahun. Sebaliknya, seandainya suku bunga akan turun selama jangka waktu kredit, maka lebih baik pengguna mengambil bunga float.

Bagaimana Yoga Menurunkan Stres

Manfaat kesehatan dari yoga sudah banyak diketahui. Selain yang bersifat fisik seperti mengurangi nyeri kronik atau membuat tidur lebih nyenyak, rutin berlatih yoga juga bisa memperbaiki mood dan mengurangi stres. 

Sekelompok peneliti dalam laporannya di jurnal Medical Hypotheses, mengatakan berhasil menemukan kaitan antara yoga dengan stres. Hal ini ternyata berhubungan dengan pengaruh yoga pada otak.

"Yoga memang menurunkan stres karena gerakan-gerakan yoga ternyata bisa memperbaiki ketidaseimbangan sistem saraf," kata ketua peneliti Dr.Chris Streeter, profesor psikiatri dari Boston University School of Medicine.

Ia dan timnya menemukan bahwa saat seseorang mengalami stres, terjadi ketidakseimbangan di area otak. Gangguan keseimbangan itu termasuk rendahnya aktivitas di area otak yang disebut gamma amino-butyric acid (GABA). Ketidaktifan GABA ini juga ditemui pada penderita epilepsi, nyeri kronik, depresi dan kecemasan.

"Yoga diketahui meningkatkan aktivitas GABA sehingga gejala-gejala stres berkurang," katanya.

Meski penelitian ini masih bersifat awal, namun para peneliti berharap kelak yoga bisa diintegrasikan dengan pengobatan medis. Beberapa studi juga telah mengaitkan manfaat yoga terhadap kesehatan mental. 

Penelitian lain yang dipublikasikan awal tahun ini menunjukkan yoga bisa dipraktikkan sebagai cara preventif untuk mengajarkan anak-anak sekolah mengendalikan rasa amarah.

Berbuat Baik pada Sesama Bisa Redakan Stres

Berbuat baik kepada orang lain ternyata dapat meningkatkan kualitas kesehatan seseorang dengan cara mengurangi tingkat stres. Dengan berkurangnya level stres, maka akan berdampak positif pada penampilan seseorang secara keseluruhan.

Demikian hasil penelitian berdasarkan gerakan sosial bernama Pekan Berbuat Baik pada Manusia (Be Kind To Humankind Week) yang dilakukan tanggal 25-31 Agustus tiap tahunnya. Penelitian menyimpulkan, jika seseorang dalam kerangka pikiran kasih sayang dan dukungan pada orang lain, akan memiliki kesehatan lebih baik dibanding orang yang tidak melakukannya.

Berbuat baik bahkan terbukti meningkatkan hormon dopamine di otak, membuat seseorang merasa tenang dan gembira. Selain itu, kebaikan hati juga bisa meningkatkan penghargaan pada diri sendiri, mengurangi kegelisahan dan menggerutu.

Masih menurut penelitian yang sama, alasan utama semua perasaan positif ini timbul sangatlah sederhana. Karena kita menghabiskan waktu lebih sedikit untuk merasa khawatir dan gelisah. Kemudian mencurahkan waktu tersebut untuk membantu masalah orang lain. Namun diingatkan pula, jangan berbuat baik secara berlebihan. Sebab, jika Anda membantu orang lain di atas kemampuan diri, malah akan berefek negatif pada kesehatan dan kebahagiaan.

Para peneliti percaya jika sifat mementingkan orang lain ini berhubungan erat dengan interaksi antar manusia. Hal ini juga membantu kita sebagai makhluk hidup untuk berteman bahkan menemukan pasangan. Secara sosial, hal ini juga membuat masyarakat berjalan dengan berkurangnya tugas individual dengan saling membantu satu sama lain.

Jangan Sampai Tertular Stres

Anda mungkin sudah sering mendengar bahayanya menjadi perokok pasif. Tetapi yang mungkin sering tidak kita sadari ternyata ada beberapa gangguan kesehatan yang tidak disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri tetapi bisa menular. Stres contohnya.

Bila Anda memiliki rekan kerja yang sering mengekspresikan kemarahannya akibat beban kerja yang tinggi, secara tidak sadar perilaku tersebut akan menginternalisasi dalam diri Anda. Akibatnya Anda pun ikut-ikutan jadi mudah emosi.

Hal yang sama juga bisa terjadi jika pasangan Anda selalu curhat mengenai tekanan emosi yang dirasakannya. "Bahayanya jika Anda terbawa stres, Anda tidak punya bantuan emosional karena orang terdekat Anda juga stres sehingga level stres Anda dan rekan akan meningkat," kata Benjamin Karney, profesor psikologi sosial dari UCLA, AS.

Penelitian menunjukkan stres yang ditularkan orang disekitar kita akan berdampak juga bagi kesehatan. Misalnya saja membuat tekanan darah dan detak jantung meningkat. 

Kronik stres yang dialami juga akan membuat kita menderita insomnia, ketegangan otot-otot dan terkadang gangguan jantung.

Untuk mencegahnya Karney menyarankan agar kita berlaku tenang dengan cara tidak terpengaruh pada reaksi stres orang lain. Dengan kata lain jangan biarkan stres yang dirasakan orang mengganggu hidup Anda.

"Bila Anda ikut terganggu katakan saja terus terang. Sarankan pasangan atau teman Anda untuk melakukan aktivitas yang bisa mengurangi stres," katanya.

Studi-studi membuktikan bahwa olahraga merupakan aktivitas penangkal stres yang baik. Dengan berolahraga kadar hormon stres di dalam tubuh bisa diturunkan. 

Kegiatan olahraga dengan intensitas sedang seperti berjalan kaki, naik sepeda, atau hiking, tiga kali dalam smeinggu bisa mencegah stres. Makin rutin Anda berlatih, makin besar pula manfaatnya.

6 Tips Pelepas Stres Tanpa Biaya

Reputasi stres sebagai penyebab hilangnya kebahagiaan, sampai penyebab penyakit, rasanya sudah sangat dikenal. Sayangnya tak banyak orang yang sadar bagaimana mengelola stres yang sulit dielakkan dari kehidupan. 

Setiap orang memerlukan kegiatan rekreasi sebagai pelampiasan untuk mengendurkan ketegangan. Para ahli psikologi bahkan menegaskan bahwa rekreasi sangat penting untuk kesehatan jiwa karena tekanan hidup yang berat memerlukan penyaluran agar tidak menyebabkan frustasi.

Ingin mengurangi tekanan hidup dengan murah dan tanpa mengurangi waktu? 6 tips pelepas stres berikut mungkin bisa Anda masukkan dalam agenda harian. 

1. Membaca buku

Ini merupakan kegiatan yang bukan saja membuat kita sejenak berhenti memikirkan segunung masalah, tapi juga membuat kita seolah masuk ke dunia baru yang sedang dibaca. Membaca di malam hari adalah kegiatan yang dianjurkan. Kamar tidur adalah tempat yang hangat, nyaman, dan damai. Kombinasikan dengan buku bagus, maka Anda akan merasa kembali fokus pada diri sendiri.

2. Duduk di taman

Bila Anda jeli, sebenarnya cukup banyak "oase" kecil di sekitar kita. Selain di area kompleks perumahan, taman kecil yang hijau kini sudah lumayan banyak bertebaran di sekitar perkantoran. Luangkan waktu sekitar 5 menit untuk duduk menikmati udara segar dan hijaunya taman. 

3. Melihat foto 

Melihat-lihat kembali album foto dari peristiwa menyenangkan adalah salah satu pelepas stres yang murah dan efektif. Bayangkan kembali diri Anda pada peristiwa bahagia tersebut dan rasakan sensasinya. 

4. Berjalan kaki atau olahraga

Aktivitas fisik adalah cara yang sehat untuk melepas stres karena bisa memicu hormon-hormon antistres. Luangkan waktu beberapa menit setiap pagi atau setelah makan siang. 

5. Meditasi

Setiap aktivitas yang bisa membuat perhatian kita tetap tenang dan fokus sudah bisa disebut sebagai meditasi. Itu berarti bisa kegiatan menyulam, menulis, menjahit, atau duduk diam. Lakukan 5-10 menit setiap hari dan rasakan kadar stres yang menurun.

6. Ambil jeda

Bila emosi sudah tidak bisa dibendung, alihkan perhatian Anda untuk sejenak fokus pada sesuatu yang baru. Misalnya melihat ke jendela, menyeruput teh hangat, atau memperhatikan pohon yang tertiup angin. Biarkan imajinasi Anda bebas untuk sesaat. 

The World Its Mine