Kamis, 09 Juni 2016

Pejabat yang Terpenjara Sendiri ..

ilustrasi jiwa terbelenggu
ilustrasi jiwa terbelenggu
 
Oleh: Rudi Agung (Pemerhati Masalah Sosial)

Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Seluruh tubuh akan menggigil
Terkujur badan dan kedinginan

Tiada lagi gunanya harta
Kawan karib sanak saudara
Tiada lagi gunanya harta
Kawan karib sanak saudara...

Petikan lagu kontemporer era 70-an ini, betapa memantik hati. Apalagi saat mengingat kunjungan beberapa hari lalu, ke rumah salah seorang mantan pejabat.

Selama tiga hari, saya bersama dua kerabat berkesempatan menginap di rumah seorang mantan pejabat teras di Jakarta. Sungguh, itu hari-hari yang memilukan. Begini kisahnya:

Mantan pejabat teras itu sebut saja Fulan. Ia bercerita, usianya 67 tahun, sudah pensiun tapi masih punya pengaruh luar biasa. Asetnya dimana-mana. Anaknya lebih dari delapan, istrinya dua.

Tetapi sudah 20 tahun mengidap penyakit gonta ganti. Selama delapan tahun terakhir, mondar mandir dirawat di rumah sakit. Sampai sekarang masih rawat jalan. Keluhan utamanya, gula darah tinggi: di atas 200. Jalannya terasa berat.

Salah satu kawan, terapis bekam. Saya ikut menemaninya. Maksud kedatangan memeriksa kesehatan Fulan. Kami disambut hangat. Diminta stay seminggu dan dianjurkan untuk menganggap sebagai rumah sendiri.

Kami terkejut. Rumahnya besar sekali, di bawah ada dua kamar, di lantai dua ada empat kamar. Lantai ketiga untuk jemuran. Tiap kamar punya kamar mandi sendiri.

Ketika kami sapa dengan panggilan: Oom, Fulan menangis. Ia bilang, "Tolong, kalau boleh jangan panggil Oom lagi. Tapi panggil saya, Papa," katanya. Tentu saja kami kaget bukan kepalang. Baru ketemu sekali, diminta memanggil dirinya dengan sebutan: papa.

Ia pun berkisah, dua istrinya tidak bersamanya lagi. Tapi belum bercerai. Hanya pisah tempat. Begitu pula sembilan anaknya. Semua pergi meninggalkannya. Tak ada juga para kolega yang menjenguknya.

Rumah besar, asetnya triliunan rupiah, tetapi enam tahun hanya tinggal sendiri. Bergonta ganti pembantu tetapi selalu lari. Ia bertahun-tahun terpaksa hidup sendiri. Bahkan sakit-sakitan. Fulan pun curhat dari A sampai Z.

"Nyesal saya mendidik anak dengan pendidikan, pendidikan, pendidikan tapi melupakan mendidik agama. Pas tua, istri dan anak pergi semua. Begitu juga kolega saya."

Kami diam, mendengarkan. Kawan memulai terapi bekamnya. Apa yang terjadi? Dari 20-an titik bekam, seluruhnya keluar minyak. Ya, minyak. Banyak sekali. Sedang darahnya kental seperti marus. Warnanya hitam pekat. Ada pula yang seperti jeli.

Kami saling tatap. Heran, melongo, bermacam-macam dugaan. Seorang kawan berinisiatif melafadzkan shalawat. Gaung shalawat bersahutan dari bibir-bibir kami. Fulan pun menangis.

"Dada saya berguncang mendengar shalawat kalian," tuturnya.

Fulan juga kaget dengan hasil bekamnya. Ia heran. Bahkan lebih heran dirinya dibanding keheranan kami. Lalu bertanya: apakah semua ini hasil perbuatan dulu?

Ia mengungkap, sebagai mantan pejabat teras begitu mudah mencari uang. Namun tidak memikirkan halal atau haramnya. Kami tetap mendengarkan curhatnya. Fulan berkisah sambil menangis.

"Murtad saya. Ya Allah..."

"Apakah semua ini dampak dari pekerjaan saya dulu? Kebodohan saya mencari sumber uang dengan cara yang salah?" bibirnya terus berkisah tentang masa kejayaannya. Lalu mengungkapkan, betapa banyak uang negara dihambur sia-sia.

"Apa yang harus saya lakukan sekarang?" tanyanya. Kami mencoba menjelaskan dasar-dasar agama dan pentingnya mencari sumber halal. Pentingnya peduli pada anak-anak yatim dan fakir miskin.

Sebab, kita lah yang butuh mereka. Bukan sebaliknya. Siapa yang tak peduli, diperingatkan Sang Maha dalam Surat Al Maun sebagai pendusta agama.

Fulan menangis lagi. Kala itu tangisnya pecah. Meledak. "Ya Allah... Ampuni saya Ya Allah...," teriaknya sambil terisak. Semakin lama, ia membuka dirinya. Mengakui segala kesalahannya:

Bersekutu dengan selain Allah, mencari sumber uang seenaknya, merampas uang rakyat, membuangnya dengan foya-foya keliling dunia, tidak mendidik anaknya dengan agama.

Lalu, ketika uang sudah di genggaman; semua banyak yang lepas begitu saja. Tiga mobilnya hilang ditipu, puluhan juta tabungannya raib entah kemana, dua istri dan semua anak meninggalkannya. Kolega tidak ada yang menemaninya. Didera penyakit yang menguras uangnya.

Kini, sisa hartanya menjadi rebutan anak-anak dan dua istrinya. Padahal Fulan belum meninggal dunia. Tak ada yang mau merawat, tapi semua berebut harta bendanya. Ia menangis tanpa henti, menggedor ruang hati kami.

Fulan sadar, banyak mencari uang dengan jalan seenaknya. Merampas yang bukan haknya. Ia tidak dipenjara, tetapi hidup Fulan bagai terpenjara. Bahkan lebih dari sebuah penjara. Rumah besar, uang banyak tak bisa dinikmatinya. Harta jadi rebutan yang membuatnya sakit bertahun-tahun. 

Kami yang diminta menginap seminggu, hanya bisa tahan tiga hari. Sungguh, kami tak kuat lagi mendengar kisah-kisanya. Ketika kami pulang, ia bilang akan kehilangan lagi. Kesepian kembali. Meminta kami balik lagi lain hari.

Kami tercengang. Duka lara Fulan ini baru di dunia. Bagaimana di kubur nanti, bagaimana di kehidupan setelah kematian nanti. Sungguh, kecintaan manusia pada harta, pada dunia, hanya menyengsarakan hidupnya. Bahkan terus mengundang kegelisahan sampai di penghujung usia.

Apakah kehidupan Fulan menjadi representasi para koruptor atau orang-orang yang tak peduli sumber nafkah halal atau haram? Apakah potret Fulan sebuah cermin kehidupan pejabat di negara korup ini? Dengan kesengsaraan beragam versi, kegersangan jiwa, kekacauan pikiran.

Ketika pulang: hati dan logika kami berkecamuk, menggedor-gedor ruang jiwa. Terima kasih Bapak Fulan. Engkau telah mengingatkan bangsa ini. Ya Allah, berikanlah kami kesempatan untuk bertaubat pada Mu. Ya Rahman, selamatkanlah hidup dan mati kami. Ya Rahim, ampuni dosa-dosa kami. Allahumma shalli alaa Muhammad.

Dua Ulama Akhir Zaman ..

Harut dan Marut menurut pendapat ulama adalah dua malaikat (Ilustrasi)
Harut dan Marut menurut pendapat ulama adalah dua malaikat (Ilustrasi)
 
 Oleh : Rudi Agung (Pemerhati masalah sosial dan keagamaan)
Kang Budi dan Kang Badrun dari tanah Jawa. Sejak kecil keduanya akrab. Sama-sama kere, sama-sama satu pondok. Keduanya fasih berbahasa Arab. Sejak usia 20-an, mereka mengajar ngaji anak-anak di kampungnya. Tapi seiring waktu, berbeda nasib. Kang Budi tetap sederhana. Kang Badrun kaya raya.

Kang Budi dakwah keliling. Dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung. Tanpa undangan, tanpa menanti uang bayaran. Kadang, dakwah dari satu kota ke kota lain. Itu kalau ia punya uang lebih untuk bensinnya. Nah, nasibnya beda dengan Kang Badrun. Sejak muncul di televisi, gayanya lebih trendi. Rumahnya tingkat, mobilnya anti karat, sopirnya tetangga pak camat.

Lebaran kemarin, Kang Budi dan Kang Badrun sama-sama mudik ke kampung halamannya. Sudah lima tahun tidak bersapa. Saat berjumpa tak lagi terlihat kedekatan di antara mereka. Bicara dan tertawa, kering sekali kelihatannya. Entah apa sebabnya. Mungkin beda prinsip. Bukan karena beda nasib.

Kang Budi maunya berdakwah mendatangi, sesuai dakwah Rasulullah. Senang sekali datang menyentuh lapisan bawah. Merangkul dan mendatangi kaum papa. Lain hal dengan Kang Badrun. Dengan bicara di televisi, dakwahnya bisa menyentuh semua lapisan. Tanpa harus datang dan melayani. Hanya menunggu jadwal dan menyiapkan materi. Soal pakaian dan gaya hidup, Kang Badrun berdalih, itu tuntutan.

Kang Badrun akrab dengan panggung politik. Sering sekali datang ke Meditariana, konsulat, atau tempat tongkrongan lain. Mengikuti arus aktivis dan politisi. Tentu saja, gaya hidupnya perlu mengikuti mereka. Kongkow-kongkow tertawa ha ha ha ha. Sembari menanti instruksi agenda setting berikutnya. Lalu, angguk-angguk kepala.

Lain dengan Kang Budi. Kendati fokus dakwah di lapis bawah, namun, ia juga akrab dengan politisi dan sejumlah petinggi negara. Dari aparat hukum sampai lingkar istana. Tapi Kang Budi tidak mau terikat dengan mereka. Ia takut terjebak buaian dunia. Tak mau diremot. Hubungan kepada mereka sebatas hablum minannaas saja.

Kalau mereka salah, tak sungkan ditegur dengan keras. Tegas. Tak peduli jabatan dan kekuasaan mereka. Nah, Kang Badrun tidak begitu. Karena banyak fasilitas diperoleh mereka, maka tegurannya agak lembut. Sedikit takut. Atau kecut. Entah.

Kang Budi tanggung jawabnya pada Allah Ta’ala. Ia berusaha keras tak tertarik godaan dunia. Baginya, dunia adalah penjara. Diambil, secukupnya saja. Pernah saat jelang pemilihan presiden, Kang Budi ditawari ratusan miliar. Satu kandidat presiden mengutus anak buahnya meminta restu.

Mereka paham, pamor dan pengaruh Kang Budi di lapangan luar biasa. Meski jarang nongol di layar kaca. Entah apa sebabnya. Bahkan, pengikut dan massanya luar biasa. Itu mengapa utusan pak Kicluk sang kandidat, unggah ungguh merayu Kang Budi. Menawarkan pundi rupiah dan segala yang berbau wah.

Berharap Kang Budi memberi restu. Utusan itu mendekat. Memberi dua buah kunci berbeda. ''Ini Kang, kunci Volvo. Mobilnya baru, sebagai permulaan saja. Kalau tidak suka, terserah mau mobil apa saja.
Kalau ini kunci apartemennya, di Dharmawangsa Tower 3. Ini apartemen berbandrol ribuan dolar, favorit kalangan the haves. Nah, kalau cek puluhan miliarnya bisa segera dicairkan pekan ini. Mohon restunya untuk pak Kicluk,'' rayu utusan pak Kicluk, salah satu kandidat capres.

Bukannya diterima gembira, kunci mobil dan apartemen itu diambil Kang Budi, tapi untuk disambit ke dada utusan pak Kicluk. ''Saya tidak butuh. Keluar kamu sebelum saya marah,'' tegas Kang Budi. Utusan capres itu kalang kabut. Lari sambil kentut.

Beda dengan Kang Badrun. Justru utusan pak Kicluk yang melemparnya. Kali ini dilempar kunci mobil Freed dan dua koper berisi puluhan juta di hadapan Kang Badrun. Utusan itu muak, segitu murahnya harga ulama su’u, ulama penghamba dunia. Apalagi sambil cengar cengir, Kang Badrun mengambilnya dengan membungkuk. ''Makasih, makasih, makasih. Salam untuk pak Kicluk ya.''

Karena muak, utusan pak Kicluk tak tahan. Akhirnya membocori dua peristiwa itu ke insan media. Tentu saja media senang menerima informasi itu. Apalagi pak Kicluk termasuk kandidat capres terkuat.

Perbedaan prinsip dan sikap dua ulama itu langsung digoreng media. Tak butuh waktu lama, kisah dua hamba Allah itu menjadi pembicaraan mengemuka. Dari warung kopi sampai obrolan konglomerat di meja lounge hotel bintang lima.

Para konglo pemodal pilpres terbahak dengar cerita Kang Badrun. Apalagi ulama su’u makin tak tahu malu. Tapi, konglo itu agak dipusingkan dengan ketegasan Kang Budi. Mereka memetakan mana ulama model Kang Budi, mana model Kang Badrun.

Mereka tahu, ulama dan kiai titik vital untuk segera ditaklukan. Mereka tahu, sejarah kemerdekaan bangsa ini direbut atas ketegasan ulama dan kiai yang menentang penjajah kolonial. Menolak aneka suap dan mampu menertawakan dunia.

Karena itu, bagi mereka, untuk menaklukan Indonesia taklukan dulu ulamanya. Setir kiainya. Bungkam santri-santrinya. Manjakan aktivisnya, pecah belah kekuatannya, bunuh dulu karakter kelompok yang kritis. Kelompok yang manut, manjakan fasilitas dan kehidupan mereka. Terutama kiai dan ulama yang banyak pengikutnya. Mereka percaya betul wasiat Imam Ghazali: rusaknya masyarakat karena rusaknya ulama.

Lantaran itu, sebelum merusak masyarakat, mereka rusak dulu ulamanya. Ah untung cerita di atas imajiner belaka. Kisah rekaan. Entah kalau memang Anda merasakan kisah itu ada di lapangan. Mudah-mudahan belum menemukan. 

Dalam satu sabdanya, Rasulullah telah mengingatkan: Kelak pada akhir zaman akan ada pemimpin-pemimpin yang aniaya, menteri-menteri yang fasiq, hakim-hakim yang curang, dan ulama-ulama pendusta... (HR Thabrani).

Kini telah sampai di akhir zaman. Perang Suriah sebagai gong permulaan. Peristiwa di Bumi Syam, telah Nabi nubuwahkan. Dan kita telah masuk fase peperangan antara: sistem dajjal vs peradaban Imam Mahdi. Fase ketika Allah mengizinkan fitnah dajjal merangsek nadi seluruh manusia. Merusak aqidah, moral, akhlak manusia. Termasuk kita, manusia Indonesia.

Mudah-mudahan sengkarut yang terjadi di Republik ini bisa jadi kontemplasi bagi semua. Terutama bagi para ulama dan aktivis dakwah. Sudah waktunya melakukan revitalisasi peranan ulama dan memformulasikan strategi dakwah baru. Pembaiatan Imam Mahdi, hanya masalah waktu. Umat tinggal menunggu.

Tetapi Indonesia malah diambang kehancuran. Tauhid, moral, akhlak umat rusaknya makin hebat. Peran ulama sangat dinanti-nantikan: peran yang bisa mengubah keadaan, menghasilkan perubahan kebaikan umat, mempersiapkan kebangkitannya. Seperti nubuah Nabi, kebangkitan Islam akhir zaman akan datang dari arah Timur.

Ulama Iraq dan Palestina mentakwil dan meyakini, Timur yang dimaksud adalah Indonesia. Sekali lagi, peran ulama sangat dinantikan, seperti peran dan daya juang ulama era pra kemerdekaan. Seperti ulama salafus shalih di masa-masa perjuangan. Peran melepas segala kepentingan.

Kembali menguatkan keihklasan. Mengedepankan perbaikan peradaban. Bukan peran menjaja dalil-dalilan dengan mengharap kucuran bayaran, kepopuleran, atau tertambat cinta dunia yang kebangetan. Akhirnya umat ditelantarkan, tercerai berai berantakan, jadi bahan jualan sampai sekarang.

Oohh Allah... Umat terus ditipu para pelaku religionomik! Allahummansur umatan Muhammad.

Diriwayatkan Anas bin Malik ra. menuturkan sebuah hadits: Kebinasaan bagi umatku datang dari ulama su’u (jahat), mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang dijual kepada para penguasa mereka untuk mendapat keuntungan bagi diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberi keuntungan dalam perniagaan mereka (HR Al-Hakim).

Anas ra juga meriwayatkan, Rasul bersabda: Ulama adalah kepercayaan para Rasul, selama tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia. Jika mereka bergaul dengan penguasa dan asyik dengan dunia maka mereka telah mengkhianati para Rasul. Karena itu, jauhilah mereka. (HR Al-Hakim).

Kita semua adalah produk akhir zaman. Selamat menikmati serbuan fitnahnya. Selamat berjuang melawan sistem dajjal yang menyerang gila-gilaan. Semoga Ramadhan ini mampu dijadikan momen muhasabah, mempersiapkan diri dan strategi menyambut kebangkitan Islam hari depan. Semoga kita dipantaskan. Semoga

Terungkap, Ulama ini Beberkan Fakta Sikap Iran ke Komunitas Suni ..

Syekh Al-Baits Qitaly
Syekh Al-Baits Qitaly
 
Begitu menyebut Republik Islam Iran, persepsi kebanyakan orang akan meruncing menyatakan bahwa negara yang terletak di Asia Barat Daya ini, ini 100 persen penduduknya bermazhab Syiah.
Padahal, menurut tokoh Suni terkemuka asal Bandar Abbas, selatan Iran, Habib Syekh al-Islam, Sayyid Abd al-Baits Qitaly, komunitas Muslim Suni juga berdomisili di Iran, terutama di daerah-daerah perbatasan.
Populasi Muslim Suni di negara beribukotakan Teheran ini mencapai 10 persen dari total jumlah penduduknya yang berjumlah 70 juta jiwa.
Menurut Sayyid yang juga Imam Besar Masjid Jami’ Banddar Abbas ini, kedua entitas tersebut, Syiah dan Suni hidup saling berdampingan.  
"Sangat berbeda seperti apa yang disampaikan media terutama media barat yang biasa sering melakukan kebohongan atau hal-hal kecil kemudian menjadi besar," katanya saat berkunjung di kantor Republika di Jakarta, Rabu (1/6) bersama Prof‎ Mohammad Hasan Zamani, Kepala Hubungan Luar Negeri Hauzah Ilmiyah Iran. 
Sayyid Abdul Ba'its memastikan selama 38 tahun setelah Revolusi Iran semua kelompok agama dan mazhab mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan baik di dalam dan luar. Berikut petikan wawancara Republika dengan Sayyid abd al-Baits yang merupakan keturunan Rasulullah SAW itu: 

Bisa Anda jelaskan demografi komunitas Suni di Iran saat ini?
Ya. Ada dua hal yang menjadi fokus pertanyaan saat seminar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, soal pandangan Imam Khomeini dan Sukarno tentang kemerdekaan yang kami hadiri. Pertama soal Revolusi Iran 1979 dan kedua soal hubungan antara Suni dan Syiah di Iran.  
Secara geografi, hampir semua perbatasan Iran ditempati oleh Suni seperti barat Iran dan perbatasan Irak dan Turki dan tinggal di situ kaum atau bangsa Kurdi, dan juga Suni.
Kurdi kebanyakan bermazhab Syafi’i, tapi di timur Iran dan beberapa provinsi seperti Balochestan dan Khorasan perbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan adalah Suni dan kebanyakan adalah bermazhab Hanafi.
Kami berada di wilayah selatan Iran, Teluk Persia yang membentang kira-kira 2.000 kilometer dari Chabahar hingga Bushehr adalah Muslim bermazhab Syafi’i. 
Berdasarkan sensus beberapa tahun lalu, populasi kami mencapai 10 persen kemudian berkembang dan disebutkan mencapai 15 persen. Kita hidup dan bisa menjalankan keyakinan kita. Bisa mendirikan masjid, yayasan pendidikan Islam dengan kebebasan yang kita miliki.  

Kira-kira ada berapa jumlah masjid komunitas di Iran sekarang?
Jumlah masjid kira-kira ada sekitar 45 ribu unit, dari total itu sekitar 15 ribu murni digunakan oleh Suni. Padahal, kita hanya 10 persen, namun kita memiliki 35 persen dari total keseluruhan jumlah masjid.   

Apa nilai strategis dari eksistensi Suni di perbatasan Iran?
Karena kita berada dalam perbatasan dan pasti negara itu punya kepentingan besar untuk menjaga perbatasan daripada tetangga, karena itu kondisi kami kondisi yang penuh dengan keamanan dan betul-betul dijamin untuk menjaga stabilitas nasional. Karena itu, kami yang berada di selatan benar-benar hidup aman dan bahkan dibandingkan negara tetangga kami kami adalah yang lebih baik.

Human Right Watch (HRW) pernah menyebut negara Anda diskriminatif terhadap Suni. Menurut Anda?
Banyak orang‎ di luar Iran berpikir bahwa ketika menyebut nama Iran langsung menganggap nama Iran sebagai negara 100 persen Syiah, padahal ini salah. Seperti tadi saya sebut ada 10 persen tadi.
Kedua bahwa ada yang menyebarkan Suni di Iran sangat-sangat sedikit dan mereka berada dalam tekanan serta tidak punya kebebasan lalu mereka dipaksa untuk merubah mazhabnya.
Saya mengatakan dengan jujur sejak Revolusi Iran sampai sekarang tidak ada satu pun orang yang menyuruh untuk pindah mazhab, tidak ada satu pun orang yang menyuruh beralih dari Suni pindah ke mazhab Syiah.
Kita hidup dalam toleransi penuh kedamaian dan sangat berbeda seperti apa yang disampaikan media, terutama media Barat dan biasa sering melakukan kebohongan atau hal-hal kecil kemudian menjadi besar. Saya siap menyampaikan beberapa contoh kalau memang diperlukan.

Dalam aspek pendidikan, bagaimana Anda membuktikan ucapan Anda itu?
Kita di selatan saja di sebuah provinsi punya 50 sekolah agama atau pesantren hampir 5.000 santri melakukan pendidikan kesehariannya belajar-mengajar.
Setelah kita melakukan perbandingan bahkan dengan Indonesia kita merasa bahwa kita cukup baik dalam masalah pendidikan fasilitas dan bahkan menariknya beberapa buku yang kita pelajari di sana diajarkan di sana sama dengan yang diajarkan di pesantren-pesantren di sini.
Seperti kitab Matan at-Taqrib dan ‘Umdat as-Salim wa ‘Iddat an-Nasik yang bermazhab Syafi’i karya Abu Syuja’ al-Ishfahani. Ada juga Abu Hamid al-Ghazali dengan Ihya Ulumuddin yang banyak dikaji di Indonesia.     

Apakah kedua entitas itu saling berbaur atau terkonsentrasi dalam satu kawasan?
Ada desa-desa kecil yang penduduknya Suni dan ada pula desa dengan warga Syiah saja. Tetapi di sejumlah kawasan yang lebih besar, mereka berbaur seperti di Bandar Abbas, tempat saya tinggal.
Mereka berinteraksi seperti biasa, berdagang, dan bahkan banyak perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh dua entitas yang berbeda itu, Suni dan Syiah. Bahkan, tak sedikit pula pernikahan yang menyatukan pasangan Suni dan Syiah.  
Kalau yang di Utara ada dua yang besar pertama mazhab Hanafi dan Gilan tempat ‎kelahiran Syekh Abdul Qadir al-Jailani  yang bermazhab Syafi’i. 
Kami yang berada di dalam dan di lapangan, menggambarkan fakta dan realita sebenarnya berdasarkan geografis atau hubungan sosial. Tentu informasi kami lebih akurat ketimbang mereka yang hanya mendengar dan menyaksikan dari luar. 


Lalu bagaimana dengan masjid, apakah juga berbaur seperti pada umumnya?
Ada masjid-masjid yang memang menggunakan masjid untuk shalat bersama-sama. Tetapi ada beberapa masjid karena yang menjadi takmirnya katakan misalnya Suni, maka masjid tersebut diberi nama masjid Suni, seperti Masjid Umar atau Masjid Abu Bakar. Begitu bebas mengambil nama-nama itu. 
Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kemudian ada orang Syiah datang ke situ. Sebagaimana sebaliknya masjid Syiah takmirnya orang Syiah dan namanya juga punya ciri khas Syiah. Tapi tidak kemungkinan Suni untuk shalat di situ.
Selama menjadi takmir dan mengurus lima masjid di Bandar Abbas, sampai sekarang, tidak pernah ada satu pun, baik dari pemerintah atau ulama-ulama Syiah kemudian benci pada kita dan mengatur-atur kita.
Misalnya ada tamu, tetap mereka ikut pada kita, tidak kemudian mengubah imam atau khatib yang sudah kami tetapkan.  

Apakah para takmir dan imam tersebut telah ditentukan pemerintah?
Secara umum ditentukan oleh masyarakat, termasuk pengelolaan imam Jumat. Kecuali kota-kota tertentu demi kemaslahatan tertentu ditentukan seperti Kementerian Agama.
Terkait khutbah Jumat, benar, memang kita berdekatan dengan Uni Emirat Arab yang memberlakukan kebijakan seleksi dan penunjukan imam, tapi di Iran setelah revolusi, saya sudah menjadi khatib sampai sekarang 38 tahun tidak pernah sekali pun ada intervensi untuk menyampaikan tema tertentu. Ini bukan berarti kita bebas sebebas-bebasnya menyampaikan apa pun, tetap saja kita sebagai khatib harus memiliki pertimbangan demi kemaslahatan umat.   

Sejauh mana keikutsertaan Suni dalam parlemen?
Di Iran tidak ada partai seperti di Indonesia yang banyak, setiap orang hanya mendaftarkan sebagai independen walaupun kemudian didukung oleh beberapa ormas atau organisasi lain.
Di DPR pusat ada 290 anggota parlemen, 23 anggota dari total tersebut adalah dari Suni. Selain parlemen, ada Wali Fakih.
Wali Fakih itu juga dipilih melalui sebuah pemilu walaupun yang kemudian menjadi, katakan anggota majelis yang mereka sebut majelis para ahli para pakar yang kemudian untuk memilih Wali Fakih, itu adalah Suni. Karena itu, di majelis dewan pakar itu juga ada beberapa Suni mewakili beberapa tempat. 
  
Ekstremisme menjadi ancaman bagi kedua entitas. Menurut Anda?
Pertama kita meyakini bahwa Islam itu mengajarkan moderasi, Islam tidak mengajarkan ekstremisme dan ini juga kita sampaikan kepada masyarakat kita pada berbagai kesempatan bahwa Islam itu punya ajaran yang demikian, dan kaum Muslim dipersilahkan mengikuti ulama yang representatif, dalam Suni ada empat mazhab itu juga dalam Syiah dengan otoritas para utamanya.
Di luar gerakan itu kita sangat mewanti-wanti. Gerakan takfiri itu sebagai gerakan di luar Islam walaupun mereka menamakan dan mengangkat nama Islam.
Kita selalu tekankan masing-masing melakukan tugasnya, baik sebagai masyarakat atau Muslim biasa, yakni melakukan tugasnya melaksanakan ajaran agama diyakininya dengan berbagai sumber yang ada dengan berbagai mazhab yang ada sesuai dengan keyakinan, baik Suni atau Syiah.
Kalau sudah berpegang teguh seperti itu maka kita akan jauh dari gerakan-gerakan takfiri yang baru itu yang tidak ada hubungan dengan salah satu daripada ulama mazhab yang representatif itu.
Kedua adalah pemerintah mempunyai kekuatan dan kendali maka harus melakukan tugasnya untuk kemudian menyelamatkan masyarakat dari provokasi yang dilakukan mereka.
Kita secara geografis secara fisik Bandar Abbas berbatasan dengan Irak itu mungkin tidak terlalu jauh dengan pusatnya ISIS, tetapi mereka tidak mampu masuk ke Bandar Abbas, bahkan mereka nyaris putus asa masuk ke wilayah Suni.
Mungkin ke beberapa tempat berhasil tapi ke wilayah kita tidak berhasil. Ketidakberhasilan itu karena dua faktor tadi masing-masing tugasnya baik masyarakat maupun negara.

Dan tak henti-hentinya kita berikan penyadaran kepada masyarakat bahwa mereka bukanlah sebuah kelompok ‎yang mandiri, tetapi mereka by setting, by design, yang di belakang mereka adalah imperilais, Amerika dan Zionis Israel. 

25 Password yang Paling Mudah Ditebak ..


 
Password atau PIN (personal identification number) kini semakin akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Hampir di setiap interaksi kita dengan teknologi membutuhkan kata kunci.
Setiap orang tentunya memiliki alasan masing-masing akan password yang dipilihnya. Namun, terkadang password yang dipilih tersebut terlalu umum dan gampang ditebak.
SplashData, perusahaan pembuat software untuk mengamankan password, baru-baru ini merilis daftar password yang paling sering digunakan masyarakat.
Dikutip dari Recode, tiap tahunnya SplashData membuat daftar password yang mudah dibobol tersebut. Password itu dikumpulkan oleh SplashData dari klien mereka yang akunnya dibobol peretas.
Lalu apa password yang paling banyak ditebak sepanjang 2013? Jawabnya adalah "123456." Password ini pada tahun 2012 yang lalu berada di urutan kedua, namun pada 2013 menjadi password terburuk yang digunakan dan mudah ditebak.
Kata "password" yang tahun lalu berada di peringkat satu kini turun satu tingkat menjadi peringkat dua. Password lain yang populer digunakan user antara lain, "qwerty," "abc123," "iloveyou," dan sebagainya. Sementara itu, password yang menggunakan kata "Adobe" dan "photoshop" juga ternyata termasuk di dalam daftar.
"Jika melihat password seperti "adobe123" dan "photoshoP dalam daftar ini, maka kami tidak menyarankan Anda untuk memakainya untuk mengakses situs web atau aplikasi," ujar CEO SplashData, Morgan Slain.
Berikut daftar 25 password yang paling mudah dibobol sepanjang 2013 yang dilansir SplashData:

5 Fitur Rahasia di Facebook ..


Facebook memang bukan media sosial baru. Namun, ternyata situs bikinan Mark Zuckerberg itu masih menyimpan begitu banyak fitur rahasia.

Fitur tersebut antara lain berupa emoticon tersembunyi yang cuma bisa diakses dengan serangkaian simbol, cara mengecek keamanan akun dari orang lain, atau mengunduh seluruh data status, berupa foto dan video.

Namun, fitur yang dimaksud tak sebatas itu saja. Sebagaimana dilansir KompasTekno dari PC Magazine,  berikut ini beberapa fitur rahasia yang, mungkin, belum diketahui.

1. Emoji rahasia

screenshot contoh emoticon
Pernahkah Anda melihat emoji dengan gambar ikan hiu atau robot di Facebook? Kedua emoji tersebut ternyata tidak dapat dipilih dari menu stiker dan emoji biasa. Ada kombinasi khusus untuk menampilkannya.

Beberapa di antaranya:

(y)    = memunculkan icon jempol
(^^^)  = memunculkan emoji ikan hiu
:|]    = memunculkan icon robot
:poop: = sesuai dengan istilah tersebut, memunculkan icon kotoran
<(“)   = memunculkan icon burung laut penguin

Selain simbol-simbol tersebut, Anda juga bisa menemukan banyak simbol dan emoji lain untuk disematkan pada obrolan, status, untuk mengeceknya.


2. Mencegah masuknya notifikasi status dari mantan pacar (dan orang lainnya)

Cara paling mudah untuk mencegah kemunculan status mantan di linimasa adalah menghapusnya dari daftar teman atau unfriend. Namun, bila Anda tak ingin melakukan itu, bisa mencoba cara yang lebih halus.

Misalnya, saat mengubah status hubungan menjadi "Single", maka Facebook otomatis akan bertanya, apakah Anda ingin mengurangi frekuensi kemunculan update dari sang mantan.

Cara lainnya adalah masuk ke halaman profil mantan, lalu arahkan mouse ke kolom bertuliskan "Following" yang berada tepat di samping kolom "Friends". Kemudian ubah menjadi "Unfollow".

Dengan demikian, Anda tidak akan melihat berbagai status, foto, atau video yang diunggah mantan. Sedangkan di sisi lain, Anda masih tetap berteman dengannya di Facebook.

Agar Tak Diretas seperti Zuckerberg, Hindari 10 "Password" Ini ..


B
Mark Zuckerberg, sebagai salah seorang petinggi perusahaan internet ternama, ternyata tidak memilih password yang terlalu ribet, bahkan relatif mudah untuk diterka.

Zuckerberg, sang raja medsos, ternyata menggunakan password, "dadada". Ya, sesederhana itu.

Password yang digunakan oleh suami dari Priscilla Chan itu diketahui setelah password basis data LinkedIn miliknya, beserta ribuan pengguna lainnya, didapatkan oleh sekelompok hacker yang menamakan dirinya OurMine Team.

Setiap orang tentunya memiliki alasan masing-masing akan password yang dipilihnya. Namun, terkadang password yang dipilih tersebut terlalu umum dan gampang ditebak.

Kasus Zuckerberg sendiri seperti ingin membuka mata bagi siapa saja untuk tidak membuat password yang sederhana.

Memang kelompok OurMine mendapatkan password milik pendiri Facebook tersebut melalui penyebaran password (password dump) LinkedIn yang disebar pada 2012 lalu. Namun, setidaknya pengguna internet harus membuat password sekompleks mungkin agar tidak mudah ditebak.

Lantas, password apa yang sebaiknya dihindari? SplashData baru-baru ini merilis daftar password yang paling sering digunakan netizen.

Dikutip dari Independent, Kamis (9/6/2016), tiap tahunnya SplashData membuat daftar password yang mudah dibobol tersebut. Password itu dikumpulkan oleh SplashData dari klien mereka yang akunnya dibobol peretas.

Lalu, password yang paling banyak ditebak sepanjang 2015? Jawabannya adalah "123456". Password ini masih paling banyak digunakan sejak tahun 2014 silam.

Berikut 10 password yang sebaiknya Anda hindari atau sebaiknya diubah.

1. 123456 (tidak berubah dari 2014)

2. password (tidak berubah dari 2014)

3. 12345678 (meningkat 1 dari 2014)

4. qwerty (meningkat 1 dari 2014)

5. 12345 (turun 2 dari 2014)

6. 123456789 (tidak berubah dari 2014)

7. football (meningkat 3 dari 2014)

8. 1234 (turun 1 dari 2014)

9. 1234567 (meningkat 2 dari 2014)

10. baseball (turun 2 dari 2014)

Selasa, 07 Juni 2016

Begini Pengaruh Seks pada Otak Anda ..



“Memahami bagaimana seks memengaruhi otak, dapat meningkatkan intensitas hubungan seksual dan kesehatan Anda,” kata Barry R. Komisaruk, PhD, profesor psikologi dari Rutgers University di Newark, New Jersey.
Penelitian mengenai pengaruh seks terhadap otak bisa dibilang tidak mudah untuk dipelajari. Pasalnya, subjek dalam penelitian ini mungkin harus masturbasi dalam mesin MRI.
Meski begitu, para ilmuwan telah berhasil menyingkap sedikit misteri, berikut beberapa diantaranya.


1. Seks seperti obat
Seks membuat kita merasa nyaman. Itu sebabnya kita menginginkannya, menyukainya, dan menghabiskan begitu banyak waktu melakukannya bersama pasangan.
Kesenangan yang kita dapatkan dari seks sebagian besar disebabkan oleh pelepasan dopamin, yaitu suatu neurotransmitter yang mengaktifkan pusat reward otak.
Dopamin juga merupakan salah satu bahan kimia yang bertanggungjawab dalam membuat orang kecanduan obat-obatan terlarang.
"Memakai kokain dan berhubungan seks tidak persis sama, tetapi keduanya melibatkan daerah yang sama serta daerah otak yang berbeda," kata Timothy Fong, MD, profesor psikiatri dari UCLA David Geffen School of Medicine.
Kafein, nikotin, dan cokelat juga menggelitik pusat reward, kata Komisaruk.


2. Seks sebagai antidepresan
Sebuah studi di tahun 2002 dari University at Albany mengatakan bahwa dari 300 perempuan yang melakukan hubungan seks tanpa kondom memiliki gejala depresi lebih sedikit dibandingkan perempuan yang tidak menggunakan kondom.
Para peneliti berhipotesis, bahwa berbagai senyawa dalam air mani, termasuk estrogen dan prostaglandin, memiliki sifat antidepresan, yang kemudian diserap ke dalam tubuh setelah berhubungan seks. Namun, ini tak berlaku jika ada penggunaan kondom.
Ini adalah berita bagus bagi pasangan yang sudah menikah. Sedangkan, bagi Anda yang belum menikah, ada baiknya untuk tetap menggunakan kondom.
Pasalnya, ada cara lain untuk meningkatkan suasana hati, tapi tidak ada cara lain untuk mencegah penyakit seksual menular.


3. Seks kadang membuat depresi
Awalnya, saat berhubungan seks mungkin terasa menyenangkan. Tapi setelahnya? Dalam sebuah penelitian, sekitar sepertiga dari wanita yang berpartisipasi dilaporkan mengalami kesedihan usai berhubungan seks. Mungkin diakibatkan adanya penyesalan atau perasaan dipaksa. Hingga saat ini, peneliti tidak dapat menjelaskannya secara pasti.


4. Seks mengurangi rasa sakit
Jangan melewatkan seks ketika Anda memiliki sakit kepala. Penelitian menunjukkan bahwa melakukan perbuatan bisa meringankan gejala Anda.
Tahun 2013 lalu, sebuah penelitian di Jerman mengungkapkan bahwa 60% dari peserta yang memiliki migrain dan 30% dari penderita cluster sakit kepala yang berhubungan seks selama sakit kepala dilaporkan merasa terbantu secara parsial atau total.
Penelitian lain menemukan bahwa wanita yang dirangsang area G spotnya memiliki peningkatan dalam menahan sakit.
"Butuh stimulus nyeri yang lebih besar bagi mereka untuk merasakan sakit," kata Beverly Whipple, PhD, seorang profesor Emeritus di Rutgers University yang telah melakukan penelitian pada topik ini.
Whipple tidak belajar mengapa ini bisa terjadi, namun para peneliti lain mengaitkan efeknya dengan oksitosin. Hormon yang membantu tumbuhnya ikatan kuat antara ibu dan bayi dan yang juga memiliki sifat menghilangkan nyeri.


5. Seks dapat menghapus memori
Setiap tahun, sekitar 7 dari 100.000 orang mengalami "amnesia transient global". Yakni, ketika seseorang secara tiba-tiba kehilangan memori sementara waktu, yang tidak dapat dikaitkan dengan kondisi neurologis lainnya.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh seks yang kuat, serta stres emosional, rasa sakit, cedera kepala ringan, dan prosedur medis.
Kondisi lupa yang berlangsung beberapa menit atau beberapa jam tidak dapat membentuk kenangan baru atau mengingat peristiwa yang baru terjadi. Untungnya, kondisi ini tidak membawa efek jangka panjang.


6. Seks meningkatkan memori Anda
Sebuah studi ditahun 2010 menemukan bahwa, dibandingkan dengan tikus yang diizinkan one-night stand, hewan pengerat yang terlibat dalam seks "kronis" (sekali sehari selama 14 hari berturut-turut) lebih banyak menumbuhkan neuron di hippocampus, suatu wilayah otak yang berhubungan dengan ingatan.
Temuan itu didukung oleh penelitian kedua, juga pada tikus. Penelitian ini masih harus dilanjutkan untuk melihat apakah seks teratur juga memiliki efek yang sama pada manusia atau tidak.


7. Seks menenangkan
Penelitian yang sama juga menemukan, bahwa tikus yang sering berhubungan seks dapat mengurangi stres. Hal yang sama juga berlaku untuk manusia.
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang baru saja melakukan hubungan seks memiliki tanggapan yang lebih baik untuk situasi stres seperti berbicara di depan umum daripada orang yang tidak, atau yang terlibat dalam jenis aktivitas seksual.
Bagaimana seks mengurangi stres? Dalam hal ini, dengan menurunkan tekanan darah.


8. Seks membuat Anda mengantuk
Seks lebih mungkin membuat pria mengantuk daripada perempuan. Menurut peneliti, bagian dari otak yang dikenal sebagai prefrontal cortex winds mengalami penurunan setelah ejakulasi, bersamaan dengan melepaskan oksitosin dan serotonin.

The World Its Mine