Selasa, 03 Januari 2017

Para Haji adalah Duta-Duta Allah ..



muslimvoices.org
Jamaah Haji saat wukuf di Arafah.

Orang-orang yang mengerjakan haji dan orang-orang yang mengerjakan umrah adalah duta-duta Allah. Jika mereka memohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan-Nya. Jika mereka meminta ampunan, pastilah diampuni-Nya. (HR Nasa'i dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah).

"Duta-duta Allah itu ada tiga golongan. Yaitu, orang yang menunaikan haji, orang yang umrah, dan orang yang berperang." (HR Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Habban).

Segala punya bagi Allah yang telah menjadikan para haji, juga orang-orang yang umrah sebagai duta-duta-Nya. Sebuah penghormatan dari Allah SWT yang telah menganugerahi kedudukan mulia ini bagi orang-orang yang menunaikan haji. Dan sebagai duta Allah, maka Dia memberikan dua jaminan yang sangat diharapkan oleh para hamba-Nya yang menunaikan ibadah haji dan umrah. Yaitu, doa-doa mereka, permohonan-permohonan mereka pasti dikabulkan Allah, dan dosa-dosa yang mereka mintakan ampunan-Nya pasti memperoleh ampunan-Nya.

Pertanyaannya, adakah seorang haji yang berangkat ke Tanah Suci yang tidak disertai dengan permohonan, doa-doa yang hendak mereka sampaikan kepada Allah?

Tentu, kata Ustaz Muhammad Rusli Amin dalam bukunya berjudul 'Misteri Wukuf di Arafah' yang diterbitkan Penerbit Al Mawardi, banyak permohonan yang akan mereka (haji) sampaikan. Itu, sebagaimana juga mereka berangkat ke Tanah Suci dengan membawa doa-doa dan mengharapkan ampunan Allah SWT atas dosa-dosa tersebut.

Dan untuk harapan dan maksud tersebut, mereka memperoleh jaminan Allah SWT: :Jika mereka memohon kepada-Nya pasti dikabulkan-Nya, dan jika mereka meminta ampunan-Nya,pastilah diampuni-Nya. Karena mereka adalah duta-duta Allah."

"Jika tiba hari Arafah, Allah akan turun ke langit dunia. Lagi Dia membanggakan mereka kepada malaikat, "Lihatlah hamba-hamba-Ki. Mereka datang kepada-Ku dalam keadaan kusut dan berdebu dari berbagai penjuru yang jauh. Aku persaksikan kepada kalian bahwa aku telah mengampuni mereka." Kemudian para malaikat berkata, "Wahai Tuhan, si fulan orang yang berdosa." Maka Allah berfirman, "Aku telah mengampuni mereka." Maka, tidak ada satu hari yang lebih banyak orang yang terbebas dari neraka daripada hari Arafah." (Ibnu Mandah memuat di dalam kita At-Tauhid).

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mendekat ke langit dunia pada malam Arafah. Kemudian Dia menghadap kepada para malaikat-Nya seraya berfirman, "Ketahuilah, setiap utusan akan mendapatkan hadiah. Mereka itu utusan-utusan (duta-duta)-Ku yang dalam keadaan kusut dan berdebu. Berikanlah kepada mereka segala yang mereka minta, dan gantilah semua yang mereka infakkan."

Jika tiba saat matahari terbenam, Allah akan menghadap mereka seraya berfirman, "Ketahuilah sesungguhnya Aku telah menghapus seluruh keburukan kelian karena kebaikan kalian, dan Aku akan memberikan apa yang kalian minta. Ucapkanlah kalian 'Dengan Nama Allah'." (Diriwayatkan dari jalur Al-Walid ibn Muslim, dia berkata bahwa Abu Bakr ibn Abu Maryam mengabarkan dari Al-Asyakh dari Nabi SAW).

Wahai para haji! Mintalah kepada Allah tentang apa saja untuk kebaikan dunia dan akhirat, karena kita sedang berada dalam jaminan Allah untuk memperoleh pengabulan atas semua permintaan itu. Mintalah kepada Allah apapun untuk kebaikan dunia dan akhirat, karena segala perbendaharaan kebaikan dan keberuntungan ada di sisi Allah yang berlimpah yang tidak pernah akan habis.

Dan kita pun memohon kepada Allah, sejak naik kendaraan, memasuki tanah haram, memasuki Masjid Al Haram, melihat Baitullah, kita berdoa ketika thawaf, setelah thawaf, kita memohon di Multazam, di Hajar Aswad, di maqam Ibrahim, di sumur zamzam. Kita berdoa ketika sa'i antara Shafa dan Marwah, ketika berdoa tatkala wuquf di Arafah dan seterusnya. Mintalah sebanyak-banyaknya kepada Allah. Berdoalah dan teruslah bedia.

"Ingatlah bahwa hanya pada saat inilah kita menjadi duta-duta Allah, ketika haji dan umrah. Kita berada dalam jaminan: doa-doa pasti dikabulkan dan dosa-dosa pasti diampuni," kata Ustaz Muhammad Rusli Amin.

Belajar dari "Si Bolang", bahwa Hidup Tak Melulu Soal Uang ..


 

Siapa tidak kenal Si Bolang? Bocah yang lincah dan gemar bertualang hingga ke pelosok Indonesia.
Sejak pertama kali tayang di Trans 7 pada Maret 2006, Si Bolang sudah menayangkan lebih dari 1.000 episode dan sudah mendapatkan banyak penghargaan. Salah satunya KPAI Award sebagai Program Ramah Anak.

Kini, seluruh tayangan Si Bolang tak hanya bisa dinikmati lewat televisi, tapi juga lewat buku. Seluruh episode tayangan ini akan hadir berseri dengan berbagai tema.

Beberapa waktu sebelumnya telah terbit 'Si Bolang Eduventure' yang bercerita tentang kehidupan Si Bolang di Papua, Si Bolang NTT, Si Bolang Jawa Tengah, dan Si Bolang Kaltim dan Kaltara.

Kali ini, giliran Si Bolangpedia yang sudah siap mengajak seluruh anak Indonesia berpetualang. Buku Si Bolangpedia berkisah tentang berbagai tema, antara lain cara bertahan hidup, melakoni permainan tradisional, beragam musik, dan tarian daerah. Semuanya asyik dan menarik!

Si Bolangpedia (Bertahan Hidup) misalnya, meliputi cara membuat pakaian, mengolah bahan makanan, membangun tempat tinggal, meracik obat-obatan, hingga cara meramu pestisida untuk mengusir hama. Tak ketinggalan cara merakit alat transportasi, membuat penunjuk arah, teknologi sederhana hingga pencahayaan. Hebatnya, semua kebutuhan ini bersumber dari alam!

Bertahan hidup

Buku ini sangat cocok untuk mengenalkan beragam kearifan lokal Indonesia pada anak-anak kita. Apalagi seluruh keberagaman itu diceritakan dari sudut pandang anak-anak dengan gaya bahasa yang sederhana.
Tentu, ini tak luput dari kepiawaian penulisnya, Johanna Ernawati, yang memang sudah belasan tahun menulis untuk Majalah Bobo. Sebagai daya tarik, buku ini juga dilengkapi gambar-gambar cantik yang akan membuat anak-anak betah menelusuri pulau demi pulau, dari ujung Sumatra hingga ke Papua.

Cerita dimulai dari Si Bolang yang diajak Pak Profesor untuk bertualang keliling Indonesia menggunakan pesawat kecil. Sayangnya, cuaca buruk menghantam pesawat mereka hingga Bolang dan Sang Profesor terdampar di sebuah pulau. Mampukah mereka bertahan dengan mengandalkan kekayaan alam?
Berangkat dari kisah itulah Bolang dan Pak Profesor mengajak pembaca berkenalan dengan anak-anak di Lebong Tandai, Bengkulu, yang memanfaatkan keasaman buah paung untuk mengawetkan ikan.

Mereka juga mengajari cara membuat rok tauri dari pucuk sagu bersama bersama teman-teman dari Mimika Barat. Lihat pula keseruan anak-anak Jambi memanfaatkan busa-busa buah lerak sebagai sabun mandi.
Sedang sakit gigi? Tak usah ke apotek. Kulit batang pohon ketapang bisa dimasak dan dijadikan obat kumur-kumur seperti yang dilakukan anak-anak di Papua Barat.

Mati lampu dan butuh penerangan? Coba saja membuat lampu dari minyak kemiri yang dibakar, seperti dilakukan teman-teman di Nusa Tenggara Timur.

Secara keseluruhan buku ini memberikan dua pelajaran penting untuk anak-anak, yaitu mencintai alam dan mencintai proses. Hidup memang tidak melulu mengandalkan uang, tetapi cukup dengan menjaga alam yang sudah menyediakan segala kebutuhan kita.

Tentu saja, semua itu membutuhkan sebuah proses panjang. Namun, proseslah yang akan mengajarkan anak untuk sabar, tidak gampang menyerah, kreatif, belajar menghargai sesuatu sehingga mampu bersyukur dalam keadaan apa pun.

Salam Bocah Petualang!

Aksi 212 dan Habib: Menimbang Ulang Stigma Islam Radikal ..

Lautan massa memadati kawasan Bundaran Air Mancur Bank Indonesia sebelum menuju ke depan Istana Merdeka di Jakarta, Jumat (4/11).
Lautan massa memadati kawasan Bundaran Air Mancur Bank Indonesia sebelum menuju ke depan Istana Merdeka di Jakarta, Jumat (4/11).
 
Oleh: DR Iswandi Syahputra*

Kalau mencermati Aksi 212, ada yang berubah dari tipologi umat Islam saat ini. Seharusnya para haters Islam, haters FPI atau haters ulama, kiai, ustaz dan habib tidak lagi menggunakan stigma Islam fundamental atau Islam radikal atau Islam dengan konotasi negatif lainnya.

Berbagai kategori itu sekarang sudah meleleh semua. Coba cermati, ada banyak perubahan strategi FPI saat ini. “Kiai, ustaz, dan habib lain silahkan tanam padi, biar FPI yang usir tikusnya”. Pernyataan itu branding sekaligus positioning FPI. Ini warna lain dari corak Islam yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW.

Selain tetap berpegang teguh pada prinsip ‘Amar Ma’ruf Nahi Munkar’ dengan mengambil karakter Sahabat Umar bin Khattab Ra, FPI sekarang mulai pula ‘bertingkah’ pada setiap bencana dengan cepat menurunkan relawannya. Lantas masih mau nyinyir? Nggak malu jadi fans NATO (No Action Talk Only)? Banyak omong, aksi kosong…

Memang, boleh saja dibilang radikal atau fundamental, FPI menjadi salah satu tiang utama dan garda depan Aksi Bela Islam I, II dan III yang dikenal dengan Aksi 212. Mohon maaf, harus diakui pula, belum tentu ormas lain dapat melakukan hal serupa. Entah siapa konsultannya, FPI saat ini mengalami semacam modernisasi dalam praktik dan strateginya.

Sehingga akan sangat ketinggalan zaman dan mengada-ada bila FPI saat ini disebut sebagai Islam radikal, Islam fundamental atau Islam garis keras. Jikapun tudingan itu ‘benar’ saat ini FPI tengah menuai hasilnya.

FPI memang kerumunan Muslim radikal, Muslim fundamental atau Muslim garis keras dalam melawan komunisme, pihak asing yang berniat jahat pada Indonesia atau isu titipan asing seperti LGBT, dll. Rupanya sikap radikal, fundamental dan keras terhadap isu tersebut merupakan harapan tersembunyi banyak orang Indonesia.

Saat ini FPI tengah menyerap dengan nikmat segala macam tuduhan yang pernah dialamatkan padanya. Umat Islam juga mulai sadar, sikap fundamental, radikal, dan keras FPI terhadap akidah dibutuhkan saat keyakinan mereka mulai dikoyak-koyak keadaan.

Jadi, perlu ditimbang ulang memberi stigma Islam fundamental atau Islam garis keras. Mungkin perlu dipertimbangkan istilah lain yang sekiranya dapat disetujui pihak pendonor saat mengajukan proposal penawaran gagasan. Islam garis lurus, Islam garis tegak, Islam monas atau Islam 212?
Maka kini yerserahlah, yang penting jangan lupa bahagia. Apapun itu Islam cuma satu, ya Islam…!

*Iswandi Syahputra, Pengamat Media Massa IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Rabu, 07 Desember 2016

Social Media Influencer / Real Life Influencer ..


Oleh: Margareta Astaman

“Mbak, mau ditulis jadi apa nih?” demikian buah keresahan mereka yang ketiban sial memperkenalkan saya dalam acara, atau menulis kartu undangan.
“Apa aja deh Mbak, yang penting muat, SERABUTAN juga boleh,” saya biasanya menawarkan.

“Ditulis praktisi digital / eksportir buah, ya Mbak?”
“Iya boleh aja,” saya manggut setuju. BIarlah kebingungan si Mbak jadi milik masyarakat luas!
Saya sebenarnya anak digital banget. Sebagai Gen Y, sudah secara natural saya menjadikan internet kulit kedua yang lengket di badan. Bangun pagi langsung ngecek semua social media, nyetir sambil buka media online, kerjanya seharian balas email, lalu transfer uang via e-banking, beli sepatu di e-commerce, dan e-e lainnya. Saya menulis via medium blog, lalu menjadi editor media online selama delapan tahun.
Praktisi digital, jelas judul yang lebih cocok. Seperti teman-teman seangkatan, saya khatam dunia digital. Saya sangat percaya bahwa dunia ini keren banget. Segala sesuatunya bisa dilakukan lebih cepat, lebih hemat, lebih merata. Yeah, digital is my passion! Begitu bahasa kerennya.

Sebagai anak generasi ini juga, saya tidak bisa melihat digital sebagai dunia yang terpisah sendiri dalam sebuah gelembung bola sabun. Internet adalah sebuah media, seperti TV, radio, atau koran. Sebagai media, internet hanya mengamplifikasikan apa yang ada di dunia nyata, tempat semua interaksi itu terjadi.
Bayangkan TV. Ia menyiarkan tentang hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Ia mendiskusikan topik-topik yang jadi bahasan ibu-ibu tetangga. Tapi televisi, tanpa program di dalamnya, hanyalah sebuah kotak kosong.

Demikian juga internet. E-banking, adalah layanan jasa perbankan via online. Duitnya ya ada beneran. Rekeningnya milik orang sungguhan, punya KTP dan saldo minimal.
Namun saking kerennya internet ini, ada kecenderungan yang menjadikan internet seolah bagian terpisah dari kehidupan dan bisa berdiri sendiri. Seolah-olah mentang-mentang judulnya dunia maya,  tidak perlu punya aksi nyata dalam kehidupan.

Bisnis dan produk dunia maya diperjualbelikan dengan angka miliyaran hingga triliunan rupiah. Barangnya sedikit, servisnya abal-abal, nilai riilnya nggak lebih dari modal jutaan rupiah.
Buntutnya, banyak wacana bertebaran. Aksi-aksi solidaritas bergaung di internet tapi sedikit yang punya wujud nyata. Makin serem ketika tokoh-tokoh online diberi jabatan dunia nyata, meski pencapaiannya masih sebatas jumlah followers.
Dan hal ini yang membuat saya, anak yang lahir dan dibesarkan di dunia online, kok tiba-tiba merasa lebih nyaman disebut pedagang buah, sebuah jabatan yang kuno banget dibandingkan titel sebelumnya. Sektor Riil. Tempat kerjanya bapak-bapak. Keringetan. Idih.
But for once, I can really see direct impact of my work. Ada ibu-ibu yang tadinya tidak berpenghasilan, kini bisa nabung sedikit dengan membersihkan manggis untuk ekspor ke Perancis. Ada petani yang makannya jadi lebih banyak karena harga salak lebih stabil saat banyak eksportir berperan.

Akhir 2016, Setengah Penduduk Bumi Sudah “Online” ..


 

Cakupan internet makin meluas. Lembaga PBB International Telecommunication Union (ITU) mengatakan, sekitar 3,5 miliar orang atau 47 persen dari populasi global bakal “online” pada akhir tahun 2016.

“Di 2016, orang-orang tak lagi pergi ‘online’. Mereka sudah ‘online’. Sebaran jaringan 3G dan 4G di seluruh dunia telah menghadirkan internet ke lebih banyak orang,” sebut ITU dalam sebuah laporan yang dirilis pekan ini.

Baca: Nasib Seisi Internet Ternyata Bertumpu di Pundak 14 Orang

Namun, sebaran internet masih belum merata. Pengguna internet di negara-negara maju mencapai 80 persen dari total populasi. Sementara di negara-negara berkembang jumlahnya baru sekitar 40 persen.

Persentase penduduk yang tersambung ke internet di negara-negara kategori tertinggal lebih kecil lagi, yakni 15 persen.

Di sejumlah negara miskin di Benua Afrika, misalnya, hanya satu dari 10 orang yang memiliki sambungan internet. Masyarakat di negara-negara ini kesulitan mengakses internet karena jangkauan infrastruktur yang terbatas dan harga mahal.

“Penetrasi internet di negara-negara tertinggal saat ini telah mencapai tingkat yang tercatat di negara maju pada 1998, berarti mereka tertinggal 20 tahun di belakang,” lanjut ITU, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Rabu (23/11/2016).

Sebanyak 3,9 miliar warga dunia masih belum mendapat akses internet. PBB mencanangkan 60 persen penduduk bumi akan online pada 2020 pendatang.

Baca: 2016, Pengguna Internet di Indonesia Capai 132 Juta

2017, Penyandang Tunanetra Bisa "Melihat" Gambar di PowerPoint dan Word ..


 
Microsoft Fitur "alt-text" yang bakal diluncurkan Microsoft untuk membantu kaum difabel.
 
Teknologi artificial intelligence (AI) diharapkan tak hanya membantu aktivitas sehari-hari, tetapi juga mempertipis perbedaan antara kaum difabel dan orang pada umumnya. Microsoft adalah salah satu perusahaan yang menaruh perhatian tinggi pada hal ini.

Raksasa software tersebut mengatakan bakal merilis fitur baru di Microsoft Word dan PowerPoint. Bertajuk "Alt-text", fitur itu memanfaatkan AI untuk membuat orang tunanetra "melihat" alias memahami slide presentasi dan gambar pada dokumen Word.

Sederhananya, ketika membuat presentasi, seseorang akan disodorkan pilihan caption yang menjelaskan presentasi tersebut dari slide ke slide. Begitu juga saat menyematkan gambar pada dokumen Word.

Caption itu muncul berkat analisis gambar yang dibaca algoritma AI buatan Microsoft. Dengan begitu, ketika menyimpan file presentasi atau dokumen Word, tertera pula rekaman caption-nya.

Dengan demikian saat slide presentasi dibuka oleh orang yang tak mampu melihat, rekaman caption itu akan berbunyi nyaring sebagai audio, sebagaimana dilaporkan TheVerge dan dihimpun KompasTekno, Senin (5/12/2016).

Fitur ini digodok menggunakan jaringan saraf yang dilatih dengan teknik pembelajaran dalam (deep learning) agar pemahaman AI lebih baik dalam mendeskripsikan konten visual.

"Dengan machine learning, layanan ini akan terus meningkat seiring makin banyak orang yang menggunakan," kata perwakilan Microsoft.

Fitur "Alt-text" dijanjikan tersedia di Word dan PowerPoint untuk pengguna Office 365 mulai tahun depan. Belum ada tanggal pasti yang dipatok. Kita tunggu saja.

6 Aplikasi Pendeteksi dan Penguat Sinyal untuk Ponsel Android ..

Secanggih apapun smartphone Android Anda, itu akan terasa sia-sia jika koneksi Wi-Fi atau jaringan data selulernya lemah.

Untuk mencari sinyal, ada yang berjalan ke sana ke mari dan ada pula yang sampai mengangkat smartphone, demi mendapat jaringan terbaik. Koneksi yang lambat memang membuat sebagian orang frustasi.

Bagi pengguna smartphone Android, ada beberapa aplikasi yang membantu mendeteksi dan mendorong agar perangkat Anda mendapat jaringan yang lebih baik.

Semua aplikasi di bawah ini gratis, dan bisa diunduh di toko aplikasi online Google Play. Anda tinggal klik tautan yang ada di setiap nama aplikasi.

1. Network Signal Speed Booster

1. Network Signal Speed Booster

Aplikasi ini mendorong agar smartphone Anda mendapat sinyal jaringan seluler yang lebih baik untuk melancarkan aktivitas telepon dan pesan singkat. Selain itu, Network Signal Speed Booster juga mendorong kecepatan akses data agar koneksi internet semakin cepat.

2. Network Booster Free

2. Network Booster Free

Sama seperti Fresh Network Booster, aplikasi Network Booster Free akan memberikan sinyal seluler yang lebih baik.

Kedua aplikasi di atas menghubungkan jaringan seluler terbaik ke menara BTS yang ada di sekitar Anda.

3. WiFi Booster Easy Connect

3. WiFi Booster Easy Connect

Bagi Anda yang sering menggunakan Wi-Fi di kantor atau tempat publik, WiFi Booster Easy Connect akan membantu memperkuat sinyal Wi-Fi yang berarti akan menambah kecepatan data untuk internet.

Aplikasi ini tergolong ringan, sehingga tidak memakan banyak ruang memori smartphone.

4. OpenSignalMaps

Setelah membahas aplikasi yang mampu mendorong smartphone Android mendapatkan jaringan seluler yang lebih kuat, kali ini akan dibahas mengenai aplikasi untuk melacak lokasi sinyal terbaik.

4. OpenSignalMaps

Salah satunya adalah OpenSignalMaps, yang bisa diunduh secara gratis di Google Play. Aplikasi ini akan memperlihatkan tanda panah, peta dan radar, mengenai letak menara BTS yang terdekat di sekitar Anda. Ya, aplikasi ini mampu melacak keberadaan menara BTS.

Anda cukup berjalan mendekati menara BTS, sehingga tak perlu lagi mondar-mandir tanpa arah untuk mendapat sinyal yang kuat. Selain sinyal seluler dari operator, aplikasi ini juga dapat mendeteksi sinyal Wi-Fi dan memberi tahu lokasi terbaik untuk mendapat Wi-Fi.

5. Network Signal Info

5. Network Signal Info

Network Signal Info juga berguna untuk Anda yang ingin mendapat sinyal seluler dan Wi-Fi terbaik. Terkadang, petunjuk kekuatan sinyal sebanyak 5 bar yang ada pada smartphone Anda itu tidak sepenuhnya benar.

Aplikasi ini memberikan petunjuk kekuatan sinyal bar yang lebih detail, yakni sebanyak 14 bar. Sehingga, Anda benar-benar tahu lokasi mana yang terbaik untuk mendapatkan sinyal seluler dan Wi-Fi.

6. WiFi Overview 360

6. WiFi Overview 360

Kali ini merupakan aplikasi yang khusus melacak lokasi terbaik untuk jaringan Wi-Fi. Anda dapat mengomptimalkan koneksi Wi-Fi dari informasi yang diberikan aplikasi ini, termasuk nama, kekuatan sinyal, nomor channel, dan enkripsi.

Aplikasi ini memberikan gambar dari semua jaringan nirkabel dan jangkauan operasinya. Fungsi inilah yang membantu Anda menentukan Wi-Fi terbaik yang ada di sekitar.

The World Its Mine