Rabu, 02 Mei 2012

Kareueus

Kareueus beda jeung kasombongan, komo jeung kareueuseun mah :) Reueus jadi urang Sunda lain hartina nepak dada, jajauheun tina sipat angkuh ngarasa leuwih punjul tibatan seler sejen. Ieu mah pilakadar nembongkeun jatidiri yen urang teh pituin urang Sunda, seler Sunda. Teu kurang teu leuwih.

Mun seler sejen bisa ngarasa reueus jadi bagian tina seler pituin manehna, naha urang Sunda make jeung teu bisa kitu? Tembongkeun yen urang teh urang Sunda, anu karasep, anu gareulis, anu handap asor (kade, sanes handap asoy..), anu satata jeung seler sejen,  anu sarua dahar sangu :) Cara nembongkeun kareueus tangtu rupa-rupa. Soal eta mah tangtu geus teu kudu dibejaan deui. Nu penting mah niat, bari jeung prakna, ulah diengke-engke.

Ngamumule basa Sunda sangkat teu tumpur ku jalan ngabiasakeun ngajak nyarita ku basa Sunda ka anak-anak urang, upamana, bisa dimimitian ayeuna keneh. Teu perlu biaya jeung insya Allah moal matak miskin :) Lian ti ngaraksa basa, oge minangka salah sahiji cara nembongkeun identitas diri yen urang teh urang Sunda.

keikhlasan


Bukan hal yang mudah untuk menjadikan keikhlasan sebagai niat disetiap apa yang ingin kita lakukan lebih-lebih jika itu berkaitan dengan ibadah, keikhlasan karena Allah SWT.
Kita mampu untuk mengatakan “ ya aku ikhlas” namun belum tentu kata itu mengalir dari lubuk hati kita yang paling dalam.
Mudah bagiku mungkin juga mudah bagimu berkorban sesuatu demi orang yang kita cintai dan mencintai kita…orang tua, suami/ istri, saudara, dan orang lain. Mereka yang banyak membantu kita walau tidak setiap waktu. Sampai-sampai kita enggan jikalau mereka terluka hatinya jika kita tidak memperhatikannya dan itu butuh keikhlasan.
Mereka adalah makhluk Allah dan pasti suatu saat akan kembali padanya. Lalu kepada siapa lagi kita akan berkorban.
Bagaimana jika dalam pikiran kita terlintas, apakah aku sudah berkorban untuk Allah? Bagaimana dengan ibadahku selama ini, adakah keikhlasan dalam hati untuk Nya? Pernahkah aku memperhatikan Nya di setiap langkahku, kehidupanku?
Jelas bahwa Allah tak pernah meninggalkan kita. Memberikan kenikmatan yang tak mungkin bisa kita hitung dari sejak Allah meniupkan roh kita saat dalam kandungan hingga saat ini bahkan saat nanti.
Aku harus belajar untuk menjadikan keikhlasan sebagai niatku untuk menjalankan rutinitas hidupku. Aku perlu belajar kepada orang-orang yang berhasil melakukannya. Kepada siapakah gerangan???
Cukuplah Allah SWT tempat kembali kita meminta petunjuk dan akan butuh waktu yang tidak sedikit.
Bantu aku juga teman…saudaraku sesama makhluk Allah SWT.

SENYUMAN


Kata senyum adalah kata yang indah dan menarik hati, menyenangkan, dan menggembirakan. Bagaimana seorang muslim tidak tersenyum sementar aida telah meridhoi Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad Saw. Adalah nabinya? Bagaimana ia tidak tersenyum sementara baginya telah ditumbuhkan taman-taman yang menyenangkan, dan kebun yang hijau, yang padanya terdapat pohon-pohon yang indah menyegarkan, dan tetumbuhan yang penuh keindahan. Bagaimana ia tidka tersenyum sementara Allah telah mengadakan baginya bintang-bintang yang terang, lautan yang luas, tanah yang berkelok-kelok, dan planet-planet yang berputar di porosnya?
Bagaimana ia tidak tersenyum, sementara burung-burung bernyanyi, merpati berdendang, matahari bersinar, bulan bercahaya indah, pagi hari yang datang dalam terang cahaya, dan hujan yang datang dibalik awan di langit? Bagaimana ia tidka tersenyum, sementara angina sepoi bertiup, daun-daun gemerisik, burung kenari bersiul, aroma indah bertiup, air jatuh di antara bebatuan mendendangkan lagu cinta, dan menceritakan pagar keindahan?

Sebaik-baik Penegur


Tak banyak manusia mampu tersadar dari kesalahannya walau telah banyak teguran baek itu dalam bentuk lisan ataupun perbuatan yang diterimanya. Sungguh miris melihatnya, karena akan berpengaruh kepada orang disekelilingnya. Tak luput membuat orang lain merasa terdholimi dengan perbuatannya itu. Jika teguran manusia tak mampu membuatnya sadar, cukuplah Allah SWT sebaik-baik Penegur.
Teman apakah kamu tidak tahu kami teman-teman kamu peduli akan dirimu. Mungkin kami sudah merasa banyak memberikan kemudahan atahupun kebaikan untuk kamu, namun kami juga merasa bahwa kebaikan itu telah kamu manfaatkan terlalu berlebihan hingga kamu tak menghiraukan kami yang ada disini.
Adapun kesalahan kami, kamu tak mudah memberikan maaf sampai harus menampakkan kemarahanmu kepada kami. Pernahkah kamu merasa saat kamu melakukan kesalahan kami tak banyak menggubris karena kami ingin menjaga perasaanmu?, karena kami tak ingin bertengkar denganmu? Sungguhkah kamu tak menyadarinya?
Jangan mudah kamu menyalahkan orang lain jika kamu sendiri telah memulai kesalahan itu. Jangan mudah merasa kamu adalah orang yang paling terdholimi sedang kamu sendiri tidak merasakan orang laen disekelilingmu merasa terdholimi akan sifat kamu. Jangan terkejut jikalau kamu tiba-tiba mengalami suatu kejadian yang membuatmu merasa didholimi. Tak pernah kami sengaja melakukannya, namun tak bisa kami pungkiri teman… bahwa kami terkadang merasa sedikit senang melihatmu bisa merasakan bagaimana menjadi orang yang terdholimi sebagimana apa yang pernah kau lakukan kepada kami. Maafkan sikap ini teman…
Teman…mengertilah, pahamilah, jangan sampai Allah SWT bisa memberimu teguran lebih sulit daripada selama ini kau terima. Sadarlah teman kami akan selalu mendukungmu dalam kebaikan. Tak pernah kami lupa berdoa dibeberapa ibadah kami untukmu baek untuk kebaikanmu tapi juga agar Allah memberikan teguran yang terbaek untukmu. Kami telah lelah teman akan segala sikap ketidak pedulianmu, sikap cuek kamu, sikap yang seenak kamu sendiri, dan pemanfaatan kebaikan kami kepadamu.
 “Ya Allah, jika teguran kami tak bisa membuatnya menyadari kesalahannya, tegurlah dia dengan cara Mu karena Engkau adalah sebaik-baik Penegur makluk Mu, ampunilah kami yang telah berputus asa.”

Memperindah Hati


Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (QS Asy-Syams [91]:9-10)
Setiap manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan keindahan. Banyak orang menganggap keindahan adalah pangkal dari segala puji dna harga. Tidak usah heran kalau banyak orang memburunya. Ada orang yang berani pergi beratus bahkan beribu kilometer semata-mata untuk mencari suasana pemandangan yang indah. Banyak orang rela membuang waktu untuk berlatih mengolah jasmani setiap saat karena sangat ingin memiliki tubuh yang indah. Tak sedikit orang berani membelanjakan uangnya berjuta bahkan bermilyar rupiah karena sangat rindu memiliki rumah atau kendaraanmewah.
Akan tetapi apa yang terjadi? Tak jarang kita menyaksikan betapa terhadap orang-orang yang memiliki pakain dan penampilan yang mahal dan indah, yang datang ternyata bukan penghargaan, melainkan justru penghinaan. Ada juga orang yang memiliki rumah megah dan mewah, tetapi bukannya mendapatkan pujian, melainkan malah cibiran dan cacian. Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat derajat kemuliaan malah sebailknya, menggelincirkan pemiliknya ke dalam jurang kehinaan? Jawabnya, karena sebagian besar orang terpesona hanya terhadap keindahan lahir belaka.
Padahal ketahuilah, sesungguhnya ada satu keindahan yang kalu dimiliki, meski sesederhana apapun harta yang digenggam dan serendah apapun kedudukan yang diemban, niscaya kita akan menjadi orang yang benar-benar bermutu, berharga, dan terpuji. Banyak orang mengurus keindahan lahir, padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika seseorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati. Inilah pangkal kemuliaan yang sebenarnya.
Rasulullah saw pakaiannya tidak bertabur bintang penghargaan, tanda jasa, dan pangkat. Akan tetapi, demi Allah sampai saat ini tidak pernah berkurang kemuliaanya. Rasulullah tidak menggunakan singgasana dari emas yang gemerlap ataupun memiliki rumah yang megah dan indah. Namun demikian, sampai detik ini sama sekail tidak pernah luntur pujian dan penghargaan terhadapnya. Apakah rahasiannya? Ternyata semua itu dikarenakan Rasulullah adalah orang yang sangat menjaga mutu keindahan dan kesucian hatinya.
Rasulullah saw bersabda, “ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalu segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama kalbu!“ (HR Bukhari dan Muslim).
Boleh saja kita memakai segala apa pun yang indah-indah. Namun demikian, kalau tidak memiliki hati yang indah, demi Allah tidak akan pernah ada keindahan yang sebenarnya. Karenanya, hendaknya jangan terpedaya oleh keindahan dunia. Lihatlah, begitu banyak wanita malang yang tidak mengenal moral dan harga diri. Mereka pun tidak kalah indah dan molek wajah, tubuh, ataupun penampilannya. Kendatipun begitu, mereka tetap diberi oleh Allah aneka aksesoris duniawi yang indah dan melimpah.
Ternyata segala asesoris duniawi dan kemewahan itu bukanlah tenaga kemuliaan yang sesungguhnya, karena orang-orang yang rusak dan durjana sekalipun diberi aneka kemewahan yang melimpah ruah oleh Allah. Kunci bagi orang-orang yang ingin sukses, yang ingin benar-benar merasakan lezat dan mulianya hidup, adalah orang yang sangat memelihara serta merawat keindahan dan kesucian kalbunya.
Imam al –Ghazali menggolongkan hati ke dalam tiga golongan, yakni hati yang sehat (qalbun shahih), hati yang sakit (qalbun maridh), dan hati yang mati (qalbun mayyit).
Seseorang yang memiliki hati sehat tak ubahnya memiliki tubuh yang sehat. Ia akan befungsi optimal. Ia akan mampu memilih dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap ang akan diperbuatnya benar-benar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih.
Orang yang paling beruntung karena memiliki hati yang sehat adalah orang yang dapat mengenal Allah Azza wa Jalla dengan baik. Semakin cemerlang hatinya, maka akan semakin mengenal Dia, Penguasa jagat raya alam semesta ini. Ia akan memiliki mutu pribadi yang begitu hebat dan mempesona. Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu, namun sebaliknya akan menjadi orang yang tersungkur bersujud. Semakin tinggi pangkatnya, akan membuatnya semakin rendah hati. Kian melimpah hartanya, ia akan kian dermawan. Semua itu dikarenakan ia menyadari, bahwa semua yang ada adalah titipan Allah semata. Tidak dinafkahkan di jalan Allah, pasti Allah akan mengambilnya kembali jika Dia kehendaki.
Semakin bersih hati, hidupnya selalu akan diselimuti rasa syukur. Dikaruniai apa saja, kendati sedikit, ia tiadak akan habis-habisnya meyakini bahwa semua ini adalah titipan Allah semata, sehingga amat jauh dari sikap ujub dan takabur. Persis seperti ucapan yang terlontar dari lisan Nabi Sulaiman as tatkala dirinya dianugerahi Allah berbagai kelebihan, “Haadzaa min fadhli Rabbii, liyabluwanii a-asykuru am akfuru” (QS an Naml [27]; 40). Ini termasuk karunia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku mampu bersyukur atau kufur atas nikmat-Nya.
Suatu saat Allah akan menimpakan ujian dan bala. Bagi orang yang hatinya bersih, semua itu tidak kalah terasa nikmatnya. Ujian dan persoalan yang menimpa justru benar-benar akan membuatnya kian merasakan indahnya hidup ini. Karena, orang yang mengenal Allah dengan baik berkat hati yang bersih, akan merasa yakin bahwa ujian adalah salah satu perangkat kasih sayang Allah, yang membuat seseorang semakin bermutu.
Dengan persoalan akan menjadikannya semakin bertambah ilmu. Dengan persoalan akan bertambah ganjaran. Dengan persoalan pula derajat kemuliaan seorang hamba Allah akan bertambah naik, sehingga ia tidak akan pernah resah, kecewa, dan berkeluh kesah karena menyadari bahwa persoaan merupakan bagian yang haru dinikmati dalam hidup ini.
Oleh karenanya, tidak usah heran orang yang hatinya bersih, ditimpa apa pun dalam hidp ini, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam. Tidak akan pernah terguncang walaupun ombak badai saling menerjang. Ibarat karang yang tegar, dihantam ombak sedasyat apapun tidak akan roboh terkapar tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berkepanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati. Ia amat yakin dengan janji Allah, ‘Laa yukallifullahu nafsan illaa wus’ahaa” (QS al-Baqarah [2]:286). Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Pasti semua yang menimpa sudah diukur oleh-Nya. Maha Suci Allah dari perbuatan zalim kepada hamba-hamba Nya.
Ia sangat yakin bahwa hujan pasti berhenti. Badai pasti berlalu. Malam pasti bergnti menjadi siang. Tidak ada satu pun ujian yang menimpa, kecuali pasti akan ada titik akhirnya. Ia tidak berubah bagai intan yang akan tetap berkilau walaupun dihantam dengan apapun jua.
Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lali dari bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya. Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah.
Subhanallah, sungguh teramat beruntung siapapun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat-kuatnya untuk memperindah kalbunya.

JANGAN.. JANGAN.. !!!

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum tapi tersenyumlah maka kita kian bahagia. 

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah tapi bersedekahlah maka kita semakin kaya. 

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak tapi bergeraklah maka kita akan termotivasi. 

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kita peduli tapi pedulilah dengan orang lain maka kita akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahami kita baru kita memahami dia tapi pahamilah orang lain maka orang lain paham dengan kita.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis tapi menulislah maka inspirasi akan hadir dalam tulisan kita. 

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja tapi bekerjalah maka proyek akan menunggu kita. 

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai tapi belajarlah mencintai maka kita akan dicintai. 

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah, bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya. 

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti tapi bergeraklah maka kita akan menjadi contoh yang diikuti. 

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah maka bertambah kesuksesan kita.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan tapi lakukanlah! Kita pasti bisa! 

13. Jangan menunggu untuk diberi tapi memberilah maka kita akan diberi. 

14. Jangan menunggu dihargai tapi hargailah orang lain maka kita pasti akan dihargai. 

15. Jangan menunggu dihormati orang lain tapi hormatilah orang lain maka kita akan dihormati.

10 ARTI SENYUM ( asal tidak berlebihan )



1.         Senyum membuat anda lebih menarik.
      Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yang selalu  merengut, cemberut, mengerutkan kening dan menyeringai membuat orang-orang disekelilingnya  tidak nyaman. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman.

2.         Senyum mengubah perasaan.
    Jika anda sedang sedih, galau, susah dan lain-lain, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan lebih baik. Menurut penelitian, senyum bias memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

3.         Senyum Menular
       Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana lebih riang. Orang  disekitar anda  pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.

4.         Senyum menghilangkan stress.
       Sress bias terlihat diwajah. Senyuman bias menghilangkan mimik lelah, bosan dan sedih. Ketika anda stress, ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stress dan membuat pikiran lebih jernih.

5.         Senyum Meningkatkan imunitas.
       Senyum membuat system imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bias hilang dengan senyum.

6.         Senyum menurunkan tekanan darah.
       Tidak percaya!? Coba anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat  lagi tekanan darah saat anda tersenyum. Tekanan darah saat anda tersenyum pasti lebih rendah.
  
7.         Senyum melepas  endorphin, pemati rasa alamiah dan serotonin.
       Senyum ibarat obat alami. Senyum bias menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah dan serotonin. Ketiganya adalah hormon  yang bisa mengendalikan rasa sakit.

8.         Senyum membuat awet muda.
      Senyuman menggerakkan banyak otot. Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu       melakukan face lift. Dijamin dengan banyak tersenyum anda akan terlihat lebih awet muda.

9.         Senyum membuat anda kelihatan sukses.
       Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dan bisa diandalkan.

10.       Senyum membuat orang berpikir positif.
          Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika               anda tersenyum, tubuh mengirim sinyal “hidup adalah lebih baik”.  Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah.

The World Its Mine