Senin, 02 April 2018

Mendidik Anak dengan Kesalehan ..

Mendidik Anak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad Kosim

Suatu ketika, seorang ayah mengadukan kedurhakaan anaknya kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Khalifah Umar tidak langsung membenarkan pengaduan sang ayah, tetapi ia mengonfirmasi lebih dahulu kepada anaknya. Umar bertanya, "Apa yang menyebabkan engkau durhaka kepada ayahmu?" Si anak balik bertanya: "Wahai Amirul Mukminin, apa hak anak atas bapaknya?" Umar menjawab, "Memberi nama yang baik, memilih ibu yang baik, dan mengajarinya Alquran."

Anak itu berkata mantap, "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku belum pernah melakukan satu pun di antara semua hak itu. Ibuku adalah seorang bangsa Etiopia dari keturunan yang beragama Majusi. Mereka menamakan aku Ju'al (kumbang kelapa), dan ayahku belum mengajarkan satu huruf dari Alquran." Umar pun memberikan peringatan tegas kepada si ayah. "Engkau telah datang kepadaku mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah mendurhakainya sebelum dia mendurhakaimu. Engkau pun tidak berbuat baik kepadanya sebelum dia berbuat buruk kepadamu."

Tidak jarang kenakalan remaja disebabkan lemahnya keteladanan orang tua dalam keluarga, atau malah orang tualah yang mengajarkan ke nakalan itu. Sebut saja potret orang tua yang jauh dari ajaran agama, mela kukan pekerjaan yang ilegal dan haram, suka mencaci dan menzalimi orang lain, hingga retaknya keharmonisan pasang an orang tua karena perselingkuhan, KDRT, dan kejahatan lainnya.

Setiap orang tua mukmin sejatinya memastikan dirinya berupaya menjadi pribadi yang saleh. Setelah itu, ia ber usaha menjaga lingkungan yang kondu sif untuk perkembangan kepribadian anaknya sekaligus memilih sekolah yang berkomitmen dalam mem bentuk kesalehan peserta didik, bukan ber orientasi pada kognitif saja. Singkatnya, untuk mewujudkan anak saleh mesti dididik dengan kesalehan orang tuanya.

Siapakah orang saleh itu? Muham mad Quraish Shihab dalam Tafsir al- Mishbah menjelaskan, shalih terambil dari kata shaluha yang dalam beberapa kamus bahasa Arab sering dijelaskan sebagai antonim dari kata fasid atau 'rusak'. Kata shalih diartikan sebagai 'tiadanya atau terhentinya ke burukan'. Shalih juga bermakna sesuai dan ber manfaat. Dengan demikian, orang tua yang saleh adalah mereka yang selalu berbuat baik dan membe rikan manfaat. Perkataan, tindakan, dan perbuatannya tidak menimbulkan keru sakan bagi diri, keluarga, dan masyarakatnya.

Dalam makna lain, setiap kita harus memiliki kesalehan ritual dan kesaleh an sosial. Jika orang tua memiiki ke salehan ritual dan sosial yang melekat pada pribadi dan karakternya secara konsisten, maka ia menjadi model utama dalam membentuk pribadi anak saleh.

Budaya Pura-Pura ..

Salman al-Farisi melalui perjalanan panjang mencari kebenaran. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, — Oleh: Abdul Muid Badrun 

Berkata benar ketika tidak ada tekanan tentu mudah saja. Namun, bagaimana sulitnya berkata benar ketika di bawah tekanan kekuasaan dan atasan? Nabi berpesan, "Katakan yang benar walau pahit rasanya." (HR Ahmad). Itu punya makna bahwa kebenaran itu harus ditegakkan, bagi dan oleh siapa saja! Kebenaran milik se mua orang. Sekali lagi, milik semua orang dan bukan milik mereka yang berkelas, atasan, dan berkuasa saja.

Jika kebenaran di bawah kuasa seseorang, lalu yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar, itu munafik namanya. Orang munafik ancamannya jelas, yaitu keraknya neraka (QS an-Nisa': 145). Maka, berkata benar itu perlu dilatih sejak kecil. Dibiasakan dan dipraktikkan dalam ruang keluarga dan ruang kantor di mana kita bekerja, tidak hanya dinasihatkan atau diceramahkan saja tapi minus praktik di lapangan. Jika hal ini tidak dibiasakan maka saya yakin tidak semua orang berani berkata benar.

Apalagi jika kebenaran itu menyangkut nasib seseorang baik menyangkut ekonomi, pekerjaan, kedudukan, jabatan, dan kekuasaan, sudah pasti orang akan lebih memilih bersikap aman dengan berkata sebaliknya alias membelakangi kebenaran. Inilah yang saat ini sedang kita saksikan marak bermunculan di mana-mana termasuk di media sosial (medsos), terutama jelang pilkadal (pemilihan kepala daerah langsung). Atas nama kebohongan dengan dibungkus kepura-puraan, orang dengan mudahnya merayu dan membujuk agar mengikuti apa yang dijanjikan. Padahal, sejatinya itu hanya "rayuan gombal tanpa nalar". Di sinilah integritas dan keberanian seseorang diuji.

Untuk apa pengetahuan tinggi, pendidikan tinggi, dan punya pengalaman banyak, tetapi tak mampu dan tak berani berkata benar? Untuk apa? Keberanian bagi orang pandai dan berpengalaman adalah mahkota. Jika tak ada keberanian berkata benar maka sejatinya ia hidup tanpa mahkota. Ia berkuasa tanpa kekuasaan, ia memimpin tanpa kepemimpinan, ia memerintah tanpa pemerintahan, dan ia ada tetapi sejatinya tidak ada.

Efek lanjutannya, kebenaran semakin dibuat absurd alias tidak jelas. Akibatnya, kita akan berada pada kondisi serba kepura-puraan, seperti pura-pura patuh, pura-pura bertindak, pura-pura baik, pura-pura taat, pura-pura melakukan, pura-pura senang, pura-pura mendukung, pura-pura semangat, dan pura-pura lainnya. Jadilah peradaban pura-pura (budaya pura-pura). Hasilnya pun juga penuh kepura-puraan. Kebaikannya pun juga penuh kepura-puraan. Kalau sudah begini, untuk menghentikannya perlu sosok berani berkata benar meski harus melawan atasan dan kekuasaan sekalipun.

Adakah sosok itu? Tentu ada. Hanya, jumlahnya semakin berkurang karena orang akan lebih banyak bermain aman untuk keselamatan hidup dan keluarganya. Karena itulah, melalui kolom ini saya menyeru kepada dunia pendidikan dan keluarga agar mendidik anak dan generasi muda menjadi generasi berani berkata benar dan takut berkata salah. Bagaimanapun, bangsa besar Indonesia harus dipimpin orang-orang yang punya mental berani agar mampu mengantarkan menjadi bangsa yang disegani di dunia. Bukan sebaliknya!

Ingat pesan Nelson Mandela, pejuang pemberani yang sampai saat ini harum namanya karena keberaniannya: "I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear," (Saya belajar bahwa keberanian timbul bukan karena tidak adanya rasa takut, tetapi kemenangan atas (rasa takut) itu. Orang pemberani bukanlah orang yang tidak merasa takut, tetapi dia yang mengalahkan ketakutan). ¦

Hijrah Menuju Kebaikan ..

Hijrah

REPUBLIKA.CO.ID, -- Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam.Keberadaannya yang diturunkan melalui Nabi Muhammad menjadi pedoman hidup bagi umat manusia. Dari Alquran manusia akan mendapatkan banyak petunjuk.

Ustaz Sayid Qutub, dalam talkshow Hijrah Menuju Kebaikan di Masjid At-Taqwa, Apartemen Thamrin Residence, Ahad (4/3), menjelaskan bagaimana manfaat Alquran bagi manusia. Acara yang bekerja sama dengan Republika.co.id ini juga menghadirkan dua artis sebagai pembicara yaitu, Arie Untung dan Fenita Arie.

Ustaz Sayid mengatakan, Alquran diturunkan oleh Allah ke dunia penuh dengan keberkahan.Oleh karena itu, Alquran jelas memberikan keberkahan kepada mereka yang mengamalkan nilai- nilai di dalamnya.Kalau dekat dengan Alquran maka kehidupan akan dipenuhi keberkahan. Dia mampu memberikan kesehatan lahir dan batin, ujar Ustaz Sayid.
Ustaz Sayid mengungkapkan, Alquran juga dapat menjadi pegangan dalam berhijrah. Hijrah sesungguhnya, yakni menuju ke arah yang lebih baik dapat terwujud. Menurut Ustaz Sayid, ter- dapat empat macam hijrah dalam kehidupan pertama hijrah secara fisik.

Hijrah bentuk fisik, kata Ustaz Sayid, disebutkan dalam Alquran surah an-Nisa' ayat 97 yang berbunyi Sesungguhnya orang-orang yang diwakafkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mekara) malaikat bertanya: `Dalam keadaan bagaimana kamu ini?'Mereka menjawab: Adalah Kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah). Para malaikat berkata: Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat ber hijrah di bumi itu?. Orang- orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.

Hijrah yang kedua adalah hijrah secara psikis, mental, atau jiwa. Mengenai hal ini juga dise- butkan dalam Alquran surah al- Muzammil ayat 15, yakni Sesung guhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Makkah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, seba- gaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang rasul kepada Fir'aun,.

Ketiga, hijrah secara spiritual atau maknawi. Menurut dia, hijrah ini berarti bagaimana manusia berjalan menuju kepada hal- hal yang lebih baik. Kemudian hijrah yang keempat adalah hijrah menuju kematian. Kita hidup di dunia gaklama. Turunan na bi usianya 60-70 tahun. Kita akan dimintakan pertanggung- jawaban oleh Allah, kata Ustaz Sayid.

Karena itu, ketika melaksanakan shalat perlu merasa bahwa shalat yang dikerjakan seperti yang terakhir kalinya. Dengan be gitu, Ustaz Sayid meyakini ketak waan umat Islam akan mengalami peningkatan. Allah juga akan memberikan keberkahan kepada mereka yang melakukan pertobatan sebelum mati. Selain itu, Allah juga akan mengampuni dosa-dosanya bagi mereka yang sungguh-sungguh melakukan hijrah.

Kendati demikian, Ustaz Sayid mengungkapkan bahwa berhijrah tidak mudah dipraktikkan. Banyak ujian yang akan dihadapi oleh mereka yang akan sungguh- sungguh berhijrah. Para nabi dan Rasul juga banyak mengalami ujian. Namun, nabi dan rasul mampu menghadapi ujian terse- but dengan kesabaran. Sikap tersebut juga diharapkan dapat ditiru oleh umat Islam saat ini.Apa lagi, Allah akan menguji manusia dengan berbagai kesusahan.
Kita harus berjuang setiap yang diuji. Allah akan melibat orang yang benar-benar berjuang di jalan Allah dan orang sabar.Minta kepada Allah dengan shalat, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Sayid pun menekankan agar umat Islam memperbanyak amal saleh.Melakukan kebaikan tanpa mengharapkan imbalan.Sebab jika Allah meridhai maka surga akan diberikan.

Mudah-mudahan diberikan istiqamah. Serius dalam tobatmu.Lakukan amal saleh, istiqamah di jalan Allah. Tanda keberkahan adalah taat, istiqamah. Hijrahlah Allah akan memberikan jalan keluar, kata Ustaz Sayid menegaskan.
Artis Arie Kuncoro Untung atau Arie Untung menceritakan pengalamannya ketika memutuskan berhijrah.Arie mengakui berhijrah akan mendapatkan ujian yang tidak sedikit. Misalnya, yang terjadi kepada Arie banyak dari mereka yang menjauhinya. Namun, Arie menghadapinya dengan kesabaran dan memaklumi perubahan sikap dari beberapa teman atau followersnya. Kendati demikian, kata Arie, dirinya justru mendapatkan pengalaman yang lebih baik.

Presenter kelahiran 15 Januari 1976 ini menjelaskan, setelah berhijrah dirinya tidak hanya fokus terhadap urusan dunia, tapi juga akhirat. Ada perubahan fokus.Tidak meninggalkan yang lama,
kata Arie. Pengalaman yang sama juga dialami istri Arie Untung, yaitu Fenita Arie. Setelah memutuskan berhijrah banyak pengalaman lebih baik yang didapatkan.Misalnya, ia mendapat kan ketenangan dari sisi spiritual.
Fenita mempunyai pandangan tentang apa itu hijrah. Menurut dia, hijrah merupakan usaha berpindah kepada sesuatu yang baik. Ia menuturkan, suatu niat untuk berhijrah harus diwujud- kan dalam bentuk perilaku. Seseorang harus mengambil keputusan dengan niatnya untuk ber ubah ke arah yang lebih baik.Berawal dari niat. Tapi, gak ada action akan sia-sia. Insya Allah menaati perintah Allah, kata Fenita yang juga seorang presenter.

Membabi Buta ..

pasir

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hasan Basri Tanjung

Sejak lama kita dengar istilah "membabi buta". Namun, belum tentu tahu dari mana asal mulanya. Teringat, semasa kecil dulu sering menderes ke hutan dan tidur di ladang menjaga tanaman. Selain binatang buas, yang paling ditakuti adalah babi. Bukan karena ia memangsa orang. Namun, jika jumpa berhadapan, babi akan menubruk apa saja.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada kata membabi dan membabi buta. Kata pertama artinya bertingkah seperti babi dan yang kedua melakukan sesuatu secara nekat, tidak peduli apa-apa lagi. Keduanya memiliki kedekatan makna, yakni perilaku menyamai babi, yakni jorok dan tak peduli risiko yang dihadapinya. Sejujurnya, rihlah ilmiah ke Malaysia akhir Januari lalu menyibak tabir ketidaktahuan itu. Bermula dari pakar Mikro Biologi Universitas Malang, Prof Muhammad Amin yang mengupas gerakan LBGT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Hal ini berkaitan dengan gempuran konspirasi global yang sistematis dan masif untuk merusak adab anak-anak kita.

Berdasarkan kajian ilmiahnya, ada tiga poin yang wajib dipahami orang tua, masyarakat, dan pemerintah, yakni; Pertama, perilaku LGBT bukan naluriah dan fitrah. Manusia dilahirkan berpasangan dan secara naluri hanya senang kepada pasangannya (QS 3:14, 36:36).

Alquran menyebut homoseks sebagai faahisyah, yakni perbuatan keji yang wajib dijauhi (QS 16:90). Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menegaskan bahwa binatang saja yang tidak berakal tak mau kawin sejenis. Justru manusia yang berakal melakukan dengan bangga, sebagaimana kaum Nabi Luth. Dunia memang sudah terbalik (QS 7:80- 81).

Kedua, perilaku LGBT bukan bawaan genetik, melain kan penyakit dan peyimpangan serta gangguan kejiwaan. Jika anak lelaki sering bermain dengan perempuan, hormon kelelakiannya tidak tumbuh normal. Begitu pun sebaliknya, anak perempuan biasa bermain dengan lelaki, hormon kewanitaannya tidak berkembang baik. Majelis Ulama Indonesia pun mengeluarkan Fatwa Nomor 57 Tahun 2014 yang mengharamkan dan termasuk penyimpangan serta kejahatan yang mesti mendapat hukuman.

Ketiga, perilaku LGBT bisa disembuhkan. Setiap penyakit ada obatnya dengan pertolongan Allah SWT. Hanya diperlukan kesadaran, kemauan, dan kesabaran untuk pulih, baik secara medis, pskologis, sosial, maupun spiritual. Pelakunya harus disembuhkan, tetapi gerakannya harus dipidanakan. Nabi SAW telah mengantisipasinya, agar orang tua memisahkan anak-anaknya di tempat tidur pada usia 10 tahun. Jangan sampai mereka tidur sekamar atau sekasur sebab bisa menjadi bibit munculnya penyimpangan (HR Abu Daud).

Ustaz Abdul Somad juga pernah menyampaikan bahwa binatang tidak mau kawin sesama jenis, kecuali babi. Jika ada manusia yang melakukannya, itu sama saja dengan babi. Prof Amin pun menguatkan, ketika birahinya memuncak, ia tidak pandang bulu, mana jantan atau betina. Bahkan, babi mau makan kotorannya sendiri. Barulah saya mengerti makna "membabi buta", yakni manusia yang tak mengggunakan mata, telinga, pikiran, dan hati lagi sehingga lebih hina dari binatang (QS 7:179).

Sekarang kita sedang melawan kampanye LGBT dengan isu hak asasi manusia (HAM). Hingga 2017, sudah tercatat 26 negara yang melegalkan perkawinan sesama jenis. Akankah negeri tercinta Indonesia menjadi negara berikutnya? Naudzubillahi min dzalik. Allahu a'lam bishawab.

Penulis Ungkap Cara Miliuner Membesarkan Anaknya ..

Anak orang superkaya ternyata diajarkan agar mampu menjaga dirinya dengan sangat baik di masa depan.

REPUBLIKA.CO.ID, -- Selama hampir 30 tahun, penulis Steve Siebold menghabiskan waktu untuk mempelajari cara hidup, kunci sukses, dan pola pikir berbagai jutawan dan miliuner. Termasuk, bagaimana para jutawan dan miliuner meneruskan pola pikir, petuah-petuah, dan nasihat, serta kunci sukses bisnis kepada anak-anaknya. Ini semua semata agar anaknya bisa meneruskan usaha atau bisnis yang telah dirintis atau dilakukan orang tuanya dan menjadi jutawan ataupun miliuner.

Inilah yang dirangkum dalam buku Siebold, yang berjudul ''Secrets Self-Made Millionaires Teach Their Kids''. Dalam buku ini, Siebold mempelajari, mengamati, dan mewancarai sekitar 1.200 jutawan dan miliuner di seluruh dunia. Siebold mempelajari bagaimana seorang jutawan dan miliuner tidak hanya mewarisi kekayaan kepada anaknya, tapi juga pengetahuan, pola pikir, dan petuah serta nasihat untuk bisa sukses.

Dalam sebuah wawancara dengan Money dan CNBC, seperti dikutip dari News.com.au, Senin (19/3), Siebold menjelaskan beberapa petuah ataupun nasihat yang diberikan seorang jutawan dan milyuner kepada anak-anaknya. Pertama, anak-anak jutawan dan miliuner cenderung memainkan olahraga yang mahal, seperti golf ataupun tenis.

Ini semata-mata dilakukan bukan lantaran alasan kesehatan, tapi untuk menjaga relasi dan hubungan dengan sesama rekan bisnis. ''Rata-rata olahraga itu dimainkan oleh keluarga yang kaya. Mereka merasa menjaga hubungan dan relasi lewat olahraga tersebut adalah hal yang penting,'' tutur Siebold.

Menjaga hubungan, kata Siebold, memang cukup penting bagi para keluarga kaya raya. Bahkan, meskipun itu hanya dalam bentuk menghadiri suatu acara amal, yang digelar oleh keluarga kaya lainnya. ''Baca buku-buku mereka, hadiri acara amal mereka, dan meakukan donasi. Apapun yang perlu Anda lakukan untuk bisa dikenali oleh mereka dan bisa membangun relasi yang baik,'' ujar Siebold.

Tidak hanya itu, salah satu nasihat yang paling sering diucapkan seorang jutawan kepada anaknya adalah mengenai kerja keras. Siebold mengungkapkan, anak-anak para jutawan dan miliuner itu terkadang diharapkan untuk bisa bekerja dan menciptakan hal baru untuk bisnis mereka. ''Anda harus berani mengorbankan waktu luang untuk membangun suatu yang besar. Hal ini memang tidak glamor, terutama saat teman-teman sebaya mereka bermain dan mencari kesenangan,'' kata mantan pemain tenis tersebut.

Para jutawan dan miliuner ternyata juga mengajari anak-anak mereka untuk tidak boros. Hal ini seperti diungkapkan Siebold dalam bukunya. Menurutnya, ada pemahaman yang berbeda yang menyebut para jutawan dan miliuner cenderung royal. Padahal, mereka juga melakukan perhitungan yang seksama terkait pengeluaran mereka.

Namun di sisi lain, anak-anak para jutawan dan miliuner ini juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya meraih pendapatan yang tinggi. Hal ini bisa dicapai dengan terus melakukan inovasi dan terobosan dalam bisnis. Menjadi kaya, kata Siebold, memang tidak membuat kalian bahagia, tapi hal itu bisa menyelesaikan 90 persen masalah yang mereka hadapi.

''Jika Anda terkena masalah, maka Anda bisa menghilangkan masalah tersebut dengan menulis cek. Jika Anda ingin menjadi kaya, maka pecahkan masalah. Jika Anda ingi benar-benar kaya, maka selesaikan masalah yang lebih besar. Jika Anda mampu melakukan hal ini, maka dunia akan senang hati memberikan uangnya kepada Anda,'' ujar Siebold.

Kendati begitu, Siebold menuturkan, sebagian besar para jutawan dan miliuner tetap memberikan kebebasan anaknya untuk menentukan karier mereka. Tidak hanya itu, anak-anak tersebut tetap diberikan kesempatan untuk menikmati masa muda mereka. ''Kurangi stress, bersenang-senang, dan nikmati prosesnya. Pasalnya, akhirnya ini bukan sekedar berusaha untuk menjadi jutawan dan miliuner. Namun, perjalanan itulah yang penting. Jika hal itu tidak menyenangkan, maka Anda tidak akan benar-benar menikmatinya,'' katanya.

Empat Hal untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak ..

Bidan memeriksa tumbuh kembang anak di Puskesmas Cawang, Jakarta Timur, Rabu (16/12).

REPUBLIKA.CO.ID, -- Semua orang tua menginginkan tumbuh kembang anak yang optimal. Untuk mencapai itu, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan. 

"Empat hal tersebut adalah ketika anak dilahirkan langsung dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian ASI ekslusif pada enam bulan pertama," kata Dokter Spesialis Anak dari RSUP M Djamil Padang, Sumatra Barat dr Eva Chundrayetti, SpA (K) di Padang, Rabu (28/3).

Dengan IMD bayi akan mendapatkan Kolostrum yang salah satunya berfungsi untuk melindungi saluran cerna bayi, menjaga daya tahan tubuh dan lainnya.

Hal berikutnya adalah pemberian imunisasi. Ia penting dilakukan untuk menjaga bayi agar terhindar dari berbagai penyakit infeksi, sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

"Dan pemberian stimulasi, karena dengan stimulasi akan melatih kemampuan motorik, berbicara dan bersosialisasi anak agar cepat berkembang," tambahnya.

Selain itu, faktor nutrisi yaitu pemberian makanan yang cukup dan sehat juga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pemberian nutrisi yang lengkap adalah seimbang antara karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. "Terutama asupan nutrisi terhadap ibu hamil, sangat berpengaruh terhadap bayi, ketika bayi masih dalam kandungan," ujar dia.
Di samping itu, kasih sayang dari orang tua juga akan mempengaruhi perkembangan anak, karena lingkungan orang tua merupakan lingkungan pertama yang dihadapi anak ketika lahir.

Oleh karena itu, katanya untuk menghasilkan anak yang dapat tumbuh dan berkembang secara optimal seseorang perlu dipersiapkan menjadi ibu yang sehat secara fisik dan mental.

Salah satunya, kata dia menikah dalam usia yang optimal yaitu tidak terlalu muda di bawah 20 tahun dan tidak terlalu tua di atas 35 tahun. "Serta menjaga kesehatan dengan selalu menerapkan pola hidup sehat," tambahnya.

Kebiasaan Buruk Pelanggan Saat di Supermarket ..

Belanja di supermarket

REPUBLIKA.CO.ID, Staf supermarket mengungkap kebiasaan negatif para pelanggan yang mereka anggap sangat menjengkelkan. Hal itu terungkap dalam survei terbaru yang digagas oleh Reddit, dikutip dari laman Bristol Post.

Bahwa sedianya ada banyak hal yang mungkin biasa kita lakukan sebagai pelanggan, namun akan dapat memberikan kesan yang berbeda pada orang lain.
Berikut sejumlah kebiasaan negatif para pelanggan:

- Sembarangan memindah produk
Karyawan supermarket butuh waktu lama menata produk sesuai kategori. Mereka sangat kesal jika ada pelanggan yang tidak jadi membeli sesuatu tapi malas mengembalikan ke rak lalu meninggalkan di tempat acak.

Meninggalkan troli dan keranjang
Meninggalkan troli atau keranjang belanja sembarangan benar-benar sikap yang tidak dihargai. Akan lebih baik jika mengembalikannya ke tempat khusus troli yang tidak membutuhkan waktu lama tapi sangat membantu para staf.

Ngotot minta produk yang tak ada
Staf supermarket tidak bisa berbuat apa-apa jika stok produk tertentu sudah tak tersedia. Sayangnya, masih banyak pelanggan yang ngotot dan mengomel meminta karyawan mencarikan untuk mereka.

Belanja jelang waktu tutup
Berbelanja lima menit jelang supermarket tutup lumayan menyusahkan banyak pihak. Staf kasir dan para karyawan yang sudah ingin pulang harus menanti pelanggan memilih dan membayar barang.

Bicara kasar
Tidak sedikit pelanggan yang bicara kasar atau kurang respek seolah staf supermarket adalah 'pegawai rendahan'. Nyatanya, sangat banyak staf lulusan sarjana bahkan memiliki gelar master tetapi memilih karier di bidang retail.

Makan dengan berantakan
Makan saat berbelanja kadang dimaklumi, misalnya anak kecil yang tak sabar membuka kemasan snack atau pelanggan yang sudah terlalu haus. Tapi, usahakan tidak berantakan dan tanpa meninggalkan sampah.

The World Its Mine