Selasa, 03 April 2012

Serangan Jantung Jangan Dianggap Angin Duduk

Kurangnya pemahaman masyarakat akan gejala serangan jantung menyebabkan serangan jantung dianggap sebagai "angin duduk" yang diobati dengan kerikan. Padahal, penanganan segera berdampak penting pada kesembuhan pasien.

"Kecepatan mencari pertolongan sangat penting untuk mencegah makin banyaknya kerusakan otot jantung. Serangan jantung harus ditangani maksimal dalam 2 jam," kata dr Muhammad Yamin, SpJP dari Eka Hospital di Serpong, Tangerang, Selasa (15/11/2011).

Serangan jantung ditandai dengan nyeri dada atau leher atau rahang seperti ditekan atau dihimpit yang berlangsung lebih dari 30 menit. Terkadang juga disertai gejala berkeringat dingin di seluruh tubuh, mual dan muntah, serta dada terasa sesak.

Yamin menambahkan, serangan jantung yang luas dapat menyebabkan banyak otot jantung yang mati. "Akibatnya, akan terjadi gangguan irama jantung, kebocoran dinding jantung ataupun gangguan fungsi pompa jantung," paparnya.

Untuk itu, pasien harus segera mencari pertolongan rumah sakit begitu curiga ada serangan jantung. Bila ternyata memang benar serangan jantung, pasien akan diberi obat pengencer darah untuk menghancurkan bekuan darah. Sementara itu, untuk pertolongan darurat di rumah, pasien bisa diberikan aspirin untuk dikunyah.

"Aspirin akan menghalangi partikel pembeku darah untuk membeku," paparnya.

Rokok yang Merusak Jantung Anda

Setelah dirawat beberapa hari, sahabat saya ini akhirnya meninggal akibat mengalami serangan jantung untuk ke dua kalinya. Almarhum meninggal dalam usia yang belum begitu tua untuk ukuran harapan hidup sekarang.

Satu tahun yang lalu, Almarhum juga pernah mengalami serangan jantung. Setelah menjalani perawatan yang cukup lama keadaanya membaik. Saya tidak tahu apakah setelah mengalami serangan jantung yang pertama itu, almarhum berobat secara teratur atau tidak. Dan, yang saya lihat adalah, sebelum almarhum dirawat lagi, gaya hidupnya belum banyak berubah.

Pada waktu serangan jantung pertama, saat dirawat, beberpa kali saya membesuknya. Masih segar dalam ingatan saya janji almarhum untuk merubah gaya hidupnya, dan yang paling penting saat itu adalah untuk tidak merokok lagi.

Merokok adalah kebiasaan almarhum, yang saya tahu sejak mahasiswa. Besar kemungkinan waktu duduk di sekolah menengah atas juga sudah melakukannya. Kira-kira dua bungkus sehari rokok habis dihisapnya. Tiga bulan setelah serangan jantung pertama, kebiasaan merokok almarhum kambuh lagi.

Beberapa kali saya mengingatkan supaya kebiasaan itu dihentikan, namun almarhum nampaknya tidak peduli. Mungkin karena sudah merasa sehat dan seolah-olah tidak ada masalah lagi dengan jantungnya, atau memang candu rokok itu kembali menguasai pikirannya. Saya ingat juga komentar Almarhum waktu itu, “kalau memang mau mati, sampai waktunya, tidak bisa dihindari, orang yang tidak merokok juga mati”, katanya.

Ya, memang kapan, di mana dan bagaimana kita mati, hanya Allah yang tahu. Namun, manusia wajib berikhtiar yang terbaik. Berusaha berhenti merokok menurut saya adalah ikhtiar yang wajib, apalagi kalau sudah nyata ada penyakit yang diakibatkannya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa apabila seseorang merokok sebelum umur 20 tahun, harapan hidupnya Akan berkurang 14 tahun. Jadi, perokok itu akan meninggal sebelum waktunya, menyebabkan premature death.

Sahabat saya itu akhirnya memang membuktikan, beliau akhirnya meninggal dalam usia belum begitu tua, suatu kematian prematur. Kematian yang harusnya dapat dicegah. Sayang sekali, seorang perokok memang sangat sulit menghentikan kecanduan rokok ini, tapi perokok lain, bukan satu atau dua, tapi jutaan, dapat berhenti sama sekali.

Menurut penelitian, berhenti merokok pada seseorang yang pernah mengalami serangan jantung akan menurunkan risiko serangan jantung ulangan dan kematian mendadak akibat jantung.

Sayang, kebanyakan orang menganggap rokok hanya berpengaruh terhadap penyakit paru, seperti kanker. Memang pemyebab utama kanker paru adalah rokok, tapi rokok juga merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Penyakit jantung koroner, sebagai penyebab utama kematian karena jantung, biang keroknya adalah rokok.

Rokok bertanggungjawab terhadap satu dari setiap lima kematian di Amerika. Sekitar 40% kematian akibat jantung disebabkan oleh rokok. Dibandingkan dengan bukan perokok, Anda mempunyai risiko dua kali lebih besar meninggal karena serangan jantung ,dan lima kali lebih besar kemungkinan meningggal karena kematian jantung mendadak.

Dan, bila Anda merokok, kemudian anda juga mempunyai faktor risiko lain seperti hipertensi, obesitas, hiperlipidemi, maka risiko Anda untuk meningal karena jantung akan meningkat jauh beberapa kali.

Rokok dengan ratusan kandungan kimia di dalamnya dapat menyebakan kerusakan struktur otot jantung, dan pembuluh darah jantung. Tidak usah berbicara tentang ratusan zat kimia itu, nikotin dan karbon mono oksida saja sudah cukup untuk mengakibatkan kerusakan itu.

Nikotin misalnya, akan meningkatkan curah jantung dengan mempercepat denyut jantung 15-25 kali per menit, menaikkan tekanan darah 10 sampai 20 mmHg. Untuk mempertahankan kerja jantung yang meningkat ini, jantung akan memerlukan oksigen lebih banyak. Karena pada perokok darahnya banyak mengandung nikotin dan karbon monooksida, kebutuhan oksigen ini jadi tidak terpenuhi, bahkan otot jantung akan semakin mengalami kerusakan. Hal ini dapat memacu serangan jantung.

Karbon monooksida dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan kekentalan darah. Karbon monooksida yang bergerak bersama aliran darah menyebabkan iritasi, peradangan pada dinding pembuluh darah arteri, termasuk pembuluh darah koroner.

Proses iritasi dan peradangan inilah yang menjadi pemicu terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah. Plak yang terbentuk dari kolesterol dan sel darah ini, ibaratkan pembuluh darah itu sebagai sebuah pipa kecil yang berkarat di dalamnya. Karat-karat itu semakin lama akan semakin banyak dan menumpuk, menutup lobang pipa. Bila karat itu menutup secara total, maka aliran darah ke otot jantung akan terhenti.

Rokok adalah penyebab utama kematian karena jantung. Kandungan nikotin dan karbon mono oksida saja sudah cukup membuat kerusakan, injuri, pada struktur otot dan pembuluh darah jantung Anda. Sebelum terlambat, seperti Almarhum sahabat saya, dan jutaan kematian karena rokok lainnya, kenapa Anda tidak memilih untuk berhenti merokok?…….Jutaan orang lain dapat berhenti merokok, Anda pasti bisa….semoga!

Berkelit dari Serangan Jantung

Dalam kebanyakan kasus, serangan jantung sebenarnya bukan jatah bagi mereka yang masih muda. Kendati demikian cukup sering kita mendengar kisah tentang orang muda yang terkena serangan jantung.

Menurut definisinya, serangan jantung adalah berkurangnya atau tersumbatnya aliran darah dalam sebuah arteri koroner yang berakibat kerusakan jantung dan berpeluang kematian. Kabar baiknya adalah kebanyakan serangan jantung dapat dicegah bila Anda menerapkan gaya hidup yang memperlambat bertumpuknya endapan berlemak dalam arteri koroner.

Pilihlah minimal tiga dari 10 strategi pencegahan serangan jantung berikut ini dan jadikanlah sebuah kebiasaan atau gaya hidup.

1. Minta pasangan berhenti merokok. Seorang wanita yang memiliki pasangan perokok memiliki risiko 92 persen lebih tinggi menderita serangan jantung. Seorang perokok pasif menghirup asap yang mengandung zat-zat berbahaya dan berpotensi menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL) sehingga risiko penyumbatan pembulu darah bertambah.

2. Olahraga 30 menit.

Pria berusia pertengahan yang berolahraga secara rutin dua jam atau lebih secara akumulatif setiap minggunya beresiko 60 persen lebih rendah terkena serangan jantung. Ini berarti sebaiknya Anda bergerak aktif, bisa dengan berjalan, jogging, atau bersepeda sedikitnya 30 menit, empat kali dalam seminggu.

3. Kurangi berat badan

Jika Anda tergolong kegemukan, turunkan berat badan 4,5- 9 kg bisa mengurangi risiko serangan jantung hingga 16 persen. Berat badan berlebih akan meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

4. Cukup minum

Dalam studi di Loma Linda University diketahui pria yang minum sedikitnya 5 gelas air putih setiap hari risikonya terkena serangan jantung lebih kecil. Air akan membuat darah lebih encer sehingga tidak mudah tersumbat.

5. Ganti kopi menjadi teh

Antioksidan dalam teh yang disebut flavonoid diketahui memberikan efek perlindungan pada jantung.

6. Rutin konsumsi ikan

Kandungan asam lemak omega-3 dalam ikan juga melindungi jantung. Penelitian menunjukkan pria yang menderita penyakit jantung 10 persen lebih jarang terkena serangan jantung ketika kadar omega-3 dalam darahnya tinggi.

7. Aspirin dan vitamin E

Menurut peneliti dari University of Pennsylvania pria yang mengonsumsi antioksidan dan pengencer darah setiap hari lebih jarang terkena sumbatan pembuluh arteri, pemicu serangan jantung.

8. Konsumsi serat

Serat yang terdapat dalam oatmeal terbukti bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

9. Kelola stres

Pria yang merespon stres dengan amarah beresiko tiga kali lebih tinggi didiagnosa sakit jantung dan lima kali lebih besar menderita serangan jantung sebelum usia 55 tahun. Demikian menurut peneliti dari Johns Hopkins University.

10. Konsumsi semangka Buah ini mengandung likopen 40 persen lebih banyak dibanding yang terdapat dalam tomat mentah. Antioksidan ini juga diketahui melindungi jantung.

Luangkan Waktu untuk Merawat Jantung

Penyakit jantung tidak terjadi dalam semalam. Kebanyakan penyakit jantung terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner selama puluhan tahun. Penyebab utama adalah gaya hidup kita.

Untuk membuat jantung tetap sehat dan berdenyut sebenarnya tidak diperlukan perubahan gaya hidup yang radikal. Kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah, menyikat gigi dua kali sehari, serta lebih banyak berjalan kaki adalah contohnya.

Sayangnya, mayoritas orang mengatakan tidak punya waktu untuk melakukan kebiasaan sehat demi jantung. Dalam sebuah survei terhadap 1000 orang di Amerika, hanya 20 persen saja yang mengaku selalu mengonsumsi sayur dan hanya 25 persen yang secara rutin menyikat giginya sebelum tidur.

Ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

- Berhenti merokok

Rokok akan menyebabkan pembuluh darah Anda mudah menyempit dan itu sama artinya dengan memberi beban tambahan pada jantung. Merokok juga membuat jantung berdenyut lebih kencang dan menaikkan tekanan darah.

- Berolahraga

Bila jadwal harian Anda tidak memungkinkan Anda untuk secara rutin datang ke klub kebugaran, cobalah untuk berjalan kaki lebih sering agar tubuh bergerak barang sedikit. Menaiki tangga ketimbang naik lift atau memarkir kendaraan agak jauh adalah contohnya.

- Kurangi lemak

Tingkatkan asupan buah dan sayur dalam jumlah yang memadai sehingga kadar kolesterol Anda berkurang. Batasi asupan lemak tidak lebih dari 25 persen kalori. Perubahan kebiasaan ini harus menjadi gaya hidup dalam jangka panjang.

- Rampingkan perut

Memiliki tubuh yang kegemukan bukan hanya kurang menarik secara penampilan tapi juga buruk bagi jantung. Kelebihan berat badan juga memperbesar kemungkinan tingginya kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, yang menjadi faktor risiko penyempitan pembuluh darah.

Mencegah Serangan Jantung, Stroke, dan Gagal Ginjal

Buku "Serangan Jantung, Stroke, Gagal Ginjal, Bisa Dicegah" tulisan dr Handrawan Nadesul merupakan satu dari empat buku yang akan terbit berseri. Isi buku ini dipilah dokter Handrawan dari himpunan tulisannya perihal berbagai topik masalah kesehatan yang berkembang di Indonesia.

Buku setebal 238 halaman plus 10 halaman tambahan ini diterbitkan pada bulan Februari 2012 oleh Penerbit Buku Kompas (PBK). Dr Handrawan Nadesul lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya Jakarta dan lulus ujian negara di FK Universitas Indonesia tahun 1981, merupakan pengasuh rubrik kesehatan di sejumlah media massa.

Menurut dr Handrawan dalam kata pengantarnya, semua tulisan dengan topik beragam ini masih relevan untuk semua pembaca dengan kondisi kesehatan rata-rata masyarakat Indonesia saat ini. Setiap topik membahas sebuah kasus serta penyakit yang melatarinya secara lebih paripurna.

Bukan saja soal apa siapa penyakitnya, tetapi juga cara mencegahnya agar pembaca dapat memahami dan melaksanakan apa yang diungkapkan, tidak sampai terlaanjur menimpa kita semua.

Dalam buku ini, dr Handrawan Nadesul mengingatkan lagi, dalam soal kesehatan jangan pernah lupa pada prinsip penting ini: penyakit itu jauh lebih baik dicegah daripada diobati. Karenanya, sebelum telanjut menjadi korban, langkah-langkah preventif sebaiknya segera dilakukan. Jangan beri peluang sedikit pun penyakit menyerang dan membuat kita menderita lahir batin.

Buku ini dirancang khusus menjadi bacaan siapa saja yang bertekad ingin terhindar dari serangan jantung, stroke, gagal ginjal, tiga sekawan penyakit yang bisa merampas kebahagiaan.


5 Tanda Jantung Anda Bermasalah

Di antara Anda, pasti ada yang pernah membaca tanda-tanda atau gejala serangan jantung dari berbagai literatur. Di antaranya sekian banyak gejala, nyeri dada dan rasa sesak merupakan tanda yang paling populer dari serangan jantung. Tetapi, bagaimana dengan tanda-tanda lain yang penting untuk ketahui guna mengantisipasi gangguan jantung?

Para pakar jantung menyebutkan, gejala-gejala sakit jantung sebenarnya bisa tampak dari keluhan di banyak bagian tubuh. "Jantung, bersama dengan pembuluh arteri yang menyokongnya adalah salah satu otot yang besar. Ketika jantung mengalami kegagalan, gejala-gejalanya bisa terlihat di banyak bagian tubuh," kata Jonathan Goldstein, kardiolog dari St. Michael's Medical Center di Newark, New Jersey.

Berikut ini adalah lima petunjuk tersembunyi yang bisa menjadi penanda munculnya gangguan pada jantung. Apabila Anda mengalami dua atau lebih gejala seperti dibawah ini secara bersamaan, Goldstein menganjurkan untuk segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut :

1. Nyeri leher

Apakah Anda pernah merasa nyeri otot yang berkepanjangan pada bagian leher? Waspadai bila nyeri in tak kunjung hilang. Pascaserangan jantung, beberapa pasien mengingat kalau mereka sebelumnya merasakan nyeri dan tegang pada leher. Mereka seringkali tak memperhatikan gejala ini karena mereka hanya fokus pada gejala-gejala yang lebih dramatis seperti nyeri akut di sekitar dada, bahu, dan lengan.

"Perempuan khususnya lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala seperti ini, dan lebih mungkin untuk merasa nyeri mendadak disertai rasa sesak di bagian bahu dan bagian bawah leher," kata Margie Latrella, seorang perawat dan juga penulis dari Women Cardiology Center, New Jersey. Rasa sakit juga dapat merambat ke sisi kiri bagian tubuh, bahu kiri dan lengan.

Apa yang terjadi? Saraf dari jaringan jantung yang rusak mengirimkan sinyal rasa sakit yang naik turun pada ruas tulang belakang yang dalam waktu bersamaan merambat ke saraf-saraf di sekitar leher dan bahu.

2. Problem seksual

Pria dengan gangguan ereksi biasanya mempunyai masalah dengan penyakit pembuluh darah koroner. Survei terhadap pria di Eropa menunjukkan, mereka yang dirawat karena penyakit jantung dua dari tiga di antaranya menderita disfungsi ereksi selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya didiagnosis memiliki masalah dengan jantung. Menurut Goldstein, beberapa penelitian terbaru yang menguji hubungan antara disfungsi ereksi dan penyakit kardiovaskuler juga semakin meyakinkan. Tak heran bila kini para dokter mempertimbangkan untuk juga mengatasi masalah kardiovaskuler ketika pria mengeluhkan disfungsi ereksi.

"Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada bukti yang cukup jelas bahwa ada risiko substansial peningkatan serangan jantung dan kematian pada pasien dengan disfungsi ereksi," kata Goldstein.

Apa yang terjadi ? Seperti halnya pembuluh darah di sekitar jantung yang dapat menyempit dan mengeras, hal sama juga dapat terjadi pada pembuluh yang meyuplai darah ke bagian penis. Karena pembuluh darah di sekitar penis lebih kecil, pembuluh-pembuluh ini bisa mengalami kerusakan yang lebih cepat -- bahkan tiga atau empat tahun lebih cepat sebelum penyakit jantung terdeteksi.

3. Pusing, pingsan, atau sesak napas

Sebuah studi yang dipublikasikan Circulation: Journal of the American Heart Association, menyebutkan lebih dari 40 persen perempuan melaporkan bahwa mereka cenderung mengalami sesak napas di saat sebelum terjadinya serangan jantung. Anda mungkin akan merasakan tak bisa bernafas, lemas atau pusing serasa berada di ketinggian. Bila Anda tergopoh-gopoh ketika naik tangga, menyapu halaman, berjalan santai, atau aktivitas lain yang sebelumnya tak membuat Anda kesulitan, gejala ini perlu diwaspadai sebagai peringatan penting.

Apa yang terjadi ? Ini akibat tidak cukupnya darah mengalir pada pembuluh yang mengangkut oksigen ke jantung. Nyeri pada otot jantung atau angina juga bisa membuat seseorang merasakan sulit menarik nafas dalam. Penyakit pembuluh darah koroner, di mana pembuluh darah jantung tersumbat akibat penumpukan plak, menyebabkan organ jantung tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Sensasi mendadak tak bisa bernafas dalam seringkali menjadi pertanda angina, salah satu jenis nyeri pada otot jantung.

4. Gangguan pencernaan, mual, atau heartburn


Walaupun kebanyakan dari kita berpikir kondisi yang berhubungan dengan jantung identik dengan nyeri pada dada, tetapi sebenarnya hal ini dapat terjadi juga di bagian perut. Pada beberapa orang khususnya wanita, gejala seperti heartburn atau perasaan terbakar pada bagian dada, sesnsasi perut kekenyangan atau tersedak perlu diwaspadai. Gangguan pencernaan yang parah dan mual juga dapat menjadi tanda awal serangan jantung, atau biasa disebut infark miokard, khususnya pada wanita. Sebuah penelitian menunjukkan, perempuan dua kali lebih mungkin mengalami muntah, mual, dan gangguan pencernaan selama beberapa bulan menjelang serangan jantung.

Apa yang terjadi ? Timbunan lemak di pembuluh darah dapat mengurangi atau menurunkan suplai darah ke jantung sehingga menimbulkan perasaan seperti sesak, tertindih atau nyeri - yang kebanyakan terjadi di daerah dada tetapi terkadang juga di bagian perut. Tergantung dari bagian jantung mana yang terkena, hal itu akan memberikan sinyal ke seluruh tubuh. Mual dan pusing-pusing juga dapat menjadi pertanda bahwa serangan jantung sedang terjadi. Oleh sebab itu, segera panggil dokter Anda bila keluhan tersebut terus dialami.

5. Sakit pada rahang dan telinga

Sakit pada rahang adalah sesuatu yang terkadang misterius dan sangat mengganggu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, tetapi terkadang bisa menjadi petunjuk adanya penyakit pembuluh darah koroner (CAD) dan awal serangan jantung. Beberapa ahli kini sedang fokus meneliti hubungan sakit pada rahang dengan risiko serangan jantung. Hasil survei menunjukkan, banyak pasien pasca serangan jantung melaporkan sakit pada rahang mereka menjelang terjadinya serangan jantung.

Apa yang terjadi ? Kerusakan pada jaringan organ jantung dapat memicu pengiriman sinyal naik turun pada bagian tulang belakang yang kemudian meluas pada sarar-saraf yang tersebar dari mulai tulang leher, rahang hingga ke bagian telinga.

Penyakit Kronis Jadi Pembunuh Utama

Penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes merupakan penyakit yang menjadi pembunuh utama di dunia sekarang ini menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam laporan The Global Status disebutkan, penyakit tidak menular telah menyebabkan 36 juta kematian secara global pada tahun 2008. Sekitar 80 persen kematian itu terjadi di negara miskin dan berkembang.

Dalam laporan tersebut juga dinyatakan, penyakit tidak menular kini menjadi ancaman utama kesehatan mengalahkan penyakit menular seperti malaria, tuberkulosis, dan HIV.

"Penyakit tidak menular kini menjadi tantangan terbesar. Untuk beberapa negara tidak berlebihan jika situasi ini adalah sebuah bencana untuk kesehatan, sosial, dan terutama ekonomi negara," kata Dr Margaret Chan, Direktur WHO.

Ia menambahkan, penyakit tidak menular memberikan pukulan yang sangat telak pada program pembangunan. "Hal ini menghabiskan pendapatan nasional hingga miliaran dollar dan membuat orang makin terdorong ke dalam kemiskinan," katanya.

WHO juga menjelaskan, sebenarnya penyakit tidak menular bisa dicegah bila pejabat pemerintahan mau menerapkan kebijakan untuk mengampanyekan pola makan sehat dan memperketat aturan mengenai pemasaran tembakau.

The World Its Mine