Senin, 02 April 2018

Studi: Belajar Musik Bantu Anak Tingkatkan Prestasi ..

Anak tampil di pertunjukan musik.

REPUBLIKA.CO.ID, -- Bergabung dengan kelas musik, ternyata dapat membantu anak-anak meningkatkan kinerja akademik mereka. Para peneliti telah menemukan bahwa pelajaran tersebut dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, termasuk penalaran berbasis bahasa dan memori jangka pendek.

''Meskipun ada indikasi bahwa musik memiliki efek menguntungkan pada kognitif anak, musik menghilang dari kurikulum pendidikan umum,'' kata rekan penulis studi Artur Jaschke dari VU University of Amsterdam di Belanda, dikutip dari The Indian Express. Oleh karena itu, lanjut Jascjke, hal ini mengilhami mereka untuk memulai studi jangka panjang tentang efek yang mungkin terjadi dari pendidikan musik pada keterampilan kognitif, yang mungkin mendasari prestasi akademik.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers di Neuroscience tersebut, para peneliti melakukan penelitian dengan 147 anak-anak di beberapa sekolah Belanda. Mereka menggunakan metode musik terstruktur yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan di Belanda, bersama dengan pusat ahli untuk pendidikan seni.

Semua sekolah mengikuti kurikulum sekolah dasar biasa, dengan beberapa dari mereka menyediakan kelas musik tambahan atau seni visual. Dalam hal ini, anak-anak diberi pelajaran teoretis dan praktis. Setelah 2,5 tahun, kinerja akademik anak-anak dinilai, serta berbagai keterampilan kognitif termasuk keterampilan perencanaan, penghambatan, dan memori.

Para peneliti menemukan, anak-anak yang menerima pelajaran musik memiliki peningkatan kognitif yang signifikan dibandingkan dengan semua anak lain dalam penelitian ini. Kelas seni rupa juga menunjukkan manfaat. Anak-anak di kelas-kelas ini secara signifikan meningkatkan memori jangka pendek visual dan spasial, dibandingkan dengan siswa yang belum menerima pelajaran tambahan.

Anak-anak yang menerima pelajaran musik menunjukkan peningkatan penalaran berbasis bahasa dan kemampuan untuk merencanakan, mengatur dan menyelesaikan tugas, serta peningkatan prestasi akademik. ''Ini menunjukkan bahwa keterampilan kognitif yang dikembangkan selama pelajaran musik dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak-anak dalam mata pelajaran yang sama sekali tidak terkait, yang mengarah ke peningkatan kinerja akademik secara keseluruhan,'' tambah Jaschke.

Anak Mulai Peduli Reputasi Sejak Usia Lima Tahun ..

Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, -- Dalam budaya yang didominasi media sosial saat ini, orang dewasa menghabiskan banyak waktu menyusun dan mengumpulkan reputasi baik secara nyata dan maya. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan, anak kecil pun telah mempertimbangkan reputasi mereka sejak usia lima tahun.

"Hingga baru-baru ini, pandangan konsensus dalam psikologi adalah perhitungan sosial semacam ini terlalu rumit bagi anak-anak kecil untuk terlibat," kata mahasiswa doktor pemasaran di Wharton School of Business di University of Pennsylvania Ike Silver, dikutip dari Time, Jumat (30/3).
Dalam tulisan Silver di Trends in Cognitive Sciences dengan Alex Shaw menyatakan anak-anak mulai tampak membangun reputasi dengan mahir. Mereka memahami pentingnya reputasi yang baik dan perilaku yang diperlukan untuk mencapainya saat memasuki sekolah.

"Tampaknya benar sekitar usia lima tahun, kita mulai terlibat dalam perilaku yang membutuhkan pemecahan masalah tertentu: mampu berpikir tentang, 'Jika orang ini melihat saya melakukan X, apa yang akan mereka simpulkan tentang saya?'" kata sisten profesor psikologi perkembangan di University of Chicago.

Penelitian Shaw telah menunjukkan anak usia lima tahun berperilaku lebih murah hati ketika mereka tahu mereka sedang diawasi. Percobaan lain baru-baru ini menemukan anak-anak berusia enam tahun bertindak dengan lebih murah hati di sekitar orang-orang yang kemungkinan akan mereka lihat lagi, dibandingkan dengan mereka yang mungkin tidak akan ditemui di masa depan.

Baik secara sadar atau tidak sadar, anak-anak mulai memikirkan reputasi sejak dini. Mereka mencoba mengelola agar mendapatkan pengakuan baik di mata orang lain. Hal tersebut memang terlihat sedikit menyeramkan dan buruk untuk kesadaran diri terlalu cepat.

Namun, Silver menyatakan, pertimbangan penilaian orang lain tentang perilaku diri ini bisa memberikan efek bagi orang lain. Sebab orang tua bisa melihat dan membaca pikiran untuk mengembangkan hubungan agar bisa menuju hal yang positif.

"Jika anak-anak terlibat dalam perilaku perisakan, satu hal yang dapat Anda lakukan secara teoritis adalah mencoba memanfaatkan motif reputasi ini dan membuat mereka berpikir itu tidak keren untuk menindas orang lain," kata Shaw.

Pelaku Usaha Jangan Alergi dengan e-Commerce ..

ecommerce

REPUBLIKA.CO.ID, -- Asosiasi pelaku usaha berbagai bidang di Bali mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk tidak alergi dengan e-commerce atau perdagangan elektronik. Ketua Umum Pengurus Daerah Induk UMKM Indonesia Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Mahendra mengatakan hanya e-commerce cara paling cepat untuk menumbuhkembangkan bisnis konvensional di Bali.

"Banyak industri kreatif tidak tumbuh karena masih menjalankan bisnis secara konvensional. Hanya dengan e-commerce kita mampu menggerakkan ekonomi Bali," kata Ngurah Mahendra di Denpasar, Rabu (21/3).

Ngurah Mahendra mengatakan setiap harinya sekitar Rp 552 miliar uang beredar di Bali, namun keuntungan diambil luar negeri, khususnya Cina. Pelaku usaha sementara ini juga tak perlu mengutamakan hak cipta, sebab pasar saat ini membutuhkan barang dengan kualitas lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah.

Ngurah Mahendra yang juga pebisnis kargo mencontohkan setiap harinya ada 10 ton barang e-commerce yang diterima perusahaan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan 50-70 ton di Bandara Internasional Lombok Praya. Ini berarti tingkat konsumsi konsumen di Indonesia akan barang-barang e-commerce sangat tinggi.

"Namun, 80 persen produknya itu semua diproduksi (made in) Cina, seperti Alibaba, Lazada, dan platform start up lainnya," kata Ngurah Mahendra.
Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Bali, Ari Prima menambahkan selama ini pelaku usaha bertahan karena keadaan. E-commerce Indonesia, khususnya Bali harus menjadi tuan rumah.
"Ini karena e-commerce tidak melulu soal logistik, melainkan juga distribusi, UMKM, dan semua lini," katanya.

Ari mengatakan Indonesia harus memiliki Alibaba ala Indonesia untuk mempersingkat rantai distribusi untuk menjual produk-produk UMKM lebih baik. Data Fakultas Ekonomi Universitas Udaya menunjukkan industri kreatif pada dasarnya menyumbang 60 persen lini usaha di Bali, mulai dari barang-barang kerajinan, kuliner, fesyen, teknologi dan informasi (IT), dan seni pertunjukan. (Mutia Ramadhani)

Apakah Tes Adaptif Itu ?

Tes adaptif membantu mengetahui potensi intelejensia seseorang sejak dini

REPUBLIKA.CO.ID -- Dalam penerimaan karyawan barunya saat ini, PT PLN Persero menggunakan computer adaptive tes (CAT) atau sistem tes adaptif PLN. 
Sistem yang baru pertama kali digunakan ini, bertujuan untuk mengetahui kemampuan intelejensia seseorang. Hal ini akan mempengaruhi posisi maupun jabatan yang sesuai dengan kemampuan seseorang kelak. 

Sebagaimana layaknya tes intelejensia atau IQ, seseorang diwajibkan menyelesaikan sejumlah soal berupa numerik, abstrak maupun verbal. Namun, dalam sistem CAT ini seseorang tidak bisa memilih soal yang lebih mudah untuk terlebih dahulu dikerjakan. Mereka diwajibkan menyelesaikan soal ujian yang ada di layar komputer. 

Apabila sulit, maka komputer secara otomatis akan memberikan soal berikutnya yang lebih mudah dari sebelumnya. Demikian pula sebaliknya, apabila soal yang dikerjakan ternyata lebih mudah, maka soal berikutnya yang tampil di layar monitor akan lebih sulit dari sebelumnya.

Tiap orang mengerjakan soal yang berbeda satu dengan lainnya, termasuk jumlah soal yang mereka kerjakan." Kita bisa mengetahui potensi seseorang sejak awal," kata Direktur Human Capital Management  PT PLN (Persero), Muhammad Ali di sela tes penerimaan karyawan di Politeknik Bandung, Jumat (27/4).

Sistem yang berasal dari Cambridge Inggris ini diyakini sulit   dibocorkan dan memiliki margin error yang kecil. PT PLN sendiri telah menggunakan sistem CAT ini sejak beberapa tahun lalu untuk penempatan karyawan atau kenaikan golongan. Sedangkan untuk penerimaan karyawan baru dilakukan tahun ini.  Namun, sistem yang digunakan dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan. 

Untuk kelulusan, sudah ada standar tertentu yang ditetapkan. Namun, umumnya berada di kisaran 90 hingga 110 yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan tiap soal yang memiliki tingkat kesulitan beragam. 
Sistem CAT tersebut diakui Dwiki Febrian, salah seorang peserta tes cukup menantang. Terutama untuk kategori numerik yang membutuhkan waktu tambahan lantaran harus menghitung secara seksama. 

Sedangkan untuk kategori soal lainnya, dinilai alumnus Teknik Elektro Universitas Indonesia ini tidak terlalu sulit. "Untuk numerik perlu waktu tambahan, soal lain mudah," katanya. 

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Dr Oni Sahroni, Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia

Assalamualaikum wr wb. 

Pak Ustaz, mohon penjelasannya terkait mekanisme atau proses yang terjadi di asuransi syariah dan bagaimana referensi atau dalilnya? Apakah sudah sesuai syariah? Terima kasih. 
(Aisyah-Jakarta)


Waalaikumussalam wr wb. 
Produk-produk asuransi syariah di Indonesia mengacu pada fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia tentang asuransi syariah dan regulasi terkait asuransi syariah yang dikeluarkan otoritas terkait. Di antara fatwa-fatwa DSN terkait asuransi syariah yang menjadi referensi produk asuransi syariah adalah Fatwa DSN MUI No.21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah dan Fatwa DSN MUI No.51/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musyarakah pada Asuransi Syariah.

Selain itu, Fatwa DSN MUI No.52/DSNMUI/ III/2006 tentang Akad Wakalah bil Ujrah pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah serta Fatwa DSN MUI No.53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru pada Asuransi Syariah. Ada beberapa parameter yang menunjukkan konsep asuransi syariah sudah sesuai syariah.

Pertama, kaidah atau rumus yang berlaku di asuransi konvensional adalah transfer of risk dan jual beli risiko. Artinya, setiap premi yang dibayarkan peserta asuransi adalah harga beli, sedangkan mitigasi risiko dan biaya pertanggungan itu adalah objek jual. Premi yang dibayarkan sebagai harga beli tersebut itu pasti jumlah dan nominalnya, sedangkan biaya pertanggungan itu tidak pasti karena terkait dengan klaim yang diajukan.

Oleh karena itu, sangat mungkin terjadi surplus underwriting karena peserta asuransi membayar premi secara berkala, tetapi tidak pernah sakit atau mengajukan klaim sehingga menjadi pendapatan perusahaan. Atau, terjadi sebaliknya (defisit underwriting), yakni peserta asuransi baru dua kali membayar premi, misalnya, tetapi terkena musibah dan mengajukan klaim dengan biaya pengobatannya melebihi premi yang dibayarkan.

Surplus undewriting atau defisit underwriting yang terjadi dalam asuransi konvensional tersebut tidak pasti atau dalam terminologi fikih disebut garar yang dilarang dalam Islam, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW, "Rasulullah melarang jual beli garar." (HR Muslim).

Dalam asuransi syariah, agar ketidakpastian ini tidak terjadi maka transaksi yang diberlakukan bukan transfer of risk, melainkan tabarru atau hibah atau tanahud. Setiap premi atau kontribusi yang di bayarkan peserta asuransi bukan lagi sebagai harga beli, melainkan sebagai tabarru atau hibah kepada peserta kolektif. Total premi yang dibayarkan peserta asuransi syariah menjadi milik peserta kolektif.

Oleh karena itu, pada saat terjadi surplus underwriting maka nasabah tersebut tidak dizalimi atau dirugikan karena dananya digunakan untuk peserta lain karena sudah melepaskan haknya kepada peserta kolektif. Begitu pula jika terjadi defisit underwriting, tidak ada hak orang lain yang terzalimi karena digunakan untuk membayar klaimnya. Sebab setiap orang sudah melepaskan haknya untuk memberikan premi kepada kelompok peserta asuransi syariah.

Kedua, asuransi konvensional menempatkan seluruh premi yang dibayarkan oleh peserta asuransi di deposito bank konvensional atau obligasi (surat utang). Baik deposito atau obligasi tersebut adalah pinjaman berbunga yang sesuai dengan kaidah fikih, "Bahwa setiap pinjaman yang memberikan manfaat kepada kreditur yang disyaratkan termasuk riba." Setiap kelebihan yang diterima oleh kreditur, seperti deposan dan pemilik obligasi adalah riba.

Agar transaksi pinjaman berbunga ini bisa dihindarkan dan tidak terjadi di asuransi syariah, maka regulasi dan fatwa DSN MUI mewajibkan penempatan premi harus di instrumen yang sesuai syariah, di antaranya, ditempatkan di deposito bank syariah atau di instrumen sukuk yang sudah sesuai syariah. Di antara fatwa DSN MUI yang menegaskan hal tersebut adalah Fatwa DSN MUI No.03/DSN-MUI/IV/2000 tentang Depo sito dan Fatwa DSN MUI No.69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.

Dengan dua parameter tersebut, bisa disimpulkan bahwa mekanisme asuransi syariah telah terhindar dari riba dan garar serta sesuai syariah. Wallahu a'lam

'TGB-Gatot Bisa Jadi Duet Maut' ..

Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) berdialog dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat di Kantor Kadin Jabar, Ahad (1/4).

REPUBLIKA.CO.ID, -- Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi berdialog dengan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat (Jabar) di Kantor Kadin Jabar pada Ahad (1/4). Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal mengaku sangat bersyukur TGB bisa menyempatkan diri datang ke Kantor Kadin Jabar di tengah kesibukannya sebagai Gubernur NTB dan di tengah padatnya agenda TGB selama di Jabar.

Agung senang dengan munculnya figur-figur baru dan muda dari daerah-daerah, termasuk TGB. Menurut Agung, TGB merupakan salah satu tokoh muda yang potensial dan telah terbukti memimpin NTB dalam dua periode.

"Kita berharap sekali lahir pemimpin sejati yang menjadi teladan. Ini adalah saudara Tuan Guru, beliau muda, pengalamannya luar biasa," ujar Agung saat dialog dengan TGB di Kantor Kadin Jabar, Ahad (1/4).

Agung menilai, Indonesia membutuhkan pemimpin sejati yang bisa menjadi teladan, dan perekat dari keragaman bangsa Indonesia.
"Kita berharap sekali, jujur, kita berharap sekali dengan beliau. Kita butuh pemimpin sejati yang bisa menjadi perekat keberagaman," ujar Agung.
Agung bahkan mengaku siap mendukung TGB jika benar-benar maju dalam Pilpres 2019. "Kalau memang Allah SWT berikan jalan kepada Tuan Guru (di Pilpres), saya di Kadin Jabar siap, mangga (silakan) yang mau ikut sama saya (dukung TGB)," ucap Agung.

Dalam waktu dekat, menurut Agung, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo kiha akan berdialog dengan Kadin Jabar. Ia menganggap TGB dan Gatot akan menjadi pasangan yang menarik apabila bersanding di Pilpres. "Saya kira kalau Tuan Guru dengan Pak Gatot menarik, bisa jadi duet maut," kata Agung.

Penjelasan BMKG Soal Cuaca Panas dan Terik Beberapa Hari Ini ..

Panas terik sinar matahari

REPUBLIKA.CO.ID, -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan mengapa cuaca panas dan terik terjadi di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara beberapa hari ini.
Kepala Bagian Humas BMKG Indonesia Hary Djatmiko mengakui, cuaca panas dan terik melanda Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara beberapa hari ini. Namun, dia melanjutkan, fenomena cuaca panas dan terik merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

"Kejadian cuaca panas dan terik lebih sering terjadi pada bulan-bulan transisi/pancaroba dan bulan-bulan puncak musim kemarau," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (2/4).

Ia menjelaskan, faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut diantaranya meliputi gerak semu matahari yang saat ini berada di sekitar khatulistiwa dan gerak menuju ke belahan bumi utara atau sebaliknya, yaitu sekitar 21-22 Maret dan 22-23 September. Saat itu matahari berada tepat diatas khatulistiwa sehingga pancaran sinar matahari dan radiasi matahari yang masuk cukup optimum.

"Hal ini ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 33 37,2 derajat Celcius. Ini masih dalam kisaran normal. Suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 tahun antara 34-37,5 derajat Celcius," ujarnya.

Faktor lainnya, yaitu mulai tampak adanya aliran massa udara dingin dan relatif cukup lembap yang bergerak dari Australia menuju wilayah Indonesia sebelah selatan khatulistiwa, terutama di sekitar Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini, kata dia, ditandai dengan adanya kelembaban udara yang 70-60 persen di ketinggian 3.000 meter dan 5.000 meter dari permukaan.

The World Its Mine