Senin, 09 November 2015

ti Ridwan Kamil .. Walikota Bandung ..

Bapak ibu saudara saudari, mari bangun negeri ini dengan persatuan dan kekompakan. Jangan mau dikotak-kotakkan. Fokuskan energinya untuk menyalakan lilin-lilin kecil, bukan mengutuki kegelapan. 

Jangan suka hujat menghujat satu pemimpin dengan pemimpin lainnya, itu budaya politik emosional. Derajat seseorang tidaklah akan naik jika dengan menjelekkan orang lainnya. Negative life comes from exercising negative minds.

Jangan suka membandingkan saya dengan pak Ahok atau siapapun yang umumnya selalu berakhir dengan saling mencari keburukan. Manusia itu gudangnya khilaf. Begitupun saya, Pak Ahok atau pemimpin-pemimpin lainnya. Yang Maha Benar hanya Allah SWT. Mari terapkan budaya positif, Sesuai hadist "Bicaralah yang baik atau diam". 

Jangan suka memanas-manasi urusan jauh apakah akan ke DKI 1, Jabar 1 atau RI 1, yang akhirnya juga mereka-mereka yang mengira-ngira ini saling ribut sendiri. Padahal sayanya mah tenang-tenang saja. Selesai walikota ini, setengah mimpi saya adalah kembali menjadi warga, sebagai arsitek lagi. Setengah mimpi lagi saya belum tahu dan belum mau pikirkan.
Hari ini saya sedang dan akan fokus menyelesaikan amanat di Bandung karena PR-nya masih banyak pisaaan. 

Bantu saya untuk membantu anda, dengan selalu menebarkan positive thinking dan semangat optimisme di media sosial ini. 

Yang keren itu "Positive life comes from positive minds". *yang bahaya itu positive hamil padahal belum nikah.

Ridwan Kamil.

Akan Lewat di Hadapan Kalian Seorang Laki-laki Penghuni Surga ..

padang pasir

Oleh: Muhammad Nuh
ANAS bin Malik pernah mengisahkan. “Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw., beliau bersabda, ‘Akan datang seorang laki-laki penghuni surga.’ Kemudian seorang laki-laki dari Anshar lewat di hadapan mereka sementara bekas wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.
“Esok harinya, Nabi saw. bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga.’ Dan, muncul laki-laki kemarin dengan keadaan persis seperti hari sebelumnya.
“Besok harinya, Rasulullah saw. bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga.’ Tidak berapa lama, orang itu datang seperti keadaan sebelumnya.
“Setelah itu, Rasulullah saw. beranjak dari tempat duduknya. Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki tersebut. Ia mengatakan, ‘Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika Anda mengizinkan, aku akan menginap di rumah Anda.’
“Lelaki itu menjawab, ‘Silahkan.’
“Selama tiga hari tiga malam menginap, Abdullah tidak pernah mendapatinya qiyamul lail. Hanya saja, tiap kali terjaga dari tidurnya, ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu. Lelaki itu pun tidak mengucapkan sesuatu, kecuali yang baik.
“Hampir saja, Abdullah bin Amr menganggap remeh amalan lelaki Anshar itu. Ia mengatakan, ‘Wahai hamba Allah, sebenarnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku. Aku mendengar Rasulullah mengucapkan sesuatu selama tiga hari berturut-turut: akan lewat di hadapan kalian, seorang laki-laki penghuni surga. Selesai beliau saw. mengucapkan itu, ternyata yang muncul selama tiga hari berturut-turut adalah Anda.
“Karena itulah saya ingin mengetahui amalan apa yang sering Anda lakukan. Sejujurnya, saya tidak melihat Anda melakukan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya, apa yang sering Anda lakukan sehingga Rasulullah mengucapkan hal itu?
“Lelaki Anshar itu menjawab, ‘Seperti yang Anda saksikan, aku tidak melakukan amalan apa-apa. Hanya saja, aku tidak punya rasa iri kepada sesama muslim, atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’
“Abdullah bin Amr pun berucap, ‘Rupanya itulah yang menjadikan Anda menjadi sangat istimewa. Sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya.” (Az-Zuhdu, Ibnul Mubarak hal. 220)
***
Kisah ini memberikan kita banyak hal. Betapa sesuatu yang kita anggap kecil, ternyata begitu besar di sisi Allah swt. Lelaki Anshar di kisah itu sukses dalam dua hal besar sekaligus: hubungannya kepada Allah swt yang ditandai dengan senantiasa syukur, zikir, dan takbir. Dan terhadap manusia yang ditandai dengan bersih dari hasad dan iri.
Tidak heran jika seorang sahabat kenamaan sekaliber Abdullah bin Amr bin Ash akhirnya berujar, “Rupanya itulah yang menjadikan Anda menjadi sangat istimewa. Sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya.”

Cerita Pabrik Gula Dalam Tubuh Kita ..


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal; (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’,” (QS. Ali Imran: 190-191).
SAAT Anda minum teh misalnya, lalu dengan kadar gula terlalu banyak, dan masuk ke dalam tubuh. Anda tak perlu khawatir, karena ada sebuah sistem menakjubkan yang bekerja untuk mengendalikan kelebihan gula tersebut. Namun jika sistem ini tidak berfungsi, maka kadar gula di dalam darah Anda akan meningkat cepat dan Anda kemungkinan menderita diabetes.
Sistem yang hebat ini bahkan dapat bekerja dengan cara sebaliknya jika dibutuhkan. Jika kadar gula di dalam darah turun di bawah kadar normal. Apa sistem itu?
Adalah sel-sel pankreas bekerja yang menghasilkan suatu hormon lain berupa glukagon. Sel-sel pankreas inilah yang akan menemukan dan menyisihkan molekul-molekul gula dari jutaan molekul lain di dalam darah. Selain itu, sel-sel ini akan menghitung molekul gula untuk memutuskan apakah jumlahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah. Yang mengagumkan, sel-sel yang terlalu kecil untuk dilihat mata.
Jika menyimpulkan bahwa gula di dalam darah lebih banyak daripada yang dibutuhkan, sel-sel pankreas memutuskan untuk menyimpan kelebihannya. Tetapi, sel-sel ini tidak menyimpan; ada sel-sel lain yang jauh letaknya, yang bertugas melakukan hal ini.
Selama tiada perintah sebaliknya, sel-sel yang jauh ini tak akan menyimpan gula. Tetapi, sel-sel pankreas mengirimkan hormon ke sel-sel ini yang memerintahkan agar menyimpan gula. Rumus hormon yang disebut insulin ini telah dikodekan di dalam DNA sel-sel pankreas sejak saat terbentuknya.
Enzim-enzim khusus di dalam sel-sel pankreas (protein-protein pekerja) membaca rumus ini dan membuat insulin berdasarkan rumus itu. Di dalam pembuatan ini, ratusan enzim melakukan beraneka fungsi.
Insulin yang dihasilkan mencapai sel-sel tujuan lewat jaringan komunikasi yang terpercaya dan tercepat – aliran darah.
Beraneka sel yang membaca perintah menyimpan gula yang tertulis di hormon insulin menaatinya tanpa syarat. Akibatnya, pintu-pintu yang membolehkan gula masuk ke dalam sel terbuka.
Tetapi, pintu-pintu ini tak dibuka secara acak. Molekul-molekul tangki memisahkan molekul gula dari ratusan jenis molekul di dalam darah; molekul-molekul ini menangkap gulan dan menguncinya di dalam diri.Sel-sel selalu menaati perintah yang sampai padanya. Sel-sel tak salah mengerti perintah ini dan mencoba menangkap zat yang salah, atau menyimpan gula lebih banyak daripada yang diperlukan. Sel-sel bekerja dengan disiplin tinggi dan usaha keras.
Bagaimanakah mungkin sel-sel tanpa otak, sistem syaraf, mata, atau telinga dapat melakukan perhitungan rumit dan melakukan fungsinya dengan sempurna? Bagaimanakah sel-sel tak sadar ini yang terbentuk oleh penggabungan protein-protein dan lemak melakukan hal-hal yang terlalu rumit untuk dikerjakan manusia? Apakah sumber kesadaran menakjubkan yang ditunjukkan oleh molekul-molekul tak sadar ini? Tentunya semua kerja yang amat teliti yang berlangsung dalam tubuh kita ini menunjukkan kepada kita keberadaan dan kekuasaan Allah Yang berkuasa atas alam semesta dan segenap makhluk hidup.

Misteri Dibalik Singkatnya Waktu ..


waktu
PARA orang tua banyak yang mengatakan bahwa waktu terasa berjalan semakin cepat saja. Dulu , kata mereka waktu tak secepat sekarang . Benarkah waktu memang semakin cepat? Atau hanya perasaan manusia saja hidupan di dunia ini, sehingga tak merasakan perjalanan waktu yang sebenarnya konstan?
Tapi bisa jadi perasaan waktu semakin cepat. Kata ilmuwan NASA, waktu rotasi bumi ternyata sudah berubah lebih cepat sepersekian ribu detik. Tepatnya 1.26 milidetik .
Namun jauh sebelum itu Rasul pernah berkata:
Hari Kiamat tak akan datang kecuali insiden berikut ini terjadi. Waktu akan semakin singkat, di mana jarak akan semakin pendek dengan digunakannya kendaraan.” (Bukhari, Fitan.25; Ahmad ibn Hanbal, Musnad, 2/313).
Dalam hadis lain disebutkan,  Anas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Hari Kiamat tak akan datang kecuali waktu semakin singkat. Penyingkatan ini terjadi sedemikian cara seperti satu tahun yang berlalu seperti sebulan, dan sebulan yang berlalu seperti seminggu, dan seminggu berlalu seperti satu hari dan satu hari yang berlalu seperti satu jam dan satu jam yang berlalu seperti secepat kilat,” (Tirmidhi, Zuhd: 24, 2333).
Cendekiawan Muslim Harun Yahya mengungkapkan, saat ini waktu memang terasa berputar lebih cepat.
”Pertanda akhir zaman yang telah disebut Rasulullah SAW itu secara ilmiah telah terbukti. Waktu semakin singkat,” papar cendekiawan memiliki nama asli Adnan Oktar itu.
Menurut Harun Yahya, di ruang di antara permukaan bumi dan ionosfer konduktif, terdapat getaran alami. Frekuensi mendasar ini yang juga dikenal sebagai Detak Jantung Dunia, disebut sebagai Resonansi Schumann.
”Hal tersebut telah diramalkan secara matematis oleh fisikawan Jerman Winfried R Schuman pada tahun 1952,” tuturnya.
Resonansi Schumann, kata dia, sangat penting karena membungkus bumi. ”Dengan demikian terus menjaga alam dan semua bentuk kehidupan di bawah efeknya. Hal ini secara terus menerus diukur oleh pusat penelitian fisika terkemuka di dunia.”
Pada 1950, Resonansi Schumann diukur pada skala 7.8 hertz. Nilai ini dianggap tetap konstan. Memang sistem komunikasi global militer ini didirikan di atas frekuensi ini.
Namun, pada 1980-an, terjadi perubahan tiba-tiba. Sebab, pada tahun itu Resonansi Schumann diukur di atas 11 hertz.
”Laporan terbaru telah mengungkapkan bahwa angka ini bahkan akan meningkat lagi. Perubahan dalam Resonansi Schumann; frekuensi menunjukkan mempercepat waktu,” tuturnya.
Dengan demikian, waktu 24 jam  terasa seperti 16 jam atau kurang. Ilmu pengetahuan tidak mampu menjelaskan mengapa angka ini mengalami kenaikan, atau faktor yang menyebabkannya meningkat.
”Dengan makin singkatnya waktu, pertanda akhir zaman yang diramalkan oleh Nabi SAW terbukti secara ilmiah saat ini,” tambahnya.
Bumi semakin dipersiapkan untuk hari Kiamat dan oleh kehendak Allah pertanda yang diisyaratkan terjadi secara berturut turut.

Akhir Perjalanan Matahari ..


akhir perjalanan matahari_keajaiban quran_islampos 
“Tatkala matahari telah digulung, (dilenyapkan cahaya sinarnya),” [Q.S. At-Takwir; 81:1]
PECAYAKAH kita bahwa matahari yang sangat besar itu ada akhirnya? Dan bagaimana akhirnya?

Penjelasan Ayat
Jika kita  baca kembali ayat di atas, kita akan mengetahui hakikat alam semesta yaitu akhir perjalanan matahari, bintang-bintang, gunung, dan lautan. Matahari yang kita lihat sepanjang masa ini bersinar terang, akan tiba masanya nanti cahaya matahari ini hancur yaitu rusak semua sistem-sistem yang berkaitan dengannya sehingga matahari hancur berantakan. Matahari akan membeku dan dingin juga berputar melilit tanpa jilatan api.

Fakta Ilmiah
Para astronom menjelaskan kepada kita melalui riset ilmiahnya bahwa panas matahari mencapai 4 milyar ton. Seiring perjalanan waktu, sistem yang ada pada matahari ini akan hancur yaitu berupa dinginnya matahari, pudar cahayanya, dan akan berubah menjadi bintang yang disebut “Merah Raksasa”. Lalu, bintang ini pun menyusut dan berubah menjadi bintang yang disebut “kerdil putih”. Kemudian, matahari akan membeku perlahan-lahan menjadi dingin dan pudar cahayanya. Para ulama mengatakan demikianlah akhir dari perputaran matahari.

Sisi Ilmiah Mukjizat Al-Qur’an
Para ulama  yang berkecimpung dalam studi mukjizat al-Qur’an juga mengatakan bahwa Al-Qur’an telah berbicara kepada kita tentang akhir perjalanan matahari sejak dahulu kala. Pada zaman itu, masyarakat belum mengerti tentang peristiwa tersebut, yaitu yang dilukis dalam firman-Nya: “Tatkala matahari telah digulung (dilenyapkan cahaya sinarnya)”. Di sisi lain, para ilmuwan, baik muslim atau kafir, telah membuktikan kebenaran perkataan Allah mengenai akhir dari perjalanan matahari tersebut melalui riset ilmiah yang dilakukannya pada paruh abad ini.  Wallahu a’lam bishawab.

Hujan Gerimis, Hujan Batu, Salju, Dan Al-Quran ..


gunung-es
AL-QURAN merupakan pedoman hidup manusia, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam Al-Quran pun banyak ayat-ayat yang mengungkapkan sebuah penemuan baru maupun penyempurnaan atau koreksi terhadap teori-teori yang sudah ada.
Selama ini, kita belajar bahwa air hujan berasal dari air laut yang menguap, berkumpul menjadi awan hujan, lalu airnya turun kebumi. Hal ini dijelaskan dalam Surat An-Nuur.
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengerakan awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya. Dan Allah menurunkan dari langit, gunung-gunung berisi butiran-butiran es yang dijatuhkan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya, dan dipalingkan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya,” (Q.S. An-Nuur: 43).

Turun hujan, fenomena yang dijelaskan di atas sudah dikenal seluruh umat manusia dan bukan sesuatu yang luar biasa. Akan tetapi, satu hal yang belum diketahui kebanyakan manusia adalah kelanjutan ayat tersebut, yang bercerita tentang komet-komet salju. Tetapi anehnya, bukan berasal dari awan, melainkan dari langit atau ruang angkasa.
Ayat-ayat senada dapat dijumpai pula pada surah al-Baqarah: 22 yang mengatakan bahwa Allah menurunkan air dari langit dan bukan dari awan. Juga pada surah Ibrahim: 32 serta an-Nahl: 10 dan 65. Marilah kita simak lanjutan dari Surat An-nuur (24) ayat 43 di atas, dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari gumpalan- gumpalan awan laksana gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”
Nah, kalimat tadi semakin ganjil. Selain menurunkan hujan dari awan, Allah juga menurunkan es sebesar gunung dari langit. Misteri ini tersimpan ratusan tahun. Para ahli tafsir-pun bingung menafsirkannya. Ayat ini dengan jelas menerangkan bahwa Allah menurunkan gunung-gunung berisi bola-bola es atau komet-komet salju dari langit ke bumi.
Sampai tahun 1986 fenomena tersebut belum diketahui manusia. Barulah pada tahun 1988 kebenaran ayat itu mendapat konfirmasi dari ilmu pengetahuan, atau dalam bahasa yang lebih tepat, ilmu pengetahuan baru menemukan kebenaran ilmiah yang sudah lama diungkapkan oleh Al Quran.
Dr. Louis Frank, seorang ahli fisika dari Universitas Iowa USA, mempelajari data yang dikumpulkan oleh satelit Dynamic Explorer 1 sejak tahun 1981 hingga 1986. Satelit tersebut merekam gambar-gambar ultraviolet, terutama untuk mempelajari lapisan udara yang mengitari bumi. Dari gambar-gambar ini Dr. Louis Frank menemukan lubang-lubang yang menembus atmosfer. Hingga saat itu belum ada yang bisa menerangkan, lubang-lubang apa itu sebenarnya. Ia memilah-milah sejumlah penjelasan dari berbagai pakar setelah menganalisisnya, ia menyimpulkan bahwa lubang-lubang itu hanya mungkin terbuat oleh bola-bola es atau komet-komet salju yang datang dari ruang angkasa (langit).
Ia memperkirakan, tiap komet beratnya sekitar 100 ton, terbungkus oleh lapisan hidrokarbon berwarna hitam. Komet-komet itu berjatuhan ke bumi kurang-lebih 100 juta banyaknya tiap tahun, atau 19 butir tiap menit. Ukurannya kira-kira 30 kaki (20 meter). Menurut Dr. Clayen Yeates, ahli fisika pada Laboratorium Tenaga Dorong Jet di Pasadena, komet-komet tersebut berkecepatan 10 km per detik sejajar dengan kecepatan bumi, dan berada 1000 km di atas bumi. Bola-bola batu atau komet-komet salju itu lalu berpencaran menjadi butiran-butiran kecil dan menguap di atmosfer. Akhirnya uap ini akan berjatuhan sebagai hujan dan menyatu dengan sistem perputaran air di bumi.
Dalam perhitungan Dr. Louis Frank, tiap 10.000 tahun komet-komet itu dapat mengisi satu Inci atau 2,5 cm dari seluruh persediaan air yang terdapat di bumi. Maka bumi ini terbentuk 4,9 miliar tahun yang lalu, dan kejadian tersebut sudah berlangsung sejak awal terbentuknya bumi, proses turunnya komet-komet itu memang dapat memenuhi kebutuhan air untuk mengisi semua lautan dan bongkahan-bongkahan salju dl kutub.
Dengan menggunakan teleskop yang dapat menangkap seisi ruang angkasa di Observatorium Kitt Peak, Arizona, Dr. Yeates meneropong ke langit dan melihat bola-bola es itu berada pada jarak 150.000 km di atas bumi. Ia berhasil memotret bola-bola es atau komet-komet salju itu kian mendekati bumi. Seraya mendecak takjub la berkata kepada Prof. Ibrahini B. Sayed, “Sungguh mengherankan. Hasil-hasil penyelidikan ini sesuai betul dengan ramalan-ramalan Al-qur’an.”
Kata Ir. H. Bambang Pranggono, MBA, IAI dalam bukunya Mukjizat Sains Al Quran, 2008: “Setelah ditemukan bukti-bukti di atas, apa lagi yang masih menghalangi kita untuk mematuhi semua perintah Allah yang tertuang dalam Al Quran?
Bahkan Ibrahim B. Sayed, seorang ahli fisika dan profesor obat-obatan nuklir dari Universitas Louisville, Amerika, mengatakan, “Telah terbukti dalam sejarah, Islam tidak pernah berselisih dengan sains, dan Al-Qur’an tidak berkontradiksi atau berlawanan dengan penemuan-penemuan sains modern. Sejalan dengan itu para Pakar Barat memuji ilmuwan-ilmuwan Muslim yang telah menguasai Ilmu pengetahuan jauh lebih dulu dari mereka. Bahkan 1400 tahun sesudahnya, sains modern mulai menerangi kebenaran wahyu-wahyu Al-Qur’an dan menguatkan keabsahannya.” 

Misteri Umur 40 Tahun ..



DARI Hari ke hari Mesteri keajaiban Al-Quran masih terus tersingkap di hadapan kita. Dan hari ini kita mendapatkan pengetahuan baru yang memastikan bahwa kinerja pikir seseorang mulai berkurang pada umur dini.
Dalam salah satu arikel pernah membahas tentang pertumbuhan Otak yang terus berkembang sampi pada umur 40-an. Kemudian terhenti sampai pada umur ini. Dan hari ini para Ilmuwan juga telah memastikan hal itu  bahwa pertumbuhan otak akan mengalami reduksi setelah berumur sekian. Maka terdapat studi baru yang dipublikasikan dari “Jurnal kedokteran Inggris” yang memaparkan bahwa jumlah usia sangat berpengaruh terhadap perubahan kognitif pada seseorang. Dan terkadang pada kasus-kasus tertentu berakibat timbulnya penyakit Alois Alzheimer (kepikunan dini) atau penyakit lain dari jenis dimensia (pikun) dan kadang bermula pada usia dini, pada pertengahan atau akhir-akhir Umur 40-an.
Para peneliti mengatakan bahwa penurunan itu sangat minim sehingga kecil kemungkinkan untuk diteliti dalam kehidupan sehari-hari, dan hal itu telah diungkapkan dari sebuah riset obat yang menyertakan peserta setiap tiga atau empat tahun, maka hasil riset terakhir menjadi penting karena membuktikan  obat tersebut efektif sebagai penawar kepikungan jika digunakan ketika muncul gejala-gejala penurunan kinerja kongnitif.
Penelitian sebelumnya telah berkesimpulan bahwa penurunan kinerja kongnitif pada manusia terjadi sebelum usia enam puluh tahun. Akan tetapai hasil riset terakhir menujukkan bahwa hal itu terjadi pada pertengahan usia.
Jadi, ketika seseorang berumur empat puluh tahun maka pertumbuhan otaknya telah terhenti dan setelah umur ini sel-sel otak mulai rusak, tetapi tanpa penelitian dan studi yang rumit serata dilengkapai dengan peralatan yang canggih, sangat kecil kemungkinan untuk menyadari hal tersebut.
Dan kembali kami katakan: Maha suci Allah! Bukankah Al-Quran telah mengisyaratkan hal ini sebelum 1400 tahun lalu, tatkala mengisyaratkan bahwa manusia ketika mencapai batas kinerja otaknya pada  Usia empat puluh tahun, maka akan mengalami penurunan setelah itu! Allah Swt berfirman :
“… sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat yang telah Engkau berikan…” (QS. Al-Ahqaaf: 15)

The World Its Mine